NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Notifikasi pesan masuk dari Andara membuat Deswita malah menarik nafas dalam-dalam dan menghenbuskannya perlahan.

Saat melihat foto Baskara sedang makan, tiba-tiba muncul rasa khawatir. Deswita kenal betul dengan sifat putranya yang tidak mudah dipengaruhi oleh wanita manapun apalagi setelah patah hati ditinggal Savira.

Bahkan Fanny, wanita yang dipilih Deswita untuk menyingkirkan Savira selamanya tidak berhasil membuat hati Baskara luruh dan mencintainya meski sudah hampir 6 tahun mereka menikah.

Sementara Andara yang baru beberapa minggu bertemu Baskara sudah bisa membuat pria itu mengalah dan bersedia memenuhi permintaannya.

Deswita masih ingat saat pertama kali bertemu sengan Andara.

Dilihat dari penampilan dan pembawaanya, orang tidak akan menyangka kalau perempuan itu baru sekitar setahun tinggal di Jakarta.

Kulitnya yang kuning langsat terlihat bersih dan terawat padahal dari cerita yang Deswita dengar, kondisi ekonominya pas pasan berarti Andara orang yang peduli dengan kebersihan.

Sikapnya lugu, polos dan apa adanya, belum terkontaminasi dengan drama khas perempuan kota. Ketulusan dan sifat keibuannya membuat Deswita tidak berpikir dua kali untuk menjadikannya ibu susu Lily.

Tatapannya yang peduli pada Daisy membuat Deswita merasa Andara adalah orang yang dia cari selama ini, seseorang yang bukan sekedar pengasuh untuk kedua cucunya tapi bisa juga mendidik Daisy dan Lily yang kehilangan sosok ibu.

Namun segala kelebihan Andara tidak membuat Deswita lantas berminat menjadikannya sebagai menantu.

Dunia nyata bukan negeri dongeng. Menjadi istri seorang Baskara tidak cukup baik saja tapi harus memiliki latar belakang keluarga yang sederajat sementara Andara hanyalah anak yatim piatu, hidup dan besar di desa.

Belum lagi statusnya sebagai seorang janda cerai akan menjadi celah untuk menjatuhkan Baskara.

Entah sudah berapa kali Deswita menghela nafas. Ia harus mencegah putranya semakin dekat dengan Andara supaya masalah besar tidak mencoreng nama baik keluarga Pradana.

“Selamat siang nyonya.”

“Jangan biarkan Baskara betah tinggal di rumah itu atau kamu akan kehilangan segalanya.”

Rio yang dihubungi Deswita tidak langsung menjawab. Entah apa yang sedang dilakukan asisten putranya itu Deswita tidak bisa melihat karena bukan panggilan video.

“Tidak usah khawatir. Aku sendiri yang akan memberikan pekerjaan kalau sampai Baskara memecatmu dan soal gajinya sudah pasti lebih besar dari yang sekarang.”

“Baik nyonya. Akan saya usahakan pak Bas segera kembali lagi ke apartemennya”.

“Hhhhmmmmm….”

Begitu pembicaraan berakhir, notifikasi pesan masuk berturut-turut dari Andara. Isi pesannya berupa foto-foto tapi Deswita tidak berminat melihatnya malah langsung dihapus.

Sekali lagi Deswita menghela nafas sambil berharap dalam hati semoga kekhawatirannya tidak jadi kenyataan.

****

“Bayi Lily.”

Setelah menunggu giliran sekitar 30 menit nama Lily dipanggil.

“Akhirnya sayang kita ketemu dokter Dita,” ujar Andara pada Lily yang mulai pintar berceloteh.

Keduanya masuk ke dalam ruang praktek dokter Dita untuk vaksin rutin sekalian Andara ingin konsultasi beberapa hal.

“Selamat pagi dokter Dita,” sapa Andara.

“Hai, makin cantik aja nih.”

“Telima acih doktel. Aku memang cantik sejak lahir,” sahut Andara dengan suara seperti anak kecil.

Dokter Dita terkekeh, beranjak dari kursi menuju ranjang peneriksaan dimana Lily sudah dibaringkan di sana.

“Bukan Lily yang tambah cantik tapi ibunya. Orang pasti nggak bakalan percaya kalau kamu lama tinggal di daerah Gunung Kidul, lebih cocok dibilang anak kota.”

Andara tertawaz “Kalau kasih pujian jangan terlalu tinggi dokter, nanti kalau jatuh sakitnya bukan main.”

