SEASON 1
Arwah bunuh diri menceritakan tentang seorang perempuan cantik jelita bernama NABILA yang menempuh pendidikan sekolah menengah atas dia meninggal bunuh diri. Tetapi Arwah Nabila terus meneror semua orang? Ada apa dengan Arwah Nabila?
LIKE
LIKE
LIKE
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MURID BARU
Seorang perempuan cantik jelita berdiri di depan gedung yang terlihat luas, dia mengeratkan pegangan nya pada tali dan mulai melangkah memasuki gedung sekolah.
"Hai nama gue Anastasya, kalian boleh panggil gue Tasya. Terima kasih ucap seorang perempuan yang di ketahui bernama Tasya itu.
Tasya merupakan murid prestasi, pintar dan populer di sekolah lamanya, dia pindahan dari bandung orang-orang pada terkesima dia masuk ke kelas yang sama dengan Yulia, Zakia, Noval dan Aldo.
"Baiklah Tasya, silakan kamu duduk di kursi kosong" ucap Bu Sri yang merupakan wali kelas.
Tasya langsung berjalan menuju kursi kosong yang di tunjuk Bu Sri, hanya ada kursi kosong kursi itu terletak dipojok kanan paling belakang.
"Hai, gue Noval" ucap seorang laki laki yang ingin berkenalan yang berada di bangku depannya sambil melempar senyum sembari mengulurkan tangannya.
"Tasya" jawabnya dengan tidak membalas senyum dan tidak mengulurkan tangan semua orang tertawa melihatnya.
"Baik anak-anak keluarkan buku kalian dan buka halaman 50, kerjakan soal dan kumpulkan saat bel istirahat. Noval, kamu nanti kumpulkan bukunya di atas meja ibu ya. Ibu ada urusan sekarang jadi tidak bisa mengajar" Jelas Bu Sri yang mendapat sorak sedih dari semua muridnya.
Sorakan sedih mereka hanya bohongan, padahal hati mereka sangat senang melihat Bu Sri tidak ada di kelas. "Gak usah sedih, ibu tahu kalian senang" ucap Bu Sri yang di balas cengar cengir muridnya. Saat Bu Sri benar benar tidak terlihat tiba-tiba da murid nyeletuk untuk memberi usulan.
"Woy! Gimana kalau kita kerjainnya bareng bareng usul Aldo yang kembali sekolah memakai tongkat.
"Gue setuju!"
"Gue juga!
Sorakan demi sorakan mulai menjadi-jadi, Reno yang merupakan murid terpintar akhirnya pasrah aja menerima usulan dari Aldo yang di setujui teman-temannya.
***
Suara bel berbunyi Aldo, Yulia dan Zakia pergi ke kantin.
"Kantin yuk!" ajak Yulia ajak Zakia.
"Oke gue mau beres beres dulu" jawab Zakia sambil membereskan buku-bukunya kedalam tasnya. Yulia melangkah ke pintu kelas menunggu Zakia dia bertemu murid baru.
"Kenalin gue Yulia" ucap Yulia sembari mengulurkan tangannya.
"Gue Tasya!" Sambil mengulurkan tangannya.
"Gue sudah selesai buruan kekantin" ucap Zakia menghampiri yulia dia pun mengajak Aldo yang sedang duduk! Aldo menolak karena dia sudah bawa bekal dari rumah sedangkan Noval ke ruang kantor.
Zakia dan Yulia makan seperti biasanya di kantin sambil menunggu Noval yang mengumpulkan tugas di meja.
Noval yang sudah mengembalikan buku-buku kekantor segera kekantin dia tidak sengaja menabrak murid baru yang membawa minuman dingin.
"Loh punya mata gak sih dasar gendutttt! Cetus murid baru itu yang marah sambil membersihkan pakaiannya.
"Maaf gak sengaja tasya!" Noval yang hendak membersikan minuman yang tertumpah di bajunya.
"Gak perlu" ucap Tasya pergi ke kelas sambil menginjak sepatu Noval, Noval pun kesakitan, aduh sakitnya kaki gue.
Noval datang sambil marah-marah di kantin dengan ekspresi kusut.
"Loh kenapa Val!" ucap Yulia dan Zakia yang sedang duduk di bangku sambil makan.
"Benci gw sama tuh anak baru! Gue gak sengaja nabrak minumannya sampai jatuh eh dia malah hina badan dan pijak kaki gue" ujar Noval yang mulai marah.
"Mungkin lagi PMS! Mending loh makan aja deh gendut juga sehat kok" ujar Zakia yang menenangkan Noval. Yulia teringat mimpinya tentang Nabila yang tewas bunuh diri tapi dia tidak menghiraukannya.
*****
Keesokan harinya, sekolah digemparkan dengan ditemukannya jasad Nabila yang tergeletak dilantai dasar dengan tubuh penuh luka dan lumuran darah.
Semua menduga jika Nabila terjatuh dari lantai dua......