Arsen Ketua mafia yang sangat dingin dan arogant, sifat yang terbentuk akibat kejadian kelam dimasa lalu
Arsen tidak sengaja bertemu dengan dokter sepesialis bedah dia adalah valey sigadis cantik dan ramah saat dirumah sakit dan mengharuskan mengoperasinya karena sebuah insiden.
Semenjak pertemuan pertama gadis tersebut memang sedikit mencuri perhatiannya dan kali kedua dia melihat sisi lain gadis itu yang membuatnya semakin penasaran.
Bagaimana kisah manis mereka berdua?
Dibumbui oleh lawakan dan tingkah absurd para sahabat, mewarnai kisah cinta mereka berdua.
Tidak ada konflik serius disini dan kisah ini hanya menceritakan kisah manis si pemeran utama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dunia arsen
Arsen tidak pulang kemansionnya karna tadi bastian menelfonnya untuk segera datang kemarkas tiger white.
"ada apa?" tanya arsen setelah masuk kedalam mansion dan sekarang dia sedang duduk didepan bastian dan tama.
"seperti yang kemarin gue bilang the anaconda akan menyerang malam ini" jawab bastian
"apa lo mau ikut?" tanya tama
arsen menyeringai dan itu berhasil membuat tama dan bastian bergidik
"tentu, sudah lama gue nggak bersenang senang"
Mereka bersiap dengan baju tempur membawa senjata yang mereka ingin bawa lalu pergi ke tempat di mana mereka akan menyambut musuh mereka.
Setelah sampai arsen dan pasukannya masuk kedalam markas arsen memanggil mata mata yang bastian suruh masuk menyelinap dan menyamar sebagai anggota anaconda. Setelah tau siasat mereka arsen duduk sembari minum wine yang disediakan oleh anggotanya ditemani oleh tama dan bastian.
"Mereka datang tuan" ucap salah satu anggota tiger white.
"lets play" ucap arsen sambil menyeringai lalu keluar dari dalam markas berniat menyambut tamu yang sangat merepotkan itu dia diikuti oleh semua anggota yang dia sudah ia persiapkan.
***
"wah wah ternyata ada tamu tak diundang" ucap arsen pelan menatap tajam geng the anaconda dia berdiri sembari memainkan katana kesayangannya.
"bos itu sepertinya leader tiger white" bisik anggota the anaconda ke telinga ketuanya
"sial bagaimana bisa dia tau kita akan menyerangnya malam ini" gumam sang ketua
"hahahhah ternyata kau leader tiger white, kenapa kau pakai masker? apa wajahmu sangat jelek sehingga kau malu memperlihatkannya?" ejek sang ketua
"kurang ajar!! basmi mereka semua!!" teriak arsen karna dia sudah emosi dibuat olehnya.
"Seraaang" teriak ketua gang anaconda
Perkelahian meraka berlangsung
prang prang prang
***bugh bugh bugh
dor dor dor***
Suara katana saling beradu serta terdengar pukulan pukulan dari benda tumpul serta suara tembakan menggema di sana satu persatu anggota anaconda dapat di lumpuhkan. Mereka bisa berkelahi dengan tenang karna markas yang diserang oleh the anaconda berada ditengah tengah hutan dan jauh dari perkampungan warga,
Arsen sedang melawan ketua dari anaconda dengan menggunakan katana
"kenapa kau menyerang kami?" tanya arsen di tengah tengah perkelahian mereka
"karana gue mau tiger white musnah dan anaconda bisa menjadi geng mafia nomor satu dinegeri ini ha ha ha" tertawa jahat di hadapan arsen
"dasar tidak berguna, kau ini cuma kerikil kecil jadi jangan mimpi!" tegas arsen.
Setelah perkelahian sengit mereka Akhirnya ketua anaconda terjatuh arsen langsung mengarahkan katananya kearah leher.
" jadi kau mau menjadi nomor satu dan berusaha merebut daerah ini sebagai permulaan? hheh tapi sepertinya kau telah gagal" tersenyum mengejek lalu di tebasnya kepala ketua the anaconda.
crangg kepala ketua anaconda jatuh menggelinding darah pun mengalir dengan derasnya dari leher para anggota anaconda yang masih hidup terlihat ketakutan ketika melihat ketua mereka meregang nyawa.
"ampuni kami tuan, jangan bunuh kami" ucap anggota the anaconda yang masih tersisa mereka semua berlutut
"bas lo urus semua ini, ambil senjata mereka dan bawa orang yang masih hidup jebloskan kepenjara!! gue mau pulang" titah arsen
"oke" mengacungkan jempolnya keudara lalu arsen pergi meninggalkan tempat itu menuju kemansionnya sesampai dimansion arsen langsung membersihkan badannya dan membuang baju yang sudah terkena darah, setelah selesai arsen sudah menggunakan pakaian tidurnya lalu merebahkan badannya di kasur king sizenya tersebut,
"apa valey sudah tidur?" gumam arsen lalu meraih ponselnya dilihatnya sudah hampir jam dua dinihari karna dia sungguh kelelahan arsen langsung tidur dan menjelajahi alam mimpinya