NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:939
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Makan Malam di Rumah Vanya

Karena ada teman-teman Vanya, kali ini Danu pulang kantor lebih cepat dari biasanya. Tepat pukul 6 sore mereka kini sedang makan malam bersama di lantai 1 Mansion besar itu.

"Ayo Rain, Lea, silahkan makan yang banyak ya" seru Sinta dengan ramah seperti biasa.

"Bagaimana kabar orang tua kalian? Sudah lama rasanya kita tidak bertemu" tanya Danu.

"Kabar baik om. Hari minggu nanti saya ada acara pertunangan, nanti om sama tante harus datang ya" jawab Lea dengan riang.

"Kabar baik om, nanti kapan-kapan bikin acara kumpul keluarga lagi deh om buat keluarga besar kita" jawab Rain bergantian.

"Wah kamu sudah mau tunangan saja ya Lea. Pasti, nanti tante sama om pasti akan datang ke acara kamu" balas Sinta untuk Lea.

"Boleh boleh. Kakak kamu sepertinya betah sekali ya mengurus perusahaan kalian yang berada di New York" gurau Danu yang di tujukan untuk Rain. Sebab yang Danu dengar, kini Lukman sudah menetap di New York untuk mengurus perusahaan cabang Wiradjaya Grub dalam bidang impor dan ekspor furniture.

"Sesekali kak Lukman pulang kok om, disana udah nemu calon sih jadinya betah" gurau Rain juga dengan sopan.

"Waw gercep juga ya kakak kamu Rain. Tuh Fian, Lukman aja yang seumuran kamu udah ada calon loh. Kamu masa baru pacaran aja belum niat serius" Sinta menunjuk ke arah Fian yang sedang santai memakan kepiting asam manis kesukaan nya.

"Jangan buru-buru lah ma. Fian mantapin hati dulu biar ngga salah pilih" ucap Fian sambil melirik sekilas ke arah Vanya yang hanya memakan salad buah.

"Oh iya om, tante, Vanya lagi deket loh sama cowo di sekolah" adu Rain tanpa dosa. Karena mereka ini masih memiliki ikatan saudara, jadi Rain merasa lebih santai dengan orangtua Vanya, namun tetap sopan tentunya.

"Hah masa sih? Sama siapa? Kasih tau dong, tante penasaran" Sinta langsung menanggapi dengan heboh. Jarang sekali bahkan hampir tak pernah ia mendengar putrinya dekat dengan laki-laki selain Fian.

"Vanya nya ngga mau ngaku tante, tapi tingkah mereka berdua tuh beda banget kalo lagi sama yang lain. Apalagi Vano kaya nya naksir deh sama Vanya" Lea ikut mengompori.

"Aku aja merasa kalo mereka tuh cocok" Rain tak ingin kalah.

"Vano? Dari keluarga mana?" tanya Danu.

"Eh aku lupa, tuh anak satu dari keluarga mana ya?" rutuk Lea sambil menepuk pelan kening nya.

"Waduh aku lupa juga om hehe" balas Rain cengegesan.

"Ya sudah biarkan saja. Tapi nanti kalau sudah benar-benar pacaran, papa mau kamu bawa langsung laki-laki itu ke rumah ya. Papa hanya ingin tau laki-laki pilihan kamu itu seperti apa" ucap Danu santai.

"Ih om Danu asik deh nggak kayak papa. Masa katanya aku belum boleh pacar-pacaran sebelum lulus SMA" Rain ikut-ikutan.

"Papa kamu kan emang posesif Rain. Dari jaman sekolah tuh malahan. Tante yang temenan sama mama kamu aja dulu sering denger curhatan nya loh" gurau Sinta.

"Masa iya papa kayak gitu tan? Wah pantesan ih" balas Rain tak percaya.

"Apalagi kamu kan cewe sendiri. Kakak kamu cowo, adik kamu juga cowo. Pasti si Ronald khawatir lah. Om juga sebenarnya gitu, tapi om berusaha percaya sama Vanya" ucap Danu dengan bijak.

"Lo dari tadi diem mulu kenapa sih Van? Sariawan lo?" tanya Rain.

"Cepu banget lo, males gw" ucap Vanya cuek. Salad buah di depan nya hanya tinggal setengah porsi.

"Oh iya nanti pas acara tunangan ku, kak Fian dateng aja bawa pacar kakak. Kenalin juga ke orang-orang biar pada kenal" ucap Lea dengan wajah tanpa dosa. Vanya hampir saja melempar garpu di tangan nya ke wajah Lea saking gereget nya.

'Tahan, tenang, sabar. Makhluk satu ini emang seneng banget nguji kesabaran gw. Untung sahabat, coba kalo bukan. Udah gw kirim dia ke Kamboja' ucap kesal batin Vanya.

"Eh kenalin dong kak. Aku juga pengen tau loh pacar kakak. Vanya juga udah liatin fotonya, cantik deh. Mana model lagi ya" ucap Rain seperti sindiran halus bagi Fian. Fian hanya tersenyum kikuk menanggapi nya.

'Shit! padahal dia tau kalo Vanya suka sama gw, tapi kenapa kayak sengaja banget bahas-bahas Lyora.Duh mana muka Vanya keliatan kesel banget lagi ' batin Fian sambil menelan ludahnya dengan kasar.

"Em nanti kakak kenalin ke kalian" balas Fian ahirnya disertai dengan senyum palsu.

"Kalian nggak nginep aja kayak biasanya? Nanti biar om yang izinkan ke orangtua kalian" ucap Danu. Dulu sebelum mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti Osis dll, mereka sering menginap di rumah Vanya.

