NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

apakah cemburu

Arina menghentakkan kakinya frustasi, hampir satu jam dia berkeliling mencari Riska tapi wanita itu seperti menghilang di telan bumi.

Mana Fabio sudah pulang karena mendapat panggilan mendadak dari ibunya, Ia menyumpah serapahi Nenek gayung itu begitu ia tidak menemukan mobil nya di parkiran.

" dasar nenek gayung! aku sumpahin kamu ketemu kakek cangkul!" pekiknya dengan kaki yang menghentak-hentak.

Arina menatap nanar ke arah jalanan, langit sudah gelap, malam semakin larut, ponselnya sedang mati, sedang jarak menuju pangkalan ojek offline lumayan jauh. Bagaimana ini, Arina menggigit bibir bawahnya, ia sedang berpikir keras, mencari cara agar bisa sampai rumah dengan selamat.

karena tidak menemukan cara lain, mau tidak mau ia harus berjalan sekitar satu kilo meter untuk sampai ke pangkalan ojek. Setelah memantapkan hati, dengan langkah lebar ia melangkah menuju pangkalan ojek.

" Ada apa ini?" Arina menatap datar ke arah dua manusia yang tengah menyambut kedatangannya dengan ekspresi menyebalkan, di sini seharusnya dirinya yang berhak marah, tapi justru Alvian yang melemparkan tatapan nyalang pada nya, beralih pada Riska, wanita itu menyeringai tipis begitu tatapan mereka bertemu.

" dari mana kamu?" suara Alvian melengking mendobrak pendengaran nya.

" dari mana aku, tanyakan saja pada nya!" Arina menyorot Riska penuh kebencian, gara-gara nenek sihir itu ia harus terjebak hujan di pinggir jalan, mana sebagian baju nya juga basah, membuatnya hampir mati kedinginan di depan ruko yang kebetulan sudah tutup.

" jangan bertele-tele, siapa dia!" mendapat serangan mendadak, Arina gelagapan sehingga ia hampir menjatuhkan ponsel yang di lemparkan Alvian kepadanya karena tidak adanya kesiapan, Arina melirik Riska setelah melihat apa yang ada pada layar ponsel itu. Jadi ini tujuannya!

" siapa pria itu! " pada gambar itu memperlihatkan fotonya dengan Fabio tadi yang di ambil dari arah belakang.

" teman ku!"

" kamu meninggalkan Riska demi seorang pria yang kamu anggap teman, kamu pikir aku bodoh!"

Arina menatap datar kepada Alvian lalu berganti pada Riska, tanpa sepatah katapun Alvian mengerti maksud diam nya wanita itu.

" kita berbeda Arina, seorang pria boleh memiliki istri lebih dari satu sedang perempuan tidak bisa"

Arina tertawa rendah " pikiran mu terlalu jauh, meskipun kamu menikah dengan perempuan satu bumi pun aku tidak peduli, ingat pernikahan kita hanya pernikahan di atas kertas, aku tidak akan pernah mencampuri semua urusan mu begitu pula sebaliknya!"

Arina berjalan melewati Alvian dan juga Riska, mengabaikan wajah merah padam pria itu, tak lupa ia menyeringai tipis menertawakan kebodohan Riska.

Ulah impulsif wanita itu berhasil membuat Alvian menegaskan di mana posisinya dalam hidup Alvian.

" tunggu!" Alvian memperhatikan Arina yang setengah basah dari atas kebawah lalu tersenyum mengejek.

" pria macam apa yang kamu kencani Arina? Dia tidak berani datang kemari untuk menghadapi suamimu dan lebih memilih menelantarkan mu di tengah jalan, miris sekali, tapi aku tidak heran, wanita tidak beretika seperti mu memang tidak pantas mendapatkan cinta tulus dari seorang pria!"

