Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.
Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.
Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Tubuh Arga menembus permukaan laut yang dingin dan langsung tenggelam ke dalam kegelapan.
Suhu air di sekitarnya terasa sangat menusuk tulang pada detik pertama dia masuk.
Namun Trisula Penakluk Ombak di tangan kanannya tiba-tiba memancarkan cahaya hijau kebiruan yang sangat terang.
Cahaya itu membentuk sebuah selubung energi tipis berbentuk gelembung yang menutupi seluruh tubuh Arga.
Arga membuka matanya perlahan di dalam air dan menyadari bahwa dia sama sekali tidak merasa sesak napas.
Udara di dalam selubung energi itu terasa sangat segar seperti udara pagi di pegunungan.
'Gila, pusaka ini beneran bikin gue jadi manusia ikan,' batin Arga menatap takjub ke sekelilingnya.
Arga mencoba menggerakkan kaki dan tangannya di dalam air laut yang pekat tersebut.
Peningkatan Fisik Tingkat Dasar miliknya membuat setiap kayuhan tangannya menghasilkan dorongan yang luar biasa kuat.
Dia meluncur turun menuju kedalaman laut dengan kecepatan yang menyamai seekor lumba-lumba.
Cahaya dari trisula di tangannya menerangi jarak pandang hingga radius dua puluh meter ke depan.
Semakin dalam Arga menyelam, tekanan air di sekitarnya seharusnya bisa menghancurkan organ dalam manusia biasa.
Namun selubung energi dari trisula itu menahan semua tekanan maut tersebut dengan sempurna.
"Sistem, arahkan gue ke lokasi ikan mitos yang bawa lari umpan mutiara tadi," perintah Arga di dalam kepala.
"Target berada tepat seratus meter di bawah posisi Host saat ini," jawab sistem memunculkan panah penunjuk arah di pandangan Arga.
"Target sedang bersembunyi di balik reruntuhan kuil kuno di dasar palung laut."
Arga mengangguk paham dan mempercepat kayuhan kakinya menuju arah yang ditunjukkan oleh sistem.
Beberapa menit kemudian, dasar palung laut yang dipenuhi oleh terumbu karang raksasa mulai terlihat.
Arga melebarkan matanya saat melihat deretan pilar batu kuno yang tertutup lumut laut berdiri kokoh di dasar samudra.
Ini adalah reruntuhan sebuah kuil peradaban masa lalu yang telah lama tenggelam ditelan oleh zaman.
Arga mendaratkan kedua kakinya di atas lantai batu kuil kuno itu dengan gerakan yang sangat ringan.
Dia berjalan mengendap-endap menyusuri pilar-pilar batu sambil memegang erat gagang trisulanya.
Dari balik sebuah altar batu yang hancur, pancaran cahaya pelangi dari Umpan Mutiara Pemanggil Mitos terlihat berkedip terang.
Arga mengintip dari balik pilar dan akhirnya melihat wujud asli monster yang telah mematahkan joran elitnya.
Itu adalah seekor ikan arwana raksasa yang panjang tubuhnya mencapai hampir lima meter.
Sisik ikan itu berwarna emas murni dan memancarkan aura gaib yang sangat menenangkan namun sekaligus penuh tekanan.
Di ujung mulut ikan raksasa itu masih tersangkut kail pancing Arga beserta sisa benang karbon yang putus.
"Host telah menemukan Arwana Emas Mitos penjaga palung laut," lapor sistem memecah kesunyian di dalam kepala Arga.
"Ikan ini sangat sensitif terhadap niat membunuh, Host harus menaklukkannya hidup-hidup untuk dimasukkan ke akuarium."
'Gimana caranya gue nangkep ikan segede bus mini ini hidup-hidup tanpa joran pancing?' tanya Arga merasa sedikit pesimis.
"Host dapat menggunakan Trisula Penakluk Ombak untuk memanipulasi arus air dan mengurung pergerakan target," saran sistem memberikan solusi taktis.
Arga menarik napas panjang di dalam gelembung udaranya dan memantapkan niatnya.
Dia melangkah keluar dari balik pilar batu dan menampakkan dirinya di hadapan ikan raksasa tersebut.
Ikan Arwana Emas Mitos itu langsung menoleh dan menatap Arga dengan sepasang mata bulatnya yang berwarna kuning menyala.
