Cerita ini mengisahkan tentang Kaelen, Raja Es Kerajaan Celestial yang hidup terisolasi selama seratus tahun dalam kesendirian dan dingin yang abadi. Hidupnya berubah drastis saat kedatangan Lira, seorang wanita dari dunia luar yang datang meminta bantuannya untuk melawan kekuatan gelap yang mengancam nyawa banyak orang. Seiring berjalannya waktu, terungkap bahwa Lira memiliki kekuatan es yang sama dengan Kaelen, yang mengindikasikan adanya hubungan rahasia antara dirinya dan Kerajaan Celestial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raja Ilusi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20:Menemukan Kekuatan Tersembunyi Di Dalam Diri
Seiring berjalannya waktu, latihan Kaelen dan Lira menjadi semakin sulit dan semakin mendalam. Eldric mulai mengajari mereka tentang cara untuk mengakses kekuatan-kekuatan tersembunyi yang ada di dalam diri mereka—kekuatan yang mungkin bahkan mereka sendiri tidak tahu bahwa mereka memilikinya. Eldric percaya bahwa setiap orang memiliki potensi yang luar biasa di dalam dirinya, namun sering kali potensi itu tersembunyi di balik lapisan-lapisan ketakutan, keraguan, dan kebiasaan-kebiasaan lama. Tugasnya sekarang adalah membantu Kaelen dan Lira untuk membuka lapisan-lapisan itu dan menemukan kekuatan yang sebenarnya yang ada di dalam diri mereka.
Suatu hari, Eldric membawa Kaelen dan Lira ke sebuah danau kecil yang tenang dan indah yang terletak di dekat gua mereka. Danau itu memiliki air yang sangat jernih dan tenang, yang memantulkan cahaya matahari dan langit biru dengan indah. Di sekitar danau, terdapat pepohonan yang rindang dan bunga-bunga yang bermekaran dengan indah, menciptakan suasana yang sangat damai dan menenangkan. Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, membawa aroma bunga yang harum dan udara yang segar.
"Di sini, di danau ini, aku ingin kalian melakukan sebuah latihan yang sangat khusus," kata Eldric saat mereka bertiga berdiri di tepi danau, menatap air yang tenang itu. "Aku ingin kalian masuk ke dalam air danau ini, dan kemudian menutup mata kalian. Aku ingin kalian mencoba untuk merasakan keberadaan kalian sendiri, merasakan jiwa kalian sendiri. Di dalam jiwa kalian, ada kekuatan-kekuatan tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan. Kalian hanya perlu tenang dan mendengarkan suara hati kalian sendiri."
Kaelen dan Lira saling menatap satu sama lain, dan kemudian mereka menganggukkan kepala dengan patuh. Mereka tahu bahwa Eldric selalu memiliki alasan yang baik untuk setiap latihan yang dia berikan, dan mereka percaya bahwa ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka.
Mereka pun mulai masuk ke dalam air danau itu. Air itu terasa segar dan dingin, tapi juga terasa sangat menenangkan. Air itu mencapai pinggang mereka, dan mereka bisa merasakan bagaimana air itu mengelilingi tubuh mereka dengan lembut. Mereka berjalan perlahan-lahan menuju ke tengah danau, di mana air itu mencapai dada mereka. Kemudian, mereka berhenti dan menutup mata mereka, seperti yang diminta oleh Eldric.
Mereka mencoba untuk tenang, mencoba untuk mendengarkan suara hati mereka sendiri. Awalnya, pikiran mereka masih penuh dengan berbagai hal—pikiran tentang latihan mereka, pikiran tentang pertarungan melawan Malakar, dan pikiran tentang orang-orang yang mereka cintai. Namun, perlahan-lahan, mereka mulai membiarkan pikiran-pikiran itu pergi. Mereka mulai memusatkan perhatian mereka pada diri mereka sendiri, pada perasaan mereka sendiri, dan pada suara hati mereka sendiri.
Awalnya, Kaelen hanya merasakan ketenangan dan kedamaian. Dia bisa merasakan bagaimana air itu mengelilingi tubuhnya, dan dia bisa merasakan bagaimana angin itu berhembus lembut di wajahnya. Dia bisa merasakan ketenangan yang luar biasa yang datang dari dalam dirinya sendiri, ketenangan yang dia belum pernah rasakan sebelumnya. Namun, kemudian, perlahan-lahan, dia mulai merasakan sesuatu yang lain. Dia mulai merasakan sebuah kekuatan yang besar dan hangat yang ada di dalam dadanya, sebuah kekuatan yang terasa sangat akrab namun juga sangat baru. Itu adalah kekuatan cinta dan perlindungan—kekuatan yang muncul karena cintanya kepada Lira dan keinginannya untuk melindungi orang-orang yang dia cintai.
Dia bisa merasakan bagaimana kekuatan itu mengalir di dalam tubuhnya, memberinya rasa kekuatan dan keberanian yang luar biasa. Dia bisa merasakan bahwa kekuatan itu adalah bagian dari dirinya sendiri, bagian yang sangat penting dan sangat berharga. Dia menyadari bahwa selama ini, dia telah menggunakan kekuatan esnya untuk melindungi orang-orang yang dia cintai, tapi sekarang dia menyadari bahwa kekuatan yang sebenarnya yang membuatnya kuat bukanlah kekuatan es itu sendiri, melainkan kekuatan cinta dan perlindungan yang ada di dalam hatinya.
