Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan 1
"T-tunggu nona" Gumam zane sambil mengulurkan tangannya
"Hm?"
Zane Tampak tidak bisa berkata kata lagi, akhirnya ia menarik tangannya kembali lalu tersenyum kecil "Ah.. Selamat Ya, adikku" Padahal zane tidak menyukai keputusan Riana ini
Riana hanya menatap zane yang Aneh, dan derek berdiri lalu membalas senyuman derek "Terima kasih, kak. Setelah Aku menikah.. Menikah lah dengan nona lisa"
Lisa pun tersenyum kecil lalu mengangguk "Ya, Aku akan segera menikah dengan tuan zane"
Riana tersenyum miring, Sambil berpikir. Emang zane Mau sama Gadis munafik sepertinya?
Wajah zane tampak Muram lalu ia menggelengkan kepala "aku tidak akan menikah dengan mu, nona lisa"
mereka semua terkejut, namun riana tidak. Ia tahu Zane tidak suka typical seperti lisa..
ketika suasana hening, riana pun tertawa kecil "Kalau begitu, Tipe gadis apa yang Tuan zane cari? Saya bisa mencarinya" Ucapnya dengan tersenyum, Sambil merangkul lengan Derek
Zane hanya diam, Ia mengepalkan tangannya lagi "Kau bodoh.." Gumamnya dalam hati
Zane pun akhirnya pergi "Yang pasti bukan nona riana dan nona lisa" ucapnya lalu pergi
Riana hanya pura pura terkejut, Padahal ia memperhatikan reaksi Lisa
...----------------...
...----------------...
.
.
Mereka pun sampai di Istana
"Terima kasih, Pangeran" Ucap riana dengan tersenyum
"Panggil aku tuan Derek saja" Ucap derek dengan tersenyum sambil memegang tangan riana
Riana terdiam lalu kembali tersenyum "Baik, tuan Derek"
Mereka pun masuk di istana, Di sambut oleh para pelayan dan Perajurit "Selamat datang, Tuan putri dan pangeran"
Riana memperhatikan mereka semua sambil tersenyum licik "Baiklah, Istana. Akan ku Obrak abrik sampai mendapatkn Bukti bahwa kalian dalangnya"
Disisi lain
Brakk
"Kenapa.. Kenapa aku tidak seberuntung Dia!?" Ucap lisa sambil teriak
"tenang lah, nona lisa.. Mungkin Dia menggunakan Trik licik" Ucap Pelayannya
"Trik licik?.. Aku bahkan tidak bisa melakukan trik licik, dia seperti tahu bahwa aku membuat rencana atau melakukan hal curang.. Tapi bagaimana?" Gumam Lisa sambil berpikir
ia pun berpikir sejenak lalu menyeringai "Aku tahu apa yang harus aku lakukan.."
"Apa, nona? Apa nona akan bekerja sama dengan Tuan zane?"
Lisa menggelengkan kepalanya "Tidak.. Aku akan memanfaatkan Putra mahkota"
"P-putra mahkota?"
Lisa mengangguk "Ya" Lisa pun tertawa "Lihat saja.. j4l4ng.."
Satu minggu kemudian, Riana sudah berada di istana. Mendapatkan pelayanan yang bagus dan kamar yang lebih mewah, namun riana rasa sama saja yang membuatnya bosan
Riana menghela nafas "Aku bosan" Gumamnya sambil duduk dan menatap jendela
Tiba tiba cursed dan sun datang dengan Keadaan yang sedang merebut suatu barang
"Berikan padaku, cursed! ini berguna untuk Di eksperimen kan! Bukan untuk menjahili orangg!" Teriak Sun
"Apa??? Apa kau buta!? Ini cocok untuk menjahili orang tahu!" Ucap cursed sambil menarik barang itu
Riana pun menghela nafas, Lelah dengan sikap mereka yang terus begini dari minggu lalu. Ia pun berbalik badan "Bisakah kalian diam?"
"Dia mengambil barangku!" Teriak sun
"hahh?? Barangmu? Ini barangku! Aku yang deluan mendapatkan nya!" Teriak cursed lagi
ia menyipitkan dahinya lalu melihat barang yang mereka perebutkan "Itu hanya batu, Kenapa kalian memperebutkan nya?"
Cursed dan Sun semkain saling menarik "Aku ingin menjadikan batu ini Eksperimen!" ucap sun
"Buat apa eksperimen!? Palingan gagal kayak minggu lalu!!" Ucap cursed sambil menyela
Riana menggelengkan kepalanya, sudah lelah dengan sifat mereka yang kekanak-kanakan "Kalian bisa mencarinya lagi diluar, kenapa perlu-"
"Batu ini sempurna!!" Teriak sun dan cursed secara bersamaan yang membuat riana terkejut
"Ah.. Gitu ya.. Kalau begitu jangan Memperebutkan nya disinii!!" Ucap riana dengan sedikit kesal
Cursed dan sun pun salik melirik, dan tiba tiba Cursed berhasil merebutnya "Yey!! Aku dapat!!" cursed pun menghilang
"Hey!! Berikan padakuu!" Sun ikut menghilang juga
Riana menghela nafas, menyandarkan dirinya di Kursi "Sifat mereka saja begini, kenapa mereka di bilang Berbahaya sampai di segel Kaisar abad 3?" Riana pun menggeram "Sudahlah, Aku malas memikirkan nya"
Tiba tiba ada suara ketukan "Riana.. Bisa aku masuk?" Itu adalah derek
Riana terdiam "Ah.. Masuk lah, Tuan derek"
Derek pun masuk "Bisakah kita bicara sebentar tentang pernikahan?"
