Seorang dokter muda yang sedang meneruskan pedidikannya di S2, dipaksa untuk segera menikah...
ternyata salah satu pasiennya membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama
berhasilkah Dokter tersebut mendapatkan gadis pujaannya.
jangan lupa comen dan likenya ya..🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rempong dan heboh
“Nur, kamu lupa ya klo statusmu sekarang istrinya mas?” ucapku mengingatkan
“Aku ga lupa mas.” Sahutnya
“Lalu kenapa kamu ingin tidur dikamar kamu sendiri?” tanyaku
“Lha emangnya kenapa mas? Aku kan ga salah. Aku ngantuk, aku cape’. Jadi aku pingin tidur dikamarku sendiri. Lagipula ini kan sudah malam.” Ucapnya yang untuk sekian kalinya membuat aku makin ga kuat menahannya karena menurutku, ulahnya itu sangat menggemaskan.
“Eh mas, mau ngapain?” tanyanya bingung karena aku tiba-tiba menggendongnya
“Kita mau melakukan yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri.” Bisikku ditelinganya sambil langsung membawanya ke kamarku
Keesokan paginya, tepatnya saat masih subuh, terjadi kehebohan dirumah. Sementara aku melihat Nuri yang masih tertidur pulas.
“Eh dit, ini ada apa sih? Kok kaya’nya heboh banget begini?” tanyaku bingung
saat keluar dari kamar
“Emang mas Yusuf ga tahu ya?” tanya Adit
“Tahu masalah apa?” tanyaku balik karena aku benar-benar bingung.
“Itu mas, si Ibu. Ibu ternyata membuat pesta dadakan untuk kalian berdua.” Jelas Adit
“Apa? Kok bisa? Klo dadakan, emang ada yang mau datang?” ucapku
“Waduh, untuk masalah itu, lebih baik mas tanyain sendiri deh ke ibu.” Ucap Adit
“Ya udah deh kalo gitu. Aku nanti tanya langsung ke ibu.” Ucapku pasrah
Namun sebelum aku bertanya ke ibu, aku mengganti pakaian dulu dan memastikan Nuri masih tertidur
“Bu, ini semua maksudnya apa?” tanyaku melihat halaman sudah didekor sedemikan rupa.
“Eh suf. Ini tuh pesta pernikahan kamu sama Nuri.” Sahut Ibu
“lha bu, ibu kenapa ga bilang sama aku dulu? Atau jangan-jangan ini dadakan ya?” tanyaku
“ga juga sih suf. Semenjak kamu kasih tahu ibu tentang tanggal pernikahan kamu, ibu langsung menyiapkan semuanya termasuk juga udah nyebar undangannya.” Jelas ibu santai
“Hadeuh bu.. Tapi Nuri kan masih sekolah. Apa kata orang-orang nanti. Terutama guru dan juga teman-temannya?!” protesku
“Tenang aja suf, ibu ga undang mereka kok. Ibu hanya mengundang tetangga sini dan juga teman-teman ibu dan ayah di kampung. Serta teman-teman kerjamu dirumah sakit.” Jelas ibu
“Hadeuh bu..” ucapku menghela nafas
“Suf, maaf. Bukan ibu maksud apa-apa. Ibu hanya ingin kamu bahagia. Itu aja.” Ucap ibu
“Iya. Ya udah bu. Terimakasih ya.” Ucapku sambil memeluk erat ibu
“Emang acaranya dimulai kapan?” tanyaku
“Sekitar jam 10 pagi. Dan untuk penata riasnya akan datang mungkin jam 8 nanti.” Jelas ibu
“Oh ya udah klo begitu. Aku akan bawakan makanan dulu untuk Nuri. Karena sekarang dia masih tidur.” Ucapku
“Ya udah sana. Kamu sendiri jangan lupa makan.” Ucap ibu mengingatkan
“Hmm... Sama, ibu dan yang lainnya juga jangan lupa sarapan dulu.” Ucapku dan ibupun mengangguk
Tak selang berapa lama, akupun kembali ke kamar untuk membawakan makanan untuk Nuri
“Nur, nuri. Bangun sayang.” Ucapku
“Hmm...” gumamnya lalu tiba-tiba bangun
“Aduh..!!” ucapnya seperti kesakitan
“Kamu ga apa-apa Nur? Mananya yang sakit. Sini aku periksa.” Ucapku khawatir
“Eh mas Yusuf.” Ucapnya yang seketika wajahnya memerah
“Nur, jangan buat mas khawatir deh. Kamu kenapa? Kenapa wajahmu memerah begini? Kamu demam?” tanyaku yang berubah jadi panik
“Mas.. Mas.. Aku ga apa-apa.” Sahutnya
“Klo ga kenapa-kenapa, kenapa kamu tadi bilang aduh dan kenapa juga wajahmu ini memerah begini?” tanyaku khawatir
“Mas, aku tadi bilang aduh, karena bagian yang sini nih yang perih dan wajahku yang memerah begini, ini karena aku malu klo ingat kejadian semalam.” Jelas nuri malu-malu dengan wajah yang masih memerah
“Oh begitu. Ya udah, sekarang kamu mandi dulu dan ganti baju. Setelah itu sarapan dan minum obat. Supaya kamu ga sakit lagi nanti.” Ucapku lembut sambil mengelus-ngelus kepalanya
“Tapi mas, buat gerak sedikit aja perih.” Ucapnya
“Ya udah sini aku bantu kamu mandi.” Ucapku
“Ga ah. Aku malu mas.” Sahutnya
“Kenapa harus malu sih? Kan aku udah lihat semuanya.” Ucapku santai
“Tapi mas..” ucapannya aku potong
“Udah ga apa-apa sayang. Jangan malu. Ayo sekarang aku bantu kamu mandi.” Ucapku yang kemudian menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi
Setelah beberapa saat, mandipun kelar.
“Gimana? Segar kan?” tanyaku dan Nuripun mengangguk
“Masih sakit?” tanyaku dan nuripun lagi-lagi mengangguk
“Ya udah, kamu sarapan dulu. Aku ambilkan obatnya dulu.” Ucapku
“Tunggu mas. Mas udah sarapan?” tanyanya
“Duluan aja. Ga apa-apa kok.” Sahutku lalu pergi untuk mengambilkan obat
Setelah beberapa saat, aku kembali lagi ke kamar.
“Kok belum dimakan?” tanyaku bingung
“Ga ah. Makannya bareng sama mas aja.” Sahutnya
“Ya ampun, nuri.. nuri.. Ya udah ayo makan. Habis itu minum obat. Keburu ada yang datang nanti.” Ucapku
“Emang siapa yang bakalan datang mas?” tanyanya bingung
“Penata rias sayang. Nanti kamu bakalan di rias.” Jelasku
“Di rias. Emang kenapa aku harus di rias?” tanyanya bingung
“Itu si Ibu tadi bilang klo hari ini adalah hari pesta pernikahan kita.” Ucapku
“Kok diadain pesta sih mas?! Aku kan masih sekolah.” Protesnya
“Kamu tenang aja. Ibu ga ngundang teman-temanmu kok. Ibu hanya mengundang tetangga dan teman-teman kerjaku aja kok.” Jelasku
“Oh begitu.” Sahutnya yang terlihat lega
“Ya udah sekarang ayo cepat kita makan. Nanti keburu penata riasnya datang.” Ucapku dan Nuripun mengangguk
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan comentnya ya..🙏
singkat padat dan jelas
harus nya judul nya turun ranjang😀
jd gk trima rasanya kl judulnya"cinta karna ibadah"..
" Cinta Dalam Doa ".
terima kasih kak
.aq suka