💸Sugar Mommy Online💸
Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.
Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.
Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~
***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Dia Itu Penipu!!
Awalnya David sedikit terperangah saat melihat penampilan perempuan di depannya begitu berbeda jauh dari Nona Zhu Lusi Arsena yang dia kenal. Namun saat melihat jama tangan Graff Diamonds Hallucination yang di pakainya, dia tidak memiliki keraguan lagi.
"Kamu tidak perlu menyambutku seperti itu David" ucap Lusi dengan senyum tipis.
"Tidak, anda adalah pelanggan tingkat tinggi Adibusana Jewelry. Sudah sepantasnya saya menyambut anda seperti ini"
Lusi melirik nya aneh, namun tidak lagi membicarakan nya. "Apakah kamu bisa memberikan ku rekomendasi jam tangan pria?"
"Ah tentu saja..." David pun mengeluarkan satu persatu jam tangan pria yang paling bagus
Mereka duduk di sofa yang berbeda, seorang karyawan dengan pengertian memberikan teh dan camilan. Membuat Lusi tidak terlalu bosan mendengar kan penjelasan nya.
Setelah beberapa lama memilih, akhirnya pilihan Lusi jatuh pada jam tangan merek Richard Mille yang merupakan salah satu merek jam tangan mewah paling terkenal di dunia. Berbeda dengan banyak merek jam tangan mewah yang mengutamakan desain klasik, Richard Mille lebih dikenal dengan desain modern, sporty, dan teknologi tinggi.
Bentuk casing khas menyerupai tong membuatnya mudah dikenali. Sebagian besar jam tangannya menggunakan material premium seperti titanium, karbon TPT, dan safir kristal yang biasa digunakan dalam industri penerbangan dan balap.
Jam tangan ini tidak memiliki kemewahan mencolok seperti berlian yang memenuhi seluruh permukaan. Namun saat menatap nya Lusi jadi teringat akan laki-laki yang memiliki sikap elegan dan maskulin, seperti Rayyan... Mungkin.
Jadi itu alasan Lusi membeli Richard Mille?
No!!
Alasan paling besar nya adalah karena semua jam tangan yang di keluarkan David adalah jam tangan paling mahal yang harga nya lebih dari 1 juta dolar. Beberapa juga berada di bawah 1 juta dolar, namun bentuk nya tidak sesuai dengan selera nya.
Dan Richard Mille inilah yang paling cocok, 900 ribu dolar saja atau sekitar 16 miliar 200 juta.
Lusi tentu memiliki lebih dari 1 juta dolar, namun menghabiskan miliaran uang untuk sebuah jam tangan? Tidak mau lagi, ini juga dia sedikit terpaksa karena tuntutan misi-- karena setelah membeli beberapa barang yang disukainya, dia tidak tahu lagi harus membelanjakan nya untuk apa.
Jadi menghambur-hamburkan uang untuk jam tangan di Adibusana Jewelry adalah pilihan paling bagus.
Sementara itu, sosok di sebrang tidak memiliki wajah yang baik.
Pertama kali melihat Lusi, Kylan sudah merasa familiar. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya dia ingat jika itu adalah perempuan yang memiliki jam tangan Graff Diamonds Hallucination.
Kylan hampir tidak bisa melupakan nya, bukan karena dia sangat menginginkan jam tangan itu. Melainkan setelah pulang dari Adibusana Jewelry, karena sangat kesal keinginan tidak di kabulkan Kakak nya dia mengadu pada Ayahnya... Alhasil Kakek nya mendengar hal itu dan dia langsung di marahi sekaligus mendapatkan hukuman dari Kakek nya--- Kartu nya di sita selama tiga hari.
Jadi, saat dia tahu jika Lusi adalah perempuan pemilik Graff Diamonds Hallucination. Matanya langsung berkilat penuh amarah.
Adi melihat Kylan terus menatap perempuan itu, sama dengan Kylan, dia hampir tidak mengenal nya. Namun setelah pengamatan beberapa saat dia akhirnya mengenalnya. Lusi!!
Dia sempat terpesona oleh visual nya yang seperti gadis awal dua puluhan. Namun segera menyadarkan diri, dia melirik Kylan yang terlihat memiliki hubungan dengan Lusi.
