NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Kini semua tamu telah dipersilakan masuk ke ruang tamu yang megah dengan perabot kayu dengan ukiran mewah dan sofa empuk yang nyaman. Suasana terasa hangat namun menyimpan ketegangan yang tak terucapkan. Don Vincenzo duduk dengan tegak, matanya menatap Ricky Wijaya penuh harapan yang tak bisa disembunyikan.

"Sebenarnya, apa yang membuat Tuan Don jauh-jauh datang menemui saya?" tanya Ricky memulai percakapan dengan nada sopan yang dibuat-buat.

"Maaf sebelumnya, Tuan Wijaya. Saya datang ke sini ingin bertemu dengan anak dan menantu saya," jawab Don tegas.

"Siapa anak Tuan Don? Apa Tuan tidak salah alamat?" tanya Ricky hati-hati, berusaha memastikan sambil menjaga sikap agar tidak menyinggung sosok berkuasa di hadapannya.

Mark segera menunjukkan foto Putri Sofia serta alamat yang tertera jelas di layar tabletnya. "Mohon maaf Tuan Wijaya, apakah alamat yang kami tuju ini sudah benar?" tanyanya memastikan.

"Jadi kejutan yang Kakek maksud itu ini... Ia ingin menemui putrinya yang selama ini hilang. Artinya aku akan punya keluarga baru?" batin Sara ikut merasakan kebahagiaan itu meskipun hatinya masih diliputi kebingungan.

"Iya, alamat ini memang benar di sini. Tapi mansion ini sekarang milik saya," sahut Ricky seolah ingin menegaskan kepemilikannya.

"Jadi wanita yang dulu aku anggap miskin dan tak punya apa-apa itu ternyata putrinya Don Vincenzo?! Orang paling berpengaruh dan terkaya di Eropa! Bagaimana mungkin ini terjadi?" pikirnya tak percaya.

Otak liciknya langsung berputar cepat. Ini adalah kesempatan emas yang tak boleh disia-siakan. Siapa yang tak ingin bersekutu dengan legenda bisnis dunia ini?

Ia segera memasang wajah sedih yang dibuat-buat, menundukkan kepalanya seolah menahan tangis yang mendadak muncul. "Jadi... Tuan Don adalah ayah dari Kakak ipar saya, Sofia?" tanyanya memastikan sekali lagi.

"Saya tidak tahu apa hubungan Tuan Ricky Wijaya dengan putri saya? Aku hanya ingin bertemu dengan putri saya!" tegas Don tak sabar.

Ricky menghela napas panjang, lalu mendekat sedikit dengan nada berduka yang terlatih. "Maafkan saya, Tuan Don... saya harus menyampaikan kabar duka ini. Mereka sudah lama tiada setelah mengalami kecelakaan tragis dua belas tahun silam," ucap Ricky dengan mata terlihat berkaca-kaca.

Seketika itu juga, Don Vincenzo tertegun kaku. Wajahnya yang tadi berseri kini pucat seketika. Kata-kata itu menghantam dadanya lebih keras daripada pukulan fisik manapun. Harapan yang tadi membumbung tinggi seketika hancur lebur ditelan bumi.

"Apa yang kau katakan... Putriku tidak mungkin pergi begitu saja meninggalkanku!" suaranya bergetar, penuh penyangkalan yang mendalam.

"Saya berkata jujur, Tuan Don. Jika Tuan tidak percaya, silakan tanyakan pada istri saya," jawab Ricky tenang.

Belum lama berselang, Maya muncul dari balik pilar diikuti oleh Chelsea. Ternyata mereka sedari tadi menguping pembicaraan itu dan sudah menyiapkan peran mereka dengan matang. Keduanya memasang wajah sedih yang menyedihkan hati siapa saja yang melihatnya.

"Benar, Tuan Don!" sahut Maya dengan nada bergetar halus. "Suami saya berkata benar. Kakak ipar saya dan Sofia sudah tiada sejak lama. Kami sekeluarga sangat berduka saat itu... Apalagi saat mereka meninggalkan seorang putri kecil yang masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua."

Ia menoleh ke arah Chelsea, memberikan kode tak kasat mata lewat senyum tipisnya.

Don menatap tajam ke arah Maya, matanya menyiratkan rasa sakit yang luar biasa. "Kau bilang... mereka meninggalkan seorang anak perempuan? Di mana dia?"

"Tuan Don, tolong tenangkan diri dulu," ujar Mark lembut sambil berdiri di samping tuannya.

Sara hanya diam menyimak, tangannya kini semakin erat mengelus punggung kakeknya berusaha menenangkan, meskipun di dalam hatinya masih penuh tanda tanya yang mengganjal.

"Cucu Anda masih hidup, Tuan Don," lanjut Maya dengan nada penuh kepedulian palsu. "Selama ini kami merawatnya sebaik mungkin, menganggapnya seperti anak kandung kami sendiri."

Mata Don seketika berbinar kembali, meski masih samar oleh sisa kesedihan. "Jadi saat kecelakaan itu... cucuku selamat? Di mana dia sekarang?"

Chelsea segera melangkah maju dengan cepat, matanya ia basahi dengan air mata buatan yang siap mengalir. "Aku! Aku Chelsea! Aku anak dari Ibu Sofia!" serunya dengan suara parau penuh drama.

