NovelToon NovelToon
Mengajak Gus Ilham Menikah

Mengajak Gus Ilham Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:251.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Gledekzz

Memperhatikan cerita kehidupan seseorang yang sedikit berbeda, membuat wanita cantik bernama Nining tertarik akan sebuah masalah kehidupan Ustadznya.

Nining berniat mengajak Ustadznya menikah hanya sebuah gosipan.

Berhasil dan si lelaki menyetujui, apa yang akan di lakukan Nining selanjutnya saat setelah menikah dengan Ustadznya yang bernama Ilham?

Akankah nantinya Nining menyesal telah mengajak menikah Ilham?

Mari kita saksikan kisahnya hanya di aplikasi noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab - 20

Nining rasa, membawa kakinya berjalan membuatnya susah untuk melangkah ke kamar yang sedikit lagi sampai tapi terasa sangat jauh untuk di gapai. Kakinya masih begitu nyeri dengan ia baru menyadari bahwa para santri perempuan sedang memperhatikannya begitu intens.

"Nining..." teriak semua teman-temannya yang menghampiri sesaat wanita cantik itu baru sampai di depan kamar tetangganya.

"Elo kenapa Ning?" tanya Zubaidah.

"Isss... Elo kayak enggak tau aja." Irma memukul bahu Zubaidah.

"Oh... Habis ehem.. Ehem ya Ning?" Zubaidah terlihat menahan tawanya.

"Apa sih yang kalian pikirkan? Aku ini habis kepeleset tau enggak di depan kamar mandi." jelas Nining sedikit meninggi dengan semua orang di sekitarnya menahan tawa. 'Mereka kenapa sih?' Nining menjadi kebingungan.

"Sudahlah Ning jangan bohong lo." ucap Nanik semakin terlihat asyik menjahili Nining.

"Bohong itu dosa. Mana mau aku berdosa." balas Nining.

"Enggak percaya." ucap semua temannya.

"Enggak percaya lihat aja kaki aku yang sudah berwarna pink keungu-unguan." Nining menunjuk kakinya yang masih menggunakan kaos kaki dan sendal jepit.

"Mana?" tanya Irma yang semuanya langsung melihat kaki Nining.

"Iya masuk dulu kali kalau mau lihat. Masa di sini kotor tau." Nining kembali berjalan pelan dengan kakinya yang begitu nyeri. Tidak begitu lama ia sampai di depan kamarnya dan membuka sendal. Ia pun langsung duduk di lantai untuk membuka kaos kakinya. "Nih kalau kalian enggak percaya." tunjuknya pada kakinya yang terlihat bengkak dengan semua orang pada mengerubungi.

Mereka baru mempercayai perkataan Nining.

"Ya Allah Ning. Ini pasti sakit ya?" tanya Irma menunjuk kaki Nining.

"Oh enggak. Hanya aja mau minta dimuseumkan. Tau sakit masih aja enggak percaya." Nining kembali memasangkan kaos kakinya. "Tuh baju kalian kebawa sama aku. Mana baju ku?" Ia meletakkan plastik itu di lantai sesaat mereka semua telah masuk kedalam kamar dan duduk di lantai bersama-sama.

"Pantesan aku cari kemana bra ku? Pada di bawa sama elo Ning." ucap Klara.

"Ih... Baju gue juga elo bawa." ucap Nanik.

"Lah ini celana dalam gue, elo bawa juga." ucap Salma.

"Dah... Ambil aja. Lagian semalam aku enggak terlalu melihat mana barang ku dan mana barang kalian. Sekarang balikin barang ku." pinta Nining.

Irma berdiri dengan mengambil plastik putih dan meletakkan di sisi samping Nining. "Tuh barang elo. Baru pagi ini kami kumpulkan. Semua barang elo sudah di bawa ke rumah Nyai Zulaikha."

"Berarti aku langsung kesana dong?" tanya Nining.

"Iya... Elo di minta langsung ke sana. Tadi Nyai Zulaikha berpesan sama kami. Lain ya yang sudah menjadi menantu." sindir Salma.

"Iya iyalah aku gitu loh. Kalian pada salah sangkakan pada Abi Ilham." balas Nining dengan sangat monohok membalas ucapan temannya.

Semuanya tersentak akan perkataan Nining yang telah memanggil suaminya dengan sebutan berbeda. "Cie... Cie... Sudah panggil Abi aja Nih." ucap Nanik mewakili.

"Lain ya yang lagi berbahagia. Pasti semalam menghabiskan waktu dengan ehem... Ehem..." ucap Zubaidah.

Nining kurang nyaman dengan olokan teman-temannya itu. "Enggak ada yang batuk semalam." balas Nining yang mengingat pesan Ilham sebelum mereka berangkat ke pesantren. 'Kalau sampai aku cerita dan Abi tau, bisa-bisa kena hukum hapalan aku. Beberapa buku tebal semalam aja belum aku baca, ini mau mendapatkan hapalan. Enggak! Aku enggak mau.'

"Bukan batuk Nining. Tapi melakukan hubungan suami istri." ucap Klara dengan mereka semua melihat kearahya. "Biar dia lebih nyambung." sambung Klara dengan menunjuk Nining.

"Iya lo bener. Lebih baik to the poin biar Nining paham." ucap Nanik.

'Hubungan suami istri apaan sih?' Nining tidak mengerti maksud dari teman-temannya. "Terserah di kalianlah mau berpikir apaan. Aku enggak memikirkan hal lain selain ingin menangis." Nining lebih mengutamakan hatinya yang memikirkan kondisinya saat ini.

