NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah bercerai?

Satu bulan kemudian...

"Bas, kinerja kamu benar-benar luar biasa. Saya bangga sama kamu. Terus pertahankan kinerja kamu yang seperti ini, ya! Jangan sampai jadi Ibas yang nakal dan keras kepala kayak dulu," puji Bu Inggar dengan bangga kepada bawahannya.

Perempuan berusia 42 tahun itu tersenyum. Dia menepuk pundak Ibas penuh penghargaan. Akhirnya... seorang Ibrahim Asyraf akhirnya memperlihatkan sikap sebagai seorang penerus.

"Terima kasih, Bu. Semua berkat bimbingan Bu Inggar juga," balas Ibas tersenyum.

"Kalau gitu, saya duluan ya!" pamit Bu Inggar kemudian.

"Nggak mau saya antar aja, Bu?"

"Oh, nggak usah," geleng Bu Inggar. "Saya sudah pesan taksi, kok. Tuh..." telunjuknya mengarah pada sebuah taksi yang sedang berhenti tepat di depan mereka. "...taksinya sudah datang."

Ibas pun mengangguk. "Kalau begitu, Bu Inggar hati-hati, ya!"

"Ya, kamu juga, Bas!" balas Bu Inggar sembari masuk ke dalam taksi.

Ibas masih memperhatikan taksi yang membawa Bu Inggar dengan tatapan tak berkedip . Setelah bokong mobil tidak terlihat lagi, barulah dia memutuskan untuk berjalan menghampiri mobilnya sendiri.

Rumah adalah tujuan utamanya. Ibas sudah tak sabar untuk segera menginjakkan kaki di tempat penuh kenangan itu. Ada seseorang yang sudah membuat Ibas tersiksa rindu selama satu bulan terakhir.

Begitu sampai, Ibas langsung mengucap salam dengan tak sabaran. Tak lama kemudian, sosok sang Ibu tampak muncul dari arah dapur.

"Ibas..." seru Saraswati dengan wajah dihiasi senyuman.

Sedikit terburu-buru, dia menghampiri putranya. Dipeluknya sang putra erat lalu mencium pipinya dengan penuh kasih sayang.

"Bunda apa kabar? Sudah sehat, kan?" tanya Ibas.

"Alhamdulillah. Bunda sudah sehat, Nak. Kondisi Bunda sudah sangat prima," jawab Saraswati.

"Ayah masih di kantor, ya?"

"Iya. Tapi, sebentar lagi juga pulang."

Ibas mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Jam pulang kantor memang tinggal sebentar lagi.

"Kalau Aliya... dimana?" tanya Ibas lagi.

Degh!

Ekspresi bahagia sang Ibu mendadak berubah muram. Perempuan paruh baya itu sama sekali tak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya saat nama itu akhirnya disebut oleh Ibas.

"Bun, kok malah diem aja?" lanjut Ibas. "Aliya ada dimana?"

Saraswati masih terdiam. Bagaimana caranya dia harus menjawab tanpa mematahkan hati putranya?

"Dia... diatas ya?" tebak Ibas. "Kalau gitu, aku ke atas ya."

Tanpa bisa dicegah oleh Saraswati, Ibas langsung berlari kecil menaiki tangga. Jantungnya mulai berdegup kencang. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Aliya.

"Aliya..." panggil Ibas. Pria itu membuka pintu didepannya dengan tidak sabaran.

Namun, pemandangan dihadapannya membuat Ibas seketika mematung. Kamar itu sudah kosong. Parahnya lagi, di kamar itu seolah tak pernah ada yang menempati. Semuanya kembali seperti semula. Sepi.

"Ibas... Kenapa lari-lari, sih? Kalau jatuh, bagaimana?"

Susah payah, Saraswati berhasil menyusul putranya.

"Bun, Aliya dimana?" Ibas mulai terlihat gelisah. "Bukannya, dia tinggal di kamar ini?"

"Aliya sudah pindah, Bas," jawab sang Ibu seraya menghela napas panjang.

"Pindah kemana?" tanya Ibas lagi. "Apa ke kamar aku?" lanjutnya seraya berjalan cepat menuju ke arah kamarnya.

Dia pun kembali membuka pintu didepannya dengan tak sabaran. Namun, sama seperti sebelumnya. Kamar miliknya juga kosong. Tak ada tanda-tanda jika Aliya pernah kembali menempatinya.

"Kok, nggak ada juga? Jadi, Aliya pindah ke kamar yang mana, Bun?"

"Aliya sudah keluar dari rumah ini, Bas. Dia sudah tidak tinggal di sini lagi."

Jawaban itu membuat tungkai Ibas langsung lemas.

"Kok, bisa?" lirih Ibas. "Kenapa dia nggak nunggu aku dulu?"

"Untuk apa?" tanya Saraswati. "Perceraian kalian sudah disahkan oleh pengadilan agama. Jadi, nggak ada alasan untuk Aliya tetap bertahan di rumah ini."

"Sudah disahkan pengadilan?" pekik Ibas terkejut. "Siapa yang ngurus? Kenapa cepat sekali? Dan, kenapa nggak ada yang kasih tahu aku?"

"Semua ini keinginannya Aliya, Bas. Jadi, Ayah sendiri yang mengurus semuanya demi Aliya."

"Nggak. Ini nggak adil, Bun," ucap Ibas dengan senyum penuh kecewa. Dia melangkah mundur. "Seharusnya, aku juga dilibatkan dalam masalah ini. Perceraian nggak bisa dilakukan tanpa aku, Bun."

