NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duapuluh

Mereka masuk ke ruangan packing, di sana ada banyak orang yang sedang membungkus sosis yang siap di beku kan. Kenapa harus di buat beku? supaya tahan lama.

Zhao mengambil lima sosis yang masih hangat dan memberikan dua untuk Ziang. Ziang mencicipi seperti yang di lakukan Zhao, dia terkejut saat mengingit sosis yang memuncratkan cairan putih yang familiar untuknya.

Seketika dia mual karena berpikir dia sedang makan junior nya sendiri. Zhao melihat itu dengan bingung, apa Ayahnya tidak suka? padahal rasanya enak.

“C-cairan apa itu?.” Ziang semakin mual karena rasanya asin.

“Itu keju.” Jawab Zhao.

“Keju itu apa?.” Bingung Ziang.

“Terbuat dari susu sapi, Ayah tidak suka? mungkin Ayah lebih cocok makan sosis biasa.” Zhao menyerahkan sosis lain.

“Bukankah ini sama?.” Heran Ziang.

“Berbeda, yang ini tidak ada isian keju nya hanya sosis daging saja. Coba lah, rasanya enak dan padat loh.” Zhao malah promosi.

Ziang memakan dengan perasaan campur aduk, kenapa bentuknya harus besar memanjang seperti itu. Meskipun tidak sebesar miliknya tapi ventuknya mirip.

Kraukk

Setelah mengunyah beberapa kali, Ziang menyukai rasa sosis itu. Terasa asing tapi enak, dia bahkan mengambil lima lagi sosis biasa. Meskipun enak dia tidak akan pernah memakan sosis isi keju karena membuatnya trauma berat.

Mereka berjalan kembali ke rumah sambil memgunyah sosis, keduanya terlihat mirip hanya tinggi badannya saja yang berbeda. Dari arah kandang sapi muncul Ocong yang baru saja selesai memanen susu perah.

Dia terlihat kelelahan dengan celemek di tubuhnya, ternyata dia benar-benar bekerja keras untuk membantu Jessy.

“Ayah, dia Ocong. Aku memanggilnya Paman cacing karena wujud aslinya sangat kecil seperti cacing.” Ucap Zhao.

Ocong dan Ziang saling menatap tajam, dua pria tampan yang saling mengeluarkan aura dominan seperti dua ayam jago yang hendak bertarung.

Ocong memiliki kharisma pria cantik, dia sangat cantik dengan warna kulit yang sangat putih dan mata merah. Tubuhnya ramping dan tinggi terlihat berbahaya seperti ular.

Sedangkan Ziang ini definisi pria sejati, tubuhnya kekar dan tinggi. Matanya tajam, wajahnya tampan dan maskulin meksipun tanpa bulu. Kulit Ziang juga putih hanya saja tidak sampai seputih kapur seperti Ocong, Ziang lebih terlihat manly dibanding Ocong. Aura milik Ziang ini kasar dan berbahaya seperti beruang yang siap mengoyak-oyak mangsanya.

Zhao melihat perang tatapan mata itu dengan wajah polos, dia masih sibuk mengunyah sosis. Tapi dia juga menunjukan kharisma anak singa yang sedang meniru induknya melawan musuh.

Jessy melihat dari kejauhan merasa heran, kenapa mereka selalu saja bertingkah aneh. Jessy merasa di sana hanya dirinya saja yang waras, padahal diantara mereka semua dia lah yang paling tidak waras dan penuh misteri seperti siluman rubah.

Bukannya melerai Jessy malah berbalik pergi ke kebun, dia lebih suka memanen buah untuk cemilan daripada melihat orang berkelahi. Biarkan saja mereka berkelahi, nantinya juga akan berhenti saat lelah.

Kembali pada Ziang yang jarak pandangnya kini semakin dekat dengan Ocong. Mereka terus saling menatap tajam, Ocong harus mendongak karena dia lebih pendek dari Ziang yang seperti beruang.

“Jadi anda adalah suami tidak becus yang meninggalkan istri anda sendirian di tempat terpencil? apa anda tidak malu saat melihat istri anda bisa hidup dengan baik tanpa anda?.” Ocong memprovokasi.

“Untuk apa malu? istriku mencintaiku dan selalu menunggu kepulanganku. Aku pergi untuk mencari nafkah, semua uang nafkah aku kirimkan setiap bulan tanpa terlambat. Aku pergi untuk mencari uang bukan meninggalkan istriku seperti yang kau pikirkan.” Ziang menjawab dengan tegas.

