NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:75.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 Apa Masih Bisa Bersatu

Samudra memang masih berada di Jakarta karena belum bertugas, di salah satu Restoran di area outdoor terlihat Samudra bersama seorang pria tampan duduk saling berhadapan, keduanya menikmati makanan ringan sembari meneguk kopi.

"Samudra aku perhatikan sejak tadi kamu tampak gelisah, seperti ada beban pikiran yang berat," ucap pria bernama Rain tersebut.

Pria itu tak lain adalah sahabat Samudra, teman satu profesinya dalam pekerjaan.

"Kamu benar, belakangan ini aku sering mimpi buruk, mimpi buruk beberapa tahun yang lalu kembali tiba," jawab Samudra.

"Tentang wanita itu?" tebak Rain.

"Ya," jawab Samudra sembari meneguk kopinya.

"Kok mimpi itu kembali lagi?" tanya Rain membuat Samudra menggeleng samar.

"Waktu itu aku juga mengatakan kepada kamu, sebaiknya datang ke tempat itu dengan mecarinya bukan malah lari ke luar negeri, dan sudah pasti mimpi itu akan terus membayangi kamu meski sudah puluhan tahun ke depannya," sahut Rain dengan geleng-geleng kepala.

"Mimpi buruk itu sudah hilang beberapa tahun yang lalu, tetapi baru kembali belakangan ini dan sepertinya ini karma untukku, tetapi aku tidak menyadari bahwa aku juga seburuk itu, merasa paling suci dan apa yang terjadi padaku saat ini pada pernikahanku dan istri yang aku dapatkan adalah tabur tuai dari perbuatanku di masa lalu," ucap Samudra.

"Samudra ketika seorang wanita kehilangan kehormatannya dan belum tentu dia kehilangan semua itu karena di berikan secara sukarela, aku tahu kamu menaruh ekspektasi terlalu besar kepada Zena, karena menurutmu dia perempuan baik yang tidak mungkin ternodai, kamu marah dan kecewa karena kamu bukan orang pertama, tetapi kamu tidak mencoba mencari tahu mengapa semua itu terjadi," ucap Rain.

"Kamu benar! Itu adalah kesalahan besar yang aku lakukan, aku terlalu berekspektasi tinggi kepadanya, dan aku tidak sadar jika aku pernah menjadi orang yang lebih bejat dari itu, seharusnya aku tidak sok suci dan benar apa yang dia katakan, belum tentu juga aku sesuci itu," jawab Samudra.

"Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan?"

"Karena kebodohanmu yang justru menyakiti istrimu karena masa lalunya dan akhirnya membuat kamu dibayangi dengan mimpi buruk itu, mungkin saja Tuhan menegur kamu dengan cara kembali memunculkan mimpi buruk itu agar kamu sadar bahwa seorang wanita tidak pantas diperlakukan seperti itu," ucap Rain.

"Sebagai sahabat aku hanya ingin memberi saran kepadamu, terima dengan baik istrimu anggap saja ini adalah balasan dari kesalahanmu di masa lalu dan dengan menerima istrimu yang sekarang ini adalah cara untuk menembus dosa-dosa di masa lalu, kita sebagai laki-laki tidak perlu berekspektasi terlalu tinggi untuk sebagai orang pertama yang menyentuh wanitanya, karena kita belum tentu sesuci itu," ucap Rain dengan bijak.

Samudra menghela nafas, "entahlah aku juga tidak tahu bagaimana cara memulainya," sahut Samudra.

"Belum terlambat Samudra, yang pertama yang harus kamu lakukan adalah menghilangkan gengsi," jawab Rain.

"Samudra, ingat 2 bulan lagi kita akan diutus ke area perbatasan, ini masa menegangkan dan jangan sampai kamu memiliki dosa yang besar kepada istrimu disaat kamu pergi untuk menjalankan tugas negara, bagaimana jika kita mati di sana, kamu tidak mendapatkan maaf dan bahkan dosamu begitu banyak," sahut Rain.

"Kenapa doa-doamu begitu buruk, siapa juga yang ingin mati," sahut Samudra.

"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Samudra.

"Hmmmm, aku akan menjalani perjodohan yang sudah diatur orang tuaku, kemungkinan sebelum kita bertugas ke area perbatasan, aku harus menikah dulu," jawab Rain.

