NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.

Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.

Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Dimas kembali ke apartemen dengan raut yang masih sumringah. Hingga senyum nya luntur saat melihat mobil seseorang yang terparkir di depan gedung apartemen.

Untuk apa dia kesini?

Dimas segera berbalik untuk mengambil mobil nya yang berada di basement apartemen.

"Shit!" umpat Dimas yang baru sadar kunci mobil nya berada di dalam apartemen, yang artinya ia harus berhadapan dengan orang yang ia hindari sekarang.

Dengan helaan napas berat, Dimas terpaksa kembali ke apartemen dan harus bersikap sebagaimana mesti nya.

Masuk ke dalam lift untuk mempersingkat waktu dan tujuan nya hanya ingin mengambil kunci mobil beserta pakaian yang mungkin akan ia perlukan.

Ting

Dan benar saja, seorang wanita dengan pakaian ketat dan minim berdiri tegak di depan pintu apartemen nya tanpa merasa pegal atau bosan.

"Ada keperluan apa lagi kesini?" tanya Dimas dengan nada dingin, ia hanya ingin wanita itu bergeser memberi nya jarak.

Wanita itu segera menoleh saat mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya.

"Dimas! Kemana saja kamu, Honey? Aku menunggu mu sejak tadi, kaki ku terasa kebas berdiri terlalu lama disini" seru wanita itu langsung mengeluh dan bergelanyut manja di lengan Dimas, tak peduli dengan raut Dimas yang terlihat risih.

"Lepas!" sentak Dimas membuat wanita itu mundur dan hampir terjatuh, apalagi ia menggunakan high heels yang sudah menjadi jiwa nya.

"Kamu kok kasar begitu dengan ku, Honey? Kamu masih marah?" tanya wanita itu, bahkan ia dengan berani menoel dagu Dimas.

Dimas kembali menepis dan segera membuka kunci pintu apartemen nya.

Wanita itu nampak sumringah dan langsung mendahului Dimas masuk ke dalam, selayaknya rumah milik nya sendiri.

Dimas menggeram dengan suara tertahan, ia harus bersabar untuk menghadapi wanita yang pernah mengisi kekosongan kehidupan nya, bukan hati nya, hanya hidup nya.

"Keluar An, kau di larang masuk ke sini untuk alasan apapun" ujar Dimas masuk ke dalam tanpa menutup pintu, ia tak ingin tetangga nya berpikir yang tidak-tidak dengan membawa wanita lain masuk ke dalam apartemen nya.

Sedangkan, Melia sudah begitu di kenal oleh para tetangga atas Mama Papa nya yang mengajak Melia berkeliling.

"Siapa yang melarang ku untuk kesini Sayang? Bukan kah aku kekasih mu hingga detik ini?" tanya wanita itu yang memiliki nama Anne dengan suara manja nya yang dulu selalu membuat Dimas tergoda.

Dimas berdecak dan mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah, saat Anne duduk di sofa hingga membuat rok mini nya semakin terangkat dan memperlihatkan paha mulus nan putih.

"Aku! Aku yang melarang mu kesini dengan tegas An! Hubungan kita sudah lama berakhir, dan kau masih tidak punya rasa malu sama sekali ya" cibir Dimas membuat rahang nya mengeras.

Anne terkekeh pelan sembari bersandar di sofa empuk yang pernah menjadi saksi bisu permainan nya dengan Dimas dulu.

"Rasa malu ku hilang bersamaan dengan pergulatan yang begitu dahsyat kita dulu Sayang" jawab Anne dengan vulgar.

"Dim.. Aku merindukan sentuhan mu Sayang, kau sudah lama tak menyentuh ku, bahkan untuk mencium ku saja kau sudah tak pernah, apa kau tak merindukan belaian ku?" Anne beranjak mendekati Dimas yang masih berdiri dengan tangan di kepal.

"Kau pasti juga merindukan belaian ku ya? Kita bisa mulai dari awal lagi, Dim.. Aku ingin merasakan tubuh mu lagi" Anne berbisik berharap Dimas tergoda.

Anne masih mencoba terus menggoda Dimas, di tambah dengan sentuhan yang memabukkan, membuat tubuh Dimas kaku.

"Kak, aku balik buat ambil barang yang keting-"

Deg

Dimas langsung mendorong Anne yang sedang berusaha membuka kancing kemeja nya.

