NovelToon NovelToon
Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Dio tak menyangka wanita yang ditemuinya dalam hitungan jam berani melamarnya. Bagi dirinya itu adalah sebuah penghinaan meskipun wanita yang ditolongnya cantik dan mampu memberikan seluruh harta. Dio pun menolak keinginannya, tetapi si cantik Laras tetap terus mengejarnya.

Apakah Dio bersedia menerima lamarannya atau tetap pada pendiriannya mencintai kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Kelimabelas

Saat akan kembali ke kamar, Dio dan Laras berpapasan dengan Sindy yang telah berganti pakaian. Dia tampak terkejut bertemu dengan Dio.

"Kamu kenapa di sini?" tanya Sindy gugup.

"Memangnya kenapa? Bukankah siapa saja boleh menginap di sini?" Dio balik bertanya dengan wajah datar.

"Ya, siapa saja boleh menginap di sini," jawab Sindy.

"Aku menginap di sini karena kemarin kami baru saja melangsungkan pernikahan," kata Dio menatap istrinya sambil tersenyum dan Laras membalasnya dengan senyuman singkat.

"Jadi, kalian benar-benar sudah menikah?" Sindy lagi-lagi tak menyangka kalau Dio membuktikan ucapannya. Dia pikir hanya mengancamnya dan berpura-pura.

Dio lalu menunjukkan cincin pernikahannya di jemarinya.

Sindy pun tak dapat berkata-kata.

"Ayo sayang, kita balik ke kamar!" Dio memegang jemari Laras dan melangkah.

Sindy tampak begitu kesal karena mantan kekasihnya itu tak kelihatan patah hati ketika mereka berpisah.

"Aku masih mencintainya?" tanya Laras setelah mereka cukup jauh dari Sindy.

"Jika aku masih mencintainya, aku tidak akan menikahimu!" jawab Dio melepaskan genggamannya dan tetap berjalan.

"Jadi, kamu sudah menyukai aku?" tanya Laras yang tampak bahagia mendengarnya.

"Kita 'kan menikah karena terpaksa," jawab Dio lagi.

"Apa kamu menyesal?" tanya Laras lagi hingga keduanya masuk ke kamar hotel.

"Entahlah, aku tak tahu," jawab Dio.

"Bulan depan ikut aku ke luar negeri, yuk!" ajak Laras.

"Kamu mau bertemu dengannya?" Dio coba menerka.

"Ya, sekalian ada urusan pekerjaan juga," kata Laras.

"Aku tidak mau!" Dio menolak ajakan istrinya.

"Ayolah, Dio. Agar kedua orang tuaku mengizinkan aku!" mohon Laras.

"Aku tidak suka kamu bertemu dengannya," kata Dio.

"Bukankah kamu bilang boleh kemanapun atas dapat izin darimu? Lagian kamu juga tidak menyukaiku, kenapa harus melarangku menemuinya?" tanya Laras .

"Bagaimana jika kedua orang tuamu bertanya? Apa yang harus katakan kepada mereka? Pastinya mereka akan memarahiku karena membiarkanmu menemuinya!"

"Hanya itu salah satu jalan agar aku bisa bertemu dengannya. Di sini aku terus diawasi," kata Laras.

"Aku tidak ikutan dan tak mau mencampuri urusan kamu."

***

Seminggu berlalu...

Setelah menikah Laras dan Dio akhirnya pun menepati kediaman yang baru. Beberapa hari lalu mereka sempat menumpang di rumah orang tuanya Laras. Meskipun belum banyak perabotan, hal itu tak jadi masalah karena makanan dapat dipesan secara online.

Hari ini Dio telah bekerja di perusahaan milik mertuanya, meskipun tidak menduduki jabatan tinggi tak membuatnya berkecil hati sebab memang kemampuannya segitu. Perlahan dan pasti suatu hari nanti dia juga akan menepati posisi tinggi tersebut.

Dio dan Laras tidak bekerja di gedung yang sama. Johan sengaja memisahkan keduanya biar menantunya dapat fokus bekerja.

"Kamu tidak berangkat ke kantor?" tanya Dio saat dirinya sudah bersiap pergi.

"Lusa saja, temanku mau datang kemari," jawab Laras.

"Ya sudah, kalau begitu aku berangkat!" Dio menyodorkan tangannya di depan wajah istrinya.

Laras pun menyambut uluran tangan suaminya dan mengecup punggung tangannya.

Sejam kemudian, teman-temannya Laras datang berkunjung. Ketiganya masing-masing membawa makanan yang dipesan Laras.

"Suamimu sudah pergi kerja 'kan?" tanya Cella mengedarkan pandangannya.

"Sudah. Kalian bisa bebas di sini," jawab Laras. Sebelumnya mereka menolak diajak Laras bermain ke rumah barunya dengan alasan segan dan juga karena Laras masih menikmati suasana pengantin baru. Mereka tak mau mengganggu.

"Asyik, kalau begitu!" Yuna memilih mengambil cuti kerja demi berkumpul dengan teman-temannya kebetulan tempatnya bekerja milik keluarganya.

"Rea tak ikut?" Laras tak melihat salah satu sahabatnya.

"Biasa ke luar kota, urusan pekerjaan," ucap Cella.

