NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:415.4k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Untuk Tamu

Diaz menuruni tangga dengan langkah riang dan kepala ringan setelah mandi yang kedua kali. Pandangannya mengedar mencari keberadaan ibunya yang ternyata berada di ruang tamu. Terlihat sedang menarik taplak meja yang sepertinya akan diganti dengan yang baru.

"Mau ada tamu, Bu?" Tanya Diaz yang menempelkan bokong di pinggiran sofa.

"Nggak ada. Pengen ganti taplak aja mumpung hari ini hari santai di rumah aja."

"Oh kirain." Diaz memperhatikan pekerjaan ibunya sampai terlihat selesai. Ada yang mau disampaikan tetapi sedang menilai dulu situasi dan kondisinya. Tepat atau tidak.

"Tya di mana?"

"Lagi mandi. Tadi abis sibuk packing buat liburan besok. Katanya biar tenang semuanya harus tuntas pagi ini."

Mandi yang kedua kali sih, Bu. Aku yang bikin dia sibuk dan lelah sampai keringetan.

"Ibu juga sama tadi packing tapi belum beres. Keburu ada telepon dari Bu Halim. Nanti aja siang dilanjut toh seharian ini full di rumah. Oh ya, Diaz..." Suri duduk di sofa panjang sambil mengulas senyum begitu bersitatap dengan Diaz.

Diaz belum bisa menerka arti binar yang terlihat di sorot mata ibunya yang menggantungkan ucapan. Karena ayahnya justru curhat jika teleponnya satu jam yang lalu tidak dijawab.

"Ibu mengundang Pak Husain buat makan siang di sini. Mumpung dia masih di Jakarta. Besok katanya mau pulang ke Pekanbaru. Tolong nanti hormati dia sebagai teman Ibu ya meskipun dulu sopir di rumah kita. Karena memang Pak Husain itu teman sepermainan dan teman sekolah yang baik. Mana selama jadi sopir, dia juga berjasa jadi bodyguard dan juga membantu Ibu mengungkap keburukan ayahmu, menyelidiki korupsi di manajemen. Ibu sejujurnya banyak hutang budi sama dia."

Diaz diam untuk beberapa detik. Dalam diam yang tenang itu pikirannya menganalisis informasi yang dijelaskan ibunya.

"Iya, Bu. Lagian kan selama ini juga aku menghormati Pak Husain sebagai teman Ibu. Nggak pernah merendahkan profesinya sebagai sopir. Sesuai nasihat Ibu."

"Kirain lupa. Jangan dulu keluar rumah ya, Nak. Ibu pengen nanti kita makan berempat."

"Hari ini mau di rumah aja kok, Bu."

"Sip." Suri mengacungkan dua ibu jari.

"Bu ..." Diaz berpindah duduk satu sofa dengan ibunya.

"Ada apa, Nak?" Suri sangat tahu karakter Diaz. Paham dengan gestur sang anak yang akan menyampaikan percakapan serius.

"Ayah tadi telepon Ibu?"

"Ya. Ibu nggak angkat. Mau apa? Nggak ada lagi yang mesti dibahas setelah ketok palu. Soal gono gini yang masih proses, urusannya sama pengacara Ibu. Hanya saja kalau ayahmu mau melaksanakan hasil putusan sidang, mestinya buru-buru dibereskan. Tapi Ibu nggak ngotot kok. Kalau mau ngasih nafkah ke anak tinggal langsung aja telepon Diaz. Kau dan ayahmu bisa berkomunikasi langsung."

Diaz menangkap perubahan mood di wajah Ibu Suri. Memang tema yang satu ini sangat kentara tak disukai ibunya.

"Ayah telepon aku. Intinya pengen ada kesempatan ketemu Ibu lagi. Katanya pengen ngobrol."

"Bilang aja Ibu tidak mau. TITIK!"

"Siap, Bu. Maafin, aku udah bikin Ibu bete." Diaz merengkuh bahu ibunya. Pelukan sayang seorang anak. "Menunya apa, Bu?"

"Sop buntut. Bi Saroh lagi ke pasar beli buntut yang fresh. Ibu yang akan masaknya."

"Wow! Demi menyambut teman." Diaz keceplosan menggoda. Dan memang hatinya tak mempermasalahkan Ibu dekat dengan laki-laki yang sudah dikenalnya. Segera melipat bibir begitu ibunya mendelik.

"Biasanya juga kalau Ibu di rumah aja suka masak, kadang baking."

Hm, harus gitu klarifikasi.

"I see. Aku ke belakang dulu. Mau mandiin Cumi dan Luna."

***

Tya turun setelah mengeringkan rambut untuk yang kedua kali. Lama di dalam kamar hanya menimbulkan kantuk karena efek bercinta pagi. Langsung menuju ke belakang karena tadi Diaz bilang akan memandikan duo anabul. Ternyata baru mulai.

Tya menghampiri, menyapa Cumi dan Luna. Diaz benar-benar totalitas dalam merawat kucing. Bak mandinya tersedia khusus berikut shower air hangat di samping rumah mini si kucing sultan yang penurut itu. Mandi anteng tanpa mereog.

"Aku yang nyabunin ya, Bey."

"Boleh." Diaz memindahkan botol sabun yang ada di dekatnya. "Yang, nanti siang mau ada tamu. Diundang Ibu makan siang bareng kita."

"Siapa?"

"Pak Husain."

Tya membantu Ibu memasak setelah mendengar cerita Diaz. Dapur bukan hanya menguarkan aroma wangi masakan, tetapi juga meracik keintiman hubungan antara menantu dan mertua. Ada canda terselip di setiap irisan tempe. Ada tawa tercipta di sela tes rasa.