"Kenapa lo mau nangis? Oh... Jangan-jangan pasti lo merasa tertekan ya menikah dengan Gus Ilham, atau ada hal lainnya." Nanik terus membahas hubungan pernikahan Nining.

"Bukan itu Nik. Aku mau menangis kita mau perpisahan." Nining menjelaskan isi hatinya saat ini.

Mereka semua mulai bersedih bersama-sama.

"Iya elo bener Ning. Mana aku mau di ajak Emak pulang kampung halaman." ucap Irma.

"Tuhkan elo enggak setia banget jadi sahabat. Katanya kita harus kuliah sama-sama." ucap Nanik.

"Percuma dong kita kuliah dengan cita-cita satu kontrakan tapi Nining sudah menikah. Belum tentu dia juga kuliah. Lebih baik aku ikut emak pulang kampung." balas Irma dengan menyalahkan Nining.

Nining baru kepikiran tentang masa depannya. "Nanti aku coba ngomong sama Abi buat bisa kuliah dan satu kontrakan sama kalian."

"Mana bisalah Ning. Aku enggak akan percaya jika Gus Ilham suami elo itu menyetujui. Kalian aja pengantin baru kayak begini. Mana lagi hangat-hangatnya ingin bersama." balas Irma.

"Enggak juga. Kalau belum di coba mana tau hasilnya." balas Nining yang yakin Ilham akan menyetujui keinginannya.

"Sudahlah Ning, percuma elo ngomong sama Gus Ilham. Dia enggak bakalan setuju. Jika pun elo di setujui kuliah, palingan elo pulang pergi aja." ucap Irma yakin jika suami temannya itu bertindak demikian.

"Tapikan setidaknya kita bisa kuliah bersama-sama." ucap Nanik menengahi.

Semuanya terlihat lesu dan tidak bersemangat. "Kayak begini aja Ning. Jika Gus Ilham enggak mengizinkan elo mengontrak sama kita-kita. Gue akan ikut emak pulang kampung. Percuma aja kalau hanya kita yang gabung tapi elo enggak ada. Enggak rame kontrakan kita." ucap Irma.

"Mau rame di pasar." balas Salma. "Biarkan aja Nining enggak ada di kontrakan asal hadir di tempat kuliah. Lagian kalau Nining enggak bisa nginep dia bisa mampir ke tempat kontrakan kita."

"Nah bener tuh." ucap Zubaidah. "Kalau elo ikut pergi percuma dong kita membuat sketsa dari awal. Ini gara-gara Nining sih, kita semua ikut pindah haluan." Zubaidah sangat kesal dengan tindakan yang di ambil salah satu temannya.

Nining merasa bersalah telah melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang. "Iya maaf. Aku yang salah." ucapnya sembari menunduk menahan air matanya.

Irma memperhatikan tingkah Nining ikut bersalah. "Sudahlah nanti aku konfirmasikan lagi kemana tujuan kita selanjutnya. Lebih baik kita segera ke aula gladi resik sebentar." ajak Irma yang berdiri dan berjalan keluar kamar. Ia sebenarnya juga menahan air matanya yang ingin keluar.

'Iya benar. Ini semua gara-gara aku.' Nining baru benar-benar terpikirkan tentang masa depannya sendiri.

1
Ny Rudi Harianto
tamat si Nining.... lanjut cari cerita lain
IG : Gledekzz97: makasih mak 🙏
total 1 replies
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣
niniiiiiiiing......
IG : Gledekzz97: masih aman mak💃💃🤣
total 1 replies
Ny Rudi Harianto
manis bener ya Gus klu sudah gini.... walaupun dpat istri agak Laen tapi Gus bsa kok bersabar
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣
pokoknya itu aja lah yg bsa aku buat untuk Nining
Ny Rudi Harianto
masih blm ngerti jg ya si Nining ini
Ny Rudi Harianto
memang d luar dugaan lah si Nining ini...
Ny Rudi Harianto
yg penting kamu berpegangan yg kuat sma si Gus Ning....yakin aku
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣
beneran d buat sakit perut sama Nining Thor
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣
no komen lah ning
Ny Rudi Harianto
owalah Gus.....Gus.....
🤣🤣🤣
Ny Rudi Harianto
kelewat polos atau gmna ya si Nining ini...
Ny Rudi Harianto
waaaah si Gus ternyata ya ....gak buka segel tapi ngecap kepemilikan aja udah ok lah ya gus
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣
bener² gak ada bahasa yg lain selain sabar ya Gus....
Ny Rudi Harianto
owalah Gus..... Gus....
seng sabar toh.... kamu nikah perlu bnyak2 ngajarin deh kyak nya...ya Allah...🤣🤣🤣
Ny Rudi Harianto
Ning..... beneran polos atau emang gak merasa ada singa d dlm kamar ya....hati² Ning....d caplok
Ny Rudi Harianto
ooh tidak bsa Ning .... hukuman kamu lain mulai sekarang jadi siap² yg baca nyengir aja
Ny Rudi Harianto: senam rahang Mak 🤣🤣
total 2 replies
Ny Rudi Harianto
disini Gus Ilham masih lempeng² aja bawaan nya ya kan.....blm kena aja si Gus....
Nining jg.....masih blm tau apa² malah ngajak nikah si Gus.....ya d gas lah sma si gus
Ny Rudi Harianto
karakter Nining emang seperti roller coaster ya kan
Ny Rudi Harianto
si Nining ini ya.... melakukan nya ada aja
Ny Rudi Harianto
Gus Ilham banyak stok sabar lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!