"Lain kali aja om, ini tadi mama nitip sesuatu soalnya" tolak Rain dengan halus.

"Iya om. Aku juga harus bantuin mama ngurus buat acara hari minggu nanti" jawab Lea.

"Ya sudah kalau begitu. Besok kemungkinan Vanya sudah pindah ke kost nya. Apa kalian sudah tau ini?" tanya Danu lagi.

"Udah om. Entah apa yang dia pikirin sampe-sampe lebih milih tinggal di kostan daripada rumah dengan fasilitas se nyaman ini" seperti biasa Lea selalu yang paling heboh. Dan keluarga Vanya sudah terbiasa akan hal itu.

"Lagi patah hati kali om" celetuk Rain.

Fian yang sedang meminum air putih dan Vanya yang sedang menyuap sepotong buah melon pun keduanya langsung tersedak secara bersamaan karena ucapan asal dari Rain.

"Kalian berdua ini kompak banget sih keselek nya. Pelan-pelan dong sayang" Sinta secara bergantian mengelus punggung putra dan putri nya.

"Emang bener sayang, apa yang di bilang sama sepupu kamu ini?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.

"Hah... Em... Ma-mana mungkin lah pa" balas Vanya sedikit terbata.

"Om, Lea boleh nanya nggak?" tanya Lea dengan wajah di imut-imut kan.

Vanya langsung was-was dengan pertanyaan yang akan Lea lontarkan. Sahabatnya ini suka sekali menguji kesabarannya.

"Ya boleh dong. Kamu mau tanya apa Lea?" tanya balik Danu.

"Kalau nih ya om, misal aja nih, Vanya sama kak Fian saling suka, kira-kira om bakal ngerestuin hubungan mereka nggak? Soalnya Vanya kan manja banget tuh sama kak Fian, kali aja dia suka" ucapan Lea ini langsung di hadiahi pelototan tajam dari Vanya.

"Apaan sih! Gw cuman nganggep kak Fian itu kakak tauk, nggak lebih kok" sambar Vanya dengan nada ngegas.

"Selow aja kali kalo emang engga bener" ledek Lea dengan wajah tengilnya.

"Sini lo! Mau gw hajar lo ya" Vanya sudah bersiap akan menghampiri Lea yang duduk di seberang meja makan.

"Vanya, sudah. Untuk pertanyaan kamu itu sedikit agak aneh ya Lea. Tapi om akan tetap jawab, kalau menurut om sih ya, mungkin sedikit tidak setuju. Bagaimanapun om sudah anggap Fian ini sebagai anak kandung om sendiri, masa iya mau sama adiknya sih. Dan lagian kan masih banyak jodoh yang lain nya di luar sana. Om berharap mereka tetap kakak adik saja. Tapi ya kalau emang sudah terlanjur saling suka ya mau bagaimana lagi. Namanya perasaan kan ngga bisa kita kontrol kan ya, cuman ya kalau bisa sih jangan lah" jawab Danu panjang lebar dengan bijak. Hatinya seketika merasa sedikit tidak enak entah karena apa.

'Semoga saja firasat ku salah' ucap batin seseorang.

"Oh gitu. Om Danu emang paling best lah ya kalo soal jawaban bijak. Lea jadi makin kagum deh sama om" balas Lea sambil ter senyum-senyum tidak jelas.

"Eh awas aja lo ya naksir sama bokap gw! Gw headshot lo ntar" ancam Vanya tidak main-main.

"Yaelah kagak Van, takut amat sih lo" balas Lea sambil mencebikkan bibirnya.

"Eh pulang yuk, udah jam segini nih" ajak Rain. Acara makan malam mereka sudah selesai dari beberapa menit lalu, namun karena terlalu asik mengobrol jadilah mereka lanjutkan saja tanpa berpindah tempat.

"Lea, kamu pulangnya biar di antar supir aja ya. Rain biar langsung pulang aja, nanti juga biar om Danu suruh orang buat ngikutin di belakang. Iyakan pa?" tanya Sinta meminta persetujuan.

"Iya benar. Bahaya loh gadis seperti kalian pulang malam-malam sendirian" balas Danu.

"Wah makasih banget om, tante. Makasih juga ya makanannya" ucap Lea dengan senyum tulus.

"Makasih ya om, tante. Makasih juga makanan nya, seperti biasa selalu enak-enak" ucap Rain lalu berpamitan kepada dua orangtua Vanya.

Selepas kepergian dua sahabatnya, Vanya langsung pamit untuk menuju ke atas yaitu kamarnya.

          GenZ Girl👀

Vanya : Brengshake ya lu pada!

Vanya : Cepu banget, Najis!

Vanya : Gak mau tau, gw ngambek sama kalian!

Vanya : Bye!

Setelah mengirim beberapa pesan ke dalam grup chat yang hanya berisi mereka bertiga, Vanya langsung mematikan kedua ponselnya. Ia lakukan itu agar-agar benar-benar terlihat jika dirinya sedang merajuk.

Padahal sebenarnya sih hanya sedikit kesal saja karena kedua sahabatnya ini hampir saja membuatnya jantungan. Untung saja kedua orangtuanya tidak terlalu memikirkan serius pertanyaan Lea tadi.

Vanya memutuskan untuk membaca novel saja dari Laptop nya karena pada mapel besok tidak ada tugas yang harus di kerjakan. Setelah merasa sedikit mengantuk, dirinya memutuskan untuk tidur saja karena besok ia ingin melihat bagaimana reaksi kedua sahabatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!