NovelToon NovelToon
Boss Kecil, Didunia Kuno! [Boy Lovers]

Boss Kecil, Didunia Kuno! [Boy Lovers]

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.

Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.

Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.

dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Rumah

Pada Siang hari setelah membeli rumah Hwang zin langsung kembali ke desa gerbang kota untuk berkemas.

Dia menyewa Kereta saat kembali. Para tetangga melihat kereta itu dengan penuh minat,apa lagi saat melihat bahwa Hwang zin sudah 2 hari tak terlihat.

Hwang zin masuk ke dalam rumah dan mulai berkemas,dia memasukan kembali alat-alat elektronik kedalam ruang,bahkan meja-meja dan kursi yg biasa dia pakai.

Dia juga mengosongkan dapur dan toko nya,memasukan semuanya ke dalam ruang. Lalu dia hanya akan mengemas pakaiannya dan buku-buku diruang belajar kedalam kotak kayu.

Saat merasa semuanya sudah selesai dia meminta Paman Kusir untuk membantu mengangkat barang ke dalam kereta.

Barang yg dia bawa tak banyak hanya 2 peti kayu sendang dan buntelan berisi baju-bajunya.

" ....Zin.an kamu mau kemana?" Tanya seorang bibi yg biasa membeli tahu padanya.penasaran.

" Aku mendapatkan pekerjaan di ibukota jadi aku akan tinggal disana untuk bekerja....." Hwang zin menaruh barang terahir kedalam Kereta.

"Hei .. bagus-bagus,..." Gaji di kota lebih besar dari didesa.jadi hidup anak ini pasti akan lebih baik.

Keduanya mengobrol beberapa saat sebelum pergi,Hwang zin duduk di kereta dan melihat desa gerbang kota.

Dia tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada siapapun. Tapi mengingat bahwa semua kenalannya tingga disekitar ibu kota dia tak merasa bersalah lagi.

Bahkan Zhang Peng juga berada di dermaga yg berada didekat ibu kota. Jadi mungkin mereka kan lebih sering bertemu nanti.

Butuh waktu 3 jam untuk sampai ke rumah barunya, Hwang zin langsung menurunkan barang dan mulai membersihkan rumahnya.

Rumah ini lebih dari 1 bulan tak ditempati jadi banyak debu dan sarang laba-laba.Hwang Zin membersihkan dapur Lebih dulu,lalu kamar dan ruang tamu di akhir.

Setelah itu dia pergi ke halaman belakang dan melihat bahwa tanah ditutupin salju jadi dia tak akan membersihkannya hari ini.

Hwang zin mencuci tangannya,lalu kembali ke kamar yg masih kosong,dia memilih kamar yg paling luas untuk menjadi kamarnya.

Dia mengeluarkan semua barang didalam ruang dan menata kamarnya dengan rapi.Setelahnya dia pindah ke kamar ke 2 dia akan membuatnya menjadi kamar tamu.

Lalu kamar ke 3 menjadi ruang penyimpanan untuk sementara. Dia pindah ke ruang tamu yg kosong dan segera mengeluarkan perabotan.

Lalu pindah lagi ke ruang kerjanya yg bersebelahan dengan ruang tamu. Dia ke halaman dan mengambil 2 peti kayu berisi buku-buku dan lainnya.

Namun dia tak langsung menatanya,dia menyisihkan kotak-kotak itu di pinggir lalu keluar lagi untuk memasukan buntelan berisi pakaian ke kamarnya.

Saat Hwang zin keluar lagi dan mendapati hari sudah gelap. Jadi dia pergi menyalakan lentera didalam rumah,namun sepertinya lentera -lentera ini sudah tua dan menyala dengan redup.

Tak mau tidur dengan kegelapan total,Hwang zin mengeluarkan lampu portabel berbentuk seperti lampion-lampion lama itu dan memasangnya disetiap ruang.

Rumah menyala terang.pukul 6 malam.

Hwang zin merasa lelah dia berbaring dilantai kamarnya yg dia lapisi dengan alas kayu sintetis Sedangkan ruangan lainnya masih berlapis ubin hitam.

