NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelatihan Kegelapan

Saat suara teriak para tetua masih bergema di langit Sekte Tianmo, matahari akhirnya tenggelam sepenuhnya, menggantikan warna merah keemasan dengan tirai kegelapan pekat yang penuh dengan bintang-bintang berkilau. Udara malam yang dingin menyapu benteng megah itu, namun panas semangat yang terpancar dari dalam Aula Utama masih terasa menyengat. Setelah pengumuman penting yang menggelegar itu, Ye Chen mengangkat tangan untuk menenangkan seluruh hadirin. Suasana yang sebelumnya penuh semangat perlahan mereda, kembali ke kondisi yang terkontrol namun tetap penuh rasa hormat.

“Para tetua yang terhormat, perkenalan ini bukanlah akhir dari apa yang ingin aku sampaikan. Sebelum aku kembali mengurus urusan di Sekte Langit dan menghadapi segerombolan hama, ada hal lain yang sangat krusial yang harus kita lakukan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan masa depan Xiao Ling, tapi juga masa depan keseluruhan Sekte Tianmo kita.” Ucap Ye Chen dengan suara yang kembali menjadi tenang namun tetap penuh wibawa

"Xiao Ling telah menunjukkan potensi yang luar biasa. Energi suci yang dia miliki adalah anugerah yang jarang ditemui bahkan dalam seratus tahun sekali. Namun, kekuatan yang dia miliki saat ini masih belum cukup untuk menghadapi bahaya yang akan datang. Dia masih terlalu naif. Di dunia yang keras ini, di mana musuh kita tidak akan pernah menunjukkan belas kasihan, kekuatan seperti itu tidak akan cukup untuk melindungi dirinya sendiri, apalagi membantu kita dalam pertempuran yang akan datang.” Ucap Ye Chen dengan suara penuh keprihatinan namun juga keyakinan, tatapannya menyapu seluruh hadirin sambil sesekali melihat ke arah Xiao Ling yang berdiri tenang di sisinya.

"Para tetua yang terhormat, kalian semua tahu betul dunia persilatan tidak mengenal belas kasihan. Musuh kita tidak akan berpikir dua kali untuk menghancurkan apa yang kita sayangi, hanya karena mereka melihatnya sebagai ancaman. Jika kita hanya mengandalkan kelembutan dan energi suci semata, kita akan hancur sebelum bisa menunjukkan nilai sebenarnya dari kekuatan kita!" Serunya dengan nada yang semakin tegas, sementara para tetua mulai mengangguk menyadari bahwa kekhawatiran sang Kaisar bukanlah tanpa alasan.

"Yang Mulia," Ucap Elder Feng dengan suara serak yang penuh pengalaman, tubuhnya sedikit membungkuk sebagai tanda rasa hormat, tangannya bahkan secara tidak sengaja menggenggam tongkat kayu yang selalu dia bawa sebagai penyangga.

"Kami mengerti kekhawatiran yang kamu rasakan tentang bahaya yang mengintai dan betapa krusialnya kekuatan Xiao Ling bagi masa depan sekte. Tapi kami juga punya kekhawatiran yang mendalam tentang hal ini. Beberapa dari kami masih ingat betul bagaimana pelatihan brutal itu hampir merenggut nyawa beberapa anggota muda terbaik kita." Lanjutnya dengan nada yang semakin berat, matanya menyipit melihat ke arah para tetua lain yang tampaknya setuju dengan apa yang dia katakannya, beberapa di antaranya mengangguk perlahan sambil menghela napas panjang.

"Metode pelatihan yang kita gunakan di Sekte Tianmo adalah metode yang keras bahkan bisa disebut kejam jika dilihat dari sudut pandang orang luar. Banyak di antara kita yang hampir tidak bisa bertahan hidup saat menjalani pelatihan dasar pada masa muda kami! Beberapa bahkan harus hidup dengan cacat permanen karena tidak mampu menahan beban pelatihan!" Elder Feng menginjakkan kaki kirinya sedikit maju, wajahnya yang penuh bekas luka tampak semakin berat karena kenangan masa lalu.

"Aku sendiri hampir kehilangan mata kananku saat melatih energi dalam di jurang batu yang gelap. Dan aku sudah dianggap memiliki tubuh yang kuat untuk standar muda pada saat itu! Lalu bagaimana dengan gadis itu yang terlihat begitu lembut? Apakah gadis itu yang tumbuh di lingkungan penuh kasih sayang mampu bertahan? Bukankah itu akan terlalu kejam bahkan untuk standar kita yang sudah terbiasa dengan kekerasan?" Tanyanya dengan tatapan yang penuh keraguan namun juga rasa prihatin, matanya bahkan sedikit memerah karena emosi yang terpendam, menyadari bahwa langkah yang akan diambil bisa jadi sangat berbahaya bagi gadis suci itu.

"Selain itu, bisakah kita benar-benar menjamin bahwa energi sucinya tidak akan terkontaminasi oleh kekerasan metode pelatihan kita? Bukankah itu bisa menjadi kerugian besar bagi kita semua jika energi suci yang langka itu justru berubah menjadi sesuatu yang jahat?" Sambungnya dengan suara yang lebih pelan

Ye Chen mengangguk perlahan, seolah sudah mengharapkan pertanyaan seperti itu akan muncul. Matanya menatap jauh ke arah jendela aula yang menghadap ke arah pegunungan batu yang gelap dan tandus. Suara hatinya terdengar dalam benaknya suara para tetua yang dulu juga mengingatkan dia tentang kesulitan pelatihan yang akan ia jalani ketika masih kecil. Namun, dia tahu bahwa tidak ada jalan pintas dalam dunia persilatan. Kekuatan yang sesungguhnya hanya bisa diraih melalui penderitaan dan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya.