"Sekarang dia jarang sekali kumpul dengan kita. Apa kalian tidak curiga?" tanya Lola.

Laras dan kedua temannya yang lain saling pandang.

"Kita jumpa waktu Laras menikah. Lalu dia tidak sampai selesai acara buru-buru pergi. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan dari kita," kata Lola.

"Ya, aku juga curiga. Tiap aku tanya kenapa dia jarang membalas pesan dariku atau menolak kita ajak berkumpul, dia selalu bilang kalau sedang sibuk," ucap Cella.

"Sesibuk apa pekerjaannya sampai tak sempat membalas pesan kamu?" tanya Lola.

"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Cella.

"Mungkin dia memang lagi sibuk. Kalau ada waktu pasti dia mau kumpul dengan kita," Laras mencoba berpikir baik.

Ketiga temannya manggut-manggut paham.

Tiga jam berlalu, ketiga temannya Laras pamit pulang. Laras lalu berangkat ke sebuah restoran, di sana Alex telah menunggunya.

"Aku tidak bisa lama. Suamiku sebentar lagi pulang. Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Laras.

"Aku rindu denganmu," jawab Alex.

"Berapa yang kamu butuhkan?" Laras paham jika Alex ingin minta uang kepadanya.

"Sepuluh juta," kata Alex.

Laras mengeluarkan ponselnya dari tas lalu mentransfer uang yang diminta mantan kekasihnya.

"Kita jadi bertemu 'kan di luar negeri?" tanya Alex.

"Aku tidak bisa. Dia menolak ajakanku. Orang tuaku pastinya tidak akan mengizinkan aku bepergian sendirian," jawab Laras.

"Gagal jadinya kita liburan ke sana," Alex tampak kecewa.

"Aku ke sana bukan liburan tapi urusan pekerjaan. Jika dia tak mau, maka papaku tidak akan menyuruhku ke sana," ucap Laras.

"Padahal, aku belum pernah ke sana!" Alex memasang wajah sedih.

"Kamu bisa pergi liburan ke sana. Aku akan mengirimkan uangnya. Tapi, mulai hari ini jangan pernah mengganggu hidupku!" tegas Laras.

"Kamu benar mau membelikan aku tiket pesawat?" Alex ingin memastikannya.

"Ya, bahkan uang penginapan. Tapi, kamu harus berjanji untuk menjauhi aku!"

"Iya, aku janji tidak akan mengusik hidupmu!" ucap Alex.

Laras kembali mentransfer uang ke nomor rekeningnya Alex. "Semoga cukup!"

Alex membuka ponselnya, senyumnya melebar kala melihat nominal angka yang dikirimkan mantan kekasihnya.

Laras beranjak dari tempat duduknya dan berkata, "Aku duluan!"

Setelah Laras pergi, Alex tersenyum senang. Total 70 juta masuk ke rekening pribadinya. Ia tak perlu capek bekerja buat bisa menikmati liburan ke luar negeri.

Mobil yang dikendarai Laras sudah meninggalkan parkiran restoran. Seorang wanita keluar dari persembunyian, ia duduk di samping Alex dan memeluknya.

"Misi kita berhasil!" Alex mengecup pipi kekasihnya.

"Kapan kita berangkat ke sana?"

"Mau kamu kapan?" tanya Alex.

"Bagaimana kalau minggu depan? Aku berencana mau mengambil cuti."

"Boleh juga!" Alex setuju.

"Ternyata si Laras bisa juga dibodohi!" wanita selingkuhannya Alex tersenyum seringai.

-

Laras akhirnya tiba dikediamannya setelah menempuh perjalanan hingga 2 jam karena macet parah.

"Dia sudah di rumah!" gumam Laras mulai panik.

Laras mencoba tetap tenang, ia berjalan memasuki rumahnya dan melemparkan senyuman kepada suaminya yang berdiri sembari memasukkan kedua tangannya di saku celana.

"Dari mana?" tanya Dio dengan wajah dingin.

"Aku tadi makan di luar," jawab Laras beralasan.

"Memangnya teman kamu tadi datang ke sini, kalian tidak acara makan-makan?" tanya Dio lagi.

"Aku lapar lagi," jawab Laras.

"Kenapa tidak pesan saja?" lagi-lagi Dio bertanya.

"Kenapa 'sih kamu cerewet sekali?" protes Laras. "Aku bukan anak kecil kalau ke luar rumah harus mendapatkan izin!"

"Orang tuamu memberikan aku tugas dan kamu itu adalah tanggung jawabku. Kamu harus mengikuti peraturan yang aku buat!" Dio sedikit meninggikan suaranya.

"Peraturan? Ini rumahku. Kamu tidak berhak mengatur aku!" Laras berkata lantang.

"Meskipun ini rumahmu tapi aku adalah suamimu!" Dio juga tak kalah meninggikan nada suaranya.

"Kamu cuma suami diatas kertas. Kita menikah bukan karena cinta. Kamu butuh uang dan aku hanya ingin memenuhi permintaan orang tuaku. Jadi, aku minta sama kamu jangan pernah mengatur hidupku!" Laras kemudian berlalu meninggalkan suaminya dengan mata berkaca-kaca.

1
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
Loh kok tamat thor?
Dew666
🍭💎
Dew666
💜💜💜
Dew666
🍡🪸💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!