Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aneh
Malam harinya, Jevandra baru saja kembali dari kantornya. Dia tidak melihat istrinya disana datang untuk menyambut kepulangannya ke rumah, membuat dia berhenti di ujung tangga dan bertanya pada pelayan Rye.
"Dimana nyonya?" tanya Jevandra dengan suara dinginnya seperti biasa.
"Nyonya sudah tidur, tuan muda." jawab pelayan Rye yang mengetahui hal itu.
"Tidur? Ini bahkan masih jam 8 malam dan dia sudah tidur?" tanya-nya tak percaya.
Bagaimana bisa wanita itu sudah tidur bahkan masih awal seperti ini.
"Nyonya baru saja minum obat setelah makan malam tadi, tuan." jawab pelayan Rye lagi membuat Jevandra semakin penasaran di buatnya.
"Minum obat? Apa dia sakit? kenapa tidak menghubungiku langsung?" masih terus bertanya dan mencecar pelayan Rye dengan segudang pertanyaannya.
Pelayan Rye menatap Jevandra. Apa anak yang dia asuh sejak kecil ini tidak mengetahui kebenarannya?
"Nyonya terluka tuan. Pelipisnya terluka dan berdarah. Dokter sudah memeriksanya dan katanya luka itu akan kering dalam waktu berapa hari. Tapi katanya cukup dalam. Awalnya dokter menyarankan untuk di jahit, tapi nyonya tidak mau karena takut dengan jarum." jelas pelayan Rye membuat Jevandra melangkahkan kakinya kembali menuju kamarnya.
Dia berjalan ke arah dimana Diara tidur. Melihat wajah damai yang sedang terlelap membuatnya merasa sedikit bersalah.
Menyadari hal itu membuatnya langsung menggelengkan kepalanya. Baru dua bulan usia pernikahannya dengan Diara. Mana mungkin dia bisa melupakan dendam keluarganya?
Tangannya menggantung di udara, saat hampir sampai ke wajah cantik wanita yang sedang tertidur itu.
Tes...
Air mata Diara jatuh begitu saja. Bahkan dalam keadaan tertidur pun dia bisa menangis begitu.
Tidak ingin terus memikirkan wanita itu, Jevandra memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Namun, setelah selesai dia juga tidak bisa tidur. Bahkan hingga jam menunjukkan pukul 11 malam sia juga belum tidur. Hingga memutuskan mengangkat Diara ke tempat tidur.
Menyelimutinya, dan melibatkan bekas air mata itu. "Apa yang kau pikirkan hingga menangis dalam tidurmu?" tanya Jevandra setelah membawa Diara pergi ke tempat tidurnya.
Sedangkan dia memilih keluar, dan pergi ke Paviliun belakang. Menghirup udara segar malam ini. Dan melihat apakah Richard dan Rocky sudah sampai apa belum.
"Apa yang kau lakukan sebenarnya hingga membuat tuan muda memanggil ku kembali?" tanya Richard pada adik bungsu mereka.
Ya, R4 adalah bawahan Jevandra yang tidak memiliki keluarga dan rata-rata di bawanya dari lubang kesengsaraan.
"Aku tidak melakukan apapun, kak. Aku bersumpah." jawab Remi karena memang dia tidak melakukan kesalahan apapun.
"Lalu kenapa tiba-tiba tuan muda memanggil kami dan mengirimkan kak Roy ke Singapura?" kali ini Rocky yang bertanya.
"Tuan muda kesal dengannya." kali ini Roy yang menjawab karena sudah kepalang tanggung.
"Lihat saja wajah tampannya itu. Kalian akan tau kenapa tuan muda kesal." lanjut Roy menunjuk Remi dengan ujung matanya, membuat ketiga kakaknya juga ikut melihat ke arah adik bungsu mereka.
"Benar juga. Mungkin masalahnya ada di wajahmu." ujar Rocky pada adik bungsu mereka.
"Kenapa harus aku? Bukankah kak Roy juga tampan, kakak juga. Hanya kak Richard saja-"
"Apa? Kau mau bilang aku buruk rupa?" sahut Richard menatap tajam pada Remi yang hanya bisa menundukkan kepalanya saja.
Bagaimana tidak takut, jika yang menatap mereka saja seperti ini.
"Untung aku tidak tampan." sahut Rocky lagi.
"Kita lihat saja nanti. Kakak juga memiliki wajah tampan. Pasti akan merasakan hal yang sama juga." timpal Remi tidak terima dengan perkataan kakak ketiganya.
"Bahkan kak Roy juga tampan, tapi kenapa hanya aku yang di salahkan. Kakak juga tampan." ujarnya lagi melihat ke arah Roy dan Rocky bergantian.
"Setidaknya aku tidak pernah di katakan cocok dengan nyonya muda saat di pesta." jawab Roy menyangkal tuduhan adik bungsunya.
Semuanya langsung diam saat tiba-tiba seorang laki-laki datang, dan duduk di sofa dan menyesap alkohol.
"Tuan?"
"Diam!" seru Jevandra membuat mereka semua langsung diam di tempat.
Karena mereka tau jika saya ini mood bos mereka sedang buruk.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