NovelToon NovelToon
SURAT DARI BATAVIA

SURAT DARI BATAVIA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / Fantasi / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Melalui surat-surat yang melintasi waktu 94 tahun, cinta tumbuh di antara dua orang yang tidak mungkin bersatu. Alina jatuh cinta pada keberanian Arya, dan Arya jatuh cinta pada harapan yang dibawa Alina.
​Namun, sejarah mencatat bahwa Arya dijadwalkan untuk dieksekusi mati dalam waktu tiga bulan. Alina bertekad mengubah takdir itu. Dengan pengetahuan sejarahnya, ia mencoba menuntun Arya menghindari maut. Tetapi, setiap huruf yang ia ketik untuk mengubah masa lalu, mulai mengacaukan realitas masa kini.
​Di tengah ancaman marsose Belanda di tahun 1930 dan memudarnya ingatan sejarah di tahun 2024, Alina dan Arya harus memilih: Menyelamatkan nyawa satu sama lain, atau menyelamatkan kemerdekaan bangsa yang mereka cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Surat dari Seberang Laut

15 Juli 2026. Pukul 20.00 WIB.

Apartemen Alina, Jakarta.

Satu tahun telah berlalu.

Mesin tik Remington NK-40992 itu duduk manis di meja kerja Alina yang baru. Alina telah menghabiskan tabungannya untuk merestorasi mesin itu. Karatnya sudah dibersihkan, mekanismenya diminyaki, dan pitanya diganti baru. Kini ia terlihat gagah, seolah baru keluar dari pabrik tahun 1928.

Namun, selama setahun ini, mesin itu hanya menjadi pajangan.

Alina sering duduk di depannya berjam-jam, menunggu. Dia membayangkan Arya sedang berjalan-jalan di Singapura, minum teh di Raffles Hotel, atau mungkin sedang berhaji di Mekkah.

"Kenapa kau diam saja, Arya?" bisik Alina, menyentuh tombol spasi yang dingin.

Dia tahu Arya tidak membawa mesin tik ini. Logikanya, komunikasi mereka seharusnya putus total. Tapi hati kecil Alina—dan cincin perak di jarinya—masih percaya pada keajaiban. Bahwa jika ikatan batin mereka cukup kuat, frekuensi rindu itu akan menemukan jalannya.

Alina bangkit untuk menyeduh teh.

TAK.

Suara itu pelan. Hampir tak terdengar karena tertutup suara AC.

Alina membeku. Dia menoleh pelan.

TAK. TAK. TAK.

Mesin tik itu mengetik sendiri. Tombol-tombolnya ditekan oleh jari-jari tak kasat mata.

Alina menjatuhkan cangkir tehnya. PRANG!

Dia tidak peduli pada pecahan keramik di lantai. Dia berlari menerjang meja, mendekatkan wajahnya ke kertas.

Huruf-huruf itu muncul satu per satu. Iramanya lambat, berat, seolah si pengetik sedang sangat kelelahan atau sakit.

> A l i n a . . .

> I n i A r y a .

> A p a k a u m a s i h d i s a n a ?

>

Tangis Alina pecah seketika. Dia gemetar hebat, jari-jarinya nyaris terpeleset saat membalas.

> Arya! Ya Tuhan! Aku di sini!

> Setahun! Setahun kau hilang!

> Kau di mana? Singapura? Eropa? Kenapa baru menghubungi sekarang?

> Dan bagaimana caranya? Kau kan tidak bawa mesin tik ini!

>

Ada jeda yang panjang. Sekitar lima menit. Alina menahan napas.

Lalu jawaban itu muncul. Jawaban yang meruntuhkan harapan indahnya tentang pelarian ke luar negeri.

> Saya tidak di Singapura, Alina.

> Saya tidak pernah naik kapal haji itu.

> Saya di Tanah Merah.

> Boven Digoel.

> Papua.

>

Alina menutup mulutnya. Digoel.

Tempat pembuangan paling ditakuti di Hindia Belanda. Neraka hijau. Tempat di mana para pembangkang dibuang untuk mati perlahan oleh malaria dan kegilaan.

> Digoel?