“Elder Feng benar sekali, metode pelatihan yang akan aku gunakan memang sangat keras. Bahkan bisa disebut sangat kejam jika dibandingkan dengan cara pelatihan yang biasa kita berikan kepada anggota sekte kita sendiri. Beberapa dari kalian mungkin pernah menyaksikannya ketika aku masih kecil dan menjalani pelatihan yang sama, atau bahkan ketika aku melatih beberapa ahli elit kita yang terpilih. Aku tidak akan menyembunyikan bahwa metode ini sangat menyakitkan, sangat menekan, dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh dan jiwa jika tidak dilakukan dengan benar.” Ucap Ye Chen dengan nada yang penuh penghormatan kepada tetua yang telah berjasa besar bagi sekte

“Namun, aku tidak akan memaksakan hal ini kepada Xiao Ling jika dia sendiri tidak bersedia. Kekuatan yang diraih dengan paksaan tidak akan pernah sekuat kekuatan yang diraih dengan keinginan sendiri dan tekad yang bulat. Aku akan memberikan pilihan padanya apakah dia ingin kembali ke Sekte Lembah Bunga Suci yang aman, atau tetap berada di sini dan menjalani pelatihan yang sangat keras ini untuk menjadi lebih kuat.” Lanjut Ye Chen dengan suara yang semakin tegas

Segera setelah kata-kata itu keluar dari mulut Ye Chen, seluruh mata di aula itu langsung berbalik kepada Xiao Ling. Gadis muda itu yang sebelumnya terlihat lembut dan rapuh, kini berdiri dengan postur yang tegak dan kokoh. Matanya yang jernih memancarkan cahaya tekad yang tak tergoyahkan. Tanpa ragu sedikitpun, dia melangkah ke depan sedikit, menghadap seluruh hadirin dengan penuh keberanian.

“Yang Mulia Ye Chen, para tetua yang terhormat, aku mendengar dengan jelas apa yang telah dikatakan semua orang. Aku tahu bahwa metode pelatihan yang akan diberikan sangat keras, bahkan bisa disebut kejam. Aku tahu bahwa aku mungkin akan mengalami penderitaan yang luar biasa, bahkan mungkin akan menghadapi kematian jika aku tidak mampu bertahan.” Ucap Xiao Ling dengan suara yang jelas dan mantap, meskipun masih terdengar sedikit lembut

"Namun," Ucap Xiao Ling dengan suara yang jelas dan mantap, meskipun masih terdengar sedikit lembut karena sifat alaminya, dia melangkah ke depan sedikit untuk menghadap seluruh hadirin dengan sikap yang kokoh, kedua tangannya menyilang di depan dadanya sejenak sebelum terbuka kembali.

"Aku tidak peduli dengan semua itu, aku tidak peduli seberapa keras atau bahkan kejamnya pelatihan yang akan aku jalani. Tidak peduli seberapa banyak rasa sakit atau cobaan yang harus aku lalui. Selama ini, Yang Mulia selalu melindungiku dari setiap bahaya yang mengancam, selalu berada di sisiku ketika aku benar-benar membutuhkan bantuan. Dia telah melakukan begitu banyak hal untukku sendiri, dan juga untuk orang-orang yang kusayangi di Sekte Lembah Bunga Suci." Lanjutnya dengan nada yang semakin penuh semangat, matanya yang jernih memancarkan cahaya tekad yang tak tergoyahkan saat menatap langsung ke arah para tetua, bahkan tidak sedikit pun tergoyahkan oleh tatapan mereka yang sebelumnya penuh keraguan.

"Dia bahkan bersedia menghadapi kecaman dari seluruh dunia persilatan hanya karena ingin melindungiku. Kini saatnya aku juga harus menjadi kuat karena kuat tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi agar tidak selalu menjadi beban baginya. Aku tidak ingin terus menjadi orang yang selalu harus dilindungi, yang hanya bisa menunggu bantuan ketika bahaya datang! Aku ingin bisa bersanding dengan dia sebagai mitra yang setara, berdiri sama tinggi di sisi sang Kaisar! Aku ingin bisa menjadi orang yang bisa dia andalkan, bukan orang yang hanya membuatnya khawatir!" Serunya dengan suara yang sedikit meninggi, menginjakkan kaki kanannya dengan tegas di lantai aula hingga terdengar suara dentuman yang jelas memenuhi ruangan.

"Aku tahu bahwa energi suci yang kumiliki bisa menjadi sesuatu yang berharga bagi Sekte Tianmo. Aku ingin bisa membantu dia dalam menghadapi musuh-musuhnya yang licik, membantu dia dalam mewujudkan impiannya untuk dunia persilatan yang lebih adil dan seimbang!"Pungkasnya dengan tatapan yang penuh keyakinan, bahkan membuat beberapa tetua terdiam karena terpukau oleh kesungguhan yang terpancar dari diri gadis muda itu.

"Jadi," Ucap Xiao Ling dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan, dia mengambil langkah kecil ke depan hingga berada tepat di tengah ruangan, menghadapi semua hadirin dengan sikap yang tegak dan kokoh, kedua tangannya diam-diam menggenggam erat di sisi tubuhnya.

"Dengan penuh kesadaran dan tanpa ada paksaan dari siapapun di ruangan ini, aku dengan tulus menerima pelatihan yang akan diberikan. Aku telah memikirkan ini dengan matang selama bertahun-tahun, bahkan sebelum aku datang ke Sekte Tianmo." Lanjutnya dengan nada yang semakin jelas dan mantap, matanya yang jernih memancarkan cahaya tekad yang tak bisa digoyahkan, bahkan menyinari wajah para tetua yang melihatnya.