Riana Pun mengangguk "Ya, Duduk lah" Ia mengulurkan tangannya untuk memberi syarat duduk di seberangnya
Derek pun duduk di seberangnya "Pernikahan ini.. Kita Bertunangan dulu, ya? Karena.. Istana sedang sibuk mencari orang yang memiliki Akses pada kekuatan yang pernah disegel"
mata riana sedikit melebar, ia tahu bahwa istana begitu terobsesi akan kekuatan itu sambil tidak bisa melihat anak kesayangan ini
Riana pun tersenyum ramah "Tidak apa apa, Maupun tunangan atau Istri. Aku tidak masalah"
Derek pun terdiam lalu tersenyum "Terima kasih, aku janji. Setelah aku dinobatkan menjadi kaisar, aku tidak akan mencari selir"
Riana terkejut, Kapan ia ingin Begitu? Menjijikkan
"Ah.. Aku tidak pernah mengatakan itu, tapi karena kau berjanji. Baiklah" Ucapnya
"Ah.. Begitu ya, Oh iya.. Katanya lisa.. Kau memiliki kekuatan penyembuh" Ucap derek sambil memegang tangan Riana
Riana terkejut lalu kembali menyeringai "Oh ya? Dia tahu dari mana?"
"Katanya lisa.. Tuan verios merasakan kekuatan penyembuh dari Tubuhmu" Ucap Derek
Riana pun menyeringai sedikit, Agak kaget karena bisa di lacak. "Dia tidak bilang apa apa lagi?"
Derek menggelengkan kepalanya "Tidak, dia hanya mengatakan demikian. Jika begitu.. Apa kau bisa mengobati Ibuku?"
Riana terdiam "Ibumu? ibumu sakit apa?"
"Dia.. Terkena penyakit misterius, ayahku sudah mencari Tabib yang hebat tapi semuanya nihil.. Nihil karena ayahku sibuk akan selirnya"
Riana terkejut, Cerita Derek mirip latar belakangnya. Tapi bedanya Ibu riana di kurung dan Di lindungi oleh seseorang yang membuat riana sulit menolong ibunya
Riana pun berpikir sejenak, mau menolong atau tidak. Akhirnya ia ingin menolong karena ingin mendalami Keluarga istana walaupun ada sedikit cela "Baiklah.. Dimana ibumu?"
Mata derek pun melebar senang akhirnya ia tersenyum, ia berdiri lalu memandu Riana "Ada di kamarnya, ayo ikuti aku"
Mereka Pun sampai di Kamar Ibunya, Kamar itu sangat kotor dan berdebu. Tampak tidak pernah di rawat
riana sedikit kebingungan dengan Kamar Permaisuri yang Tampak tidak pernah di rawat
"Derek.."
Derek pun menoleh, membuka tirai "Ya?"
"Kamar ini.. Tidak dirawat, ya?" Tanya riana dengan wajah yang sedikit kasihan
"hm? Apa maksudmu? Kamar ini terawat" Jawab Derek sambil kebingungan
riana pun kebingungan, 'Loh? Apa matanya buta? Jelas jelas ini Kotor dan berdebu' Gumamnya di dalam hati sambil mengusap salah satu meja dan melihat debu
'Tapi sepertinya Dia tidak bisa melihat debu karena Debunya kecil, Aku bahkan berpikir dua kali bahwa ini Memang terawat. Tapi aku tidak sebodoh itu..' gumamnya lagi dalam hati
Riana pun menghela nafas "Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan, Tuan derek"
Derek pun terdiam, ia pun tersenyum misterius lalu berbalik badan
Wajah derek ketika tersenyum, kini seperti.. Misterius
Riana terdiam, Jantungnya sedikit Berdebar akan Senyuman Aneh itu
"Kau benar, Kau tidak sebodoh yang ku pikirkan" Gumam Derek sambil menoleh kembali menatap jendela
mata riana sedikit melebar, dan menajamkan Tatapannya. Ia pun kembali menyeringai "Tentu saja aku tidak sebodoh yang kau pikirkan, Jadi jangan bermain main" Riana pun duduk di Seberang ranjang sambil melihat Permaisuri yang terbaring sakit
Suasana pun hening...
....
Riana pun semakin menyeringai, Menikmati permainan ini
Aku tidak bisa di permainkan, Tuan... Terhormat