NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Acara arisan keluarga besar itu akhirnya selesai menjelang magrib. Begitu tamu terakhir pulang, Runa langsung merosot duduk di sofa ruang tengah, melepaskan sepatu hak tingginya dengan wajah meringis kesakitan.

"Kaki kamu lecet?"

Suara Azel terdengar dari arah tangga. Pria itu sudah melepas jasnya, hanya menyisakan kemeja yang kancing atasnya dibuka. Ia berjalan mendekat sambil membawa sebuah kotak P3K kecil yang entah sejak kapan sudah ia siapkan.

"Sedikit... Nggak apa-apa kok, cuma perih dikit," jawab Runa, mencoba menyembunyikan kakinya di balik gaun. Ia merasa minder lagi, menganggap dirinya lemah hanya karena memakai sepatu hak tinggi beberapa jam saja sudah mengeluh.

Azel tidak menjawab. Ia justru berlutut di depan Runa, meraih pergelangan kaki wanita itu dan meletakkannya di atas lututnya.

"Zel! Eh, jangan... aku bisa sendiri," Runa panik, wajahnya memerah sampai ke telinga. Seorang CEO besar berlutut hanya untuk mengobati kakinya? Ini benar-benar di luar nalar Runa.

"Diam, Runa. Kamu kalau obati sendiri pasti cuma ditempel plester asal-asalan tanpa dibersihkan dulu. Nanti infeksi," sahut Azel ketus. Tangannya yang besar namun cekatan mulai membersihkan luka lecet di tumit Runa dengan alkohol.

Runa meringis pelan saat merasakan dingin dan perihnya cairan itu. Tanpa sadar, tangannya mencengkeram lengan sofa.

"Sakit? Tahan sedikit," gumam Azel. Suaranya melembut, kontras dengan wajahnya yang masih terlihat kaku. "Lain kali, kalau sepatunya nggak nyaman, bilang. Jangan cuma diam dan sok kuat di depan Tante Rosa."

"Aku cuma nggak mau malu-maluin kamu, Zel..." bisik Runa pelan.

Azel terhenti sejenak. Ia mendongak, menatap mata Runa yang terlihat sangat tulus. "Kamu nggak pernah malu-maluin aku, Runa. Yang memalukan itu kalau aku punya istri tapi nggak tahu dia lagi kesakitan."

Setelah memasangkan plester dengan sangat rapi, Azel berdiri. "Ayo naik. Aku sudah pesan makanan luar. Mama dan Papa makan malam di rumah teman mereka, jadi kita cuma berdua."

Di meja makan kecil di dalam kamar mereka, sudah tersedia bubur ayam hangat dan beberapa tusuk sate ayam tanpa lemak—makanan yang aman untuk lambung Runa.

"Zel, kamu nggak bosen makan bubur terus tiap malam bareng aku?" tanya Runa sambil menyendok buburnya. "Kamu kan biasanya makan di restoran mewah."

"Mewah bukan berarti enak," jawab Azel singkat sambil memotong sate ayamnya. "Lagipula, makan di sini lebih tenang. Nggak ada yang tanya soal saham atau merger perusahaan."

Keheningan malam itu terasa berbeda. Bukan lagi hening yang canggung, tapi hening yang nyaman. Namun, sifat overthinking Runa memang tidak bisa hilang begitu saja.

"Zel... soal tadi siang... kenapa kamu bilang kamu 'memohon' padaku buat nikah?" tanya Runa hati-hati. "Harusnya kan kamu bilang kita cinta pada pandangan pertama atau apa gitu supaya lebih meyakinkan."

Azel meletakkan garpunya. Ia menatap Runa datar. "Karena kalau aku bilang aku cinta padamu, mereka bakal cari-cari kesalahanmu untuk membuktikan aku salah pilih. Tapi kalau aku bilang aku yang butuh kamu, mereka nggak akan berani macam-macam karena itu artinya kamu adalah otoritas pribadiku."

Runa tertegun. Logika Azel sangat taktis, namun entah kenapa ada bagian dari hatinya yang merasa sedikit kecewa karena itu semua hanya dianggap "strategi".

"Oh... iya juga ya. Kamu memang pinter bisnis," gumam Runa, kembali menunduk menatap mangkuknya.

Azel menyadari perubahan raut wajah Runa. Ia menghela napas, lalu merogoh kantong kemejanya. Ia mengeluarkan sebuah benda kecil—sebuah post-it kuning yang sudah agak kusam.

"Ini apa?" tanya Runa saat Azel menyodorkannya.

