Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketua Yang Dicari
Waktu yang ditentukan ketua berakhir dengan cepat, banyak dari calon murid yang masih belum menemukan jarum emas, terlihat jelas raut wajah kesal para calon murid yang sudah bisa menebak mereka akan gagal.
"Waktunya cepat berakhir, tidak seperti yang dikatakan ketua sebelumnya," ucap salah satu calon murid.
"Tidak, waktunya sudah sesuai dari yang ketua katakan kalian saja yang tidak menyadarinya," sahut Pangeran Zuan.
Semua kembali berpindah ke lapangan perguruan Langit Tinggi, yang berhasil mendapatkan lebih dari satu terlihat sangat tenang, Pangeran Zuan yang menemukan hanya dua masih bisa tenang karena dirinya berhasil menemukan lebih dari satu.
Lue Ang yang baru berpindah tempat bergegas menghampiri Pangeran Zuan, beberapa jarum emas yang ada di tangannya diberikannya pada Pangeran Zuan dan terlihat jelas Pangeran Zuan yang kebingungan saat menerimanya.
"Aku sudah mendapatkan dua, ambil saja itu milikmu karena kamu yang berhasil menemukannya," bisik Pangeran Zuan.
"Bukankah kamu yang mengajakku membuat tim," sahut Lue Ang.
"Benar, tapi aku bahkan tidak membantumu dan kamu mendapatkannya sendiri," ucap Pangeran Zuan.
"Ambil saja, dengan begitu anggap saja aku menghargai mu yang mau menjadi satu tim denganku," sahut Lue Ang sembari berjalan pergi meninggalkan Pangeran Zuan.
"Selamat kepada kalian semua yang berhasil mendapatkan 5 jarum emas bahkan lebih," ucap ketua Wa.
"Tunggu, lima jarum emas, bukankah ketua hanya minta mendapatkan lebih dari satu jarum," sahut salah satu calon murid.
"Hasil akhir dan keputusan ada di tangan ketua, yang berani meragukannya akan langsung dikeluarkan," ucap ketua Pixu.
"Kalau begitu tanpa membuang waktu lagi, kalian kembalilah berbaris dan maju satu persatu," sahut ketua Puang.
Walau merasa sangat kesal satu persatu maju ke depan memberikan jarum emas yang mereka dapatkan, para ketua merasa sangat kecewa karena terlalu banyak murid yang gagal dan hanya mengumpulkan dua jarum.
Setelah hampir semua maju satu persatu tiba giliran Pangeran Zuan, berkat jarum emas pemberian Lue Ang saat ini Pangeran Zuan memiliki enam jarum emas.
"Bagus, kamu sudah berhasil mendapatkan melebihi yang kami minta," ucap ketua Pixu.
"Dia satu tim dengan anak muda itu, walau satu tim mereka sama sekali tidak memperlihatkan hasil yang mereka dapat satu sama lain," sahut ketua Wa.
"Kalau begitu biar ku lihat berapa anak muda itu mendapatkan banyak jarum," ucap ketua Puang.
Setelah lewat beberapa anak Lue Ang maju ke depan tidak hanya para ketua para calon murid juga penasaran seberapa banyak Lue Ang mendapatkan jarum emas, melihat semua orang memperhatikannya Lue Ang terlihat santai dan tidak mengeluarkan satu jarum pun.
"Di mana jarum yang kamu dapatkan?" Tanya ketua Puang.
Lue Ang yang tidak menjawab langsung mengeluarkan semua jarum emas dari dalam cincin penyimpanannya, semua yang melihat banyaknya jarum emas yang di dapat Lue Ang hanya bisa terdiam.
"Ini tidak mungkin," ucap ketua Puang.
"Bagaimana bisa dia mendapatkan semua itu," bisik para calon murid
"Bagaimana caramu melakukannya?" Tanya ketua Qiu yang tidak kalah terkejut.
"Mencari jarum emas di dalam jerami membutuhkan ketelitian yang sangat besar, aku hanya menggunakan penglihatan ku saja dan mencarinya dengan pelan," ucap Lue Ang.
"Apa kamu menerima bantuan spirit mu?" Tanya ketua Qiu lagi.