"Aku tahu bahwa metode pelatihan di sini berbeda dengan apa yang aku pelajari di Sekte Lembah Bunga Suci. Aku siap menerima bahwa jalan yang akan ditempuh tidak akan mudah bahkan mungkin penuh dengan penderitaan yang tak terbayangkan. Tapi aku bersedia! Tidak akan ada satu pun saat dimana aku akan mengeluh atau mundur dari apa yang telah aku putuskan! Tidak ada yang bisa membuatku menyerah, tidak ada rintangan yang bisa menghalangi langkahku! Bukan karena aku tidak takut akan rasa sakit atau kegagalan, tapi karena aku memiliki alasan yang lebih kuat untuk tetap berdiri!" Serunya dengan suara yang sedikit meninggi, dada nya mengembang dengan semangat yang membara, sementara sinar energi suci mulai terpancar lembut dari tubuhnya sebagai bukti kesungguhan hati.

"Karena aku tahu bahwa di akhir jalan, setelah melewati semua cobaan ini, aku akan menjadi orang yang lebih berharga bagi pemimpin yang selalu melindungiku dengan nyawanya sendiri, dan bagi seluruh keluarga besar Sekte Tianmo yang telah menerima diriku dengan terbuka meskipun aku datang dari latar belakang yang berbeda!" Pungkasnya dengan tatapan yang hangat namun penuh tekad, membuat beberapa tetua mengangguk dengan rasa kagum yang mendalam. Bahkan beberapa di antaranya yang dikenal keras dan tidak mudah terpengaruh, kini meneteskan air mata kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan.

"Aku berjanji kepada kalian semua," Ucap Xiao Ling dengan suara yang tegas dan jelas, tubuhnya berdiri tegak seperti tiang yang kokoh, kedua tangannya diangkat sedikit ke depan sebagai tanda kesungguhan.

"Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan kepadaku – tidak akan pernah ada saatnya aku akan membuat kalian menyesal telah menerima diriku di sini!"

"Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan kepadaku," Ucap Xiao Ling dengan suara yang mantap, tubuhnya sedikit menginjak maju sebagai tanda kesungguhan.

"Tidak akan pernah ada saatnya aku akan membuat kalian menyesal telah menerima diriku di sini!" Serunya dengan nada yang tegas dan jelas, matanya terpaku pada para tetua dengan pandangan yang penuh janji tak tergoyahkan.

"Aku akan menjadi sosok yang bisa kalian andalkan ketika diperlukan baik dalam waktu damai maupun ketika perang menghadang. Saat bahaya datang, aku akan berdiri di barisan depan bersama kalian semua!" Serunya dengan semangat yang membara, suara yang tadinya lembut kini terdengar penuh kekuatan dan kejelian.

"Dan aku akan selalu menjunjung tinggi kehormatan sekte ini seperti yang kalian lakukan selama bertahun-tahun! Aku akan menjaga nama baik Sekte Tianmo dengan nyawaku sendiri!" Pungkasnya dengan tatapan yang penuh penghormatan dan tekad, membuat seluruh hadirin merasakan getaran semangat yang sama mengalir dalam diri mereka.

Mendengar kata-kata yang penuh tekad itu, seluruh aula itu seketika hening. Para tetua yang awalnya ragu dan khawatir, kini melihat gadis muda itu dengan mata yang berbeda. Mereka melihat bukan lagi sosok gadis lembut yang tidak berdaya, melainkan sosok pemuda yang memiliki tekad baja yang tak bisa ditembus. Bahkan beberapa di antaranya yang dikenal sebagai orang yang keras dan tidak mudah terpengaruh, merasa ada sesuatu yang menyentuh hati mereka mendengar pengakuan tulus dari gadis itu.

"Nona Xiao Ling," Ucap Elder Feng dengan suara yang penuh penghormatan, tubuhnya perlahan membungkuk sebagai tanda permintaan maaf yang tulus.

"Aku minta maaf atas prasangka burukku padamu, aku salah mengira bahwa kelembutan hanya bisa membawa kerentanan, padahal kamu telah membuktikan bahwa kekuatan bisa muncul dari dalam hati yang kuat." Lanjutnya dengan nada yang hangat, matanya yang penuh pengalaman kini terpaku pada wajah Xiao Ling dengan rasa kagum yang mendalam.

"Kamu telah membuktikan bahwa kamu layak mendapatkan tempat di sini, bukan hanya sebagai gadis suci, tapi sebagai seorang pejuang yang siap melindungi apa yang kamu sayangi. Aku sendiri pernah meragukan hal ini, namun sekarang aku tahu bahwa kamu memiliki tekad yang tidak kalah kuat dengan para pendiri sekte kita!" Serunya dengan semangat yang membara, berbeda dengan sikapnya yang biasanya tenang dan penuh pertimbangan.

"Selain fasilitas terbaik, aku juga akan memberikan kamu akses ke perpustakaan rahasia sekte di sana terdapat catatan pelatihan dari generasi-generasi sebelumnya, termasuk teknik yang digunakan oleh Kaisar Langit untuk meningkatkan energi dalam tubuhnya. Itu akan menjadi panduan bagimu dalam menyelaraskan energi suci dengan kekuatan yang kamu miliki! Aku sendiri akan memastikan bahwa setiap langkah pelatihanmu diawasi dengan seksama, dan jika ada masalah dengan energi dalam tubuhmu, aku akan segera bertindak untuk menstabilkannya. Tidak ada satu pun detail yang akan luput dari perhatian kami!" Pungkasnya dengan tatapan yang penuh semangat, sambil mengangguk perlahan kepada Ye Chen yang kini mulai menunjukkan senyum kecil di wajahnya.

Setelah kata-kata Elder Feng terdengar dan suasana aula masih terpancarkan rasa kagum yang mendalam, sebuah suara lembut namun jelas mulai mengisi ruang dari arah pintu aula yang besar suara itu mengalun seperti aliran air yang tenang di tengah sungai deras, membawa nuansa kedalaman dan kebijaksanaan yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah menghabiskan hidupnya untuk mempelajari rahasia energi alam semesta. Tiba-tiba, sosok seorang lelaki yang ramping namun kokoh muncul dari balik tirai sutra hitam yang menghiasi pintu masuk aula. Rambut putihnya yang panjang diikat rapi dengan tali sutra merah, sementara wajahnya yang penuh kedalaman menunjukkan bekas-bekas pengalaman yang tak terhitung jumlahnya. Ia adalah Elder Yan seorang ahli energi dan formasi yang telah lama bekerja sama dengan Ye Chen, bahkan sejak sebelum sang Kaisar mengambil alih kendali penuh atas Sekte Tianmo. Setiap langkahnya yang lembut namun pasti menunjukkan kedalaman penguasaan dirinya atas energi dalam, seolah ia bisa menyatu dengan udara sekitarnya dengan mudah.