Arina tertawa rendah." justru wanita seperti ku sangat tidak layak bersanding dengan pria tidak berguna seperti mu, lebih percaya orang lain yang meninggalkan istrinya sampai telat pulang hingga larut malam, sebenarnya apa fungsi mu sebagai suami? Oh, aku lupa pernikahan ini di dasari rasa ingin balas dendam kan? kalau begitu lakukan apapun sesukamu dan aku akan melakukan apapun untuk melindungi diri ku!"

" sudahi akting mu, kamu tidak bisa mengkambing hitamkan Riska karena Riska memiliki bukti dengan siapa kamu bertemu sehingga lupa dengan siapa kamu datang bersama"

Arina mengangguk sekali." kalau begitu aku tidak akan berbicara lagi" Arina maju satu langkah mendekati Riska." kamu harus menenangkan suami ku yang di bakar kecemburuan, Ris. Selamat berjuang" bisik nya tepat di samping Riska sebelum meninggalkan mereka menuju kamarnya.

Tepat seperti dugaan nya, Riska menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan wajah menekuk, ia kesal karena dari tadi Alvian mendiamkan nya dan lebih fokus menatap pintu kamar Arina yang tertutup rapat, tanpa berniat membujuk nya sama sekali.

" kamu cemburu sama Arina mas?"

Alvian mendengus seraya menyandarkan punggungnya pada sofa. " kamu jelas sangat tau perasaan ku pada nya ataupun pada mu, Ris."

Riska memutar matanya jengah, amarahnya semakin membludak setelah Alvian menanggapi nya, ingin sekali ia memaki-maki Alvian untuk menyalurkan kekesalannya karena di abaikan dari tadi, membiarkan nya terlalu lama berkecimpung dalam kecemburuan yang tak berdasar.

" tapi sikap mu pada Arina saat mengetahui dia bersama pria lain mengatakan kalau kamu mencintai nya mas!" Alvian mengalihkan pandangannya pada Riska begitu suara wanita itu naik satu oktaf, Alvian sangat benci di bentak. Tapi, Riska sudah mengantisipasi nya dengan linangan air matanya yang merupakan kelemahan Alvian sejak dulu.

Alvian menghela napas panjang, ia sadar kalau sikap nya telah menyakiti wanita yang sangat di cintai nya, dia menarik lengan Riska lalu merengkuh nya dengan lembut." maafkan aku! harga diriku terluka karena apa yang Arina lakukan adalah sebuah penghinaan, dia seorang istri, seharusnya dia tau posisinya."

Alvian menangkup wajah Riska, mengusap air matanya dengan ibu jarinya lalu mengecup bibir nya." jangan menangis, aku tidak suka melihat mu menangis, kamu bersihkan diri kamu dulu, lalu aku antarkan kamu pulang ya"

Riska mengusap air matanya dengan punggung tangan seraya mengangguk. " tapi kamu harus menginap di tempat ku."

Alvian menghela napas pelan lalu mengangguk, mengukir senyum di bibir wanita itu sebelum Riska naik ke kamarnya untuk merapikan riasannya.

Alvian mendorong pipi bagian dalam nya, reflek alami setiap ia kesal pada seseorang, Arina ini bukan wanita lemah yang gampang di tindas, memukulinya membuat harga dirinya semakin jatuh, pun hati kecilnya menolak, bagaimanapun Arina adalah seorang wanita, memaki nya pun dia tidak bisa karena Arina selalu berhasil membungkamnya dengan steatment yang nggak pernah bisa ia bantah. Sepertinya dia harus mencari cara lain.

Alasan di balik ia menikahi Arina harus berhasil, tidak bisa cara kasar, cara halus pun boleh. Alvian menyeringai, meneguk air putih di atas meja sebelum memutuskan untuk menyusul Riska.

Arina membuka pintunya dengan perlahan, kepalanya menyembul keluar untuk memeriksa situasi, begitu di rasa aman, ia keluar dengan raut yang mencemooh, ia mendengar semua percakapan Alvian dengan Riska karena kamarnya benar-benar berhadapan dengan ruang tamu, tak begitu jauh, karena begitu pintu kamarnya terbuka akan langsung disuguhi pemandangan sofa panjang ruang tamu.

