Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Kenapa? Kamu kasihan padanya jos...
Kenapa kamu tidak kasihan pada ku, karena dialah penyebab hilangnya kedua orang tuaku."
Flashback on
Bimo mendatangi alex dikantor, menyampaikan informasi penting yang baru di dapat nya
" Bos saya bawa informasi penting mengenai perkembangan pencarian nyonya sama tuan besar,"
Alex seketika menghentikan kegiatannya menatap alex dengan tajam.
"Cepat katakan!"
"Non Leonor terlibat dalam hilangnya tuan dan nyonya bos, dia terekam kamera mendatangi kediaman bos besar mafia bayan, aku yakin bos, dia tahu dimana keberadaan tuan dan nyonya selama ini,"
Emosi alex sudah tidak terbendung lagi, garis rahang nya mengeras dan sorot matanya setajam silent.
Bimo dapat melihat ada kemarahan terbesar dibalik wajah datar alex.
"dari awal aku sudah feeling, tidak ada beres dengan Leonor.
Ternyata aku salah sudah memasukkan musuh kedalam rumahku sendiri,
Tapi tidak apa-apa, biarkan aku menyiksa nya dengan caraku sendiri, sampai dia memberitahukan dimana keberadaan kedua orang tua ku,"
kata alex dengan senyum mematikannya, hanya dia yang tahu, apa yang ia lakukan.
"Bimo aku minta kamu pantau bayan, laporan padaku apapun yang terlihat mencurigakan,"
"Baik bos," ujar Bimo dengan patuh kepada tuannya.
Flashback off
***
Jose kaget mendengar pernyataan yang diucapkan bosnya, sungguh ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya, Leonor tidak mungkin seperti itu.
"Tapi belum tentu dia yang melakukan, pada saat itu dia masih gadis kecil yang polos,"
"Aku tidak peduli dia gadis kecil yang polos atau bukan, ayah dan ibukku juga tidak mengenalnya tapi dengan kejinya dia membantu penjahat itu menghilangkan nyawa orang tuaku"
"Berhenti mempengaruhi ku jose,"
Alex akan bertambah gila jika membahas keluarga nya, saat ia mencengkram baju bagian dada jose, pintu ruangan itu terbuka, mata Leonor melotot Melihat jose diperlakukan kasar oleh Alex.
Ia berfikir kalau itu karena dia lagi.
"Lapor bos, dia ada disini juga," Ujar kedua laki-laki bertubuh tegap dan berotot.
"Baik..tinggalkan kami dan urus semua yang ada dibawah, bilang pada ayu untuk mengatur orang-orang juga,"
"Baik bos," Kedua lelaki itu keluar.
Jose juga ikut bergegas keluar, saat melewati Leonor, wanita itu menatap nya dengan tatapan memohon untuk jangan ditinggalkan sendiri didalam ruangan ini.
Jose sangat tahu bahwa Leonor sangat ketakutan melihat Alex.
Setelah menguncinya digudang dan mendapatkan perlakuan kasar, Leonor meminta tolong, namun dia tidak berdaya, ia hanyalah seorang gadis biasa yang tidak punya kekuatan untuk melawan, mata Leonor menatap Jose sampai menghilang dibalik pintu.
Hingga pintu tertutup kembali, Leonor ketakutan luar biasa lutut nya gemetaran, dan detak jantung memompa lebih cepat dari biasanya.
'Apa lagi yang dia inginkan dariku?'
"Sampai kapan kamu berdiri disitu?, sini mendekat," perintah Alex terdengar tegas.
Leonor perlahan-lahan mendekat, tapi tatapan matanya kosong, wajahnya sangat pucat, bibirnya masih bengkak, saat ia mendekat, Alex baru melihat bukan hanya bibir saja yang terluka, tapi alis sebelah kiri terluka parah, mata itu hampir tertutup karena luka lebam yang terlihat seperti baru.
'Apa itu aku juga yang melakukan nya? Perasaan kemarin matanya tidak terluka, tapi kenapa matanya jadi membengkak?' ia mendekat memegang dagu Leonor dengan kasar.
Wajahnya benar-benar hancur, perban di kepala nya juga belum dilepas, tapi bibirnya juga sudah terluka, miris sekali melihat tubuh kecil dan mungil ini menahan luka-luka di tubuh nya.
Tapi luka dimatanya, dilakukan oleh kedua anak buah suruhan Alex, saat ia melawan tadi, ia tidak mau dan berontak saat anak buahnya menyeretnya membawa kehadapan Alex, seseorang berbadan tegap itu memberikan bogem mentah di pelipis dekat matanya.
Alex melihat luka itu baru, matanya melotot dengan emosi yang membuncah.
"Tunggu disini," Alex keluar menentang bisbol yang digunakan untuk memukul Jose kemarin.
Ia turun menemui orang-orang yang sudah mendapat perintah dari senionya.
"Siapa yang melakukan nya?" Tanya Alex disela anak buahnya Apel pagi itu.
"Saya bos" Jawab salah satu diantara mereka.
Ia menghajarnya tanpa ampun di depan anak buahnya yang lain mendapat pengarahan dari senionya.