Adi menaikan alisnya penasaran, merasa mungkin Kylan juga membutuhkan informasi tentang Lusi. Adi akhirnya tersenyum senang-- memiliki pembicaraan dengan nona muda Wiranta.
Sesaat kemudian, saat Lusi masih berbicara dengan David. Tiba-tiba terdengar suara sepatu yang beradu dengan lantai-- terdengar nyaring, suara itu mengarah kepada tempatnya.
David bersamaan dengan dua karyawan di sana menoleh.
"Penipu! Dia itu sebenarnya adalah penipu!!" Suara Kylan terdengar biasa saja, namun memberikan penekanan yang kasar.
David segera berdiri, "Nona Kylan? Apa maksud anda?" Tentu saja David bukan bertanya karena terhasut meragukan Lusi, melainkan menanyakan etika dari ucapan Kylan.
Kylan sendiri melihat wajah dingin David, seolah tidak suka jika dia mengatakan Lusi itu penipu. "Itu benar tuan David, di Lusi! Sebenarnya hanyalah orang miskin!" Teriak Kylan, di tambah perasaan sebelum nya yang di tahan, emosi nya kini meledak khas nona manja yang arogan.
"Kylan!!!" Sebelum David sempat berkata apa-apa, suara berat seorang laki-laki sudah menyerukan namanya.
Kaylopso atau Kay berjalan mendekati Kylan, wajahnya terlihat dingin entah itu marah atau memang sudah stelan nya. Namun dia benar-benar terkejut, sebelum nya Kylan meminta nya untuk datang menjemput di Mall toko Adibusana.
Namun yang pertama di lihatnya, adiknya sedang bertengkar dengan tuan David. Tuan David juga meskipun tidak sehebat keluarga Wiranta, namun memiliki pengaruh di dunia perhiasan.
Dengan sifat adiknya, dia tahu mungkin Kylan telah menyinggung nya.
"Kak, ini bukan salahku. Aku hanya memberi tahu tuan David jika Lusi adalah orang miskin! Dia tidak akan mampu membayar nya!" Bela Kylan.
"Orang mampu atau tidak mampu membayar itu bukan urusan mu Kylan, minta maaf!"
"Kak! Aku hanya tidak ingin tuan David di tipu!"
Kay mengerutkan keningnya, dia tidak tahu mengapa adiknya ini begitu bersikeras. Dia lalu menghadap David dan melihat Lusi-- perempuan yang di maksud.
"Tuan Kay, lama tidak bertemu"
Kaya mengerutkan dahinya, tidak mengenali sosok perempuan cantik di hadapan nya ini.
Lusi tersenyum. "Anda tidak mengenali saya. Saya Zhu Lusi Arsena, bulan lalu anda memberikan kartu nama anda kepada saya."
Kaya tidak bergeming, dia menatap Lusi selama beberapa detik hingga akhirnya mengingat nya. Dia memiliki keterkejutan dan perasaan tidak menyangka dalam hatinya.
"Nona Lusi, maaf tidak mengenal anda"
Lusi tersenyum tipis, "bisa di mengerti"
"Kak! Dia itu penipu!" Seru Kylan semakin marah melihat Kakak nya malah berbasa-basi dengan Lusi.
"Diam!!" Bicaranya pelan namun penuh penekanan.
"Nona Lusi, maafkan adik saya"
Bicara tentang adik Kay-- yaitu Kylan. Pandangan Lusi menjadi datar, dia tersenyum dingin. Tidak berbicara lagi pada Kay, namun mengeluarkan sesuatu dari tas nya.
"Gesek ini"
Mata dia dalam ruangan itu seketika membolak terkejut, terutama teman-teman Kylan yang telah termakan omongan.
"I-itu blackcard!"
"Jika miskin, tidak mungkin memiliki Blackcard kan!"
Bisik-bisik tetangga membuat Kylan seketika termangu. "T-tidak... Tidak mungkin"
David mengangguk hormat, lalu menggesek kartu nya dan tanpa keraguan lagi tentu saja itu berhasil.
Lusi menatap dingin Kylan. "Nona muda Wiranta, anda harus menyaring informasi yang anda dapatkan. Jangan terlalu percaya dengan kabar burung." Ucapnya dingin, lalu mengambil kartu hitam nya dan paperbag yang berisi jam tangan kemudian pergi tanpa kata.
...
Like dan komentar~
semangat terus ya~~~😋😋😋
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/