"Ya, aku doakan semoga saja rencanamu berjalan dengan lancar," ucap Samudra.

"Begitu juga dengan kamu, aku mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kamu dan juga Zena, aku percaya kamu dan Zena pasti bisa melewati semua ini," ucap Rain.

Samudra hanya mengangguk-anggukkan kepala.

*******

"Tolong jangan lakukan itu....."

"Tolong...."

"Tolong...."

Samudra yang tidur di sofa dengan keringat yang membasahi wajahnya dengan geleng-geleng kepala ketika mimpi buruk sedang menghampirinya, dalam suasana malam yang begitu gelap, dalam mimpi tersebut hanya terdengar suara seorang wanita yang meminta tolong.

"Kak Samudra!"

"Kak!"

"Aaaaaaaaaa!" Samudra terduduk begitu cepat dengan nafas naik turun, ngos-ngosan seperti dikejar setan.

"Kakak baik-baik saja?" tanya Zena.

"Astagfirullah ......" Samudra mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya dengan mengatur nafasnya yang semakin tidak terkendali.

Samudra ternyata kembali dihampiri mimpi buruk yang pernah dia alami berapa tahun yang lalu.

Zena berdiri dan kemudian menuju dapur untuk mengambil air putih dan kembali menghampiri ruang tamu dengan berjongkok di hadapan Samudra yang memberikan air putih tersebut.

Samudra mengambilnya, meneguknya dan bahkan habis satu gelas.

"Kakak mimpi buruk?" tanya Zena.

"Hanya kecapean saja," jawab Samudra.

Saat Samudra ingin berdiri tiba-tiba saja menyenggol pas bunga dan vas bunga itu jatuh ke lantai dan terpecah menjadi tiga bagian.

"Astagfirullah......"

Samudra ternyata semakin tidak bisa mengendalikan dirinya yang mencoba untuk mengambil pecahan kaca tersebut.

"Biar Zena saja yang melakukannya, Kakak sebaiknya istirahat saja di dalam kamar," ucap Zena.

"Kamu akan membuang vas bunga itu?" tanya Samudra.

"Sudah pecah, mana mungkin bisa digunakan lagi," jawab Zena.

"Pecahnya tidak berkeping banyak hanya beberapa keping dan masih bisa diperbaiki, jika menggunakan lem maka pecahannya akan menyatu kembali," ucap Samudra.

Zena mengangkat kepala dengan keduanya saling menatap.

"Meski bisa menyatu dan dipaksa untuk digunakan, tapi tetap akan ada yang terluka, ketika tidak sengaja tangan menyentuh pecahannya mungkin akan bisa berdarah, karena sudah tidak semulus di saat dia berbentuk utuh, apa yang sudah berhasil hancur tidak mungkin bisa bersatu lagi," ucap Zena salah ada kata-kata yang penuh arti dibalik kalimatnya.

Samudra terdiam mendengar pernyataan itu, mereka masih tetap saling menatap, tetapi tiba-tiba saja Zena kembali mengalihkan pandangannya dan mengambil beberapa keping pecahan dari vas bunga tersebut dengan membuangnya ke tong sampah dan benar apa yang dia katakan segala sesuatu yang sudah pecah tidak mungkin bisa menyatu lagi.

"Kakak sebaiknya istirahat saja, sebelum tidur sebaiknya berdoa agar tidak mimpi buruk," ucap Zena berlalu dari hadapan Samudra dengan memasuki kamarnya.

Samudra memejamkan mata, kembali mengusap wajahnya menggunakan kedua tangan, sepertinya saran yang diberikan sahabatnya tidak akan mempan, karena saat ini Zena sendiri bahkan tidak ingin memperbaiki apapun dalam rumah tangganya yang dia ingin lakukan adalah menemukan orang yang telah melecehkannya dan menyerahkannya kepada Samudra dengan begitu maka dia akan terbebas

*******

Mobil Zena berhenti di gedung tua tersebut. Zena menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan saat matanya melihat gedung itu. Lagi-lagi harus berlawanan dengan tempat itu.

"Bismillah, semoga saja aku menemukannya, ya Allah tolong beri petunjuk yang banyak, mudahkan caranya," ucap Zena berdoa dengan sungguh-sungguh dan kemudian kembali menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan.