“Maafkanlah jika saya datang terlambat, Yang Mulia, saya baru saja menyelesaikan pemeriksaan akhir pada formasi pelindung di sekitar Gua Kutukan Naga Hitam.” Ucap Elder Yan dengan suara yang merdu namun penuh wibawa, tubuhnya sedikit membungkuk sebagai tanda hormat kepada Ye Chen sebelum ia melanjutkan langkahnya ke tengah ruangan.

"Saat saya berada di luar pintu aula tadi, bersiap untuk melaporkan hasil pemeriksaan formasi," Ucap Elder Yan dengan suara yang merdu namun penuh kedalaman, tubuhnya berdiri tegak sambil melihat ke arah Xiao Ling dengan pandangan yang penuh penghormatan.

"Saya tidak bisa tidak mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Nona Xiao Ling. Setiap kata keluar dari bibirmu seperti suara petir yang menghubungkan langit dan bumi." Lanjutnya dengan nada yang penuh pengalaman, matanya yang keriput menunjukkan jejak waktu yang telah ia lalui.

"Aku telah menghabiskan lebih dari seratus tahun di dunia persilatan merantau dari ujung barat hingga timur wilayah persilatan, melihat berbagai macam sosok pejuang yang datang dan pergi seperti ombak di pantai. Mulai dari mereka yang dengan sombong mengklaim memiliki tekad baja tak terkalahkan," Serunya dengan nada yang sedikit menekankan, sambil menghela nafas panjang yang penuh kenangan.

"Hingga mereka yang akhirnya menyerah ketika menghadapi ujian pertama yang benar-benar menguji batas kemampuan mereka. Banyak yang terlalu cepat merasa puas dengan diri sendiri, atau terlalu lemah untuk menghadapi kenyataan bahwa kekuatan sejati tidak bisa diraih dengan mudah." Pungkasnya dengan tatapan yang penuh makna, sambil menatap langsung ke mata Xiao Ling yang penuh perhatian.

"Namun," Ucap Elder Yan dengan suara yang semakin hangat, matanya sedikit membelalak karena kagum yang mendalam.

"Kali ini saya merasakan sesuatu yang sama sekali berbeda dari biasanya yaitu sesuatu yang belum pernah saya rasakan bahkan setelah lebih dari seratus tahun berkeliaran di dunia persilatan." Lanjutnya dengan nada yang penuh kagum, tangannya secara tidak sengaja menyentuh batu giok hitam yang selalu dia bawa di sabuknya.

"Ketika Nona Xiao Ling menyatakan tekadnya dengan penuh keyakinan, saya merasakan getaran energi suci yang murni dan kuat mengalir dari dalam dirinya yaitu sebuah getaran yang bukan hanya berasal dari tubuh, tapi dari kedalaman jiwa yang paling dalam. Yaitu sebuah getaran yang tidak hanya mampu menyembuhkan luka fisik dan energi yang terkoyak, tapi juga mampu mengubah apa yang ada di sekitarnya, bahkan bisa menyelaraskan aliran energi alam semesta yang ada di sekeliling kita!" Serunya dengan nada yang sedikit meninggi, membuat seluruh hadirin merasakan getaran lembut yang memang benar-benar ada di udara.

"Saya bisa merasakannya dengan jelas setiap serat energi di udara mulai bergerak mengelilingi gadis itu, seolah mereka juga merespon tekad dan kebenaran yang terpancar dari dirinya!" Pungkasnya dengan tatapan yang penuh kagum, sambil mengangguk perlahan kepada Xiao Ling yang kini menunjukkan senyum lembut sebagai balasan.

"Saya telah lama bekerja sama dengan Yang Mulia Ye Chen," Ucap Elder Yan dengan suara yang penuh penghormatan, tubuhnya sedikit membungkuk perlahan kepada Ye Chen sebelum melanjutkan bicara.

"Bahkan sejak dia masih sangat muda dan mulai belajar di bawah bimbingan Kaisar Kegelapan terdahulu, saya sudah melihat potensi luar biasa yang ada padanya." Lanjutnya dengan nada yang penuh penghormatan, matanya melirik ke arah Ye Chen yang kini hanya mengangguk sebagai tanda izin untuk melanjutkan.

"Saya telah lama bekerja sama dengan Yang Mulia bahkan sejak sebelum dia resmi menjadi Kaisar Kegelapan yang kita kenal sekarang. Saat itu, dia masih seorang pemuda yang penuh semangat namun terkadang terlalu ceroboh dalam menggunakan kekuatannya." Serunya dengan nada yang penuh kenangan, sambil menghela nafas perlahan.

"Saya tahu betul betapa kerasnya metode pelatihan yang dia berikan dia tidak pernah pandang bulu, tidak peduli apakah yang dilatih adalah anggota keluarga sekte atau bahkan bawahan yang paling setia." Lanjutnya dengan nada yang semakin serius, matanya kembali terpaku pada wajah Xiao Ling.

"Saya sendiri pernah menjadi salah satu yang melatihnya ketika dia masih muda melihat bagaimana dia menghadapi setiap tantangan dengan tekad yang tak tergoyahkan. Bahkan ketika tubuhnya hampir tidak mampu menahan beban pelatihan, dia tetap berdiri dan meminta lebih banyak pelatihan! Karena itu, saya tahu bahwa metode pelatihan yang akan diberikan tidak akan pernah mengurangi tingkat kesulitan hanya karena siapa kamu. Namun, di balik kekejaman itu terdapat tujuan yang mulia taitu untuk membentuk sosok yang benar-benar kuat, yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik semata!" Serunya dengan nada yang semakin tegas, membuat seluruh hadirin merasakan semangat yang sama.