“Baiklah kau memang pria hebat dan bertanggung jawab, tapi apa gunanya? aku lebih kuat dan lebih bisa diandalkan daripada dirimu. Aku bisa mengabulkan semua keinginan nona, tidak seperti anda.” Ocong terus memprovokasi.

“Itu benar, kau memang sangat berguna. Tapi tetap saja hati Jessy hanya berlabuh padaku, sebaik dan sesempurna apapun dirimu tetap aku pemenangnya.” Di kabarkan pabrik berhenti beroperasi karena mempersilahkan Ziang memasak (emosi).

Ocong menggeram mendengar ucapan Ziang, memang sejak awal sudah pasti dia kalah tapi tetap saja dia kesal. Dia tidak memiliki dendam peibadi dengan Ziang, tapi entah kenapa dia kesal.

“Tapi kau lemah, manusia lemah sepertimu tidak akan bisa melindungi nona dengan ben____

Ukhhhhh

Ziang mencekik kuat leher Ocong, dia paling tidak terima jika di rendahkan soal kekuatan. Dia ini kuat dan bisa bersaing dengan spirit sekalipun, dia memang manusia tapi bukan manusia lemah yang bisa direndahkan begitu saja.

“Aku paling tidak suka di remehkan oleh hewan seperti mu. Apa kau tau? meskipun aku manusia aku berbeda dengan mereka yang lemah, aku bahkan bisa menghancurkan mu dengan tangan kosong.” Ziang menatap tajam ke arah Ocong yang tercekik kuat.

Patttsssss

Karena tercekik sampai tidak bisa bernafas, Ocong langsung berubah menjadi ular kecil yang kini tergenggang melingkar di tangan besar Ziang. Ziang menatap ular kecil itu dengan sinis, ternyata memang kecil.

“Lihat dirimu, kau bahkan tidak sebanding jika di sandingkan dengan burungku. Dasar cacing sombong.” Ejek Ziang.

“DASAR MANUSIA TIDAK SOPAN!!!.” Teriak Ocong mode ular itu suaranya lucu, seperti tikus kejepit.

“Apa? kau marah? biar ku giling kau untuk dijadikan tambahan sosis.” Ucap Ziang santai.

“Ukhh…. LEPAS!!! LEPASKAN AKU!!! NONA PASTI AKAN IKUT MENDERITA JIKA AKU MENDERITA, KAMI TERIKAT KONTRAK.” Teriak Ocong.

“Tenang saja, selama istriku memakai kalung mana milikku dia akan baik-baik saja.” Santai Ziang.

“Ayah, aku punya ide.” Tiba-tiba Ziang tersenyum smirk.

“Apa itu?.” Ziang berbalik menatap Zhao.

“Hehehehehehe.” Zhao hanya tertawa joker.

Beberapa saat kemudian\~\~

AAKAARRGGGHHHHHHHHHHHHHH

“LEPASKAN AKU!!!! LEPASKAN AKU BRENGSEK.” Teriakan Ocong yang nyaring menggema.

Zhao mengikat Ocong yang kecil di ayunan, setelah itu mengayunnya dengan sangat kuat sampai ayunan berputar-putar dengan brutal. Zhao mengayun sambil tertawa lebar, akhirnya dia bisa membalas rasa kesalnya selama ini karena Ocong memonopoli Ibunya.

“HAHAHAHAHAHHAHHHH Rasakan ini, rasakan ini.” Zhao kesenangan.

Ziang hanya melihat sambil menggeleng, ternyata semudah ini membuat anak tertawa bahagia. Dia juga merasa prihatin pada Ocong yang pastinya akan trauma melihat ayunan setelah ini.

“ASTAGA ZHAO!!! BERHENTI DI SANA!!.” Jessy datang membawa rotan.

Zhao langsung mundur dan berdiri dengan polos seakan tidak terjadi apa-apa. Di belakang nya ayunan masih terus berayun dengan Ocong yang sudah lemas seperti cacing yang terkena obat hama.

Jessy datang karena Ocong mengirim telepati meminta tolong. Jessy melepasoan Ocong yang sudah lemas tidak berdaya, ular yang malang dan menyedihkan.

“Kenapa melakukan ini?.” Tanya Jessy garang.

“Karena tadi dia merendahkan Ayah, dia bilang Ayah lemah, tidak berguna, miskin, jelek, dan tidak pantas menjadi suami Ibu.” Zhao mengadu.

