Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Dinda dengan sengaja mengirim foto dirinya saat menonton pertandingan basket . Padahal itu hanya akal akalan Dinda saja . Setelah mendapatkan jepretan terbaik . Dinda mengirimkan foto itu kepada Alesya .
Alesya yang tengah saling berbalas pesan dengan kedua sahabatnya . Melihat ada pesan masuk dengan nomor baru .
Alesya lalu membuka pesan itu . Disana ada Dinda dan juga Gama . Meskipun sedikit berjarak, tapi dapat membuat kesan berbeda .
" Nih anak nggak bosen cari gara-gara . Terus apa hubungannya sama gue " ucap Alesya .
" Biarin aja " ucap Alesya .
Setelah melihat foto itu . Alesya menjadi kepikiran . Tapi Alesya tahu jika Gama tidak mungkin hanya foto berdua dengan Dinda . Semakin menepis justru membuat Alesya kesal .
" Sudah punya istri . Tapi masih suka keluyuran " ucap Alesya .
" Tadi lo nggak bilang kalau mau ikut " ucap Gama .
"Nggak jelas "ucap Alesya
" Jangan marah nanti cantiknya hilang " ucap Gama merebahkan tubuhnya di ranjang . Sedangkan kaki Alesya sebagai bantalnya .
Meskipun pulang basket dan berkeringat . Tapi tubuh Gama wangi .
" Mandi sana lo bau " ucap Alesya .
" Bentar Al . Gue capek " ucap Gama memejamkan matanya .
Akhir akhir ini di sekolah maupun di luar cukup banyak kegiatan .
Alesya membiarkan Gama tertidur . Alesya menatap wajah Gama .
" Perfect " ucap Alesya .
Tangan Alesya menyentuh hidung mancung Gama .
" Asli " ucap Alesya tertawa kecil .
" Sudah puas belum " tanya Gama dengan suara lelahnya .
Alesya memundurkan tubuhnya .
" Bangun sana mandi " ucap Alesya .
Gama lalu berdiri .
" Tunggu jangan tidur dulu " ucap Gama .
Gama lalu melenggang pergi meninggalkan Alesya dengan pikirannya .
Alesya masih bermain dengan ponselnya . Mereka bertiga membicarakan acara kemah yang di laksanakan minggu depan . Alesya sebenarnya tidak mau ikut . Tapi Kirana dan Jeni memaksa Alesya untuk ikut .
Gama sudah berbaring di samping Alesya . Gama menyandarkan kepalanya di pundak Alesya .
" Gama lo apaan sih . Minggir nggak " ucap Alesya kesal .
" Sama suami nggak boleh gitu " ucap Gama .
Hari ini Gama merasa lelah . Tapi setelah kemah . Anggota OSIS akan di gantikan dengan yang baru .
Alesya ingin sekali menanyakan perihal foto yang Dinda kirimkan . Tapi Alesya tidak mau jika Gama berpikir dia cemburu .
" Ada apa ?" tanya Gama .
" Tadi lo sama Dinda ?" tanya Alesya .
" Gue di lapangan basket Al banyak orang . Gue dari tadi sama tim basket " ucap Gama .
" Kenapa ?" tanya Gama bangun dan menatap Alesya .
" Tadi Dinda mengirim foto ke gue " Alesya memperlihatkan foto yang dikirim oleh Dinda .
" Gue aja nggak tahu " ucap Gama apa adanya .
" Jangan cemburu . Gue nggak bakal selingkuh " ucap Gama .
" Apaan sih . Gue nggak cemburu . Hanya memastikan . Ya kali lo selingkuh terus gue bakal jadi janda muda " ucap Alesya .
Gama lalu mencium bibir Alesya . Entah apa yang ada di pikiran Gama saat itu . Alesya membola . Terkejut dengan tindakan Gama .
" Jangan ngomong gitu lagi " ucap Gama mencoba tenang .
Alesya segera memunggungi Gama . Pipi Alesya sudah merah seperti tomat .