"Jadi meskipun pelatihannya akan sangat keras dan tidak pandang bulu, saya juga tahu bahwa di balik itu semua terdapat perhatian yang mendalam. Yang Mulia selalu memastikan bahwa setiap pelatihan tetap dalam batas yang aman, namun juga tidak akan mengurangi intensitas hanya karena kamu adalah Nona Xiao Ling!" Pungkasnya dengan tatapan yang penuh keyakinan, sambil mengangguk kepada Xiao Ling yang kini semakin menunjukkan wajahnya yang penuh tekad.

“Untuk itu, selain apa yang telah disiapkan oleh Elder Feng, saya sendiri akan menyusun program pelatihan energi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh Nona Xiao Ling. Kita akan menggabungkan teknik pelatihan dari Sekte Tianmo dengan prinsip dasar yang diajarkan di Sekte Langit memastikan bahwa setiap langkah pelatihan tidak hanya meningkatkan kekuatan, tapi juga menguatkan jiwa dan pemahaman akan alam semesta.” Lanjut Elder Yan dengan suara yang semakin merdu namun penuh tekad

"Xiao Ling," Ucap Ye Chen dengan suara yang tenang namun penuh bobot, matanya yang tajam menyala dengan cahaya intensitas yang khas bagi sang Kaisar.

"Apa yang kamu lakukan sekarang adalah langkah besar untuk masa depanmu bukan hanya sebagai bagian dari Sekte Tianmo, tapi juga untuk seluruh dunia persilatan yang kamu tekuni. Aku tahu bahwa pelatihan yang akan kuberi akan jauh lebih keras dari yang bisa dibayangkan oleh para tetua. Mereka berpikir metode pelatihan standar kita sudah terlalu ekstrem, padahal yang aku rencanakan akan melampaui batas itu bahkan mungkin melampaui batas yang kamu kenal sekarang, hingga ke alam yang belum pernah kamu jeli sebelumnya." Lanjutnya dengan nada yang semakin serius, tubuhnya sedikit menginjak maju sebagai tanda kesungguhan.

"Pelatihan yang akan kuberi tidak hanya tentang meningkatkan kekuatan fisik semata. Kita akan bekerja pada penyelarasan energi sucinya dengan aliran kegelapan alamiah sebuah proses yang tidak pernah dilakukan oleh siapapun di dunia persilatan. Setiap gerakan salah bisa membuat energi dalam tubuhmu menjadi tidak terkendali, bahkan menyebabkan energi sucinya yang murni berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa dikendalikan!" Serunya dengan suara yang tegas, membuat seluruh hadirin merasakan beratnya kata-katanya.

"Aku tidak akan memberikan jeda ekstra atau mengurangi beban pelatihan hanya karena kamu adalah seseorang yang aku sayangi. Di dunia persilatan yang sebenarnya, tidak ada tempat untuk kesalahan kecil satu kesalahan bisa membuatmu kehilangan semua yang kamu miliki, termasuk nyawamu sendiri. Jadi dengarkan dengan baik pelatihanku akan jauh lebih keras dari apa yang bisa dibayangkan oleh para tetua lainnya, bahkan mungkin melampaui batas yang kamu tahu sekarang. Aku tidak akan membuat kompromi apa pun dalam hal ini!"Pungkasnya dengan tatapan yang penuh perhatian namun tetap tegas, sambil meraih tangan Xiao Ling dengan lembut.

Xiao Ling mengangguk perlahan, matanya berkaca-kaca melihat sosok lelaki yang dia sayangi itu. "Aku tahu risikonya, Yang Mulia. Tapi dengan adanya kamu di sisiku, aku siap menghadapi segala sesuatu. Bahkan jika pelatihannya lebih keras dari yang aku bayangkan, aku akan tetap berdiri kuat!"

"Karena aku tahu bahwa dengan kekuatan yang kumiliki nantinya, aku bisa melindungi kamu juga, seperti yang kamu lakukan untukku sekarang," Tambahnya dengan suara lembut namun penuh tekad, membuat Ye Chen mengangguk dengan senyum yang hanya untuk gadis itu.

"Yang Mulia, Nona Xiao Ling," Ucap Elder Feng dengan suara yang penuh semangat, tubuhnya berdiri tegak sebagai tanda komitmen yang tegas.

"Seluruh tetua dan komandan pasukan akan memberikan dukungan tanpa syarat kami telah membicarakan hal ini dengan seksama sebelum mengeluarkan setiap kata." Lanjutnya dengan nada yang semakin tegas, mata yang penuh pengalaman kini terpaku pada setiap sudut aula.

"Kami akan menjaga rahasia ini dengan nyawa kami sendiri!" Ucap Elder Feng dengan suara yang penuh tekad, tubuhnya berdiri tegak sambil mengangkat tangan kanannya ke arah langit sebagai sumpah yang sakral.

"Kami akan menjaga rahasia ini dengan nyawa kami, karena masa depan sekte dan harapan untuk dunia persilatan yang lebih baik ada di tangan Nona Xiao Ling dan strategi Yang Mulia!" Lanjutnya dengan nada yang semakin lantang, membuat seluruh hadirin merasakan beban tanggung jawab yang sama.

"Kaisar Kegelapan... tapi dia adalah cahaya yang menerangi jalan hidupku," Pikir Xiao Ling sambil menatap lelaki tampan itu dengan cinta yang semakin mendalam.

Setelah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari para tetua, Ye Chen segera menyusun rencana pelatihan yang rinci. Dia memutuskan bahwa pelatihan akan dilakukan di sebuah gua tersembunyi yang terletak di bagian terdalam dari pegunungan Sekte Tianmo yaitu Gua Kutukan Naga Hitam. Tempat ini dikenal sebagai salah satu tempat paling keras dan penuh energi gelap di seluruh wilayah sekte, tempat yang biasanya hanya digunakan untuk melatih ahli-ahli tingkat tertinggi yang telah memiliki dasar kekuatan yang sangat kuat.