Ikan itu mengibaskan ekor raksasanya dan menciptakan arus air yang sangat kencang ke arah Arga.
Swosh.
Arus air itu menghantam selubung energi Arga dan membuatnya terseret mundur beberapa langkah ke belakang.
'Tenaganya gila banget padahal cuma ngibasin ekor doang,' batin Arga menahan keseimbangan tubuhnya.
Arga langsung mengangkat trisulanya tinggi-tinggi dan memusatkan pikirannya pada aliran air di sekitarnya.
Cahaya trisula itu menyala semakin terang merespon keinginan tuannya.
"Tahan dia sekarang," teriak Arga di dalam air mengayunkan trisulanya ke arah ikan raksasa tersebut.
Aliran air laut di sekitar reruntuhan kuil itu seketika memutar dan membentuk empat pilar pusaran air yang mengelilingi tubuh ikan arwana.
Ikan raksasa itu meronta-ronta panik mencoba menerobos dinding pusaran air tersebut.
Namun kekuatan Trisula Penakluk Ombak jauh lebih dominan dalam mengendalikan elemen air di wilayah ini.
Arwana Emas Mitos itu akhirnya terjebak di tengah pusaran air dan gerakannya menjadi sangat terbatas.
Arga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung melesat berenang mendekati kepala ikan raksasa itu.
Dia memutar trisulanya dan menggunakan bagian gagang bawahnya yang tumpul untuk memukul titik saraf di dekat insang ikan tersebut.
Bugh.
Pukulan telak itu membuat ikan raksasa tersebut langsung lemas dan kehilangan kesadarannya dalam sekejap.
Tubuh ikan arwana sepanjang lima meter itu mengambang diam di tengah pusaran air yang mulai mereda.
"Target berhasil dilumpuhkan dengan aman," konfirmasi sistem memunculkan pemberitahuan.
"Silakan sentuh tubuh target untuk memindahkannya ke dalam Akuarium Ekosistem Gaib di markas Host."
Arga berenang mendekat dan menyentuhkan telapak tangan kirinya ke sisik emas ikan yang terasa sangat halus tersebut.
Cahaya putih menyilaukan seketika membungkus seluruh tubuh ikan arwana raksasa itu.
Dalam hitungan detik, tubuh raksasa itu menyusut drastis menjadi seukuran lengan orang dewasa lalu menghilang ke dalam dimensi sistem.
"Proses pemindahan berhasil diselesaikan sepenuhnya," lapor sistem dengan nada mekanis yang memuaskan.
"Host telah mengaktifkan resonansi pasif Tingkat Keberuntungan Tinggi dari Arwana Emas Mitos."
Arga bisa merasakan tubuhnya menjadi jauh lebih ringan dan ada aura positif yang mengelilingi pikirannya.
'Akhirnya perjuangan gue nyebur ke laut sedalam ini gak sia-sia,' batin Arga tersenyum puas mencabut kail dan sisa benangnya yang tertinggal.
Dia berniat untuk segera berenang naik ke permukaan dan kembali ke kapalnya.
Namun Keterampilan Penilaian Barang Gaib miliknya tiba-tiba menangkap sebuah pancaran energi dari balik puing-puing altar utama kuil.
Arga berenang mendekati puing-puing batu tersebut dan menyingkirkan beberapa bongkahan karang menggunakan trisulanya.
Di bawah tumpukan karang itu terdapat sebuah akar tanaman laut yang bentuknya menyerupai batang besi hitam mengkilap.
"Sistem, barang rongsokan apa ini yang energinya sampai kedeteksi sama mata gaib gue?" tanya Arga menyentuh permukaan akar tersebut.
"Itu adalah Akar Karang Besi Abadi tingkat langka," jawab sistem menampilkan detail barang.
"Material ini memiliki elastisitas dan kekuatan yang jauh melebihi serat karbon modern, sangat cocok untuk dijadikan bahan dasar Joran Mythic."
Mata Arga langsung membesar karena masalah utamanya mengenai joran pancing akhirnya menemukan titik terang.
Dia segera memerintahkan sistem untuk menyimpan Akar Karang Besi sepanjang dua meter itu ke dalam ruang inventarisnya.
"Semuanya udah beres, saatnya pulang ke daratan," gumam Arga menjejakkan kakinya ke lantai batu kuil.
Arga melesat berenang naik ke atas menuju permukaan laut yang masih diterangi sinar matahari siang.