NovelToon NovelToon
Since The Beginning In You

Since The Beginning In You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Kisah cinta masa kecil / Cinta Murni / Rebirth For Love / Idola sekolah
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: Xi Xin

Felyn Rosalie sangat jatuh cinta pada karya sastra, hampir setiap hari dia akan mampir ke toko buku untuk membeli novel dari penulis favoritnya. Awalnya hari-harinya biasa saja, sampai pada suatu hari Felyn berjumpa dengan seorang pria di toko buku itu. Mereka jadi dekat, namun ternyata itu bukanlah suatu pertemuan yang kebetulan. Selama SMA, Felyn tidak pernah tahu siapa saja teman di dalam kelasnya, karena hanya fokus pada novel yang ia baca. Memasuki ajaran baru kelas 11, Felyn baru menyadari ada teman sekelasnya yang dingin dan cuek seperti Morgan. Kesalahpahaman terus terjadi, tapi itu yang membuat mereka semakin dekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi Xin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bergantung

Mendengar penjelasan dari Randi mengenai alumni sukses dari sekolah mereka, Felyn menjadi semakin penasaran dengan hal itu.

Kalau soal penulis novel, noh tanya si Felyn aja!

Iya, betul juga. Dia kan suka bnget baca novel.

Yup, pasti tahu lah tu.

Semua orang langsung menyudutkan pada Felyn, Felyn pun jadi kesal karena itu. "Baru ingat aku kalau soal masalah kayak gini? Bikin kesal aja." batinnya.

Emangnya ada acara apaan sih ketua?

Iya, sampe ngundang mereka.

Randi mengangguk, "Iya, sabar!" ucapnya pelan. "Jadi, kalian benar-benar lupa? Kalau bulan ini tepatnya di tanggal 23 Agustus, sekolah kita ulang tahun. Nah, karena tahun ini tgl 23 jatuh pada hari minggu, makanya kita akan mengadakan event, dan acara lainnya pada hari senin tgl 24 sampai rabu 26 agustus 2020." jelasnya panjang lebar.

Oalah, sekolah ultah. Kirain apaan dah.

Wkwkwk, gitu aja hebohnya minta ampun ketua!

Mending rayain emak gue ultah ke 40 tahun noh, mau gak?

LoL, lo aja lh sendiri sana. Emak, emak lo knapa kami yg sibuk dah.

Emang udh dri kapan sih ni skolah dibangun?

Entah, kita lahir kayaknya belum ada.

Randi kembali bingung cara mencairkan suasana, "Hadeh, nasib jadi ketua kelas ya gini. Untung sabar, kalau gak…." ujarnya dalam hati.

Ditengah ributnya kelas, Felyn baru ingat kalau tadi pagi ia mendapat pesan dari pihak Gramelove dan kembali mengecek tanggal acara tersebut. Dan ternyata tanggalnya bertepatan dengan hari ulang tahun sekolah Kamorza, hari minggu 23 agustus 2020. Dan pada hari seninnya penulis favoritnya itu akan datang ke sekolahnya untuk ikut memeriahkan acara ulang tahun sekolah mereka yang ke 20.

Tadi pagi, Felyn berniat memberitahukan berita bagus tentang acara Meet & Greet dengan penulis favoritnya itu pada Nadin dan ingin mengajaknya pergi bersama, tetapi rencana itu terkubur karena ia ingin membantu Morgan dan berterima kasih padanya.

Dan nanti saat pulang sekolah, Felyn berniat memberitahukannya pada Nadin apapun yang terjadi.

"Oh, iya. Kak Wira kemarin ngisi formulir juga kan? Tiketnya ada 2 dia bakal pergi sendiri atau sama orang lain?" tanya Felyn dalam hatinya.

Felyn mulai berpikir keras tentang acara yang akan ia datangi tersebut. "Aku akan pergi bersama Nadin. Di liat dari kepribadiannya Kak Wira sih, kayaknya dia bakal pergi sendiri deh," terkanya dalam hati.