"Gua Kutukan Naga Hitam adalah tempat yang tepat untuk pelatihan ini," Ucap Ye Chen dengan suara yang penuh kepastian, sambil mengarahkan pandangannya ke arah pegunungan yang tandus dengan tebing-tebing curam yang menjulang tinggi.

"Di dalam gua tersebut, terdapat berbagai jenis energi gelap yang sangat kuat yang bisa membantumu untuk mengendalikan energi sucimu dengan lebih baik dan menyatukannya dengan aliran energi alam semesta yang ada di sekitar kita." Lanjutnya dengan nada yang semakin serius, sementara mereka melanjutkan langkah kaki menuruni jalan setapak yang sempit menuju lokasi gua.

"Namun, kamu harus ingat bahwa energi-energi itu juga sangat liar dan tak terkendali energi tersebut bisa dengan mudah menguasai jiwa siapa pun yang tidak memiliki tekad yang cukup kuat, atau tidak diawasi dengan cermat selama proses pelatihan." Serunya dengan suara yang sedikit lebih berat, sambil melihat sekeliling pada pepohonan yang jarang dan angin yang menusuk menyelinap melalui celah-celah batu.

"Kita akan memasuki wilayah yang jarang sekali ditempati oleh anggota sekte hanya beberapa ahli tingkat tertinggi yang pernah menginjakkan kaki di sini, bahkan sebagian dari mereka tidak pernah kembali dengan kondisi yang utuh." Lanjut Ye Chen, sambil mengangkat tangan untuk menunjukkan sebuah formasi kecil yang terpampang di batu dekat jalur mereka.

"Lihatlah," Ucap Ye Chen dengan suara yang penuh makna, tangannya mengarah perlahan ke arah batu besar yang berdiri kokoh di sisi jalan setapak, permukaannya terpampang ukiran rumit yang membentuk pola seperti sisik naga.

"Formasi penjaga yang terukir di batu itu adalah saksi bisu dari banyaknya yang pernah mencoba memasuki gua namun gagal menguasai energi gelap di dalamnya." Lanjutnya dengan nada yang semakin berat, matanya memperhatikan setiap lekukan ukiran pada batu dengan cermat.

"Banyak dari mereka adalah pejuang yang kuat dengan kekuatan fisik yang mengesankan beberapa bahkan telah mencapai tingkat ahli yang hanya bisa diraih oleh sedikit orang. Mereka berpikir kekuatan fisik sudah cukup untuk mengendalikan segala sesuatu yang ada di dalam gua. Namun mereka melupakan bahwa energi gelap tidak hanya menguji kekuatan tubuhmu, tapi juga menguji kekuatan jiwa dan tekad seseorang. Mereka berpikir kekuatan fisik sudah cukup, tapi melupakan bahwa energi gelap juga menguji kekuatan jiwa dan tekad seseorang yang sebenarnya!" Serunya dengan nada yang sedikit meninggi, sambil menginjakkan kaki kirinya dengan tegas di tanah yang penuh dengan reruntuhan batu.

"Jadi ingatlah baik-baik ketika kita memasuki gua nanti, kamu harus selalu mengingat hal ini. Energi gelap tidak akan pernah bisa dikendalikan hanya dengan kekuatan fisik semata, karena ia juga menguji kekuatan jiwa dan tekad seseorang!" Pungkasnya dengan tatapan yang penuh perhatian, sambil meraih tangan Xiao Ling dengan lembut.

"Yang Mulia, apakah energi gelap di dalam gua itu benar-benar bisa menyatu dengan energi suci yang kumiliki? Bukankah ada risiko mereka saling bertentangan dan merusak tubuhku?" Tanyanya dengan nada yang penuh kekhawatiran namun tetap tenang.

"Itulah yang membuat tempat ini begitu cocok, energi gelap di dalam gua memang memiliki sifat yang sangat kuat dan terkadang ganas, tapi justru melalui konflik dan penyatuan itulah energi sucimu akan menjadi lebih kokoh." Jawab Ye Chen dengan senyum tipis yang menunjukkan keyakinannya.

"Kita tidak akan hanya membiarkanmu menyerap energi sembarangan aku sendiri akan mengawasi setiap tahapan pelatihan, dan Elder Yan akan siap siaga jika ada tanda-tanda ketidakseimbangan." Lanjutnya dengan menunjuk ke arah kejauhan, di mana asap tipis masih tampak mengelilingi puncak bukit.

"Selain itu, energi gelap di dalam gua juga memiliki sifat khusus yang bisa membantumu memahami bagaimana cara menggunakan energi suci untuk menstabilkan aliran energi gelap di alam bukan hanya menyembuhkan, tapi juga mengendalikan apa yang ada di sekitar kita. Namun, sekali lagi aku harus mengingatkanmu, jika pada saat apapun kamu merasa bahwa jiwamu mulai goyah atau tubuhmu tidak mampu menahan lagi, jangan ragu untuk memberitahuku. Pelatihan yang terlalu dipaksakan hanya akan membawa kerusakan permanen, dan itu bukan tujuan kita." Sambungnya dengan nada yang semakin tegas

"Aku memahami sepenuhnya, Yang Mulia. Aku tidak akan memaksakan diri jika merasa tidak mampu, tapi juga tidak akan mudah menyerah hanya karena merasa sedikit kesulitan." Serunya dengan suara yang jelas dan mantap, membuat Ye Chen mengangguk dengan senyum yang penuh cinta dan kagum.

