sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama penculikan Dandy
"Lunaaaaaa tolooonggg". Jeritan melengking terdengar jelas di ruangan luas yang berantakan itu, seperti sebuah basecamp anak anak punk, Dandy menjerit sekuat tenaga tetapi percuma karena satupun tak ada yang mau menolongnya bahkan para preman penculik itu malah menertawakan ulah Dandy yang dianggap lucu, padahal Dandy sudah ketakutan hampir kencing di celana.
"Bagus lah kalau kamu tahu harus pada siapa minta tolong, hubungi temanmu itu aku ingin bicara dengannya". Bentak preman botak bergigi dua itu, mau di bilang bayi tapi sudah tua dibilang tua mukanya bloon kayak bayi gorila.
Dandy merogoh ponselnya saking gugup dan gemetar ponsel loncat dari tangannya, para preman tertawa terbahak bahak, Dandy melirik dengan sebel "ih norak lu semua, apanya yang lucu? Dasar kaku ada orang bergerak saja di ketawain". Dandy berkata lirih tetapi karena aula itu kedap suara jadinya se pelan apapun orang bersuara pasti akan bergema.
"Apanya coba yang lucu". Bisik Dandy kembali sambil mencari nomor telepon Laluna lalu klik memanggil, Laluna yang saat itu tiba di depan kantornya pas di tempat parkir langsung saja memarkirkan motornya sebelum menerima telephone dari sahabat karibnya itu.
"Hallo Dandy, Aya naon, ada apa, ono opo?" tanya Luna bercanda, tidak tahu saja keadaan Dandy saat ini bagaimana.
"Halooo Lunaaaa tolong gue di culukkk eh di culiiiikkk". Jerit Dandy, Laluna masih belum ngeh, seenaknya dia ngomong.
"utuh utuhhh ciapa yang nyuluk lu baby?" selorohnya bercanda.
"Heii kamu Luna kan? Ini aku bogel, aku yang nyulik si bencong temenmu, jika mau dia selamat maka harus ikuti apa mauku". ancam si botak ompong dengan perut buncitnya yang ternyata bernama bogel.
Laluna baru tersadar kawannya benar benar diculik, Laluna terperangah dengan mulut terbuka, OB yang lewat nyeletuk.
"Mbak Luna awas mulutnya ntar kemasukan lalat " ledek si OB Laluna baru sadar dan segera menutup mulutnya.
Laluna berjalan sambil ngobrol dengan penculik Dandy.
"Apa mau kamu, kenapa Dandy yang tak penting yang kamu culik, dia itu miskin meskipun penampilannya perlente rumah belum punya masih ikut emaknya dan makan masih disuapin tidur minta di kelonin, emang kamu mau ngelonin dia". Asal njeplak saja Laluna ngomong.
"ihhh Luna jahattt siapa juga yang mau di kelonin si botak bau ini". Di seberang samar samar Luna mendengar jeritan Dandy yang teriak sambil meraung raung nangis protes pada sahabatnya, sementara Luna malah ngakak tak tahan menahan tawanya.
"okey, sekarang kita serius apa mau kalian?" tanya Luna.
"Aku mau besuk malam waktu pertandingan kamu mengalah sama boss kami". Ancam si bogel.
"Iyaaa bos lu siapa, emang gue harus tahu nama orang seluruh Indonesia, pea lu?" jengkel sekali Laluna mendengar omongan bogel yang muter muter.
"pokoknya dia besuk memakai kostum merah dan memakai masker gambar tengkorak". Jawab bogel yang memang di wanti wanti sama bosnya agar tidak membocorkan namanya.
"Itu Emak lu?" tanya Luna makin ngaco.
Si bogel yang sebel sama ledekan Luna menjambak rambut Dandy yang di potong style man bun, dengan sisi pendek rapi sementara bagian atas panjang dan bisa di kuncir, style anak muda kekinian yang di pake cewek maupun cowok.
"aaaaaaauuuu tolong sakittt tauu" teriak Dandy takut tapi tetap manjalita.
"okey okey sekarang gue serius, tentang mau kamu akan aku pertimbangkan kini berikan hp nya pada Dandy ". Akhirnya Luna menyerah dan bogel mengembalikan hp Dandy dengan cara di lempar, hp yang masih terhubung dengan Luna terdengar jatuh ke lantai tapi masih tetap on-line.