"Intinya adalah….kita semua wajib berpartisipasi dalam acara tersebut, tanpa terkecuali siapapun yang ada di sekolah ini." ucap Randi.

Sudah kuduga ini akan terjadi.

Btw, gue bingung. Knapa tahun² sebelumnya gak diadain ginian?

Ini sweet 17 bego! ya hrus spesial lah.

Aelah, kirain cuma kita aja yg bisa rayain 17 thun trnyata skolah juga.

Lo aja yang emang gak tahu.

Randi menggelengkan kepalanya. "....Untuk informasi selanjutnya nanti pak walas kita akan kasih tahu. Untuk sekarang kita disuruh ganti pakai seragam olahraga dan berbaris di lapangan." lanjutnya.

Randi mengecek jam dinding yang ada di atas papan tulis. Jam menunjukkan pukul 8:00 WIB. "Waktu untuk mengganti seragam hanya 15 menit, tepat jam 8.15. Jika kalian terlambat, silahkan terima hukumannya sendiri. Okey, waktu dimulai dari sekarang!"

Harus cepat nih!

Awas lo lelet kena hukum.

Jalannya kayak siput cuy, Lol

Itu lari loh bukan lari, wkwk

Setelah Randi selesai menjelaskan, ia langsung berlari keluar dari dalam kelas menuju ke ruang ganti siswa. Barulah disusul oleh teman-teman sekelasnya yang juga tampak panik dan dikejar oleh waktu.

Cepat guys jangan ada yang telat ya!

Woi, yang cewe lelet kali larinya.

Diam lah, busuk kali bau mulutmu!

Lari woi, lari!

Rame njirr di ruang ganti, apalagi satu sekolah.

Iya, biasanya kan ganti²an dulu.

Lol, ruang ganti cowo pasti lbih heboh dari ruang ganti cewe.

Otakmu! Ya, jelas cewe lah yg ribet.

Iya, kita mah gampang ganti baju di mana aja bisa.

Di ruang ganti perempuan, seperti yang dikatakan anak laki-laki bahwa ruangan ini akan menjadi heboh dan berisik sekali.

Masing-masing ruang ganti memiliki 50 (50 ruang ganti perempuan dan 50 ruang ganti laki-laki) ruang ganti, dalam satu ruangan bisa menampung 2-4 orang sekaligus.

Aduhh, cepetan napa ganti nya! Orang mau gantian ini.

Woi, cepat jangan lelet! Orang udah nungguin ini.

Please, guys. Jngan make up an lah! Udh panas gini hari, pengap tahu.

Oh, my God. Sempit banget, geser dikit napa sih?

Itu orang di luar udah pada nungguin.

Oi, cepat oi! Jangan lama-lama cantik.

Saat anak-anak lain tengah sibuk mengantri di ruang ganti perempuan, Felyn dan Nadin memilih mengganti pakaian mereka di toilet wanita saja, ternyata di sana sepi dan biasanya emang dipakai juga kalau ruang ganti ramai.

Nadin menghela napas lega sambil bercermin dan membersihkan tangannya menggunakan keran. "Huufhh, gila di sana rame banget Lin." ucapnya.

Felyn mengangguk, "Iya, jelas. Satu sekolah pada harus ganti baju semua ya gitulah."

"Iya, gurunya pun mendadak, untung di loker kelas masih ada baju ganti olahraga kalau gak?"

"Habislah kita," sambung Felyn sambil tersenyum kecil.

Beberapa menit kemudian, Felyn dan Nadin keluar dari toilet. Secara bersamaan, Morgan juga baru saja keluar dari dalam toilet laki-laki.

Sontak Felyn dan Nadin terkejut, sampai Nadin mengelus dada kirinya, sedangkan Morgan hanya merespon dengan biasa saja. Saat Morgan dan Felyn tidak sengaja saling bertatapan, Morgan langsung pergi tanpa berbicara apapun dan Felyn menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.

Nadin memperhatikan wajah Felyn yang tiba-tiba terdiam dan berusaha menghiburnya. "Hei, yuk! Entar kita telat lagi, nanti kena hukum kan gak lucu." ajaknya sambil tersenyum.