Zena memberanikan diri kembali memasuki gedung tersebut, dan mungkin aura di gedung itu sudah mulai berdamai dengan hatinya yang mana tampak sedikit tenang saat melangkah.

Tetapi tiba-tiba saja Zena menghentikan langkah ketika melihat seseorang yang jauh di sana sekitar beberapa meter tampak berjongkok.

Zena merasa mengenali sosok tersebut yang hanya terlihat punggungnya dan kemudian melangkah mendekati orang itu.

"Kak Samudra!" ucapnya

Samudra yang saat ini berjongkok membalikan tubuhnya, kaget melihat kedatangan Zena.

Bersambung...

1
falea sezi
lahh kok meninggal
falea sezi
cerai zena
Si Memeh
bagus cerita nya thor ❤ tp sedih banget 😭😭😭
LIANI LA BUNGA YANI
mampir thor🥹
Tamirah
Dengan meninggalnya Khaira wanita ular itu sdh bisa membalas dendam ada rasa puas Zena dan Samudra menderita, apakah wanita ular itu masih hidup...?
Uthie
Yaaa... koq udahan nya gtu thor 😭😭😭

semoga masih terus bisa menyimak untuk next kebahagiaan nya Zena 🙏🙏😢
Herman Lim
kau kira bakalan pulang dgn selamat dan bisa bahagia dgn anak yg baru 😔😔
Tamirah
Memang selalu ada wanita luar didalam sebuah novel, karena kehadiran wanita ular atau Mak Lampir menjadi bumbu dalam alur cerita, tanpa mereka cerita akan monoton hambar bak sayur kurang garam dan bikin emosi si pembaca.
Marini Suhendar
Ya allah...Aku g bisa bayangin klo d posisi zena...
Semoga d season W samudea masih hidup
Ariany Sudjana
waduh, kok gini terakhirnya? samudra hilang dan tidak bisa ditemukan /Sob/,
Cica Aretha
ya Alloh kasian zena thor..d tinggal sama or terkasih nya..😭😭
Ariany Sudjana
semoga samudra dan anak buahnya bisa mengatasi gangguan dalam tugasnya, tetap fokus yah samudra
Tamirah
Ini yg ditunggu tunggu para readers memohon menghiba dan merangkak untuk sebuah kata maafkan, keren Thor alur cerita nya 👍👍👍
Tamirah
Thor betapa serunya bila Samudra menyadari bahwa dialah yg memperkosa Zena dan Zena tetap pada keputusan nya bila sdh bertemu dgn laki laki yg memperkosanya dia tetap minta cerai walau pun yg memperkosa nya adalah suaminya sendiri.
Tamirah
Seharusnya nya Samudra pun mencari bukti digudang tua itu biar sadar siapa yg diperkosa waktu itu kan bisa mencari bukti entah itu sesuatu benda yg terlepas dari tubuh Zena biar sama sama punya bukti.
Uthie
Wahhh.. itu aga serem kalau perang
Tamirah
Kalau Samudera sdh sadar dan ingat bahwa ialah yg memperkosa istrinya sendiri sblm menikah terbalik lah untuk balas dendam karena sdh menghina dan selingkuh.Buat Samudra untuk merangkak dan berlutut meminta maaf itupun kamu hrs bersikap cuek biar tahu rasanya nya dihina dan diselingkuhi.
Tamirah
Masak Thor pernikahan selama bbrp bln belummm ada kesempatan untuk menjelaskan kejadian yg sebenarnya nya, percaya tdk percaya paling tdk Zena ada kesempatan untuk mengatakan,dasar emang dibuat begitu ceritanya biar readers penasaran.
Tamirah
, wajar lah seorang suami marah ketika sebelum malam pertama dilakukan Zena buka kartu bahwa sdh tida perawan, Samudra kecewa perempuan yg alim gak bisa menjaga kehormatannya.dia tidak mendengar penjelasan dari zena,yg ada hanya rasa emosi.
Tamirah
Kenapaa Zena merasa keberatan untuk menikah tentu masa lalu kertika masih putih abu abu malam' itu perawan nya sdh diambil paksa namun gak tahu siapa yg menggagahinya... tentu menyakitkan bagi gadis yg berhijab dan bercadar,musibah yg dialami benar benar membuat trauma.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!