"Sudah, Bas!" kata Saraswati dengan nada sedikit meninggi. "Hargai keputusan Aliya! Kalau dia mau pergi, biarkan! Bukannya, kamu juga sudah mendapatkan keinginan kamu? Kamu mau sama Nadia, kan? Ayah dan Bunda sudah merestui kalian. Kami ikhlas kalau pilihan kamu memang perempuan itu."

"Tapi, Bun..."

"Aliya memang terlalu baik untuk kamu, Bas," potong sang Ibu. "Jadi, terima saja! Nggak usah mengeluh apalagi protes kalau semua ini nggak adil. Aliya sudah banyak memberi kesempatan. Kamu saja yang selalu menyia-nyiakannya."

1
Kar Genjreng
cinta di tolak bogem. bogem bertindak ya Bas,,,,jangan minta saja baik baik gitu ngomong secara baik jangan TREMOSI. juga ya sama Aufar. karena Aufar juga baik,,,bershujud Bas siapa tau dapat di mengerti oleh Aliya dan Aufar niatmu baik ya semoga ya ,,, tetapi luka Aliya memang dalam si Bas,,,,Yo berusahalah sekuat jiwa ragamu


👍😮👍👍👍💪
Ilfa Yarni
siapa yg bakal alya pilih augara atau balik ke iBas ya
sunaryati jarum
Tidak tahu malu dan menjilat ludahnya sendiri Ibas
Jangan sampai Aliya balikan sama Ibas.Seperti memperlakukan barang untuk uji coba, setelah dengan mantannya tidak enak mau coba istri yang telah dibuang dan dihina seperti barang dagangan dengan satu milyar, Alhamdulillah Aliya hanya mengambil 200 juta.
Kar Genjreng: kodrat kebanyakan laki laki kan seperti punya daya sendiri ,,,,setelah kehilangan baru lah menyesali,,,,
total 1 replies
partini
enak bener jadi Ibas,udah nyakitin menyesal minta rujuk
untung mantan istri cintanya tulus dan mulus jadi gampang rujuknya
Kar Genjreng
entah perasaan apa yang Aufar rasakan tetapi keliatan sangat menyayat hati,,,sedih campur lemes seketika. apakah nasibnya akan menjadi jomblo kembali dan cinta terpendam nya tidak pernah terealisasi 😭😭 tapi jodoh kadang kita tidak tahu,,,mungkin Ibas memang pernah gagal menjadi pasangan Aliya ,,, ya karena pengaruh dan belum tau rasanya kehilangan dan dalam keadaan terpuruk,,,nah sekarang baru menyadari ternyata wanita yang ada di samping nya dan telah di buang kini menjadi tempat untuk di rindukan,,,,maaf Aufar pasti akan ada gadis yang baik di tempat lain ,,,dan tentunya bisa menjadi rumah buat pulng untuk mu,,, biarlah asal. sepupu mu bisa bersatu ,,,kasih ultimatum bila menyakiti Aliya kembali tidak ada ampun,,, Ok lanjut
Ilfa Yarni
siapa yg akan dipilih alya aufar atau iBas penasaran
Aidil Kenzie Zie
nggak usah sok-sokan drama wong masalah ini kamu yang buat
Kar Genjreng
bas jangan TREMOSI dulu lo kan memang Aufar yang jaga Alya tetapi rupanya Aufar jaga adak
Kar Genjreng
😮 bagaimana ya kasih kesempatan tidak ya kalau ibas ngajak balikan,,,tapi kan tidak harus balikan to terserah juga si Aliya yg menguntungkan
Ilfa Yarni
.mknya bas jd laki2 itu jgn macam2 setelah sadar baru nyesel tp semua udah terlambat gmn sakit kan
Ilfa Yarni
bingung ya hrs milih siapa klo aku sih mending aufar tp ga tau jg kasian jg sebenarnya ibas
sunaryati jarum
Aufar nggak merebut tapi Aliya sudah kau lepaskan, lagian PD amat kamu jika.Aliya masih mau sama kamu
Kar Genjreng
cinta Aufar terkenzel kembali ya Allah melas men😄 deketin mantan sepupu nya di abaikan sekarang justru mantannya sedah berusaha sangat keras 💪 semangat Basss jangan kendor insyaf sudahan makanya lain kali punya wanita setia jangan di tipu dan ganjen abis haduuh rempes feh😮😮
Ilfa Yarni
m menyesalkan kmknya jd cowok itu yg benar iBas udah rasakan dulu apa yg dirasakan alya dulu
RaisyaMOM
Hai author mau nanya aja aku juga penulis dari 2020 waktu puncak jaya nya author ni mangatoon… sekarang masih kayak dulu gak si pambacanya 🥲 kangen nulis lagi
Kar Genjreng
ya karena Ibas sudah berubah dan ingin serius memperbaiki kembali bersama Aliya,,,,ya semoga saja Allah masih memberikan kesempatan buat orang yang sudah menyakiti tetapi sekarang sudah insyaf dan bertaubat. ,,,
Aidil Kenzie Zie
mana ada rebut Aliya dari kamu Bas kalian kan udah cerai
Arbaati
menarik, selalu ditunggu updatenya
Ilfa Yarni
imas knp dia sakit apa sebenarnya kasian jg iBas tp mau gmn lg itu udah konsekwensi dr perbuatannya pd alya dan skr baru menyesal
sunaryati jarum
Benar ikhlaskan Aliya itu konsekuensi dari perbuatamu padanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!