> Bagaimana bisa? Bukannya kau lolos di Surabaya?

>

> Saya ditangkap di pelabuhan Tanjung Perak, tepat sebelum naik tangga kapal.

> Bukan oleh Van Heutz. Tapi oleh pemeriksaan rutin Veldpolitie.

> Identitas palsu saya sebagai "Miko" terbongkar sebagai agitator buruh pelabuhan yang terlibat perkelahian (kasus mayat Mata Satu).

> Mereka tidak tahu saya Raden Mas Arya. Kalau mereka tahu, saya sudah digantung.

> Sebagai "Miko", saya kena 'Exorbitante Rechten'. Hak luar biasa Gubernur Jenderal untuk membuang siapa saja tanpa pengadilan.

>

Alina lemas. Arya selamat dari peluru, tapi jatuh ke lubang pengasingan.

> Maafkan saya baru menghubungi sekarang.

> Setahun ini saya sakit. Malaria tropikana. Saya nyaris mati tiga kali.

> Dan soal bagaimana saya mengetik...

> Saya sekarang bekerja sebagai kerani (juru tulis) bantu di kantor administrasi kamp. Saya dipercaya karena bisa bahasa Belanda dan mengetik cepat.

> Saya mencuri waktu saat Komandan Kamp sedang tidur siang.

> Saya mengetik di mesin tik 'Underwood' milik kantor.

> Saya tidak tahu apakah pesan ini sampai. Saya hanya mengetik sambil memegang cincin di kalung saya, membayangkan wajahmu.

>

Alina mengusap air matanya. Keajaiban itu nyata. Entanglement kuantum. Ikatan cinta mereka telah menjadikan mesin tik di Jakarta sebagai receiver universal bagi jiwa Arya.

> Pesanmu sampai, Arya. Jelas sekali.

> Kau sakit? Apa kau sudah sembuh? Bagaimana kondisimu?

>

> Saya kurus, Alina. Kulit saya kuning karena kina (obat malaria).

> Tapi saya masih hidup.

> Di sini sunyi sekali. Hutan rimba mengepung kami. Sungai Digoel penuh buaya.

> Tidak perlu pagar kawat berduri. Hutan ini adalah penjaranya. Siapa yang lari, akan mati dimakan alam.

>

Alina merasakan kepedihan yang luar biasa. Pria intelektual yang suka berdansa dan menulis sajak itu kini terkurung di ujung dunia.

> Arya... bertahanlah.

> Siapa saja di sana bersamamu?

>

> Banyak. Ribuan orang buangan. Orang komunis, orang agama, orang nasionalis. Semua dicampur jadi satu.

> Ada hantu-hantu yang masih hidup. Ada yang gila karena kesepian.

> Tapi... ada harapan.

>

Ketikan Arya menjadi sedikit lebih cepat dan bertenaga.

> Saya bertemu orang-orang hebat, Alina. Orang-orang yang otaknya tidak bisa dipenjara.

> Di sini, kami tidak meratapi nasib.

> Kami membangun sekolah.

>

> Sekolah?

>

> Ya. 'Sekolah Liar'.

> Kami mengajar anak-anak sesama orang buangan. Mengajar baca tulis, sejarah, politik.

> Saya mengajar bahasa dan sastra.

> Saya sadar satu hal, Alina. Digoel bukan kuburan.

> Digoel adalah kawah candradimuka. Belanda membuang kami ke sini supaya kami mati dan terlupakan.

> Tapi mereka salah. Di sini, kami justru punya waktu untuk berpikir. Untuk merumuskan Indonesia macam apa yang akan kami bangun nanti.

>

Alina tersenyum bangga di tengah tangisnya. Inilah Arya yang dia kenal. Di neraka pun, dia masih sempat menanam bunga.

> Hebat. Kau benar-benar guru bangsa, Arya.

> Apa Bung Hatta dan Bung Sjahrir sudah ada di sana?

>

> Belum. Tapi kami mendengar rumor mereka akan dikirim ke sini. Kabar burung dari koran bekas yang diselundupkan.

> Kami sedang menyiapkan 'penyambutan'. Kami membangun barak diskusi.

> Saat mereka datang nanti... kami akan siap.

