Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
di kota tepat nya di mansion alvarendra , mommy Yasmin sedang mengomel sedari tadi kepada sang suami.
"daddy itu lelet banget sih, masa duluan mommy yang selesai siap nya" ngomel mommy Yasmin
daddy alex yang sedang memakai jam tangan nya menghembuskan nafas nya pelan, istri nya terlalu exited saat mengetahui jika menantu nya sedang hamil dan seperti sekarang ia mengajak untuk pergi ke mall untuk membeli perlengkapan cucu nya padahal kehamilan Khalisa masih dini.
"mom, kita ini beneran mau beli perlengkapan buat cucu kita. bukan nya daddy gak mau, tapi kata orang tua dulu pamali kalau kita menyiapkan perlengkapan bayi jika belum 7 bulan" tutur daddy alex agar istri nya berubah pikiran
Mommy Yasmin mendengus pelan, sebenar nya ia juga tau tentang larangan orang tua dulu tapi jiwa shoping nya meronta ronta.
Mommy Yasmin terdiam sebentar ia memikirkan solusi terbaik nya, dengan memainkan kuku jari nya jika sedang memikirkan hal sesuatu, daddy alex yang melihat kelakuan sang istri menggelengkan kepala nya ia tahu jika istri nya sedang berpikir dan daddy alex yang melihat itu menjadi gemas.
"betul kata daddy , baiklah kita tunda membeli perlengkapan cucu kita tapi kita akan tetap ke mall untuk beli perlengkapan ibu hamil " terang mommy Yasmin dengan keputusan yang menurut nya tepat.
akhir nya mereka memutuskan akan tetap pergi ke mall namun tidak membeli perlengkapan bayi melainkan perlengkapan ibu hamil.
Daddy hanya mengikuti dan menemani istri tercinta nya.
***
sedangkan di kediaman ndalem tepat nya di kamar Khalisa dan Damian suasana menjadi hening, karena ning Khalisa sedang tidur sambil memeluk pinggang suami nya, sedangkan Damian menemani istri nya dengan sabar sambil mengerjakan pekerjaan nya.
Damian sesakali melirik ke arah sang istri yang sedang tertidur pulas.
"eughh" lenguh ning Khalisa , dengan pelan ning Khalisa mengerjapkan mata nya pelan
"udah bangun sayang" ucap lembut Damian mengelus rambut sang istri
"hmmm, aku tidur nya lama ya mas? " tanya serak ning Khalisa
"gak papa, kan semalam kamu tidur nya gak nyenyak sayang" ujar Damian
"gimana perut nya masih terasa mual dan apa masih terasa pusing juga? tanya Damian
ning Khalisa tersenyum tipis ia merasa hangat saat suami nya sangat memperhatikan diri nya.
"sudah enak kan kok mas, kayak nya ade bayi dengerin apa yang kata ayah nya " ucap ning Khalisa
"hahaha, harus dong anak ayah harus dengerin apa yang kata ayah ucapin" gurau Damian
tak lama kemudian ponsel milik Damian berdering tertera nama mommy nya yang terpampang di layar handphone
"siapa mas? " tanya ning Khalisa
"mommy sayang, mas angkat dulu ya" kata Damian , ning Khalisa menganggukkan kepala nya
"assalamu'alaikum mom" salam Damian
"waalaikumsalam Damian, ini mommy sama daddy sudah beli perlengkapan ibu hamil rencana nya mommy mau langsung ke sana ya" kata mommy Yasmin yang tidak sabar bertemu dengan sang menantu
"hah! yaampun kenapa repot repot sih mom, Damian bisa beli sendiri " ucap Damian
"husttt sudahlah gak usah protes awal nya mommy ingin beli perlengkapan buat cucu mommy tapi daddy mu ngelarang karena pamali kata nya yaudah mommy ganti beli perlengkapan ibu hamil" cerocos mommy Yasmin
Damian hanya mengehela nafas pelan sambil memijit kening nya, mommy nya ini memang jika mau nya harus di laksanakan.
"mommy hanya memberitahukan saja, ini mommy dan daddy mau menuju ke sana" ucap mommy Yasmin
"gak usah mom, minggu depan Damian ke sana ada urusan kerjaan dan Khalisa ingin ikut juga ke sana" ucap terang Damian agar orang tua nya tidak kecapean
"baiklah, mommy tunggu Minggu depan " ucap mommy Yasmin
Setelah berbincang Damian mematikan sambungan telpon nya.
"kenapa mas? " tanya ning Khalisa yang melihat wajah kusut sang suami
Damian menatap Khalisa lalu ia menceritakan apa yang dia dan mommy bicarakan, khalisa setia mendengarkan cerita suami nya, ia juga senang karena mertua nya sangat antusias dengan kehamilan nya.
Khalisa sangat bersyukur karena bisa mendapatkan mertua yang sangat baik dan menerima nya seperti anak sendiri. mungkin semua wanita akan menginginkan posisi yang ia tempati.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum para readers mohon dukungannya ya🙏.. semoga kalian suka baca novel yang aku buat.. jangan lupa di like ya kawan biar aku semangat up nya🙏☺😙😘