Dia tak memasang penghangat diruangan lainnya dan hanya memasangnya didalam kamarnya. Dia begitu lapar dan mengambil roti diruang dan memakannya didalam kamar.

Saat sudah kenyang dia bangun untuk membereskan ruangan lainnya. Sampai pukul 11 malam dia berhenti dan berniat untuk mandi.

Kamar mandi berada dihalaman belakang yg berdampingan dengan dapur. Saat di masuk ternyata ada bak mandi besar didalamnya.

Dia segera merebus air dan mengisi bak dengan air dingin setengah penuh. Sambil menunggu air mendidih Hwang Zin melihat bahwa kamar mandi semuanya terbuat dari kayu dan tertutup.

Ini membuatnya sedikit lega,kamar mandi dan toilet terpisah jarak. Ini juga nyaman Baginya.

Bunyi air meluap,membuat Hwang Zin tersadar,dia masuk ke dapur dan segera mematikan api, mengambil air untuk mandi.

Dia tak berendam lama,dan langsung mengambil handuk dan kembali ke dalam rumah. Dia akhirnya bisa tidur pukul 12 malam.

Sinar matahari masuk ke dalam kamar dengan ,menerangi dari lubang udara di langit-langit. Hwang zin membuka matanya dengan linglung.

Ruangan sangat hangat,dia membuka selimut tebalnya,duduk dengan rambut acak-acakan. Lalu melihat pada lubang angin' yg agak menganggu.

Angin dingin benar-benar masuk lewat celah-celah lubang.

Jadi setelah rapi, dia pergi mencari paman Li yg menjual rumah padanya untuk tukang untuk menganti atap yg bocor dan memperbaiki lubang ventilasi.

Paman Li membantunya , memanggil 2 orang yg tinggal disekitar dan biasanya dipanggil untuk memperbaiki rumah.

Kedua paman itu bekerja dengan cepat,paman Li juga mengarahkan bagian mana saja yg bocor dan perlu diganti.

Umur rumah ini hampir 10 tahun,tapi tak ada kayu yg dimakan rayap,karena paman Li dulu seorang tukang kayu jadi dia tau dan bisa mengatasi agar kayu tetap awet dan tak dimakan rayap.

Hwang zin membayar mereka masing-masing 100 sen.lalu dia ingin dia berencana untuk membuka toko disini jadi dia juga meminta orang-orang ini untuk membuatkan toko dihalaman rumah.

Jadi tembok sisi kanan tepat akan dirombak menjadi toko. Dia tak berniat untuk membuka di pasar walaupun itu pasti menguntungkan.

Karena dia hanya ingin kerja dengan santai, tujuannya bukan soal menghasilkan banyak uang, asalkan bisa untuk makan sehari-hari itu cukup.

Jadi pembangunan dimulai 3 hari kemudian,Hwang zin masih menjadi mereka 100 sen sehari dan menyediakan cemilan dna minuman untuk mereka.

Proses pembuatan cepat 1 Minggu toko sudah jadi, pintu juga sudah terpasang,dapur kecil berada dalam toko juga sudah dibuat,dapur dilengkapi dengan jendela dekat dapur.

Posisi toko dekat dengan dapur utama. Hwang zin tak langsung membuka toko melainkan pergi ke dermaga untuk mengunjungi Zhang Peng.

" Hati-hati saat membawanya!"teriak petugas dermaga pada para pekerja.

Dua orang berdiri mengawasi ditempat yg lebih tinggi dan aman. Para pekerja dengan hati-hati menjaga langkah kaki mereka saat menginjak tanah yg licin karena salju.

"....tuan ini pengiriman terakhir,sungai diujung kota telah membeku kita takkan bisa berlayar..."lapor pria agak gemuk pada pria tinggi disebelahnya dengan nada serius.

"...tidak apa-apa,setelah ini kita berhenti melakukan pengiriman,sampai menunggu air sungai cair...."Gong Yin berdiri didekat ruang terbuka mengawasi jalannya penurunan barang.