>

(Catatan sejarah: Hatta dan Sjahrir baru akan tiba di Digoel sekitar tahun 1935, tapi rumor penangkapan mereka sudah beredar sebelumnya).

> Alina... boleh saya minta satu hal?

>

> Apa saja.

>

> Ceritakan tentang Jakarta.

> Bukan tentang kemerdekaan. Tapi tentang hal-hal kecil.

> Apakah es krim Ragusa masih ada? Apakah Pasar Baru masih ramai?

> Saya rindu peradaban.

>

Alina menarik napas. Dia mulai mengetikkan dongeng pengantar tidur untuk kekasihnya yang jauh.

>Es krim Ragusa masih ada, Arya. Masih antre.

> Pasar Baru masih ramai, meski sekarang banyak toko sepatu.

> Jakarta macet, polusi, dan panas. Tapi Monas berdiri gagah di tengahnya, puncaknya dari emas.

> Dan di museum tempatku bekerja... fotomu—foto 5 orang pemuda itu—masih tergantung rapi.

> Kau aman di dalam bingkai itu.

>

Dari Digoel yang sunyi, diiringi suara jangkrik hutan Papua dan dengkuran tentara jaga, Arya tersenyum.

> Terima kasih.

> Rasanya saya baru saja pulang sebentar.

> Alina, saya harus kembali ke barak sebelum apel sore. Kalau ketahuan memakai mesin tik komandan, saya bisa dimasukkan ke sel isolasi.

> Jangan sedih. Saya punya tugas baru di sini. Saya akan mengajar.

> Sampai jumpa lagi.

>

> Hati-hati, Arya. Minum obat kinamu. Jangan mati.

>

> Tidak akan. Saya belum boleh mati sebelum melihat Hatta datang.

>

Mesin tik berhenti.

Alina bersandar di kursinya. Dia merasa lelah tapi lega.

Arya tidak di luar negeri. Dia di Digoel.

Kondisinya berat, tapi semangatnya menyala.

Dan yang terpenting, dia tidak sendirian. Dia bersama ribuan jiwa lain yang sedang ditempa menjadi besi baja fondasi republik.

Alina membuka peta Papua di laptopnya. Dia menunjuk titik di tepi Sungai Digoel.

"Jauh sekali kamu mainnya, Mas," bisik Alina.

Tiba-tiba, sebuah ide gila muncul di benak Alina.

Jika Arya bisa membaca koran bekas yang diselundupkan...

Mungkin Alina bisa "mengirim" sesuatu lewat sejarah?

Bukan benda fisik. Tapi informasi.

Alina tahu, beberapa tahun lagi (1942), Jepang akan datang. Digoel akan dikosongkan. Para tahanan akan diangkut ke Australia oleh Belanda karena Belanda takut tahanan politik ini akan memihak Jepang.

Itu adalah momen pelarian terbesar dalam sejarah Digoel.

Alina harus meriset detail kejadian itu. Kapan tanggal pastinya? Kapal apa yang mengangkut? Dan bagaimana caranya agar Arya bisa ikut dalam rombongan evakuasi ke Australia itu, bukan rombongan yang ditinggal mati di hutan?

"Tunggu aku, Arya," Alina mulai mengetik di mesin pencari. "Aku akan buatkan itinerary kabur untukmu."

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
tintakering
Kisah yang menarik. Mendebarkan dan cukup tegang👍
Anis Safitri
karya yg bagus beda dgn yg lain semangat buat author 💪😍
A'arisy🪻
Baru kali ini aku merinding sekujur badan selama baca cerita ini. pokok nya semangat terus buat author nya💪💪
Riana Zahrah
kurang puas sama ending nya, tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya keputusan yg arya buat. Terima kasih untuk author karena dgn cerita ini hidup saya jadi bersejarah, hidup baik" ya author
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
yahh kok tamat sih, endingnya sad but happy. seenggaknya Alina dicintai pejuang klo kata Arya. semangat kak Tant, ditunggu karya selanjutnya 💪
tanty rahayu: makasih ka support nya
total 1 replies
R0220
huhu😢, thor cerita mu membuat ku menangis 🥹, ending yang bahagia tetapi sedih, terus kn membuat novel yang menarik Thor, semangat!! 🥹👍🏻
tanty rahayu: happy nya aku.... 😍 terima kasih ya ka support nya 😍
total 1 replies
R0220
terus kn membuat novel yang menarik , semangat!! 🥹👍🏻
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Akhir yang sempurna untuk Arya dan tak lupa memberi wasiat cinta untuk Alina.
menjalani hidup semestinya, dari berbagai peristiwa yang mendebarkan, heroik ,penuh welas asih kepada musuh bebuyutannya.
Legowo melepas rasa yang tak mungkin untuk bisa bersatu.
semoga takdir bisa mempertemukan ikatan kasih inu meski di keabadian kelak.


