NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Meski pikirannya kacau tak ada yang bisa dilakukan Lily, selain pasrah dan tetap melakukan pekerjaannya. Namun, kesedihan di wajahnya terlalu jelas untuk Ciara yang selalu memperhatikannya.

"Hay, Ly," sapa Ciara setelah memberanikan diri menyapa.

Lily menoleh. "Iya Bu? Ada bisa dibantu?'' tanya Lily.

Ciara menggeleng. "Kamu kenapa? Kelihatan mikirin beban gitu."

Lily yang telah selesai dengan nangisnya. Namun, suasana hatinya masih sedih. Perhatian itu membuat cairan bening kembali muncul di pelupuk mata tanpa kendali.

Lily mengalihkan pandangannya, dan menunduk kecil, mengusap sudut air matanya. Lalu menatap Ciara lagi sembari tersenyum.

"Tidak ada Bu, hanya masalah pribadi."

"Kamu boleh cerita denganku. Aku bisa jaga rahasia," tawar Ciara sembari mengulum senyum lembut.

Lily menggelengkan kepala. "Kamu lebih muda dariku, tidak usah mengasihaniku. Dan aku juga tidak ingin membuat orang lain memikirkan beban hidupku."

Ciara menghela nafas pelan, tak lagi memaksa. Ia kemudian meneguk pelan kopi yang sedari tadi di tangannya.

"Maria itu kasar, kamu akan jadi sasaran utamanya nanti. Hati-hati ya," ucap Ciara memperingati.

Lily mengangguk sebagai bentuk paham. Ciara kemudian melambaikan tangan pergi dari sana tanpa mengucapkan apapun, dan kembali ke tempat kerjanya.

Lily diam termenung sembari meremas gagang sapu di tangannya.

Datangnya Roy, membuat tempat itu semakin terasa sempit, dan sulit membuat bernafas.

"Sayang, hanya kamu satu-satunya anak yang Ibu lahirkan. Ibu tidak akan bersama pria manapun. Tidak ada ada lain. Ibu janji," batin Lily dengan air mata yang jatuh berlinang membasahi pipinya.

Saat ia larut dalam kesedihannya. Sebuah tamparan keras melayang di pipinya, membuat Lily langsung melebarkan mata, menatap sang pelaku, dan menyentuh pipinya.

"Dasar wanita sialan! Kau sebagai menggoda pacarku kan!" sentak Maria.

Suasana hatinya yang kacau, dan ada yang mengusiknya seperti itu, membuat Lily langsung meledakkan amarahnya. "Aku tidak tertarik dengan pria sialan! Dan tidak bertanggung jawab itu!"

Maria melotot, ia lalu berkacak pinggang, seolah menunjukkan dialah yang berkuasa.

"Berani kau berteriak begitu?" sahutnya kali ini dengan suara rendah, namun penuh penekanan.

"Kenapa?" balas Lily menyinggung senyumnya.

"Kau tidak pantas! Kau bekerja di perusahaan calon suamiku. Aku sebagai pacarnya harus kau hormati!"

Lily menyinggung senyumnya. "Lalu aku sebagai mantan pacarnya, yang belum dia lupakan, harus kamu apa?" sahutnya dengan tegas.

Namun, ucapannya itu langsung disambut heboh orang-orang sekitar yang mendengarnya.

"Akh! Sudah ku duga, dia orangnya!"

"Jadi, Pak Axton belum move on itu, karena dia perempuan itu!"

Lily langsung mengatup rapat mulutnya. Merasa ia telah kelebihan bicara.

Seseorang menghampiri, mengulum senyum tipis padanya. "Ow, jadi benar kamu ya."

"Aku kasih tau satu rahasia. Kau tau, aku juga wanita yang pernah tidur dengan Pak Axton, tapi dia bilang, 'ini hanya permainan, kesenangan sesaat, soal cinta, aku masih mencintai seseorang.' apa itu dirimu? Auu manisnya," cerocosnya.

Lily memalingkan wajah tak menanggapi, sementara Maria tampak emosi. Matanya memerah menatap tajam dan penuh dendam pada Lily.

"Diam!" teriaknya.

"Lily ambil kembali posisimu, dan tetap bersikap baik ya!" seru para karyawan yang dibalas sorakan setuju.

Sorakan setuju yang jelas itu adalah perasaan muak akibat tingkah angkuh Maria.

"Diam diam!" teriak Maria semakin menjadi-jadi, tapi semua orang semakin menyorakkinya.

Axton ... pria itu sejak tadi diam memperhatikan. Ia bahkan tersenyum, saat Lily mengungkapkan siapa dirinya.

"Hebat, kamu memang wanita hebat, kamu memanfaatkan namaku sekarang, hm," batinnya yang tampak bangga atas apa yang terjadi.