Xiao Ling mengangguk dengan penuh pemahaman. Dia melihat sekeliling pada pemandangan pegunungan yang tandus dan ganas di sekitarnya. Pohon-pohon yang jarang dan kerdil memberikan kesan suram, sementara batu-batu besar yang menjulang tinggi seolah menjadi penjaga yang tak kenal lelah. Meskipun suasana sekitarnya sangat mengerikan, hati Xiao Ling merasa tenang dan penuh keyakinan. Dia tahu bahwa dia tidak sendirian – Ye Chen akan selalu ada untuknya.

Ketika mereka tiba di depan gua yang sangat besar dengan mulut gua yang berbentuk seperti rahang naga yang terbuka lebar, beberapa tetua sudah menunggu di sana. Di antaranya adalah Elder Feng dan juga Elder Yan, seorang ahli formasi dan energi yang sangat terkenal di sekte. Mereka telah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pelatihan, termasuk berbagai jenis obat mujarab untuk menyembuhkan luka dan menstabilkan energi dalam tubuh Xiao Ling jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Yang Mulia, semua sudah siap seperti yang diperintahkan, formasi perlindungan sudah dipasang di sekitar gua untuk mencegah energi gelap keluar dan mengganggu lingkungan sekitar. Selain itu, kami juga telah menyiapkan stok makanan dan air yang cukup untuk beberapa minggu ke depan jika pelatihan membutuhkan waktu yang lama.” Ucap Elder Yan dengan hormat kepada Ye Chen.

“Sebelum kita memulai, ada satu hal yang harus kutunjukkan padamu,” katanya dengan suara yang sedikit lebih lembut. Dia kemudian menunjukkan sebuah formasi besar yang terukir di lantai bagian dalam gua, tepat di tengah ruangan yang luas. Formasi itu terdiri dari berbagai simbol dan pola yang kompleks yang membentuk pola seperti bintang delapan dengan sebuah batu giok hitam di tengahnya.

“Ini adalah Formasi Reinkarnasi Ilusi, sama seperti formasi yang pernah aku gunakan ketika melatih beberapa ahli di Sekte Langit. Namun, versi yang ada di sini jauh lebih kuat dan jauh lebih berbahaya. Formasi ini akan membuatmu mengalami ilusi yang sangat nyata yaitu ilusi tentang masa lalu, masa kini, dan bahkan masa depan yang mungkin terjadi. Di dalam ilusi itu, kamu akan menghadapi semua ketakutan terbesarmu, semua kesalahan masa lalumu, dan semua pilihan sulit yang mungkin kamu hadapi di masa depan.” Jelas Ye Chen sambil mengelilingi formasi itu.

“Di dalam formasi ini, waktu akan berjalan dengan kecepatan yang berbeda. Satu hari di dunia nyata bisa menjadi satu bulan atau bahkan satu tahun di dalam ilusi. Kamu akan mengalami berbagai macam cobaan yang sangat keras mulai dari pertempuran dengan musuh yang kuat hingga menghadapi pilihan yang bisa membuatmu harus memilih antara hidup dan mati, antara cinta dan kewajiban. Kamu harus ingat bahwa semuanya hanya ilusi, tapi rasa sakit dan kesusahan yang kamu rasakan akan sangat nyata. Bahkan ada kemungkinan bahwa jiwamu akan terjebak di dalam ilusi jika kamu tidak memiliki tekad yang cukup kuat untuk keluar.” Lanjut Ye Chen dengan suara yang semakin serius

Mendengar hal itu, wajah para tetua yang ada di sekitarnya menunjukkan rasa kekhawatiran yang jelas. Mereka tahu betapa berbahayanya formasi tersebut. Beberapa dari mereka bahkan pernah melihat orang yang tidak mampu keluar dari ilusi dan akhirnya menjadi gila atau bahkan mati karena jiwanya hancur berkeping-keping. Namun, ketika mereka melihat wajah Xiao Ling yang tetap tenang dan penuh tekad, mereka tidak bisa tidak merasa kagum.

“Apakah kamu masih yakin ingin melanjutkannya?” Tanya Ye Chen dengan penuh perhatian, ingin memastikan bahwa gadis itu benar-benar memahami risiko yang akan dihadapinya.

“Ya, Yang Mulia. Aku sudah siap. Aku tahu bahwa ini akan sangat sulit, tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan menjalani semua cobaan ini dengan segenap kekuatan yang kumiliki.” ucap Xiao Ling dengan suara yang mantap dan jelas, tubuhnya berdiri tegak sambil menatap langsung ke mata Ye Chen dengan pandangan yang penuh keyakinan.

“Silakan masuk ke tengah formasi dan duduk bersila di atas batu giok hitam itu, tutup matamu dan fokus pada napasmu. Biarkan energi formasi menyatu dengan tubuhmu. Jangan berusaha melawan atau menolak energi itu biarkan saja ia masuk ke dalam dirimu dan lakukan apa yang harus ia lakukan.” Perintah Ye Chen kepada Xiao Ling dengan suara yang tenang namun penuh perhatian.

Xiao Ling mengikuti instruksi Ye Chen dengan cermat. Dia berjalan dengan tenang ke tengah formasi dan duduk bersila dengan benar di atas batu giok yang dingin. Setelah merasa nyaman, dia menutup mata dan mulai fokus pada napasnya, mengikuti teknik pernapasan yang dia pelajari di Sekte Lembah Bunga Suci untuk menenangkan pikiran dan tubuhnya. Begitu Xiao Ling menutup mata dan fokus pada pernapasannya, formasi tersebut mulai bekerja dengan kekuatan penuh. Cahaya merah keemasan yang berasal dari simbol-simbol mulai menyelimuti tubuhnya secara perlahan. Energi gelap dari gua mulai mengalir ke arahnya seperti sungai yang deras, masuk ke dalam tubuhnya melalui setiap pori-porinya. Pada awalnya, dia merasakan sensasi dingin yang menusuk ke dalam tulang dan sumsum tulangnya, namun segera diikuti oleh sensasi panas yang luar biasa seolah tubuhnya sedang terbakar. Di luar formasi, Ye Chen dan para tetua mengawasi perkembangan Xiao Ling dengan sangat cermat. Mereka bisa melihat bagaimana tubuh gadis itu mulai bergetar karena energi yang masuk ke dalamnya, sementara keringat dingin mulai muncul di dahinya. Wajahnya yang biasanya putih bersih kini mulai berubah warna antara merah karena panas dan biru karena energi gelap yang masuk.