Dandy segera mengambil iPhone 16 plus nya itu, kemudian WA dari Luna masuk hanya singkat 'aktifkan GPS, Sherlock!' dan diam diam Dandy memasukkan kembali handphone nya kedalam tas Selempang kecilnya dengan melakukan apa yang di perintahkan Laluna, "dasar bloon banget lu penculik, namanya penculik hp mestinya di sita, ini malah bebas di kasih". Batin Dandy bersyukur sekali ternyata penculiknya tidak pinter sama sekali.
Rupanya Laluna tidak menyerah tetapi mencari taktik lain agar Dandy terselamatkan tanpa dia harus mengalah dalam pertandingan. Menyerah? Tentu saja tidak akan pernah kecuali dia kalah selama masih bisa bertahan kenapa harus menyerah, jiwa seorang ksatria sejati dia tidak akan tumbang dengan ancaman ecek ecek dari lawan duelnya.
Ketika keluar lagi dia berpapasan dengan sang bos, Luna mengatakan bahwa Dandy di culik, sang bos malah memberi ide agar penyelamatan Dandy di siar kan secara live, bosnya ini sungguh wanita yang tak mau rugi, Laluna hanya mengangguk tapi dengan catatan 'tidak janji' Laluna segera melaju dengan motor di jalanan sendirian tanpa minta bantuan siapapun.
Luna melaju menuju tempat dimana Dandy di culik, lokasi itu terlihat menuju ke sebuah tempat bangunan kosong di pinggiran kota yang telah dikosongkan oleh para pemiliknya, dahulu sebelum ekonomi sesulit ini bangunan bangunan ini adalah sederetan ruko yang ramai, semua kebutuhan masyarakat ada di sini dari baju sampai toko bangunan dari rumah sakit sampai karaoke, tapi semua pengusaha itu pada bangkrut karena resesi dan kini bangunan ini terbengkalai hanya di tempati oleh para gelandangan dan sarang kejahatan, sebenarnya tempat ini sudah diambil alih oleh pengusaha besar tetapi sudah beberapa tahun belum juga di gusur dan di jadikan bangunan baru.
Laluna terus melihat google map nya, dilihat lokasinya semakin dekat, karena tak mau motor sportnya nya hilang, Laluna berhenti di sebuah al**mart untuk parkir di sana dengan mengunci stir nya secara aman, dia kemudian berjalan mengikuti arahan dari google.
Semakin masuk kedalam semakin sepi, dan ketika sudah dekat dengan tempat kejadian dan tahu lokasi tepatnya Laluna mematikan ponselnya, dia mengendap endap mendekati tempat itu, di lihatnya beberapa begundal yang wara Wiri seperti seekor jagoan kacangan dengan gayanya yang petantang petenteng macam orang paling hebat di muka bumi.
Sebenarnya si bogel di tugaskan oleh Alina seorang petarung yang licik yang sudah beberapa kali dikalahkan Luna, agar menyekap Dandy sampai besok ketika pertarungan selesai, jika Laluna benar perduli sama Dandy dan membiarkan dia menang dengan memenangkan mobil mewah itu maka Dandy akan di lepaskan, tetapi jika Luna masih nekat dengan memenangkan pertandingan itu maka Dandy akan di habisi, sebuah kelicikan yang sempurna!.
Tetapi itu tidak berlaku bagi Laluna, dia punya jalannya sendiri, dia akan bebaskan Dandy sebelum pertandingan di mulai dan akan membawa Dandy ke tempat pertandingan, Dandy harus menyaksikan kemenangannya.
Luna mengambil koin seratus rupiah yang tipis dan kecil, itulah selama ini yang menjadi senjata rahasianya. Di capitnya uang tersebut di tengah antara jari telunjuk dan jari tengahnya kemudian 'wuusstt' uang tersebut tepat terkena jidat si preman yang wara Wiri yang sepertinya sedang di tugaskan mengawasi tempat itu, kemudian tanpa serangan tanpa pukulan laki laki bertampang sangar itu jatuh dengan jidatnya yang mengucur darah, seperti nya tulang tengkoraknya ikut retak karena lemparan koin Luna yang di sertai tenaga dalam tersebut.
@@&@@