Runa membukanya. Di sana tertulis tulisan tangan yang sangat ia kenali—tulisan tangannya sendiri lima tahun lalu: 'Zel, jangan lupa minum air putih kalau lagi lembur. Jangan cuma kopi terus! – Runa'.

"Kamu... masih simpan ini?" Runa menatap Azel dengan mata berkaca-kaca.

Azel membuang muka ke arah lain, telinganya memerah. "Itu cuma terselip di buku lama. Tadi nggak sengaja ketemu waktu aku cari berkas." (Dusta, Azel menyimpannya di dalam dompet selama lima tahun).

"Zel..."

"Sudah, jangan mulai dramanya. Habiskan makananmu, lalu minum obat. Aku ada meeting Zoom jam sembilan nanti," potong Azel cepat, mencoba menutupi rasa malunya.

Runa tersenyum, kali ini senyum yang benar-benar lebar hingga matanya menyipit. Ia tahu Azel sedang berbohong. Pria ini mungkin bicara dengan angka dan kontrak, tapi dia menyimpan "sampah" kecil dari masa lalu mereka sebagai harta karun.

Malam itu, saat hujan kembali turun rintik-rintik di luar, Runa sudah siap di tempat tidurnya. Ia memakai headphone yang tadi sore ditemukan Azel di laci meja rias—entah siapa yang menaruhnya di sana.

"Zel, aku tidur duluan ya. Selamat rapat," kata Runa sambil menarik selimut.

Azel yang sedang memakai headset di depan laptopnya hanya mengangguk kecil. Namun, saat ia yakin Runa sudah mulai memejamkan mata, Azel mematikan mikrofon rapatnya sejenak. Ia berdiri, mendekati ranjang, dan membetulkan posisi headphone Runa yang agak miring agar telinga wanita itu benar-benar terlindungi dari suara guntur.

Ia menatap Runa sebentar, memastikan istrinya itu sudah benar-benar rileks. Sebelum kembali ke kursinya, Azel berbisik sangat pelan, nyaris tak terdengar di antara suara hujan.

"Aku memang memohon pada Tuhan, Runa. Bukan cuma di depan Tante Rosa."

Ia kemudian kembali duduk, menyalakan mikrofonnya, dan kembali menjadi CEO dingin yang tidak tersentuh, sementara hatinya tertinggal di atas ranjang bersama wanita yang sedang bermimpi indah di sana.

1
Aidil Kenzie Zie
benar kata Azel maunya kamu Run diakui oleh Arlan🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
si Arlan tau-tau aja rahasia Runa padahal baru bertemu lagi 🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
ya nggak masalah toh Run kalo satu sekolahan tahu kamu istrinya Azel💪💪💪
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Azel kuat y nahan🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
Azel bisa tau kalo Runa suka ngigau tidur kalo lagi stres penasaran sama hubungan mereka dulu
Ariska Kamisa: Runa terlalu minderan gitu
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
keluarga Azel baik banget
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
liat gelagat Mama Azel sepertinya nggak mungkin mamanya mau menjodohkan Azel wong mamanya senang mereka datang pasti akal-akalan Azel aja 🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
mampir lagi
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
dwi ka
Runa nyebelin bgt, udh penyakitan gak tau diri pula.
Sok2 omongin harga diri, sok mandiri. Tp gak sadar diri klo hampir aja "ngebunuh" anak kandungnya sendiri.
Pake nangis2 mulu, merasa jd korban yg tersakiti tp gak pernah ngaca, suaminya jd "monster" jg gara2 ulahnya sendiri.

Hrsnya klo udh penyakitan itu nurut aja, pasrah. ini malah kebanyakan tingkah
Mifta Nurjanah
wkwk jebol
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
wes karep mu lah run/Sleep/
Ariska Kamisa: Maklum kak ngidam ceunah 🤭
total 1 replies
Ayusha
udah kaya mau beli cilok aja Lo jel 🤣🤣
Ariska Kamisa: enak banget ya jadi Runa 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cie jebol 😭😭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Katon Kc
menarik juga /Good/
umie chaby_ba
enak banget sih jadi runa🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: bayangin aja kaka adalah Runa nya azel🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Runa anaknya azel kayany🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: lebih cocok yaaa🤣
total 1 replies
Ayusha
"kalo Kamu libur kerja, nanti kamu Miss queen aku gamau sama kamu lagi jel" 🤣
Ariska Kamisa: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Ayusha
waah cari penyakit ini sih 😄
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
zel loh kok rajin banget yaaa... /Chuckle/
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!