Nadin menggandeng tangan Felyn dan berjalan bersama menuju ke lapangan, sambil mengajak Felyn berbincang supaya Felyn tidak terpikirkan oleh hal-hal yang tidak perlu dipikirkan.

"Ayo, semuanya berbaris di lapangan sekarang! Jalannya cepat sedikit, waktunya biar gak terlalu lama." teriak pak guru memakai mikrofon.

Terlihat dari atas langit, mereka berbondong-bondong berlari ke lapangan dan mulai menyusun barisan sesuai jenis kelamin dan kelas masing-masing. Matahari belum terlalu terik karena masih jam 8 pagi, angin berlalu lalang menghembuskan di dedaunan pohon yang ada di sekitar sekolah, membuat hawa menjadi sejuk.

Randi sudah berdiri di antara barisan laki-laki dan perempuan kelasnya, kali ini teman-temannya kompak, ini karena gak mau kena hukum panas-panasan makanya langsung berbaris dengan rapi tanpa Randi harus berteriak.

Felyn berbaris di barisan ketiga sebelah kanan di depan Nadin, secara kebetulan Morgan berbaris di sebelah Nadin, tapi Morgan sengaja menghiraukan.

Hal itu membuat Nadin kesal, karena Morgan sudah dibantu tetapi tidak tahu terima kasih. "Hei, es batu! Tahu diri napa sih? Lo udah dibantuin sama Felyn malah ngindarin dia!" bisiknya pelan.

"Bukan urusan lo!" jawab singkat Morgan.

Setelah pengarahan oleh kepala sekolah dimulai, matahari semakin menancap ke tubuh dan udara menjadi panas, banyak yang terlihat sudah tidak tahan untuk berbaris di lapangan. Termasuk Felyn, kaki nya masih belum sepenuhnya pulih tetapi ia sudah berdiri sekitar 30 menit di sana.

Nadin yang khawatir sesekali menanyakan keadaan Felyn, "Fel, kaki masih aman kan?" tanya Nadin sambil menepuk punggung Felyn.

Felyn hanya mengangguk tanpa menjawabnya. Morgan tidak sengaja memperhatikan kaki Felyn yang mulai terlihat lemas dan Felyn tengah menahan sakitnya, sedangkan Nadin tidak mengetahui hal itu. Keringat sudah membanjiri wajah Felyn dan pandangan matanya mulai kabur, dia berusaha menahan sekuat tenaga sampai arahan dari kepsek selesai, tetapi sepertinya tidak bisa.

Tanpa disadari, tubuhnya mulai jatuh, tetapi dengan cepat Morgan langsung menahan lengan kanan Felyn dengan erat dan membantunya kembali berdiri.

Nadin dan teman-teman yang lain terkejut, tetapi mereka tetap harus diam dan menganggap semuanya baik-baik saja sampai arahan selesai.

"Diam di tempat kalian!" bisik Morgan ke semua teman-temannya.

Sontak semua kembali fokus ke kepsek dan berbaris dengan rapi kembali. Sedangkan Morgan berusaha menahan Felyn supaya tidak terjatuh dengan memegangi lengannya.

BERSAMBUNG ….

[Tambahan]

Saat di ruang ganti cowo juga heboh nya MasyaAllah. Si Morgan kan juga gak suka tidak kebisingan dan keramaian kayak gitu, jadi dia diem aja awalnya di depan ruang ganti eh dia malah kebelet pipis jadi kepikiran lah ke toilet.

Pas dia msuk ke toilet, si Felyn sama Nadin udah duluan masuk ke toilet jadi gak ketemu. Nah, kepikiran dah dia ganti baju di dalam toilet karena lagi sepi juga. Eh, pas keluar gak sengaja ketemu Felyn sama Nadin, hehe.

1
SISIN [Snow Fuyu]
Kisah cinta remaja yang tidak biasa
SISIN [Snow Fuyu]
Yuk mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!