“Energinya sangat kuat, Kita harus siap siaga setiap saat. Jika ada tanda-tanda bahwa dia tidak mampu bertahan, kita harus segera menghentikan formasi ini meskipun itu akan menyebabkan kerusakan pada formasi itu sendiri.” Bisik Elder Yan dengan suara yang penuh kekhawatiran.

"Kamu paham kan, Elder Feng? Formasi ini telah kita persiapkan selama bertahun-tahun, tapi nyawa dan keselamatan Nona Xiao Ling jauh lebih berharga daripada semua yang ada di dalam gua ini!" Bisik Elder Yan dengan suara yang penuh kekhawatiran namun tetap tegas, matanya tidak pernah lepas dari formasi yang mulai menyala dengan intensitas yang semakin meningkat.

"Aku mengerti sepenuhnya, Elder Yan. Aku sudah siap untuk mematikan sistem energi kapan saja jika diperlukan bahkan jika itu akan menghabiskan seluruh cadangan energi yang kita miliki." Serunya dengan suara yang penuh komitmen, sambil mengawasi setiap perubahan pada energi yang mengelilingi Xiao Ling.

"Energinya sangat kuat, bahkan aku bisa merasakan getarannya menusuk hingga ke dalam tulang belakangku. Kita tidak bisa mengambil risiko sedikit pun jika ada sesuatu yang salah, kita harus bertindak tanpa ragu!" Sambung Elder Yan dengan suara yang semakin rendah

"Kita harus segera menghentikan formasi ini meskipun itu akan menyebabkan kerusakan pada formasi itu sendiri," Pungkasnya dengan tatapan yang penuh kepastian, sambil mengatur posisi tubuhnya untuk siap bertindak kapan saja.

Ye Chen mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari Xiao Ling. Matanya yang tajam menunjukkan perhatian yang luar biasa, sementara tangannya siap untuk mengeluarkan energi jika diperlukan untuk menyelamatkan gadis itu. Dia tahu bahwa risikonya sangat besar, tapi dia juga percaya penuh pada kemampuan dan tekad Xiao Ling. Dia tahu bahwa gadis itu memiliki potensi yang luar biasa jika bisa melewati semua cobaan ini. Di dalam formasi, Xiao Ling mulai memasuki dunia ilusi yang sangat nyata. Pertama-tama, dia menemukan dirinya berada di Sekte Lembah Bunga Suci yang dia kenal dengan baik. Namun, sesuatu yang berbeda ada di sana semua orang di sekte itu melihatnya dengan mata penuh kebencian dan penghinaan. Mereka menyebutnya sebagai pengkhianat yang telah memilih untuk bergabung dengan Sekte Iblis, sebagai wanita yang telah mencuri kehormatan sekte dengan berselingkuh dengan Kaisar Kegelapan.

“Kamu adalah aib bagi kita semua! Kita telah mengajarmu segala sesuatu tentang kebaikan dan kesucian, namun kamu memilih untuk jatuh ke dalam kegelapan! Kamu tidak layak lagi menjadi bagian dari sekte ini!” Teriak seorang senior yang dulu sangat menyayanginya.

"Kita telah memberikanmu semua yang terbaik mulai dari pelatihan khusus hingga akses ke buku-buku rahasia yang hanya bisa dilihat oleh anggota sekte tingkat tinggi. Namun kamu telah menghianati semua itu!" Serunya dengan nada yang menusuk, membuat hati sang pemuda itu semakin terluka.

"Aku tidak pernah bermaksud untuk menjadi seperti ini, aku hanya ingin menjadi lebih kuat cukup kuat untuk melindungi orang-orang yang saya sayangi. Tapi energi gelap itu terlalu kuat, aku tidak bisa mengendalikannya lagi..." Lanjutnya dengan suara yang lemah, sementara cahaya energi gelap mulai mengelilingi tubuhnya.

"Kamu tidak hanya menghianati ajaran sekte, tapi juga menghianati dirimu sendiri! Kita telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk membangun reputasi sekte yang baik, namun kamu dengan mudah merusaknya hanya karena ingin kekuatan semata!" Sambung senior itu dengan nada yang penuh kemarahan.

"Kamu tidak layak lagi berada di sini kamu harus pergi dan tidak pernah kembali ke sekte kita!" Serunya dengan suara yang semakin tinggi, sementara beberapa ahli mulai mengeluarkan senjata mereka siap menghadapi jika ada yang salah.

"Kita tidak akan pernah menerima kembali seseorang yang telah gagal menguasai energi dan memilih jalan kegelapan yang salah! Serunya dengan suara yang penuh keyakinan, sementara para ahli mulai menggerakkan formasi mereka siap untuk menghadapi jika ada tanda-tanda kekerasan dari sosok muda itu.

"Tetapi ingat, jika kamu benar-benar menyadari kesalahanmu dan ingin memperbaiki diri, ada jalan lain yang bisa kamu tempuh. Namun itu bukanlah pilihan yang mudah kamu harus siap untuk menjalani ujian yang lebih sulit dari yang pernah kamu bayangkan." Tambah salah satu tetua yang lebih muda

"Aku mengerti... aku telah gagal semua orang. Aku hanya ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi yang kusayangi, tapi aku terlalu terburu-buru dan melupakan ajaran yang telah diberikan." Serunya dengan suara yang penuh penyesalan, sementara energi gelap mulai perlahan menghilang dari tubuhnya.

"Aku tidak layak berada di sini lagi. Aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali untuk memberatkan sekte ini lagi," Pungkasnya dengan suara yang penuh keputusasaan.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!