" Nggak usah malu . Kita itu pasangan sah . Supaya terbiasa kita akan sering melakukannya " ucap Gama .
" Gama lo mesum " ucap Alesya .
Alesya masuk ke dalam selimut dan menutup seluruh tubuhnya .
Gama tersenyum . Gama lalu ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk Alesya dari belakang .
" Gama lo jauh jauh dari gue " teriak Alesya .
" Jangan bergerak . Kalau lo bergerak gue bisa saja bertindak lebih " ucap Gama .
Alesya sudah tidak lagi bergerak . Gama membuat Alesya menjadi patung semalam. Alesya mencoba memejamkan matanya . Namun tetap tidak bisa . Terdengar hembusan nafas Gam yang sudah mulai teratur . Menandakan Gama sudah tertidur .Baru Alesya bisa tidur .
Seperti biasa . Gama sudah lebih dulu bangun dan bersiap . Tapi Gana tidak berangkat lebih dulu . Dia akan berangkat bersama Alesya . Mama dan Papa Gama sudah mewanti wanti untuk menjaga Alesya . Bukan hanya karena permintaan kedua orang tuanya . Tapi Gama juga menyadari tanggung jawabnya .
" Kenapa sih lo selalu bangun lebih awal " ucap Alesya .
" Kenapa ? Lo mau nyiapin sarapan buat gue " ucap Gama .
" Nggak juga sih " Alesya lalu melenggang ke kamar mandi .
Mereka sarapan berdua . Dan ada mbak yang sudah di beri mandat oleh Mama Gina .
" Makasih ya mbak . Kita berangkat dulu " pamit Alesya
" Iya non hati hati " ucap mbak .
" Iya mbak " jawab Alesya .
Di dalam mobil selalu hening . Berbeda jika di rumah. Kadang Alesya di buat bingung sendiri .
" Besok sekolah akan mengadakan kemah . Mau ikut ?" tanya Gama .
" Tadinya enggak . Tapi kedua sahabat gue maksa " ucap Alesya .
" Ikut aja . Gue juga ikut " ucap Gama .
" Turun . Sudah sampai " ucap Gama.
Alesya memilih turun lebih dulu . Beruntung sekolah masih sepi . Mereka memang memilih datang lebih awal . Lebih tepatnya Alesya mengikuti Gama .
Alesya sudah duduk di bangkunya . Tak lama Vina datang . Alesya lalu berdiri dan menghampiri Vina .
" Lo sudah baikan ?" tanya Alesya .
" Iya . Gue nggak betah di rumah " ucap Vina .
" Selama lo nggak papa ya sekolah aja " ucap Alesya .
" Dih sok bener lo " ucap Jeni yang baru datang .
" Nyamber bae " ucap Alesya .
" Tumben lo sudah muncul " ucap Jeni .
" Ya emang gue rajin " ucap Alesya
" Calon anak teladan " ucap Vina .
" Telatan bukan teladan kalau dia mah " ucap Jeni .
" Sirik aja lo " ucap Alesya kembali duduk .
" Morning " sapa Kirana yang juga baru datang .
" Morning " jawab Teman sekelas Alesya
" Ini gue bawa oleh-oleh " ucap Kirana .
" Dari mana ?" tanya Jeni .
" Bokap habis dinas " ucap Kirana .
Alesya sedikit tersentil . Tapi dia menutupinya . Jangan sampai sahabatnya seperti dirinya .
" Kata bokap . Dia kalian kalian di suruh main ke rumah . Ada hadiah " ucap Kirana .
Memang mereka sudah seperti keluarga . Kedua orang tua Kirana juga tahu bagaimana kehidupan Alesya .
" Oke " ucap Alesya
" Habis dari rumah Kirana , kita lanjut belanja . Persiapan buat kemah besok " ucap Jeni .
" Setuju . Sudah lama kita tidak kumpul " ucap Kirana .
" Lo gimana Al ?" tanya Kirana .
" Gue ngikut aja " ucap Alesya .
Alesya tak lupa mengirim pesan kepada Gama . Jika dia akan pulang bersama sahabatnya .