"Awh! Sakit Dimas!" ringis Anne yang belum siap langsung terjatuh ke lantai dan membuat dalaman Anne terlihat jelas.

Dimas segera berbalik dan menatap Melia yang menatap nya dengan mata membola.

"Kamu siapa?" tanya Melia dengan nada tak bersahabat, ia juga menyingkirkan Dimas dari hadapan nya.

"Sayang.. Ini nggak seperti yang kamu-"

"Diem Kak, aku nggak ngomong sama Kakak sekarang" ketus Melia sembari melirik Dimas dengan tatapan tajam.

Dimas langsung menurut dan berdiri di samping Melia yang seperti nya masih di kuasai amarah.

"Saya yang harus nya tanya begitu! Kamu siapa asal masuk ke apartemen orang?" tanya Anne balik, ia sudah berusaha untuk berdiri lagi tanpa di bantu oleh Dimas.

Melia bersedikap dada menantang wanita yang pakaian begitu tak tertutup dan memakai sepatu hak tinggi yang membuat tinggi nya lebih sedikit daripada Melia.

"Ini apartemen Kak Dim bukan apartemen orang lain" ketus Melia tak mau kalah di depan wanita yang memiliki riasan menor.

"Anak kecil jangan sok berani kamu ya! Kamu nggak tau aku siapa? Tanya sama Kakak kamu itu" ketus Anne, ia mengira jika gadis di depan nya itu ialah adik Dimas.

Melia berbalik menatap Dimas dengan tatapan nyalang, membuat Dimas tak berkutik. Kali ini ia melihat sisi galak istri mungil nya itu, tapi entahlah kali ini ia merasa Lia berkali-kali lipat menggemaskan lagi.

"Siapa dia?" tanya Melia dengan mata melotot menatap Dimas, ia bahkan melupakan niat nya yang ingin mengambil buku pelajaran yang tertinggal.

"Hanya pembuat onar yang datang mengacau Sayang" jawab Dimas mencoba membujuk Melia agar tak marah kepada nya.

"Pembuat onar? Sayang? Dim! Aku ini pacar mu dari dulu hingga sekarang ya, jangan kamu lupa" sahut Anne juga mulai menunjukkan taring nya.

Melia menatap ke arah Anne dengan tatapan intimidasi.

"Pacar nya ya? Kenalin.. Istri SAH nya" Melia dengan lantang memperkenalkan diri nya sembari menatap remeh ke arah Anne.

Deg

"Dim.. Ini nggak seperti yang di bilang sama bocah ingusan ini kan? Kamu belum menikah kan? Kan kamu sendiri yang bilang nggak akan menikah dengan wanita manapun" tanya Anne pada Dimas untuk meminta kebenaran.

Melia berdecih. "Bocah ingusan" cebik Melia merasa terganggu dengan sebutan dari Anne untuk nya.

Anne tak menggubris, ia memilih menatap Dimas berharap ada tatapan protes dari Dimas atas jawaban dari gadis di depan nya itu.

"Memang betul, aku memang nggak akan menikah dengan wanita manapun, kecuali dengan gadis masa kecil ku" jawab Dimas sembari merangkul pundak Melia.

Deg

"Jadi bocah ini.." gumam Anne di angguki Dimas.

"Iya, dia cinta pertama dan terakhir ku" sahut Dimas lalu memberi kecupan manis di kening Melia.

Melia yang tadi nya di kuasai amarah, kini berganti menjadi salah tingkah.

"Nggak! Nggak mungkin Dim.. Kita udah laluin banyak hal bersama Dim, kamu nggak bisa gitu aja ninggalin aku" Anne mulai berseru dengan nada frustasi.

"Itu karna kau yang mengatakan akan seka rat! Ja lang!" umpat Dimas dengan nada keras, tak lupa ia mendekap Melia dan menutup telinga istri nya itu agar tak mendengar kata-kata yang kasar keluar dari mulut nya.

Anne terdiam lalu terkekeh nampak miris, "Ku kira dengan cara itu kau bisa melupakan bocah ingusan itu, makanya aku melakukan nya"

Melia berdecak mendengar perdebatan yang membuat kepala nya pusing.

"Stop!"

1
ハニサ
yg smpt bca komen aku, baca ya🙏

buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭
ハニサ: klau bsa rebut peringkat ku jg sih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!