NovelToon NovelToon
Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Percintaan Konglomerat / Dark Romance / Mantan / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Di bawah nama besar Marga Vareksa—keluarga yang dikenal memiliki kekuasaan tak terbatas, koneksi ke segala penjuru, dan hati yang sekeras batu—Areksa Vareksa kini berdiri di puncak kekuasaan sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan. Dingin, tajam, tak segan menyingkirkan siapa saja yang berani mengganggu jalannya. Bagi dunia luar, ia adalah sosok yang menakutkan; kejamnya mewarisi setiap tetes darah keluarganya, tak ada ruang untuk belas kasih—apalagi cinta.

Namun takdir punya cara paling kejam untuk membalas masa lalu.

Ia dijodohkan dengan putri dari keluarga konglomerat sekelas Vareksa. Dan saat wajah gadis itu terlihat jelas, dunia Areksa seakan berhenti berputar: Zevanna. Mantan kekasihnya—yang pernah ia sakiti, yang pernah ia tinggalkan tanpa kata, yang masih menyimpan luka mendalam akibat sifatnya yang liar dan tak terkendali.

Zevanna juga sama terkejutnya atas perjodohan itu dengan Areksa, si mantan mesum. Salah satu yang Zevanna benci. Akankah mereka bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Lelah memberontak

Napas Zevanna memburu, tersengal di antara sisa-sisa pagutan panas yang perlahan mengendur. Areksa nggak langsung menjauhkan tubuhnya; ia tetap mengurung Zevanna di bawah kungkungan dada bidangnya yang naik-turun seirama dengan detak jantungnya yang berdentum keras.

Ibu jari Areksa yang agak kasar perlahan bergerak mengusap bibir bawah Zevanna yang kini basah dan sedikit membengkak akibat ciuman paksaan tadi. Mata sekelam malam milik pria itu berkilat puas dalam remang kamar, menatap Zevanna yang cuma bisa terengah-engah dengan tatapan campur aduk antara amarah, lelah, dan gairah yang terpaksa tunduk.

"Sudah selesai memberontaknya, Nyonya Vareksa?" bisik Areksa. Suaranya terdengar serak banget, bergetar rendah tepat di depan wajah Zevanna.

Zevanna memalingkan wajahnya cepat, membuang muka ke samping demi menghindari tatapan intimidasi suaminya. Tangannya yang baru saja dilepaskan dari cengkeraman Areksa terasa lemas, tapi ia tetap mengepalkan tinjunya di atas meja.

"Kamu... benar-benar iblis, Areksa," desis Zevanna dengan suara serak gara-gara kehabisan tenaga. "Kamu cuma bisa pakai kekuatan fisikmu buat bikin aku nurut. Kamu pengecut yang berlindung di balik tubuh tegapmu karena nggak berani jawab pertanyaanku!"

Mendengar tuduhan itu, Areksa malah terkekeh pelan, sebuah tawa dingin tanpa sedikit pun rasa bersalah. Ia menjatuhkan kepalanya sedikit lebih rendah, sengaja menyandarkannya di bahu kecil Zevanna, bikin gadis itu kembali mendesah tertahan karena merasa sesak.

"Pikirkan apa pun yang kamu mau," gumam Areksa. Bibirnya kini merayap turun ke sudut rahang Zevanna, memberikan kecupan-kecupan kecil yang hangat sebelum akhirnya mendaratkan gigitan pelan di leher jenjang istrinya.

"Ah! Sakit, Areksa!" Zevanna mengernyit. Tangannya refleks naik mencengkeram bahu kokoh Areksa yang telanjang, mencoba mendorongnya menjauh, tapi dorongannya cuma terasa kayak remasan yang nggak berdaya.

"Itu tanda biar kamu ingat siapa pemilikmu sekarang," Areksa menjauhkan wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata Zevanna. Sifat protektif yang mesum dan posesif kembali mendominasi suaranya. "Kamu boleh benci aku sesukamu, Zevanna. Kamu boleh mengutuk pernikahan kontrak ini. Tapi setiap kali kamu mencoba kabur, atau setiap kali kamu sebut nama cowok lain di depanku... aku bakal pastikan kamu berakhir di bawah kendaliku kayak gini. Ngerti?"

Zevanna sama sekali nggak sudi menjawab. Ia memejamkan matanya rapat-rapat, mengatupkan bibirnya sebagai bentuk perlawanan terakhir.

Melihat nggak ada lagi perlawanan fisik dari istrinya, Areksa akhirnya menjauh dari tubuh Zevanna. Tanpa aba-aba, ia langsung menggendong Zevanna cepat dan membawa gadis itu ke atas ranjang yang sama. Ia merebahkan tubuh tegapnya di sisi kanan kasur, membiarkan sedikit jarak di antara mereka. Dengan gerakan santai seolah nggak terjadi badai besar sebelumnya, Areksa menarik kembali selimut abu-abu besar yang tadi sempat berantakan, menutupi tubuh mereka berdua sampai sebatas dada.

Tangan kirinya yang kekar terjulur, secara sepihak menarik pinggang Zevanna biar bergeser mendekat, memeluk tubuh ramping gadis itu dari samping dan menguncinya dalam dekapan yang tak menyisakan ruang buat bergerak.

"Tidur," perintah Areksa pendek, memejamkan matanya seolah-olah dia baru saja menyelesaikan tugas harian biasa.

Zevanna membeku di dalam pelukan itu. Punggungnya menempel erat pada dada telanjang Areksa yang hangat dan keras bagai batu. Setiap embusan napas Areksa yang teratur menerpa tengkuknya, mengirimkan sensasi merinding yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Di bawah kungkungan pelukan posesif yang nggak bisa ia lawan, Zevanna perlahan-lahan merasakan kelopak matanya makin berat, sampai akhirnya tenggelam ke dalam tidur yang dipenuhi sisa-sisa kehangatan sentuhan Areksa.

Areksa membuka mata begitu mendengar deru napas istrinya mulai teratur. Jari-jemarinya menyisir rambut istrinya dengan penuh kasih sayang, menatap lekat-lekat wajah yang tampak begitu polos itu. Wajah yang sama pas pertama kali dia bertemu dengan gadis ini dulu. Saat itu, Zevanna cuma seorang gadis beasiswa yang polos dan lugu, tapi pancaran matanya yang teduh berhasil bikin Areksa selalu ingin dekat dengannya.

Waktu Areksa mencoba mendekatinya dulu, Zevanna malah selalu menghindar karena takut. Ya maklum, Areksa saat itu cuma cowok berandalan, hobi bolos dan sering langganan berantem sama anak sekolah lain.

Dia sempat gelap mata waktu itu gara-gara memilih percaya sama Valerie, apalagi saat itu dia dipaksa kakeknya buat menjauhi Zevanna.

"I'm so sorry, baby. Aku bakal tebus semua kesalahanku. Tapi tolong... jangan tinggalkan aku lagi ya? Promise?" bisik Areksa sebelum mengecup seluruh wajah Zevanna dengan lembut.

Di luar dugaan, Zevanna yang masih setengah bermimpi malah berbalik melingkarkan tangannya ke pinggang Areksa, memeluk pria itu nggak kalah erat. "Eksa, aku benci kamu..."

Areksa malah tertawa kecil, lalu mengecup pucuk kepala Zevanna dengan gemas. "Aku tahu. Maaf ya buat semuanya, Baby."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!