Hwang zin turun dari gerobak sapi dan ber jalan ke arah Gerbang dermaga. Dibawah sana para pekerja menurunkan barang-barang dengan wajah merah dan bibi kering dibawah suhu dingin.

Dia menoleh ke samping dan berjalan untuk mencari tempat sedikit sepi untuk mencari Zhang Peng,dia tak ingin ditendang lagi karena dikira menghalangi jalan.

Lokasi dermaga seperti dermaga lainya,besar dan banyak kapal,tetap ramai oleh pekerja buruh dan penjual ikan-ikan,namun karena ini musim dingin semua ikat telah mati membeku.

Hwang zin mengenakan pakaian hitam dengan mantel hangat membawa keranjang bambu dipunggungnya.

Dia berjalan melihat-lihat kios-kios beberapa penjual ikan ,dan ada gurita besar!

Matanya berbinar. Dia segera berhenti,lalu menunjuk pada gurita besar itu ."..paman kamu menjualnya?"

Gurita itu masih hidup menggeliat di tong dengan banyak tentakelnya dari ukurannya sepertinya itu lebih dari 5 kilo.

Pria tua dengan wajah keriput itu melihat anak muda itu dengan mata berbinar."..benar apa kamu mau?aku akan memberikanmu diskon! Cukup 500 sen aja!"

".......Hei pria tua jangan menipu anak ini,500 sen itu ikan jelek itu yg tak tau bisa dimakan atau tidak kau sungguh kejam ..." Sahut bibi disebelah dengan wajah mencibir.

"Kenapa kau mengurus bisnis ku!urus bisnismu sendiri...!" Bentak pria tua itu dengan wajah memerah. Wanita itu mencibir dan berbalik mengabaikannya .

"Paman aku bisa menyewa 5 pekerja dengan 500 sen....tidak,aku tak akan membelinya...." Ucap Hwang zin dengan kesal,lalu pura-pura berbalik pergi.

" Hei tunggu anak kecil,kita bisa membicarakannya lagi.....!"teriak pria tua itu dengan cemas. Hwang zin tersenyum sebelum berbalik dengan wajah berkerut.

"Begini ..bagaimana 300 sen..." Ucapnya sambil mengosok tangannya dengan gugup. Hwang zin melihat nya ,lalu berbalik lagi.

Pria tua itu mengertakan giginya.".. baiklah, baiklah 100 sen!"

Hwang zin berbalik dengan cepat." Setuju....!"

"......" Bocah ini menipunya. Namun pria tua itu hanya pasrah,lagi pula dia juga tak tau mahluk jelek apa ini dan bisa dimakan atau tidak.

"Nak apa kamu akan memakanya?"tanya bibi di kios sebelah dengan kuatir.

Mereka sering menganggap makhluk seperti itu saat menjaring ikan ,tapi tak ada yg berani memakanya apa lagi makhluk itu menyemburkan tinta hitam.

Melihat kecemasannya,Hwang zin menebak mungkin tak ada yg mengkonsumsi gurita disini.dia dia hanya bisa berbohong."Tidak .. dia terlihat lucu, aku akan memeliharanya...."

Alis wanita itu mengerut.Pria tua itu melihat nya dengan sudut mulut berkedut."Hei seleranmu sangat unik!"

Hwang zin mengangguk dengan murah hati."...Paman bagaimana cara aku membawanya pulang?"

"....Aku akan memberimu peti kayu dengan air ,kamu bisa mengembalikan saat kesini lagi..."ucapnya sambil mengambil kotak kayu sedang dan berusaha mengambil gurita untuk menaruhnya dikota.

".....Baiklah jangan kuatir kakak ku bekerja didermaga aku pasti akan mengembalikannya!" Ucapnya.

Pria itu cukup kesusahan memasukan gurita ke dalam kotak kayu, tangannya sudah hitam pekat karena gurita terus menyemburkan tinta.

Untungnya dia menjual benda menjengkelkan ini, gerutunya dalam hati.

1
Dania
misi
LING
r
Jack Strom
Nice!!! 😁
Jack Strom
Jejak kumis!!! 😁
Dania: misiiiiiii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!