NovelToon NovelToon
JIWA YANG TERTUKAR

JIWA YANG TERTUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: enny76

Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas

Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.

Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.

Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan Rania untuk Clara

Rania membuka pintu dan menutupnya kembali.

"Nona, anda tidak apa-apa?" tanya Anne khawatir

"Aku tidak apa-apa Ann, ayo kita unboxing semua belanjaan kita."

Anne dan Rania mulai membuka paperbag satu persatu, memasukkan pakaian yang baru dan keluarkan pakaian lama.'

Semua pakaian lama Clara, Rania taruh kedalam koper. "Ann, ada tiga koper pakaian ini. Kamu bisa berikan pada teman-teman mu, pakaian ini masih sangat layak, Aku sudah pisahkan sebagian untukku sendiri."

"Baik non, sementara akan saya taruh di gudang dulu. takut nyonya Ratih tidak curiga."

"Kenapa takut wanita tua itu curiga? Ini pakaian milikku bukan milik Bianca."

"Ya sudah, kamu istrahat saja dulu. Aku juga ingin mandi dan terus tidur."

"Apa non Clara tidak mau saya buatkan sandwich? Malam ini non Clara belum makan."

"Tidak usah, aku jarang makan malam Ann."

"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu non."

"Besok saja koper-kopernya di bawa, minta bantuan pak satpam untuk membawa koper ini."

"Baik non!"

Setelah Anne keluar kamar, Rania masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Setengah jam kemudian ia sudah selesai dan memakai pakaian tidur.

"Huft! Hari ini sangat lelah setelah seharian shopping."

"Untungnya sisa uang itu sudah aku masukkan kedalam Bank. Aku sengaja membuat Bank baru agar tidak ada yang berani ambil. Aku harus waspada pada wanita tua dan anaknya itu. Tapi, aku belum pernah melihat pria bernama Ronald. Menurut cerita Anne pria itu sangat jahat pada Clara. Akupun membaca diary Clara, Kalau Ronald hampir perkosa dirinya. Ini tidak bisa di biarkan, aku akan buat pelajaran padanya."

Rania berkali-kali menguap "Aku sangat mengantuk, pagi-pagi aku akan jogging bersama Anne, kebetulan besok hari minggu.

Rania naik keatas ranjang dan langsung tertidur pulas.

Matahari mulai menampakkan sinarnya dengan malu-malu. Pagi ini udara sangat sejuk dan hembusan angin menerpa dengan lembut.

Di ruangan meja makan duduk dua orang wanita dan satu pria. Ratih menangis tersedu-sedu sambil terus bercerita. Bianca terus ngomporin sang mama dan membuat cerita semakin seru.

"Paman harus balaskan perbuatan Clara pada mama! Wanita gila itu sudah mencambuk kaki dan tubuh mama berkali-kali!"

"Tubuh ku sakit semua karena ulah wanita tidak waras itu, Ronald!' tolong balaskan perbuatan Clara!" huhuhu.. timpal Ratih sambil menangis

"Bahkan Clara berani mencuri uang mama yang ada di dalam kotak." Bianca kembali menyahut

"Semua uang ku yang ada di dalam kotak habis semua!" jerit Ratih "Aku tidak terima di perlakukan seperti ini oleh Clara!" hiks... Hiks

Ronald duduk di kursinya dengan tenang, namun tatapan matanya sangat tajam. ia meraih cangkir berisi kopi yang berada di atas meja. Lalu menyeruputnya hingga tandas.

Ronaldo mengepal kuat kedua tangannya, ia menghela nafas kasar dan berdiri. "Brak!" tangan Ronald yang terkepal menggebrak meja.

"Kalian tenang saja! aku akan habisi Clara!"

"Aku yakin paman pasti bisa membuat Clara bertekuk lutut. Clara hanya takut pada paman."

"Aku akan jambak rambut Clara dan seret tubuhnya kedepan kalian berdua, untuk Clara memohon pada kalian." sahut Ronald

Wajah Ratih berubah puas mendengar ucapan adiknya, Bianca menyeringai dan tersenyum puas, sebab wanita itu akan mendapatkan pukulan bertubi hingga babak belur, seperti yang pernah ia lakukan pada Clara.

"Mampus kau Clara! Kau pasti akan memohon dan meminta ampun pada paman!"

Ronald melangkah menuju anak tangga, kamar Clara. Sementara Bianca dan Ratih tertawa puas. sebab bayangan mereka, Clara akan mendapatkan pukulan dari Ronald hingga berdarah-darah.

Suara keras gedoran pintu membangunkan Rania. Ia sangat tahu siapa yang datang, sebab ia sangat hapal suara gedoran itu.

"Berisik sekali orang ini! Gumam Rania, Namun ia tidak perduli dan menutup telinga dengan bantal.

"Aku hanya ingin tahu, apa yang akan mereka lakukan padaku."

""BRAKK!

Pintu di tendang oleh Ronald hingga terbuka lebar. Pria tinggi besar itu melihat Rania tertidur diatas ranjang. Ia masuk kedalam kamar dan menarik kaki Rania dengan kasar.

