NovelToon NovelToon
Beyond The Contract

Beyond The Contract

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Agatha soul

Akibat jebakan obat di malam perjamuan, Aruna berakhir di ranjang bos besarnya yang dingin, Adrian. Namun, sebuah garis dua di testpack mengubah segalanya. Batasan profesional di atas kertas itu perlahan runtuh saat seorang anak kecil—buah cinta kandung dari malam penuh skandal itu—hadir di antara mereka, memaksa hubungan ini berjalan jauh melampaui batasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agatha soul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

POV ARUNA

Aku tidak pernah menyangka malamku akan berubah menjadi mimpi buruk yang paling mengerikan.

Malam itu, aku sedang bersiap-siap untuk tidur, hanya mengenakan tank top hitam dan celana pendek kain yang nyaman. Namun, keheningan kamarku mendadak pecah saat pintu depan digedor dengan brutal, disusul suara hantaman keras. Sebelum aku sempat mengunci pintu kamar, sosok Raka sudah berdiri di sana.

Bau alkohol yang menyengat langsung memenuhi ruangan. Matanya merah, tatapannya liar dan sama sekali tidak seperti Raka yang kukenal. Dia mabuk berat.

"Raka? Kamu ngapain ke sini malam-malam begini? Kamu mabuk ya?!" ujarku, melangkah mundur dengan rasa takut yang mulai menjalar. "Keluar, Ka! Gak sopan!"

Bukannya keluar, Raka malah menyeringai menyeramkan. "Gak sopan lo bilang? Lo itu pacar gue, Aruna! Tapi belakangan ini lo selalu ngejauh dari gue dengan alasan sibuk!"

Tanpa aba-aba, Raka maju dan langsung mencengkram kedua pergelangan tanganku. Dia mendorong tubuhku dengan kasar ke atas kasur. Aku menjerit histeris saat dia mulai menindih badanku, mencoba menciumku dengan paksa sementara tangan kasarnya meraba-raba dengan brutal.

"Raka, lepas!! Lo gila ya?! Sadar, Ka! Tolong!!!" teriakku sekuat tenaga, air mata langsung tumpah membasahi pipiku.

Rasa takut, jijik, dan panik bercampur jadi satu. Raka benar-benar kehilangan akal sehatnya malam ini, dia mau meniduriku. Saat tangan Raka beralih hendak merobek tank top-ku, aku menggunakan sisa seluruh kekuatanku untuk mengayunkan kaki, menendang bawahnya sekeras mungkin.

"Akh!" Raka mengerang kesakitan dan tubuhnya langsung terjerembab ke samping.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, aku langsung merangkak turun dari kasur, berlari secepat yang aku bisa keluar dari kontrakan tanpa mempedulikan penampilanku lagi. Aku bahkan tidak sempat memakai alas kaki. Aku hanya tahu aku harus lari menyelamatkan diri.

"Aruna! Kurang ajar lo ya! Sini lo!!" teriakan kemarahan Raka menggema dari belakang, terdengar suara langkah kakinya yang berat mulai mengejarku keluar gang.

Aku berlari kencang menembus kegelapan gang, napas habis, kaki perih bergesekan dengan kerikil tajam. Air mataku terus mengalir mengaburkan pandangan. Aku hanya fokus pada cahaya lampu jalan raya di ujung gang depan.

Begitu kakiku menginjak aspal jalan raya utama, sebuah lampu sorot mobil yang sangat terang tiba-tiba menyilaukan mataku dari arah samping.

Sreeeeett!!!

Bunyi decitan ban yang bergesekan brutal dengan aspal terdengar sangat memekakkan telinga. Aku memejamkan mata erat-erat, mengira tubuhku akan terpental dihantam kendaraan itu. Namun, mobil sedan hitam mewah itu berhasil berhenti tepat beberapa sentimeter di depanku.

Badanku gemetar hebat, dadaku naik turun karena syok dan ketakutan yang luar biasa. Aku melangkah mundur perlahan, mengira pengemudi mobil itu akan keluar dan memarahiku habis-habisan.

Namun, begitu pintu kemudi terbuka dan sesosok pria bertubuh tinggi tegap melangkah keluar di bawah temaram lampu jalan, jantungku terasa berhenti berdetak.

Pak Adrian.

Melihat wajah bos besarku yang dingin itu berdiri di sana, aku tidak merasakan takut lagi. Justru di mataku, dia seperti malaikat penolong yang dikirim Tuhan di tengah malam mencekam ini. Rasa panik karena kejaran Raka membuatku melupakan semua batasan antara atasan dan bawahan.

Dengan sisa tenaga yang kupunya, aku langsung berlari kecil menghampirinya. Sebelum dia sempat mengucapkan sepatah kata pun, aku langsung mencengkram erat lengannya. Aku menyembunyikan tubuhku di balik punggung tegapnya yang terasa kokoh, menjadikan badannya sebagai tameng pelindungku.