Saat anak buahnya sudah mengeluarkan cairan merah dibibirnya baru dia berhenti.
"Jangan pernah menyentuh apapun tanpa perintah dariku, apalagi itu barang milikku,"
Ujar Alex dengan tinggi, ia benar-benar marah saat melihat luka lebam dimata Leonor.
Meninggalkan anak buahnya yang apel pagi dan naik kembali keatas.
Leonor masih berdiri di tempat semula tidak berubah posisi, Alex melemparkan bisbol yang dipenuhi darah ke lantai, Leonor yang melihat itu noda darah di bisbol itu merinding ketakutan.
Alex membelakangi Leonor mencuci tangan bekas noda darah.
Leonor bertanya dalam hatinya. Wanita cantik itu benar-benar ketakutan, ia merasa telapak tangannya benar-benar basah karena keringat.
Ia membuka lemari dan mengeluarkan tote bag melemparkan nya ke atas ranjang.
"Aku ingin kamu mengurus keperluan ku, mulai dari hal-hal kecil sampai yang besar," ujar alex.
Sedangkan Leonor masih diam membatu.
"Apa kamu mengerti?" Ia bertanya, sedang Leonor hanya mengangguk kecil, dengan posisi seperti semula, ia terlihat pasrah dengan apapun yang akan terjadi, apapun yang diinginkan lelaki itu darinya.
"Baik, kamu boleh melakukan sekarang, bersihkan dirimu dikamar mandi, dan pakai pakaian ini," Leonor hanya menuruti kata lelaki itu.
"Satu lagi, jangan kunci pintu kamar mandinya, biarkan terbuka," Kata Alex lagi, Leonor terlihat seperti robot yang digerakkan oleh seseorang, ia berjalan mendekati kran air, ia berdiri cukup lama tanpa melakukan apapun.
"Apa kamu akan bediri disitu satu harian ini?"
Ujar Alex dari balik pintu, ia menyuruh wanita itu untuk tidak mengunci pintunya, agar dia tidak bisa menyakiti dirinya sendiri.
Tangannya perlahan menanggalkan semua pakaian nya, ia membasahi tubuh nya, air yang berjatuhan membasahi luka di sekujur tubuhnya, ia merasakan rasa perih yang luar biasa di beberapa bagian tubuh nya, alex masih menjaga Leonor, tapi matanya sibuk dengan layar ponsel, ia sengaja bediri disana supaya wanita itu tidak berbuat yang macam-macam.
Leonor sudah selesai, ia melilitkan handuk kecil di badannya, dan membungkus rambutnya dengan handuk kecil, ia melewati Alex begitu saja yang bediri dekat pintu, langkah perlahan menuju pakaian yang diberikan oleh Alex tadi, ia melihat pakaian nya sudah lengkap dengan dalamnya komplit.
Leonor mengenakan mini dress yang indah, dress berwarna biru mudah dengan motif bunga, menambah keanggunan dress itu ditubuh nya yang ramping dan mungil.
Tubuhnya yang memang ideal seakan sudah berjodoh dengan dress itu, rambutnya Leonor yang memang panjang sampai bokong itu sengaja diikat nya, karena ia merasa risih kalau sehelai rambut nya menyentuh leher jenjangnya.
Leonor terlihat sangat cantik bagai Sekuntum bunga yang baru hendak mekar.
Ia duduk disisi ranjang menunggu Alex memberikan perintah untuknya, pandangan matanya kosong menatap keluar jendela.
Suasana sangat hening saat itu, hanya terdengar suara keyboard Alex yang terdengar.
Lekaki kejam itu hanya menyibukkan dirinya dengan layar ponsel yang ada, mengabaikan Leonor yang sudah duduk dari tadi menunggu perintah darinya.
Karena merasa diabaikan oleh Alex, Leonor akhirnya tertidur diranjang, sebab didalam gudang ia tidak bisa tidur sampai pagi.
Dua jam berlalu, Alex menguap, semalam juga ia tidak bisa tidur, melihat Leonor tidur matanya juga ingin ikut tidur.
Ia menggunakan kesempatan yang ada untuk tidur juga, ia mendekati ranjang dan tidur disamping Leonor, dengan hati-hati ia mengangkat tubuh gadis itu dan membaringkan nya di lengan nya, mata Leonor terbuka ia tidak marah atau berontak, ia hanya diam dengan mata saling menatap, mata indahnya sangat sayu menatap Alex.
"Diamlah, akh hanya ingin tidur bersamamu,"
Mendengar hal itu, Leonor memilih menutup kembali matanya tidur, Alex melepaskan bajunya dan menyisakan celananya saja.
Ia meletakkan kepala Leonor di lengan nya.
Leonor mengendus hidungnya, walaupun lelaki kasar itu belum mandi dari kemarin tapi tubuhnya tidak berbau, justru aroma meskulin tercium dari dada bidangnya.
"Tidurlah, kamu harus bertanggung jawab, semalam aku tidak bisa tidur karena kamu, jadi kamu harus menemani aku tidur." kata Alex menutup matanya.
Leonor seperti seekor kerbau yang dicucuk hidungnya, ia hanya diam, patuh dan mengangguk.
***bersambung***
makasih thorr cerita mu sgt bagus