Sara membelalakkan mata tak percaya. "Apa?! Jadi Chelsea cucu Kakek? Bukankah dia anak kandung Tuan Ricky dan Bu Maya? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" batinnya semakin bingung, namun naluri tajamnya mulai menangkap sesuatu yang tidak beres. Namun melihat wajah Don yang perlahan berubah sendu namun penuh kehangatan, ia memilih tetap diam.

"Cucuku..." panggil Don pelan, suaranya melembut seketika. "Sini, Nak... kemari pada Kakek."

Chelsea melirik sekilas ke arah orang tuanya angkat, dan saat melihat keduanya mengangguk memberi izin, ia segera mendekat dan memeluk Don erat. Bahu Chelsea sengaja menyenggol tubuh Sara sedikit seolah memberi isyarat agar minggir.

"Kakek... jadi aku masih punya keluarga? Aku masih punya Kakek?" tanyanya dengan air mata yang kini benar-benar mengalir bukan karena terharu, melainkan karena rasa bahagia luar biasa rencananya berjalan lancar.

"Iya, sayang! Ini Kakek," balas Don sambil memeluk erat gadis itu, seolah ingin melampiaskan semua kerinduannya pada putrinya. "Mulai sekarang, Kakek tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Kakek akan menjagamu seumur hidup dan memenuhi segala keinginanmu!"

Don tersenyum lebar, kembali penuh semangat. "Bahkan, Kakek akan mewariskan setengah dari seluruh harta kekayaan Kakek untukmu!"

Mendengar itu, Ricky dan Maya saling pandang dan menyembunyikan senyum kemenangan mereka. "Kesempatan emas ini takkan kami sia-siakan!" batin Maya bersorak ria.

"Mimpi apa aku semalam! Jadi cucu orang terkaya di Eropa! Dengan begini, tidak akan ada yang berani menindas aku lagi. Aku akan menggunakan kekuasaan ini untuk merebut Raven dari gadis kampung sialan itu!" batin Chelsea penuh rencana licik.

Tak berapa lama, setelah berjanji akan segera mengirimkan banyak sekali hadiah untuk sang cucu barunya, Don Vincenzo dan rombongan akhirnya berpamitan pulang.

Sepanjang perjalanan, Sara tetap diam. Ada perasaan janggal yang terus berbisik di dalam benaknya. Naluri seorang pemimpin yang tak pernah salah menilai situasi. Namun ia membiarkan semuanya berlalu. Ia tak sanggup melihat pria tua yang baru saja menemukan secercah kebahagiaan kembali hancur oleh kenyataan pahit. Biarlah kebahagiaan itu bertahan sebentar lagi, setidaknya sampai ia bisa mencari kebenaran yang sesungguhnya.

 

Bersambung...

1
Munas Tuti
awas lhooo Chelsea klo jatuh sakit ..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Ayo Mark selidiki /Determined/

Ayo Sara, kumpulkan semua bukti-bukti itu/Determined/, Ku menunggu pembalasanmu pada mereka, orang yang telah membunuh keluargamu, dan juga mengambil semua hak-hak yang seharusnya menjadi milikmu/Determined//Determined/
Munas Tuti
euleuhhh meuni dikit bacanya...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
yeayyy, akhirnya saling mengakui/Drool/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara takut Raven diambil Chelsea, dan Raven takut Sara dekat dengan Lucky🤭, sama-sama cemburu kalian🤭
Munas Tuti
nah looo ...sapa tuh Lucky, mau tau ajha apa mau tau banget he..he..
wo te
biasa nya up 2 sehari ko ini 1 doang udh 2 hri,,mna da libur lagi wkt tgl brpa yh lupa 🤣🤣🤣
Munas Tuti
ichh gumuz banget liat mereka berdua ....jangan pd gengsi laaah
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara cemburu nih, takut Raven diambil/Chuckle/
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
suka cerita nya thor, masalahnya satu demi satu di selesai kan jd nggak lama. nggak salah aq kasih bintang⭐⭐⭐⭐⭐
riniandara: Terima kasih banyak kak,
total 1 replies
Munas Tuti
weishh ketar ketir tu Sara...
Munas Tuti
lanjuuuut mbak'e...👍👍
Munas Tuti
kerennn... aku /Good/suka, banyak kejutan
Munas Tuti
ayoo siaps yaa rahasia besar akan terungkap hi..hi..
Munas Tuti
ok...cari teruss bukti2 yg nenguatkan siapa sebenarnya Sara....cmon Daven bantu Sara 💪💪
Munas Tuti
akhirnya jelas siapa Sara sebenarnya, beruntung yg merawatnya kakek kandungnya sendiri...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
😭😭 akhirnya, ayo Sara kasih tau Kakek Don yang sesungguhnya, sebelum ia menyayangi cucu palsunya/Determined//Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tapi semoga aja Tuan Don gak ngajak tuh si benalu itu 😌, ayo Mark, kamu cari taulah lebih dalam, jangan hanya di awalnya saja /Scream/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah Raven akan terkejut melihat identitas asli Sara? 🤭
Munas Tuti
gimana yaa pas makan malam nanti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!