Tubuh Rania terjatuh ke lantai, ia merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. Belum sempat Rania bangun, sepatu boot Ronal sudah menendang kaki dan perutnya. Rania merasakan sakit pada bagian perut, namun ia tidak mau menyerah. Dengan cepat tangan Rania berhasil menangkap kaki Ronald, lalu didorong oleh Rania. Pria itu terjungkal kebelakang karena tidak ada keseimbangan.

"Gedebuk!

Buru-buru Rania bangun dan berdiri tegak. "Ohh jadi ini pria bernama Ronald!" gumamnya dalam hati "Pria ini yang telah aniaya Clara dan ingin perkosanya. Akan ku beri dia pelajaran!"

"Ngapain masuk ke kamar orang tanpa permisi!" bentak Rania

Pria itu menyeringai "Sudah berani kau menentang ku! Awalnya aku tidak percaya dengan cerita Kakak dan keponakanku! Kalau kau memiliki ilmu bela diri!"

"Tapi hari ini, aku baru menyadarinya! Kalau berani lawan aku!" teriak Ronald, sambil menarik gesper dari pinggangnya.

"Baiklah siapa takut!" tantang Rania, seakan meremehkan

Ronald langsung sabetkan gesper kearah tubuh Rania, namun Rania berhasil melompat dan naik keatas tempat tidur. Ronald terus mengejar Rania dan bertubi-tubi menyabet kearahnya. Gadis itu dapat menghindar dengan cepat sambil berguling-guling kekiri dan kekanan. Tiba-tiba Rania menarik gesper itu dari tangan Ronald.

"Kau pikir aku bisa kau pukuli seperti dulu!" seru Rania yang sudah berdiri. "Kau pasti terkejut bukan? dengan perubahan ku sekarang?!

"Brengsek! Kau pikir bisa mengalahkan aku, meskipun kau sedang kesurupan!"

"Aku sedang kesurupan kata mu?! Hahaha..

"Aku hanya ingin kau merasakan apa yang sudah kau berikan pada Clara!" teriak Rania dengan mengeratkan gesper di tangannya.

"Dasar sialan! darimana kekuatan anak ini, Clara begitu bar-bar! Pekiknya dalam hati

Rania tidak ingin banyak berdebat, tiba-tiba ia melompat dan menendang wajah Ronald. Pria iru terkejut dan terhuyung kebelakang.

"PLAKK -PLAKK- PLAKK!!

Terdengar suara sabetan gesper di dalam kamar Rania. Bianca dan Ratih sudah berdiri di depan tangga, sambil tertawa puas.

"Mampus kau Clara! akhirnya paman Ronald membalaskan sakit hati kami. Sekarang kau rasakan akibatnya!" hahahaha..

"Mah, bagaimana kalau Clara di cambuk sampai mati. Apakah kita tidak akan di penjara?!"

"Kamu tenang saja, tidak usah berpikir macam-macam. Kita serahkan semuanya pada Ronald. Kalau Clara mati jejaknya tidak akan tercium aparat."

"Mah coba dengar? Kenapa suara paman Ronald seperti berteriak-teriak, hampir tidak ada suara jeritan Clara!"

"Itu tandanya Ronald puas mencambuk Clara!' tukas Ratih seraya tertawa senang.

Ikuti terus kelanjutannya ya All 🥰, tolong LIKE setelah membaca, berikan VOTE GIFT seikhlas kalian 😁 tolong komen di Rate bintang 🌟 dan sertakan komentar kalian sebanyak mungkin 💜💜💜🤲🙏

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Cerita yg keren 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
menuruni
Foeah
Lanjut bubda up nya
Terima kasih
Foeah
Masih menikmati alurnya 😘
Irma Juniarti
lanjut semangat lagi bunda 💪💪💪
Irma Juniarti
ok bunda👍
Irma Juniarti
di kira Clara sekarang penakut dengan ancamanmu.
Irma Juniarti
kasihan Anne,emang kurang ajar si Ratih ini,perlu di basmi.
Irma Juniarti
wajar binggung lah yg di dlm raganya Rania jiwanya Clara.
Dahlia Kartono
bunda cantik up nya bnykan doonkk🤭🙏💛
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Ratih pengen dihajar Clara lagi sepertinya 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mungkin fisik sama tapi kelakuan/sifat berbeda , Rania Clara 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Rania Clara kembar apa kaka adik ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut bunda 💪💪💪
LANY SUSANA
tiap hr up donk bun.... jgn bolong2🤣bolong2
lg seru soalnya 🤣🤣😍
Bunda Enny novelis: siap kak 🤗
total 1 replies
Irma Juniarti
lanjut lagi bunda 💪💪
Irma Juniarti
gimana mau ikut lah si Rania als Clara orangnya peminim dan lemah lembut,gak bisa tekwondo.
Irma Juniarti
memang bukan cuma raganya aja itu.
Irma Juniarti
ngeles aja,kalah bilang aja bosss🤪
Irma Juniarti
namanya mukzizat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!