"Tidak," ucap Lue Ang.
"Baiklah, seleksi sudah selesai, tiga puluh orang yang berhasil menemukan lebih dari lima jarum silakan mendaftarkan diri ulang, kami akan memilih siapa saja yang akan menjadi murid kami," ucap ketua Pixu.
"Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi, anak muda kamu jadilah muridku saja," sahut ketua Puang.
"Kita bahkan belum memberitahunya, kenapa kamu tidak ingin lebih dulu mengangkatnya menjadi murid," ucap ketua Wa.
"Ketua utama sangat jarang memilih murid bahkan lima tahun yang lalu dia juga tidak memilihnya," sahut ketua Puang.
"Tidak bisa, dia harus menjadi muridku," ucap ketua Qiu.
"Semua muridmu adalah seorang wanita kenapa sekarang kamu ingin murid pria?" Tanya ketua Pixu.
"Itu terserah padaku," ucap ketua Qiu.
"Aku tidak berniat menjadi murid kalian," sahut Lue Ang mengejutkan keempat ketua.
"Anak muda jangan menguji kesabaran kami, Jika benar kamu tidak ingin menjadi salah satu murid kami lalu kenapa kamu mendaftar ke perguruan Langit Tinggi?" Tanya ketua Puan.
"Bukankah dari awal aku sudah mengatakannya pada kalian? Aku datang kemari karena ingin menemui seseorang," sahut Lue Ang.
"Dan selain dia aku tidak akan menjadi murid siapapun," sambung Lue Ang.
"Memangnya siapa orang yang kamu maksud itu?" Tanya ketua Puang lagi.
"Tentu saja aku, siapa lagi ketua yang tidak hadir di sini selain aku."
Bersamaan dengan angin yang berhembus cukup kencang seseorang muncul di depan keempat ketua, Lue Ang yang melihat siapa orang itu tersenyum akhirnya orang yang dicarinya datang juga.
"Tiang akhirnya kamu datang juga, aku mengira kamu membohongi Mak Nung dengan mengaku sebagai ketua perguruan ini dan jika itu terjadi aku pasti akan mencari mu kemanapun," ucap Lue Ang.
Keempat ketua merasa semakin terkejut saat Lue Ang dengan jelas menyebut nama ketua utama mereka, apalagi Lue Ang mengatakannya tepat di depan ketua utama itu sendiri.
"Anak muda kami memang merasa kamu berbeda dengan yang lain, tapi kamu juga harus memiliki batasanmu," ucap ketua Wa.
"Haaah, Memangnya apa yang salah dari perkataanku?" Tanya Lue Ang tidak mengerti.
"Dia... ."
Ketua Wa tidak melanjutkan perkataannya saat Tiang mengangkat tangannya memintanya untuk diam, Ketua Wa berpikir habis sudah anak muda di depannya pasti akan diusir dari perguruan Langit Tinggi.
"Hahahaha, Aku tidak menyangka kamu benar-benar datang kemari," ucap ketua Tiang yang ternyata ketua utama perguruan Langit Tinggi.
"Aku menuruti perkataan Ibu angkat ku, bukankah kamu yang meminta ku datang kemari," sahut Lue Ang.
Kempat ketua semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ketua utama mereka dan anak di depan mereka bagaimana bisa mengenal satu sama lain bahkan terlihat sangat akrab.
"Ketua utama mengenalnya, berarti ketua juga tahu kalau dia... ."
Ketua Pixu terdiam saat ketua Tiang kembali mengangkat tangannya, tentu saja ketua Tiang tahu semua tentang Lue Ang bahkan dirinya tahu saat pertama kali melihatnya.
"Kalian kembalilah, kalian urus saja murid yang sudah berhasil menyelesaikan ujian hingga akhir, kalian juga pilih saja dengan adil murid mana yang akan menjadi murid kalian," ucap ketua Tiang.
"Tunggu ketua utama, bagaimana dengannya?" tanya ketua Puang.
"Apa ketua Puang masih tidak mengerti, anak ini memiliki yang tidak dimiliki orang lain, hanya aku yang bisa membantunya berkembang," ucap ketua Tiang membuat ketua Puang terdiam.