Ziang yang mendengar itu entah kenapa merasa sakit hati, padahal dia ingat Ocong tidak pernah mengatakan itu apa ini isi hati Zhao yang sebenarnya? apa dia sepayah ini? Ziang rasanya ingin mati di tindas kenyataan.

“Apa? kau berani merendahkan suamiku?.” Jessu menatap tajam Ocong yang lemas di tangannya.

“T-tidak non__

Ocong langsung pingsan saking tidak kuatnya, dia di serang secara fisik dan mental. Dia akan menanamkan ini dalam hati nya, yang paling berbahaya di rumah ini bukan Jessy ataupun Ziang melainkan mulut Zhao.

Zhao itu polos dan ceria tapi terkadang dia bisa  memprovokasi dengan cara yang ekstrem saat mengadu. Dan ini jauh lebih berbahaya dari pukulan, mulut Zhao adalah petaka.

Karena kesal Jessy menghukum mereka semua untuk memasak makan malam. Meskipun terkadang banyak tingkah tapi Jessy merasa bahagia, justru huru hara seperti ini lah yang membuat rumah terasa hidup dan harmonis.

Dua minggu setelah Ziang pulang ke rumah, hari ini akhirnya Jessy akan mulai mencari customer untuk target pasar sosis miliknya. Dia akan menargetkan bangsawan terkenal, dengan begitu barang akan mudah di kenal dan di cari banyak orang.

Tapi untuk melakukan itu dia butuh relasi bisnis, Ziang akhirnya akan memulai membuka guild untuk bisa membantu sang istri memperluas jangkauan wilayahnya.

“Ocong, pergi lah ke Ibu kota dan beli sebuah kios di sana. Beli kios yang besar atau berlantai dua, kita akan menjual secara mandiri lebih dulu untuk mengenalkan produk pada para pembeli.” Ucap Jessy.

“Baik nona.” Ocong selalu ready.

“Setelah membeli ruko segera renovasi dengan penampilan yang mirip dengan rumah ini. Aku akan memberikan sketsa gambarnya, setelah kios siap di huni saatnya memindahkan stok sosis ke sana untuk mulai di perjual belikan.” Ucap Jessy.

“Saya mengerti.” Ocong mengangguk.

“Sekalian cari empat juru masak yang masih muda, aku akan memberitahu resep memasak sosis beraneka ragam.” Ucap Jessy.

“Dimengerti.” Ocong langsung pergi menjalankan tugasnya.

Setelah itu suasana jadi hening, Ziang tidak suka tertinggal atau berada satu tingkat lebih rendah dari Jessy. Dia ingin berada diatas dan bisa diandalkan oleh Jessy, dia tidak suka istrinya memanggung beban sendirian.

“Aku akan pergi untuk mencari budak dan pendekar untuk diajak bergabung dengan guild milikku.” Ucap Ziang.

“Berhati-hati lah dan jangan pulang terlalu larut, aku akan meminta Ocong untuk membangunkan guild besar di sebelah kiri rumah kita. Untung saja aku membiarkan lahan itu kosong, ternyata benar-benar berguna.” Ucap Jessy.

“Ternyata Ocong lebih bisa diandalkan daripada aku ya.” Ziang cemburu.

“Hahahaha tentu saja karena dia pesuruh sedangkan kau suamiku. Peran kalian kan berbeda, aku tau bahasa cintamu itu effort tapi tidak perlu merasa rendah diri. Karena dengan kau mengusahakan untuk tetap bangkit dan tidak terpuruk, itu sudah membuktikan nilai dirimu yang sebenarnya.” Ucap Jessy.

“Andai saja spirit beast milikku bisa mengabulkan segalanya seperti milikmu pasti aku bisa memberikan seluruh dunia ini untukmu.” Ucap Ziang menyayangkan.

“Memangnya spirit beast mu itu apa? oh bukankah kau menjalin kontrak dengan Zhao? apa kau ingin menjadikan Zhao sebagai pesuruhmu? aku akan membunuhmu jika itu terjadi.” Jessy mengancam dengan serius.

“Bukan, aku menjalin kontrak keterikatan saja dengan Zhao. Spirit beast ku itu Ular batu, dia tidak bisa mengabulkan keinginan tapi berkontrak dengannya membuat tubuhku menjadi kuat seperti batu, aku bisa menahan serangan tanpa perisai dan kekuatanku meningkat puluhan kali lipat.” Ujar Ziang.