Sementara itu, Lira juga merasakan sesuatu yang serupa. Dia bisa merasakan sebuah kekuatan yang besar dan cahaya yang terang yang ada di dalam dirinya, sebuah kekuatan yang membuatnya merasa sangat berani dan sangat kuat. Itu adalah kekuatan keberanian dan pengorbanan—kekuatan yang muncul karena keberaniannya untuk menghadapi bahaya dan keinginannya untuk berkorban demi kebaikan.
Dia bisa merasakan bagaimana kekuatan itu bersinar di dalam dirinya, memberinya rasa harapan dan keyakinan yang luar biasa. Dia bisa merasakan bahwa kekuatan itu adalah bagian dari dirinya sendiri, bagian yang sangat istimewa dan sangat berharga. Dia menyadari bahwa selama ini, dia telah menggunakan kekuatan cahayanya untuk membantu dan melindungi orang-orang yang dia cintai, tapi sekarang dia menyadari bahwa kekuatan yang sebenarnya yang membuatnya kuat bukanlah kekuatan cahaya itu sendiri, melainkan kekuatan keberanian dan pengorbanan yang ada di dalam hatinya.
Mereka berdua tetap berada di dalam air danau itu, menutup mata mereka, dan merasakan kekuatan-kekuatan yang baru mereka temukan itu. Mereka merasa sangat bahagia dan sangat bersyukur karena telah menemukan sesuatu yang sangat berharga di dalam diri mereka sendiri. Mereka merasa bahwa mereka telah menjadi lebih kuat dan lebih berani daripada sebelumnya, dan mereka merasa bahwa mereka siap untuk menghadapi segala tantangan yang menanti mereka di depan.
Akhirnya, setelah beberapa saat, mereka perlahan-lahan membuka mata mereka. Mereka saling menatap satu sama lain dengan mata yang penuh dengan heran dan kagum. Mereka bisa merasakan bahwa mereka telah menemukan sesuatu yang sangat berharga di dalam diri mereka, sesuatu yang akan membuat mereka semakin kuat dan semakin berani. Mereka bisa melihat perubahan yang ada di dalam mata satu sama lain, perubahan yang menunjukkan bahwa mereka telah tumbuh dan berkembang menjadi orang yang lebih baik dan lebih kuat.
Eldric, yang berdiri di tepi danau, tersenyum melihat mereka. Dia bisa merasakan kekuatan-kekuatan yang baru mereka temukan itu, dan dia merasa sangat bangga dengan mereka. Dia tahu bahwa ini adalah langkah yang sangat penting dalam perjalanan mereka, dan dia tahu bahwa kekuatan-kekuatan ini akan membantu mereka melewati semua rintangan yang ada di depan mereka.
"Kalian telah menemukan kekuatan tersembunyi kalian, Kaelen dan Lira," kata Eldric dengan suara yang lembut namun tegas. "Kekuatan-kekuatan ini adalah bagian dari diri kalian, dan mereka akan membantu kalian melewati semua rintangan yang ada di depan kalian. Gunakanlah kekuatan-kekuatan ini dengan bijak, dan gunakanlah untuk kebaikan. Ingatlah, kekuatan yang terbesar bukanlah kekuatan yang bisa menghancurkan, melainkan kekuatan yang bisa melindungi, mencintai, dan berkorban demi orang lain."
Kaelen dan Lira menganggukkan kepala dengan tegas. Mereka tahu bahwa Eldric benar. Mereka tahu bahwa kekuatan yang mereka temukan itu adalah kekuatan yang sangat berharga, dan mereka berjanji untuk menggunakannya dengan bijak dan untuk kebaikan. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang dan penuh dengan tantangan, tapi mereka juga tahu bahwa dengan kekuatan-kekuatan ini, dan dengan dukungan satu sama lain dan Eldric, mereka akan bisa mengatasi segala hal yang menanti mereka di depan.
Mereka pun mulai berjalan kembali menuju ke tepi danau. Saat mereka keluar dari air danau itu, mereka merasa seolah-olah mereka telah menjadi orang yang baru. Mereka merasa lebih kuat, lebih berani, dan lebih percaya diri daripada sebelumnya. Mereka tahu bahwa ini adalah awal dari babak baru dalam perjalanan mereka, dan mereka siap untuk menghadapi segala hal yang menanti mereka di depan dengan semangat dan keyakinan yang besar.
Malam itu, saat mereka sedang duduk di dekat api unggun di luar gua, mereka saling menceritakan pengalaman mereka di danau itu. Mereka saling berbagi tentang apa yang mereka rasakan, tentang kekuatan yang mereka temukan, dan tentang apa yang mereka pelajari dari pengalaman itu. Mereka merasa sangat dekat satu sama lain, dan mereka merasa bahwa ikatan cinta dan persahabatan mereka semakin kuat dan semakin kokoh daripada sebelumnya.