NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Sang Aktor

Suami Rahasiaku Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: avy sulas

Oca dipaksa menikah dengan pria asing di depan altar—demi memenuhi wasiat sang kakek yang tak bisa ia menolak. dan yang tak terduga, suaminya adalah seorang aktor terkenal yang harus disembunyikan rapat-rapat dari dunia, termasuk dari sahabat-sahabatnya sendiri.

Belum sempat ia membiasakan diri dengan kehidupan barunya, datang seseorang yang perlahan mengisi ruang kosong di hatinya—ruang yang sengaja ditinggalkan oleh suaminya sendiri. Oca pun membuka hati, tanpa pernah menyangka ada yang luput dari pandangannya.

Kini ia terjebak di antara dua hati: satu yang seharusnya ia cintai karena status, dan satu lagi yang ia pilih sendiri karena rasa.

Tapi siapa sangka, tak semua yang terlihat tulus benar-benar seperti itu.

Siapakah yang berhak atas hati Oca? 💍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon avy sulas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Makan Malam

Sore harinya, Anthony pulang ke mansion lebih awal karena jadwal syuting lebih cepat selesai hari ini. Manajernya pun memutuskan memberinya waktu istirahat. Begitu masuk ke dalam mansion, Anthony langsung melepas jasnya dan menyerahkannya kepada salah satu pelayan.

"Tolong buatkan saya kopi."

"Baik, Tuan."

Anthony berjalan menuju ruang tamu lalu duduk di sofa. Tak lama kemudian pelayan itu datang membawa secangkir kopi dan meletakkannya di atas meja. Saat mau meraih cangkir kopi, Anthony sadar suasana mansion terasa lebih sepi dari biasanya.

"Francesca sudah pulang?" tanya Anthony akhirnya.

Pelayan itu menggeleng pelan. "Belum, Tuan. Nona belum pulang."

Alis Anthony langsung berkerut. Seharusnya di jam segini Oca sudah kembali ke mansion. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu menghubungi Pak Darto.

"Pak Darto, Francesca masih di sekolah? Kenapa belum pulang?"

"Iya, Tuan, Nona masih di sekolah. Tadi saya tanya ke petugas keamanan sekolah, katanya Nona Oca masih menjalani hukuman membersihkan aula."

Anthony terdiam dengan alis yang semakin berkerut, lalu kembali bicara. "Kalau sudah selesai, langsung pulang," ucapnya singkat.

"Baik, Tuan."

Sambungan telepon pun terputus.

Anthony menaruh kembali ponselnya di atas meja lalu mulai menyeruput kopinya yang mulai dingin. Tapi pikirannya dipenuhi banyak pertanyaan. Apa yang sebenarnya dilakukan Oca sampai dapat hukuman di sekolah? Ia memutuskan menunggu gadis itu pulang dan akan menanyakannya nanti.

Satu jam kemudian, suara mobil terdengar memasuki halaman mansion, disusul pintu yang terbuka. Oca masuk dengan wajah lelah, seragam sekolahnya sedikit kusut, ditambah beberapa helai rambut yang terlihat berantakan.

Begitu melihat Anthony duduk di ruang keluarga, langkah Oca sempat terhenti. Ia jelas tidak menyangka laki-laki itu sudah pulang lebih dulu.

"Tumben banget pulang cepet", batin Oca.

Anthony meletakkan cangkir kopinya di atas meja, lalu mengalihkan pandangan ke Oca.

"Kenapa pulangnya telat?" tanyanya datar.

Oca yang baru saja mau menaiki tangga langsung berhenti, kemudian menoleh ke arah Anthony. "Tadi... ada kegiatan sekolah," jawabnya pelan sambil berusaha menjaga nada suaranya tetap biasa.

Anthony tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada Oca, membuat gadis itu semakin gelisah.

"Kegiatan?" ulang Anthony singkat.

"Iya," jawab Oca singkat sambil mengangguk.

Anthony mengembuskan napas pelan. "Pak Darto tadi sempat nanya ke satpam," ucapnya tenang. "Katanya kamu lagi dihukum."

Oca langsung terdiam. Ia benar-benar tidak menyangka Anthony sudah tahu.

"Sebenarnya ada apa di sekolah?" tanya Anthony lagi. Nadanya masih tenang, tapi kali ini jauh lebih serius.

"Bukan masalah besar, kok," jawab Oca pelan. "Temenku sempat ribut sama orang lain gara-gara ngebelain aku. Terus guru BK datang... akhirnya kami semua dihukum."

Suasana kembali hening. Anthony menatap Oca beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk tipis.

"Lain kali jangan sampai kejadian lagi."

Oca menatap Anthony beberapa detik. Sempat ia mengira laki-laki itu akan terus bertanya apa yang sebenarnya terjadi, tapi ternyata tidak.

"...Iya," jawab Oca pelan. Perlahan ia melangkah mundur. "Aku ke kamar dulu."

Anthony kembali meraih cangkir kopinya. "Hm."

Tanpa mengatakan apa pun lagi, Oca berbalik dan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Begitu pintu kamar tertutup, ia menyandarkan punggung di balik pintu sambil memejamkan mata.

Sementara itu, Anthony masih duduk di ruang tamu sambil menyeruput sisa kopinya. Mansion kembali sunyi setelah Oca masuk ke kamarnya.