“Aku pikir manusia hanya bisa berkontrak dengan satu hewan spirit saja.” Ucap Jessy.

“Tergantung kondisi tubuh, jika manusia biasa untuk berkontrak dengan satu spirit saja bisa mengorbankan nyawa. Kecuali jika kita kuat melebihi batasan manusia biasa maka kita bisa berkontrak lebih dari satu spirit, tapi tetap saja tergantung apakah kita sanggup menerima kekuatan besar dalam jumlah banyak atau tidak. Jika dipaksa maka tubuh kita akan hancur, itu lah mengapa orang kuat dilarang tamak karena bisa membawa kehancuran.” Ucap Ziang.

“Ohhh aku mengerti, meskipun kau kuat kau harus tetap menjaga dirimu. Tapi bukankah ada yang aneh? waktu pengasingan kau bisa terluka sangat dalam, padahal kau bilang tubuhmu bisa sekeras batu.” Ucap Jessy heran.

“Saat itu titik meridianku di sumbat dan aku tidak bisa terhubung dengan hewan spiritku sendiri. Cara keluar dari kekangan itu aku harus melukai titiknya dan membiarkan meridian terbuka lalu memulihkan diri setelahnya. Tapi aku terlalu gegabah sampai tidak memikirkan adanya racun di pedang mereka, aku benar-benar ceroboh saat itu. Maafkan aku.” Jujur Ziang.

“Tapi berkat kecerobohan mu kita bisa bertemu dengan Zhao, memang selalu ada hikmah disetiap kemalangan.” Jessy sangat bijaksana.

“Hahahah itu benar.” Zhao mengangguk.

Tapi sejak tadi Zhao sibuk mengaduk-aduk makanan, dia seperti sedang memikirkan banyak hal. Ziang dan Jessy saling pandang, apa ada diantara mereka yang salah bicara dan menyinggung Zhao?.

“Zhao? ada apa?.” Tanya Jessy.

“Ibu… apa aku tidak berguna?.” Lirih Zhao.

“Kenapa berpikir begitu? siapa yang berkata seperti itu padamu?.” Kaget Jessy.

“Ibu selalu meminta tolong pada Ocong untuk melakukan banyak hal, lalu Ayah juga akan pergi melakukan hal hebat juga. Kenapa hanya aku yang tidak melakukan apa-apa? ternyata benar aku ini bodoh seperti kata Ayah dulu.” Ucap Zhao merasa rendah diri.

“Dulu Ayah hanya bercanda, tentu saja kau sangat kuat bahkan bisa membuat seorang Kaisar ketakutan.” Ucap Ziang ketar-ketir karena lirikan maut Jessy.

“Benarkah?.” Zhao bicara dengan lesu.

“Benar, lihat anak-anak seusiamu bahkan mereka masih sibuk belajar pedang. Tidak ada yang memiliki mana sebesar dirimu, kau sudah terbang begitu tinggi. Tapi karena tidak pernah mendapatkan lawan, kau jadi tidak tahu tentang perkembangan mu sendiri.” Ucap Ziang.

“Kalau begitu bagaimana jika kita bertarung? aku yang sekarang sudah layak untuk melawan Ayah kan?.” Pinta Zhao.

“Tentu saja.” Ziang menerima tantangan.

Akhirnya setelah makan malam, mereka ke halaman depan rumah. Jessy akan menjadi juri sekaligus penonton, Ziang tidak akan menahan diri dan Zhao akan menunjukkan semua yang telah dia pelajari sejauh ini.

Klang

Bugh

Bugh

Klang

DUAARRRRRRRR

Padahal hanya tanding pedang biasa, tapi tanah sampai bergetar setiap pedang mereka saling bergesekan. Mana keduanya benar-benar kuat, membuat Jessy terpukau.

Zhao memakai pedang pemberian Ziang yang menyimpan banyak kenangan, sedangkan Ziang memakai pedang baru yang mirip dengan pedang lamanya. Mereka bertarung seperti cermin, gerakan nya sama dengan kekuatan mana yang berbeda.

Zhao dengan kekuatan mana naga emas berwarna kuning, sedangkan Ziang dengan kekuatan mana ular batu berwarna hitam pekat seperti asap beracun. Dua pria berbeda pengalaman, peda umur dan beda level itu saling bertarung untuk mengetahui perkembangan diri mereka masing-masing.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!