"Dia tersinggung hanya karena aku bertemu dengan teman pria ku, sedang aku melihat nya berzina dengan wanita lain dengan mata kepalaku sendiri, dasar manipulatif!" Arina tak berhenti mengumpat i pria itu sembari berjalan menuju dapur.

Menyingkap gorden yang ada di bawa wastafel lalu mengambil keresek basah penuh minyak yang ia simpan tadi sore.

Dengan senyum licik nya, ia keluar dengan menenteng keresek itu, ia ingin sedikit bermain-main dengan wanita itu seperti wanita itu mempermainkan nya.

Setelah selesai dengan rencananya, Arina lekas bergegas menuju kamarnya sebelum ia kepergok oleh seseorang.

Arina memutuskan untuk berendam air hangat untuk mengembalikan mood nya, lilin aroma terapi yang dinyalakan sebelum nya memberikan ketenangan hingga kantuk menghampirinya.

Hari ini ia sangat lelah, berhadapan dengan Alvian dan juga Riska sangat menguras energi nya.

Arina terbangun begitu mendengar ponselnya berdering berkali-kali, senyumnya merekah begitu melihat siapa yang menyepam nya.

" mau main-main sama aku, baiklah kita bermain" Arina menyeringai puas lalu meletakkan kembali ponsel nya begitu benda itu kembali berdering, kini Alvian yang menelpon nya.

" sorry aku lagi sibuk" ujar nya berbicara pada ponsel nya tanpa berniat menyentuh nya sama sekali ia melepas bathrobe nya lalu berganti dengan piyama tidur dengan kain satin berwarna maroon favorit nya.

Ia menguap saat akan menaiki tempat tidur, ia harus segera istirahat karena ia harus memiliki energi lebih untuk menghadapi mereka berdua besok.

1
j_ryuka
yang kuat ya Rin
Panda%Sya🐼
Hmm jadi curiga ini
Panda%Sya🐼
Iyah betul itu, kamu harus kuat Rin
Panda%Sya🐼
Ternyata dugaan ku benar🤭
chas_chos
hukumnya berat itu 🤧
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Ceritanya menarik dan ngga membosankan tentang rumah tangga Arina yang di landa ujian apakah akan bercerai atau bertahan
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Fabio bilang saja terus terang ke papamu kalau kamu punya masalah
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Ariana ngga nyangka kalau pelakunya juragan Ghani karena ayahnya Arina dan juragan Ghani dekat walau kadang ngga akur
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Alvian lembut juga ke Tania meminta maaf pasti karena takut Tania terjadi apa apa di ajak jalan jalan Arina
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Riska berkali kali mengacak acak rambutnya karena tak bisa mengontrol emosi
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Pasti Alvian sudah mencintai Arina makanya lembek sikapnya ngga tegas kayak dulu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Arina pasti kamu senang karena sudah bisa mendekati Tania
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Riska kalau mau marah sama Alvian marah saja ngga usah di pendam
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Riska ngga tahu malu Alvian sudah menikah sama Arina tapi masih saja nempel ke Alvian
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Hancurkan saja perusahaan Alvian Arina pasti Fabio mau membantu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Alvian mengajak Arina gathering di pulau Bali karena Arina itu istrinya
Yayang Lop3♡ Risa
Top banget ceritanya penasaran sama kelanjutannya rumah tangga Arina
Yayang Lop3♡ Risa
Mamanya Fabio menyuruh sang pembantu membuatkan kopi dan kue yang tadi di beli
Yayang Lop3♡ Risa
Arina minum untuk membasahi tenggorokannya yang kering
Yayang Lop3♡ Risa
Tania dan Arina terkejut mendengar suara Alvian yang menggelegar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!