“Aku serius loh Ra.”

Sambil mengajak Lily bicara, tanga dokter Dita memasukkan jarum suntik. Bayi 4 bulan itu menangis tapi hanya sebentar, begitu dokter Dits menggendong sambil mengusap-usap punggungnya, Lily pun tenang lagi.

“Obat panas nya masih ada Ra ?”

“Masih dokter.”

“Tidak usah dikasih kalau nggak panas.”

“Baik dokter.”

Dokter Dita menyerahkan Lily pada Andara dan perawat yang membantu keluar dari ruangan.

“Gimana kerjaanmu ? Sudah makin betah ?”

“Bu Deswita tidak pernah datang lagi malah pak Baskara sempat tinggal di rumah itu selama 2 minggu.”

“Baskara ?” Dita menautkan kedua alisnya. “Mau ngapain dia pulang ? Waktu mbak Fanny masih hidup saja, dia hampir nggak pernah pulang cuma singgah aja.”

“Sepertinya tujuan pak Bas ingjn membuat saya tidak betah dan mengundurkan diri.”

“Kenapa ? Yang gaji kamu kan bu Deswita, dia tinggal terima beres. Malah harusnya dia berterima kasih karena ada yang mau peduli sama kedua anaknya.”

“Alasannya sama sekali tidak penting buat saya, Dok. Saya lebih memilih pergi daripada memaksakan diri atau ngotot tetap menjadi ibu susunya Lily.”

“Kamu nggak kasihan sama Lily ?”

Tatapan Andara langsung beralih pada Lily yang mulai mengantuk tapi mulutnya masih aktif berceloteh.

“Tidur aja kalau ngantuk, ngobrolnya nanti lagi ya,” ujar Andara sambil tersenyum dan menjawil pipi gemoy kemerahan itu.

“Saya kasihan bukan cuma sama Lily tapi Daisy juga tapi saya bukan siapa-siapanya bu Deswita atau pak Baskara. Setiap saat kalau mereka menyuruh saya pergi, saya harus menurut. Kewajiban saat ini adalah membuat Lily tidak bergantung lagi pada saya.”

Dokter Dita sempat menghela nafas lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Aku mengerti posisimu. Memang tidak mudah melawan keluarga mereka kalau tidak punya uang banyak bahkan mbak Fanny saja hanya bisa pasrah meski dia mampu melawanZ.”

“Hhhhmmm,” Andara mengangguk dengan wajah sedih, membayangkan ia harus berpisah dengan Lily dan Daisy.

“Lalu apa yang bisa aku bantu ?”

“Sebentar lagi Lily akan MPASI jadi ASI bukan lagi makanan utama. Saya mau coba memberikan susu formula. Apa dokter ada saran sebaiknya saya pakai yang mana ?”

“Semua susu fotmula bagus kok, tinggal pilih saja mau yang mana. Kalau kamu bingung, coba tanya bu Deswita. Mungkin susu yang pernah dipakai Daisy waktu batita bisa dicoba lagi untuk Lily.”

“Saya takut dan tidak tahu harus menjawab apa kalau ditanya-tamya. Sampai saat ini bu Deswita kan membayar saya untuk jadi ibu susunya Lily tapi saya malah bertanya soal susu fotmula.”

“Cepat atau lambat dia akan tahu, Ra. Aku yakin banget kalau salah satu pelayan di rumah itu adalah mata-matanya jadi cepat atau lambat dia akan tahu kamu memberikan Lily susu formula.”

Andara menghela nafas, setuju dengan pemikiran dokter Dita.

“Sampaikan saja pada beliau lagipula tidak mungkin kamu membeli susu dengan gajimu juga.”

“Baiklah dokter, saya akan coba bicara dengan bu Deswita, Terima kasih buat nasehatnya.”

“Sama-sama Ra. Kapan-kapan kalau aku cuti, kita janjian makan siang.”

“Baik dokter.”

Sambil menggendong Lily, Andara langsung menuju bagian administrasi dan mengirim pesan pada sopir yang mengantarnya untuk siap-siap ke lobi.

“Kita pulang sekarang sayang,” ujaer Andara pada Lily yang masih pulas tertidur.

BRUK !

”Aauugghhtt !” Andara mengusap keningnya yang tidak sengaja menabrak tubuh seseorang

Begitu kepalanya mendongak, mata Andara membola selebar-lebarnya dan wajahnya terlihat shock melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya.

“Apa kabar Andara ?”

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!