terimakasih thor, telah berkenan memberi suguhan novel yang begitu apik, memompa semangat, menderaikan airmata, senyum kelegaan dan keikhlasan , apa lagi yang mau di pinta : melihat yang tersayang hidup bahagia itu sdh cukup.
maturnuwun sanget thor
mengajarkan arti cinta tanpa keegoisan🙏
tanty rahayu: makasih banyak kaka buat semua support nya😍
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
mantap ya Alina
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
beneran matii ya Van hurst
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Giliran kita hai nona masa depan ,mari kita bantai hendrik van de vries.
Datang2 bawa dendam, mari kita pulang dalam kekalahan
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
semoga keduanya selamat
semoga keadaan menjadi lebih baik ,setelah van heutz tiada.
semoga ambisi cucu nya juga terkubur bersama kabar sang kakek yang telah tiada.

selanjutnya menata babak baru dalam kehidupan yang semoga saja lebih damai, aman dan tentram.

aamiin
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
waduh perang terbuka Arya vs Vanshurt
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Dendam lama kembali berkobar
satu untuk mengalahkan dan satu nya harus di kalahkan.
Memelihara rasa benci dan kesumat itu berat tuan heutz, semoga jiwamu nanti tenang disana.
ntah siapa yang akan menghembuskan nafas terakhirnya duluan,semoga dendam juga ikut terkubur bersama jasad masuk liang lahat.
"Legowo"
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wahh ketemu lagi sama musuhh bebuyutan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Tunjungan Surabaya adalah yang sekarang jadi tempat doiku cari udara segar 😄
tanty rahayu: aku ke Surabaya cuma sekali itu pun karena temen ku nikah, gak sempet jalan"
total 3 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Merinding sekaligus menetes air mata ku thor, terbayang betapa berat perjuangan penduduk Indonesia,yang tanpa pamrih memberikan segala daya upaya,jiwa raga dan materi demi tercapai nya kemerdekaan yang sekarang sudah kita nikmati hasilnya.

suasana kacau ,mencekam ,genting begitu nyata terbaca.
sukses selalu dengan karya mu thor.
kali ini adegan demi adegan yang detail memacu adrenalin pembaca, ikut larut dalam suasana yang lebih mendebarkan,betapa mereka ketakutan tapi semangat juang tetap membara dengan satu tujuan.

semoga bung miko ketika sampai Yogyakarta ,bisa selamat dari musuh bebuyutannya.
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡: sami2 thor,
jujur saja aku sangat suka novel ini,ada daya magnet tertentu yang menautkan hati
ketika mendengar lagu INDONESIA RAYA hati penuh haru ,airmata merebak, seperti merasakan kilasan peristiwa perjuangan rakyat Indonesia
penuh darah ,keringat dan air mata.


alfatihah untuk semua pejuang baik yang tertulis namanya maupun yang tidak dikenali
semoga surga menjadi balasan atas semua jasa2 nya.


merdeka 💪
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ahh, ...aku telah mengikhlaskannya, tapi takdir berkata lain.
kegembiraan membuncah dalam dada...
haru biru serasa dalam hangat dekap mu.
airmata bahagia memuncak berderai seperti air terjun.
tangis bahagia ,dibingkai pertemuan.
andai suatu masa bisa bertemu sungguhan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terharu, definisi jodoh gai kemana untuk kali ini ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bener ya pura-pura matii untuk kedua kalinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!