"Pak... Pak Adrian... t-tolong saya, Pak..." bisikku parau di sela tangis yang pecah, mencengkram lengannya semakin erat sampai jemariku memutih. "Raka... Raka mengejar saya, Pak..."

Dari balik punggung Pak Adrian, aku bisa mendengar suara langkah kaki Raka yang terengah-engah baru saja keluar dari mulut gang.

"Aruna!! Sini lo! Berani-beraninya lo lari dari gue!"

Suara bentakan Raka yang serak dan kasar memecah keheningan jalan raya. Dia berjalan sempoyongan keluar dari mulut gang, napasnya memburu dengan tatapan mata yang liar akibat pengaruh alkohol. Begitu melihatku bersembunyi di balik punggung Pak Adrian, wajah Raka semakin merah padam karena amarah.

"Aruna! Balik lo ke rumah sekarang! Gak usah sok cari pembelaan ya!" teriaknya lagi sambil menunjuk-nunjuk ke arahku.

Aku semakin mempererat cengkramanku pada Pak Adrian. Tubuhku gemetar hebat di balik punggung tegapnya. Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat, menatap Raka dengan tatapan penuh ketakutan dan air mata yang terus mengalir. Aku benar-benar tidak mau kembali ke tempat itu lagi.

Pak Adrian tidak bergerak satu milimeter pun dari posisinya. Dia tetap berdiri kokoh menyembunyikan tubuhku di balik badannya. Aura di sekitar kami mendadak berubah menjadi sangat dingin dan mencekam saat Pak Adrian menatap lurus ke arah Raka.

"Kamu siapa?" tanya Pak Adrian. Suaranya terdengar sangat rendah, datar, namun sarat akan penekanan yang mengintimidasi.

Raka yang otaknya sudah tumpang tindih karena mabuk tidak menyadari dengan siapa dia sedang berhadapan. Dia justru terkekeh sinis, maju beberapa langkah dengan angkuh dan menatap Pak Adrian dengan pandangan meremehkan.

"Gak usah kepo lo! Gue pacarnya! Ini urusan hubungan kita berdua, jadi mendingan lo yang gak tahu apa-apa gak usah ikut campur! Pergi lo dari sini sebelum lo yang gue bikin babak belur!" tantang Raka dengan nada sombong, mencoba sok jagoan di depan pria yang tingginya bahkan satu kepala di atasnya.

Mendengar ucapan sombong Raka, aku bisa merasakan otot-otot di punggung Pak Adrian menegang seketika. Tanganku yang mencengkram lengannya bisa merasakan perubahan emosi pria itu yang sangat drastis.

Melihat aku yang terus bersembunyi, Raka semakin gelap mata. Dia melangkah maju dengan cepat, mengabaikan tatapan mematikan dari pria di depanku. Tangannya yang kasar tiba-tiba menjulur, mencengkram pergelangan tanganku dengan kuat dan menariknya paksa agar aku terlepas dari belakang punggung Pak Adrian.

"Aw! Lepas, Raka! Sakit!" jeritku panik.

Namun, belum sempat Raka menarikku lebih jauh, pergelangan tangan Raka langsung dicengkeram balik oleh Pak Adrian. Hantaman cengkeraman Pak Adrian begitu kuat dan bertenaga, membuat gerakan Raka terkunci seketika di udara.

Raka meringis kesakitan, tapi gengsi dan alkohol membuatnya tetap mencoba berlagak tangguh. Dia menatapku dengan sorot mata mengancam.

"Aruna! Gak usah sok kecentilan minta bantuan ke orang asing jalanan kayak dia!" bentak Raka, napasnya yang bau alkohol berhembus kasar. "Sini lo! Pulang!"

"Enggak mau!" teriakku histeris, air mataku makin deras mengalir. Di tengah rasa takut yang memuncak, aku mendongak menatap profil samping wajah Pak Adrian, lalu kembali menatap Raka dengan keberanian yang tersisa. "Aku mau sama pak Adrian!"

Raka sempat tertegun mendengar ucapanku, tapi sedetik kemudian dia justru tertawa sinis, meremehkan kata-kataku habis-habisan.

Matanya melirik mobil mewah di pinggir jalan, lalu beralih menatap pakaian minimku dengan pandangan menjijikkan. "Zaman sekarang gak ada yang namanya bantuan gratisan! Cowok kayak dia mana mau repot-repot belain lo tengah malam begini kalau gak ada maunya? Palingan dia juga cuma mau manfaatin tubuh lo doang!”

PLAK!

1
Alia Chans
Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat thor nulisnya😍
Agatha soul: terima kasih 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!