NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi dengan cahaya matahari Arga yang baru saja olahraga duduk di lantai balkon ubin, sambil meluruskan kakinya.

Sementara Rania duduk di ayunan rotan, rambutnya yang keriting di biarkan tergerai tertiup angin. Wajahnya nampak bahagia pagi ini karena Arga mau menerima hobi sekaligus pekerjaannya.

Arga berdiri, setelah peluh tak membasahi tubuhnya dengan segelas matcha di tangannya.

"Aku akan mandi nanti selesai mandi kita akan ke rumah ayah dan ibu," ucap Arga masuk kembali ke dalam untuk mandi.

Rania hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "ayo kamu juga siap-siap," ujar Arga.

Rania masuk kembali ke dalam rumah menutup pintu balkon yang di geser, lalu menuju kamarnya disana Rania mau mengambil ponselnya.

Langkahnya menuju lantai bawah untuk minum air putih dan makan buah.

Tak berselang lama Arga turun dari atas tangga menuju dapur, melihat Rania tengah menikmati buah dan air putih.

Arga pagi ini mengenakan celana pendek sampai lutut warna krem dan kaos santai warna hijau.

Rania hampir tersedak saat melihat Arga mengenakan pakaian seperti itu, karena memang Arga tampan.

"Uhuk...uhuk," Rania terbatuk saat menikmati jeruk.

"Pelan-pelan dek," kata Arga mendekati sang istri yang duduk di meja makan.

"Iya Mas makasih," kata Rania.

Rania langsung berdiri membuang sampah jeruknya, lalu segera mengikuti Arga.

"Aku akan panasin mobil sebentar, kamu makan buah aja dulu."

Pria itu berbicara amat perhatian pada istrinya, Rania kembali duduk sambil menikmati buah di pagi ini.

Sementara Arga ke garasi memanasi mobilnya.

Rania duduk dirinya berpikir sejenak, kenapa tiba-tiba orangtuanya memintanya untuk berkunjung.

"Ah pasti otak ayah ama ibu udah di cuci ama eyang."

"Lagian ngapain sih cepet-cepet mau punya debay," gerutu Rania yang nampak tak suka.

Rumah tangganya selalu di campuri oleh orangtua, awalnya eyang Kartika yang selalu menuntut ingin cicit---Tapi kenapa lama kelamaan mertua juga ayah dan ibunya malah ikut-ikutan.

Sungguh Rania amat tak suka, "jika pernikahan ini cuman buat punya anak doang, kenapa sih pake acara jodoh-jodohin segala," gerutu Rania sambil memakan jeruk.

Tak lama Arga masuk rumah dan mengatakan jika mobil juga sudah siap untuk dipakai.

"Ayo kita ke rumah orangtua kamu," ajak Arga.

"Yaudah kamu abisin dulu buahnya," lanjut Arga menarik kursi meja makan duduk di sebrang Rania.

Sementara Rania hanya mengangguk-angguk kepalanya, lalu Arga menanyakan soal mimpi semalam.

"Rania aku tahu masa laluku sama kamu," ucap Arga membuat Rania terdiam.

"Kamu masih trauma aku paham, tapi tolonglah seminggu ini----" ucapan Arga di hentikan oleh Rania.

"Aku tahu, dari kemarin tuh jamu kuat bikinan eyang juga belum kita minum," sahut Rania membuat Arga tersenyum kecil.

Rania menghela napas lelah, dirinya banyak pertanyaan untuk Arga mengenai mengapa dirinya ingin menikahinya.

Kenapa bukan Karin.

Pertanyaan itu terus terputar di otak Rania, dan apa Arga mau menjebaknya jika Rania sudah jatuh cinta dan akan langsung di cerai.

Pikiran dan prasangka buruk mulai memenuhi otaknya, padahal mereka sudah hampir mau seminggu pernikahan.

Biasanya pengantin baru sedang mesra-mesranya, tapi berbeda dengan Arga dan Rania hubungan mereka kadang maju dan kadang mundur.

Arga mengambil jeruk dan memakannya di atas meja makan, lalu menatap istrinya.

"Kapan kamu siap Rania?" tanya Arga menatap istrinya.

Sontak pertanyaan itu membuat Mata Rania membulat, dan hampir keselek biji jeruk.

"Semalam aja aku mimpi di bully ama kamu," jawab Rania.

Arga hanya bisa menghela napas lalu menjelaskan secara pelan-pelan pada istrinya, tangan Rania di sentuh oleh Arga.

Rania menatap Arga.

"Kamu semalam nggak baca doa, makannya itu mimpi dari setan."

Arga bicara menasihati istrinya.

"Jika aku mau bully kamu, maka sekarang aku nggak akan nikahin kamu," ujar Arga menatap Rania yang mulutnya mengunyah jeruk.

"Terus tujuan kamu nikahin aku apa?" tanya Rania berusaha hati-hati.

Tubuhnya perlahan mendadak menjadi patung saat berhadapan dengan Arga, pria ini tahu selain menoreh rasa trauma yang mendalam pada Rania----juga telah menanamkan rasa benci.

"Saya mencintai kamu," jawab Arga dengan singkat.

Rania merasa heran dengan jawaban Arga barusan, Arga menjelaskan bagaimana dirinya yang tanpa sadar mencintai Rania.

Hari ini Rania terdiam di mobil yang di kendarai oleh suaminya, keduanya masih tak bicara setelah percakapan tadi di meja makan sambil makan jeruk.

Arga dan Rania kini ada perasaan canggung yang seolah terasa menjadi gila.

Arga masih fokus menyetir menuju rumah kediaman orang tua Rania.

Rania merasa bersalah saat Arga menceritakan bagaimana tadi dirinya jatuh cinta tanpa sadar pada Rania, sungguh Rania merasa malu.

Sangat malu, di sisi lain Rania tadi pagi sudah memaafkan Arga suaminya.

Tapi di lain hati, Rania masih menyimpan rasa trauma pada Arga di tambah mimpinya semalam.

Rania tak bisa bayangkan jika dirinya di sentuh oleh pembullynya dulu yang membuat mental dan tubuhnya hancur luar dalam.

Tapi baik dari keluarga Prananda maupun keluarga Wiratama sudah menginginkan seorang pewaris, bahkan neneknya----Eyang Kartika sudah berakting hanya demi mendapatkan cicit.

Lama dalam lamunannya, tiba-tiba Arga menyentuh pundaknya.

Lamunan Rania terbuyar dan menoleh ke samping.

"Rania ayo sudah sampai," kata Arga.

Rania melepas sabuk pengamannya, saat Arga turun dari mobil lalu memutar seperti biasa Arga membuka pintu mobil untuknya.

Rania turun mengandeng tangan suaminya.

"Aku lakuin semua ini agar orangtuaku mengira kita baik-baik saja," kata Rania.

Rania melihat sang ibu yang sedang menyiram tanaman.

"Assalamualaikum ibu..," ujar Rania dengan lirih.

Lalu Lena menatap putrinya, Lena hari ini mengenakan gaun warna biru Navy dan tersenyum.

Rania langsung memeluk ibunya, ibu dan anak itu berpelukan seolah seperti belum pernah bertemu saja satu sama lain.

Sementara Arga tersenyum di belakang keduanya.

*

*

*

1
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!