Hingga tiba-tiba ponsel di atas meja bergetar pelan. Anthony melirik layar yang menyala. Nama Kakek tertera di sana. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengangkat panggilan itu.

"Selamat malam, Kek."

"Selamat malam." Suara hangat sang kakek langsung terdengar dari seberang. "Syukurlah kamu angkat. Gimana kabarmu?"

"Baik."

"Syuting masih lancar?"

"Lancar. Hari ini selesai lebih cepat."

"Baguslah." Kakeknya terdengar menghela napas lega. "Kakek lihat belakangan ini jadwalmu padat terus. Jangan terlalu memaksakan diri. Kerja itu penting, tapi kesehatan juga jangan diabaikan."

Anthony hanya tersenyum tipis. "Aku tahu."

Ada jeda sejenak, lalu sang kakek kembali membuka pembicaraan dengan nada santai.

"Besok malam sempat, kan?"

Anthony sedikit mengernyit. "Memangnya ada apa?"

"Kakek mau kamu sama Francesca datang ke rumah utama. Sudah lama kita nggak makan malam bareng."

Mendengar nama Oca disebut, Anthony terdiam sebentar. Jarang sekali kakeknya tiba-tiba mengundang mereka makan malam tanpa alasan yang jelas lebih dulu.

"Kami?"

"Iya." Kakeknya terkekeh pelan. "Kamu sama Francesca."

Anthony melirik sekilas ke arah lantai dua, ke arah kamar Oca, sebelum kembali fokus ke sambungan telepon.

"Mendadak sekali."

"Kakek cuma pengen makan malam sama cucu-cucu Kakek. Apa sekarang harus ada alasan dulu buat ngajak kalian datang?" ujar sang kakek sambil tertawa kecil.

Sudut bibir Anthony terangkat tipis, nyaris tak terlihat. "Baik. Besok kami datang."

"Nah, itu baru cucu Kakek." Nada suara lelaki tua itu terdengar jauh lebih lega. "Jangan sampai terlambat. Kakek udah bilang sama Bi Inah buat masak makanan favorit kalian."

"Iya, Kek."

"Kalau begitu, istirahat yang cukup."

"Selamat malam."

"Selamat malam."

Setelah panggilan itu berakhir, Anthony menyandarkan tubuhnya di sofa. Beberapa saat kemudian, ia bangkit dan berjalan menuju kamar. Saat memasuki ruangan, ia melihat Oca sudah berbaring di atas ranjang dengan selimut menutupi tubuhnya.

"Sudah tidur?" tanya Anthony sambil melepas jam tangan di pergelangannya.

Oca membuka mata perlahan lalu menoleh sekilas. "Belum."

Anthony mengangguk tipis. "Besok malam kita makan di rumah utama."

Oca terlihat sedikit bingung. "Rumah Kakek?"

"Iya." Anthony meletakkan jam tangannya di atas nakas. "Kakek yang mengundang."

Oca mengangguk pelan. "Oke."

Anthony berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti, sementara Oca kembali menarik selimut hingga menutupi bahunya.

Tidak ada lagi yang mereka bicarakan malam itu. Setelah Anthony selesai bersiap, keduanya memilih memejamkan mata dan tidur.

1
Lavicaysm
🥰
MayAyunda
ceritanya bagus ..lanjut kak
Putry Chan
semangat ya 💪
Lasa Hardianti: Makasih kak semangat juga yah😁
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
mampir lagi aku kakk, mampir juga dong kaaa ke novel kuu
Lasa Hardianti: Makasih kak nanti aku mampir ya😁
total 1 replies
MayAyunda
cerita bagus kak .
Lasa Hardianti: Thanks ya kak😁
total 1 replies
MayAyunda
lanjut kak
nunu
next lanjut kak
Lasa Hardianti: Oke kak siap, ditunggu lanjutannya ya. makasih udah mampir😁
total 1 replies
MayAyunda
bagus ,mampir kak
white star ⭐
bagus kak
white star ⭐
yah lagi dimasa usia suka kumpul2 sama temen malah nikah kasian oca
Lasa Hardianti: Huhu iya kak masa SMA-nya jadi berubah total, Semoga Oca kuat ya menghadapi semua ini. Makasih udah mampir dan dukung Oca🥹🤍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
kaa sampai sini dlu ya nanti aku mampir lgii
Lasa Hardianti: Siap Kak. Makasih udah mampir sampai sini🥹❤️ Ditunggu lanjutannya ya, semoga makin seru buat Kakak🤭
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
acara pernikahan/Facepalm/
Lasa Hardianti: Ssst... jangan dibocorin dulu yaa🤫😂
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
baguss
Lasa Hardianti: Makasih banyak kak!🥹❤️
total 1 replies
mary dice
Badai pasti berlalu ya Oca.. semangat lanjut thor
mary dice
benaran nih menang taruhan heeeem
reyanzarayyanfahlevy_
Bagus kak, semangat ya kak salam penulis pemula
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak😍💪
total 2 replies
reyanzarayyanfahlevy_
semangat kak
Annisanur hasanah
semangatt kakk, aku tunggu update kakak😍
Annisanur hasanah
bagus dan menarik
Annisanur hasanah
kak, ceritanya seruuu dan ga ngebosenin👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!