Aline yang berada di dekatnya berdehem, dengan suara pelan bertanya. "Jadi, dia wanita itu Pak? Yang Pak Axton cerita belum dilupakan."

"Hm, iya. Wanita kesayanganku," ucap Axton tanpa ragu, seolah tidak peduli bagaimana perasaan Aline yang baru saja menghabiskan waktu bersama.

"Hm, dia beruntung mendapatkan cinta pak Axton. Tapi, Pak Axton yang sudah tidur beberapa wanita, bahkan di depannya. Apa ini tidak keterlaluan? Atau Pak Axton gila karena ditinggalkan?" batin Aline sembari melirik Axton.

Axton terus memperhatikan keributan itu dengan santai. Hingga terlihat, Maria menyiram air ke wajah Lily yang menimbulkan pekikan berbagai pihak.

Axton menghela nafas pelan. "Sabar Axton. Ini belum saatnya kamu membela kesayanganmu."

Pria itu kemudian berjalan menuruni anak tangga yang berada di tengah-tengah lantai itu. Setiap pijakan yang membuatnya terus memperingati diri sendiri.

Tak ada yang memperhatikan karena fokus pada keributan itu.

Suara Maria yang emosi terdengar memantul di tempat itu."Wanita sialan, aku akan menghajar mu!"

"Wo wo wo, tahan tahan!" Seru yang lainnya menghadang Maria agar tidak menjangkau Lily.

"Lily, ayo ke toilet, siram tubuhmu dulu," ajak Ciara hendak menarik Lily pergi dari sini.

"Berhenti!" seru Axton dengan suara baritonnya yang membuat suasana seketika senyap.

"Siapa yang mengizinkanmu pergi. Setelah membuat perasaan kekasihku kacau?"

Ucapan Axton yang membuat suasana seketika hening.

Orang-orang yang mendengar itu langsung merasa cemas. Menduga mereka salah telah membela orang.

Namun, Maria jelas tersenyum senang. Wanita itu segera berlari ke arahnya.

"Axton," sahutnya menghambur pelukan ke Axton.

Axton segera menariknya, membawanya dalam rangkulan, berdiri di sebelahnya.

"Axton, lihat mereka semua menindasku." Adu Maria.

"Hm," dehem Axton mengusap puncak kepalanya.

"Lily Gabriella, sebaiknya minta maaf sekarang!" Pinta Axton dengan tegas, membuat orang-orang yang tadi membela Lily langsung menjauh, menjaga aman dari bahaya. Kecuali Ciara yang tetap menopang tubuhnya.

Lily diam menatap Axton dengan suara nafas kasar dari mulutnya.

"Pak, Lily ..."

"Siapa yang memintamu bicara, Ciara?" potong Axton membuat Ciara terdiam.

"Dia menyiramku ...."

"Ada apa ini?" suara yang tak kalah tegas dari Axton terdengar dari arah berbeda.

Suara yang juga membuat Lily langsung terdiam. Wanita itu melirik ke arah sumber suara dan melihat Roy yang menatapnya penuh ancaman.

"Tidak, jika aku mengadu, itu sama saja mencari masalah," batin Lily segera mengatup mulutnya kembali dengan rapat.

"Tapi, stt, kepalaku pusing ...." Lily memejamkan mata merasa sesuatu tak nyaman.

"Pak Roy," sahut karyawan itu menyapa dengan suara bergetar yang masih syok dan cemas.

"Kenapa kau masih di sini!" sahut Axton ketus.

"Dia siapa Axton?" tanya Maria.

"Begitu saja tidak tau. Dia ayah Pak Axton," celetuk Aline dengan suara berbisik di dekatnya.

Maria langsung tersenyum. "Dia sepertinya tidak suka Lily," batinnya menebak, melihat sorot mata tajam saat menatap Lily.

"Halo, Paman. Saya pacar Axton. Axton sedang membereskan wanita itu. Dia membullyku," ucap Maria memperkenalkan diri, sembari mengadu menunjuk ke arah Lily.

Roy tidak menggubris. Ia menatap Maria dari atas ke bawah, dengan pandangan rendah. Saat ia membuka mulut ingin bertanya, suara Axton menggema menahannya.

"Lily!" Jerit Axton diikuti langkah cepatnya.

Axton menangkap tubuh Lily yang jatuh tak sadarkan diri.

"Lily," sahut Axton cemas, ia menyentuh wajah Lily seketika membuatnya terkejut merasakan wajah Lily panas, dan melihat wajah itu memerah.

"Pak, Maria menyiram Lily dengan air panas. Aku bahkan kena," sahut Ciara menyampaikan apa yang sempat terpotong tadi.

Bola mata Axton langsung melebar. Ia menoleh menatap Maria yang langsung mundur mendapati tatapan mematikan itu.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!