"Ish, Abey!" Tya melotot karena Diaz masuk ke dapur dan mencium pipinya. Protesnya itu tak digubris karena Diaz ngeloyor keluar lagi dengan langkah tanpa dosa, tanpa menoleh ke belakang.

Suri tertawa. Sekilas menatap wajah Tya yang tampak bersemu merah. "Diaz .... Diaz. Pengen banget ngeledek tuh anak. Bilangnya nggak mungkin jatuh cinta sama Tya," ujarnya dalam hati.

"Alhamdulillah. Beres semua ya, Bu. Tinggal masukin puding ke kulkas." Tya membuka apron yang melekat di badan. Digantungkan ke tempat penyimpanan semula.

"Iya, Nak. Sekarang tinggal santainya. Ibu mau mandi lagi ah. Nggak pede berasa bau daging."

Duh, segitunya Ibu.

Tya tersenyum samar. Ia melihat tak ada yang istimewa saat pertemuan tak sengaja dengan Husain waktu lalu di lokasi car free day. Pun saat ngopi bersama di cafe. Semua tampak wajar seperti percakapan dengan teman yang lama tak berjumpa. Namun, sejujurnya secara pribadi ia menilai jika dua orang yang katanya berteman dari kecil itu lalu berubah hubungan sebagai sopir dan majikan malah tampak serasi.

Gimana ya kalau akhirnya Ibu sama Pak Husain ditakdirkan jadian?

"Aku juga mau santai dulu di atas."

Tya meninggalkan dapur setelah menyimpan satu nampan puding coklat ke dalam kulkas. Yang tersisa di dapur adalah peralatan kotor. Giliran asisten rumah tangga yang bertugas membereskan.

Tya meniti tangga menuju lantai dua dengan langkah santai. Ponselnya disimpan di kamar agar kegiatan di dapur tidak terganggu.

Kalau Diaz, meskipun bilangnya mau santai di rumah, tetap saja melakukan WFH di ruang kerja. Ke dapur tadi hanya intermezzo penghilang suntuk dan mengurai pegal setelah cukup lama duduk menghadap laptop.

"Nomor siapa ya?" Lirih Tya begitu melihat ada 3 panggilan tak terjawab 50 menit yang lalu dari nomor yang tidak ada di dalam kontaknya. Ternyata ada chat dari nomor yang sama berikut beberapa chat dari teman-teman.

[Kak Tya .....ini nope aku. Leony]

[Plis angkat teleponnya kak. Aku pengen curhat]

Tya menipiskan bibir. "Curhat? Kita nggak sedekat itu kali. Pasti maunya ini bocah tak bersegel."

Tetapi kemudian ponselnya berdering. Mau tak mau Tya menerimanya karena sedang posisi online. "Assalamu'alaikum."

"Kak Tya ...."

"Biasakan kalau ada orang yang salam itu dijawab jawab dulu. Salam itu doa. Kau muslim, kan?" Tegur Tya. Rasanya mulai sekarang posisinya di atas angin. Tetapi kemarin-kemarin pun dirinya tak mempan diintimidasi.

"Wa'alaikumsalam. Maaf ..."

Tya mendengar intonasi yang lesu di ujung telepon. Seperti bukan Leony yang biasanya angkuh dan ucapannya pedes."Ada apa? Aku lagi sibuk nih."

1
Dede Meugumi Novilan
αуσ ʝσσ,, ∂ιριℓιн ∂ιριℓιн.. мαѕιн яєα∂у тυн тмη2 туαα.. 🤭
@alfaton🤴
hayo siapa yang hatinya bergetar kayak ada sunami.......bang Jo......jangan lupa dilirik juga tiga bidadari yang nemenin maksi ya......siapa tau ada yang nyangkut di hatimu bisa dibawa pulang langsung nuju ke KUA ......gimana nanti kalo Yuni tau CEO nya suami bestinya yaa
@alfaton🤴
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣selalu aja ada tanda terimakasih nya ya Tya dan itu wajib harus......ga papa Tya.....gampang kok bonusnya malah bikin enak kali tidur nyenyak 🤭🤭🤭
pokoknya tiada hadiah tanpa bonus+++😅😅😅
Arum Nisa
masih kurang...kurang panjang,kurang kangennya
@alfaton🤴
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kayak saweran aja Tya......buat direbutkan......kira kira yang beruntung dapat bang Jo siapa yaa 🤔🤔🤔.....ga papa biar dapet asisten nya dia juga ganteng......setia ..... yang pastinya masih jomblo
@alfaton🤴
bener bener ulah anak mertua ya Tya......dia ga mau kamu tercemar Tya 😅😅😅😅 ...... jadi kepo juga nih readers Tya......berempat nanti tambah dua personil lagi......siap siap dari tiga cewek siapa yang berjodoh dengan bang Jo yaaa
Ida Listya
thanks you kak
isti kristiowati
quote yg absurd tp masuk dan lucu-lucu
Okha
bagus
Sri Wahyuni
Nuhun teh ...happy weekend
Hariana Jusman
waahhhh siapa nih yang bakalan berjodoh😅😅😅
Hariana Jusman
iya deh pasti minta icibos🤭🤭🤭
Hariana Jusman
kira² habis berapa tuh😅😅😅
Hariana Jusman
jangan menjauh dari tya,kau akan tau wajah big boss🤗🤗
Hariana Jusman
tenang aja ibu suri akan mendandani menantunya dengan berkelas🤗🤗🤗
Hariana Jusman
SULTAN bangeettt🤗🤗
Hariana Jusman
mie ayam yang dimakan eh bau ketek yang dirasa😅😅😅
Hariana Jusman
ada...adik tirinya bernama boby,yakin kamu nggak mau😅😅😅
Hariana Jusman
iya deh ayangku🤭🥰
Hariana Jusman
andaikan kalian tau siapa suami tya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!