Persahabatan dan cinta. Ketika seorang fifi berpacaran dengan ega, ia sangat terbuka dengan sahabatnya, nami. mereka bersahabat sedari kecil dan saling melindungi dan mendukung satu sama lainnya.
Jika seorang nami di kabar kan menjalin hubungan dekat dengan ega juga. Apa fifi akan percaya itu? dan disitulah hubungannya dengan ega dipertanyakan.
Tentang kekuatan cinta dan kekuatan persahabatan. Apapun yang terjadi akan menguatkan hubungan itu.
Tentang Cerita di masa SMA. Pertemanan dan persahabatan.
Baca kisahnya disini, di Cinta Anak SMA (FEN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ultah day 5
Kini lapangan penuh tenda-tenda yang didirikan oleh masing-masing kelas. Dengan urutan kelas juga tentunya. Mereka tengah menyiapkan berbagai alat dapur tak lupa dengan kompor dan gas. Acara di hari kelima adalah lomba memasak dan makan bersama tentunya. Koki setiap kelas ada 5 orang dsn teman-teman yang lainnya anggap saja asisten koki yang siap disuruh-suruh. Bahkan para anggota osis dihari ini ikut bergabung dengan kelas masing-masing. Kegiatan ini tanpa pengawasan osis dan hanya hasilnya saja yang akan dinilai oleh beberapa guru.
Nami mulai mengarahkan teman-temannya yang berniat membantu dirinya. Ia membagikan tugas secara merata dan saling membanntu pula. Seperti saat ini Fifi dan beberapa teman wanita di kelasnya tengah mengupas dan ada yang memotong bawang merah dan bawang putih.
Sambil sesekali menyedot ingusnya yang hampir menetes dan mengelap mata mereka yang berair. Namun tak ada dari mereka yang protes. Malah kini mereka nampak akrab.
"Eh fi, lo dah nagis aja," tunjuk niken teman sekelasnya yang tengah mengambil tisu.
"Haha, dari pada kamu ken dah ingisan aja tu," ledek Lala yang juga teman sekelasnya.
"Haha kita kayak abis putus aja," tawa fifi dengan mengelap matanya yang berair.
"Bener banget fi," kata Nila sambil tertawa dan diikuti oleh ke-3 gadis itu yang tengah berbicara dengannya.
Usai mengupas dan memotong bawang merah dan putih mereka pamit untuk ke toilet sebenter guna membasuh wajah mereka yang seperti patah hati itu. Tak lama usai kepergian mereka, Nami yang tengah menganggakat sebaskom air guna mebuat sup kedatangan oleh Ega.
"Fifi mana Mi?" tanyanya.
"Eh, ngagetin aja lo ga, untuk gak tumpah nih air. Dia baru ke toilet," jawabnya dan ketika akan berbalik seseorang menabrak bahunya hingga air yang berada dalam baskom berpindah kebaju dan celana ega, "maaf gak, sorry sorry gk sengaja nih gimana?" ucap Nami panik dan mengambil serbet untuk mengelapnya. Ega juga cukup terkejut tapi kemudian ia tersadar saat nami mengelap bajunya yang basah. Secara reflek ia memegang tangan Nami.
"Gak papa, lo gk salah juga," ucapnya sambil melirik kebelakang nami yang rupanya orang yang menabraknya baru saja. Gadis yang membawa sayuran itu menundukkan kepalanya takut.
"Ma...ma...maafin saya ya kak, sa...ya gak sengaja," ucapnya terputus-putus.
"Lain kali hati-hati ya dek," ucap Nami. Nami kemudian tersadar jika tangannya masih dipegang ega. Ia kemudian menarik tangannya. Kemudian gadis itu berlari dengan menundukkan kepaanya melewati mereka. Tapi keduanya tak sadar jika kelas 10 seharusnya tidak melewati tenda kelas 11 ipa. Karena urutannya seharusnya kelas 10 ipa disisi utara diikuti ips dan kelas 11 ban berlanjut hingga sisi selatan. Dan di sebelah barat terdapat panggung besar untuk acara puncak besok. Setiap jurusan terdapat 4 kelas juga. Dan kita kembali pada Ega dan Nami yang kini tengah di serang oleh kecangguhan.
"Lo gak papa mi?" tanya teman sekelasnya yang tadi melihat kejadian itu.
"Gak papa aku sya," ucap nami pada tasya orang yang tadi menanyakn keadaanya. "Lo gimana nih ga?" tanyanya kemudian pada ega yang tadi sudah mengambil lap dari tangan nami dan kini ia tengah mengelapnya sendiri.
"Gue gak papa, nanti tinggal ganti aja. Gue pergi dulu ya, mau ganti. Bilangin sama fifi pulangnya gue tungguin nanti," ucapnya sambil berlalu.
Setelah Ega berlalu.
"Kayak sengaja gak sih tadi itu," ucap tasya pada nami yang tengah mengisi baskom tadi dengan air yang ada di ember samping kelas mereka. Naki hanya mengangkat bahunya tak mau menanggapi. "Eh, bukannya dia tadi mangil kak ya. Berarti masih kelas 19 dong kok berani amat ya lewat area kelas 11, emang adik kelas jaman sekarang gak takut sama seniornya ya," lanjut tasya.
Nami kemudian memikirkannya juga. Adik kelas kenapa lewat area kelas 11 ya. Tapi tak berangsur lama pikiran itu menghilang karea fifi dan lainnya bergabung kembali dengan kelas mereka. Setelah menyampaikan pesan Ega mereka kembali sibuk dengan acara masa memaska. Sementara para cowok hanya diberi tugas untuk angkat mengangkat sesuatu yang berat.
Jam 1 siang.
Setelah menata nasi yang tadi telah dimasak oleh seorang temannya di rumah masing-masing dan lauk-pauk yang dimasak bersama tadi diatas karpet tenda masing-masing setelah sebelumnya mereka membereskan peralatan dapur dan membersihkannya. Para siswa duduk melingkar sesuai kelsnya masing-masing. Para guru tengah berkeliling dan menilaii kreasi murid didik mereka.
Kelas nami memasak tempe kering, telur yang telah mereka potong keci-kecil dan juga bergedel kentang. Nasi mereka kali ini adalah nasi kuning yang sengaja mereka pesan untuk hari ini. Makanan ini mereka tata seperti tumpeng.
...Anggap saja seperti itu....
Usai penilaian mereka makan dengan lahapnya. Karena merasa lapaar dan sudah bekerja keras hari ini. Setelahnya mereka membereskannya termasuk juga tenda
.
Seperti itu tenda yang mereka gunakan.
Hingga kini sekolah bubar lebih sore tepatnya jam 3. Sèmentara anggota osis dan beberapa relawan siswa dari kelas yang berbeda-beda mulai membantu menata panggung dan hiasannya.
Fifi baru pulang setelah hampir jam 5 sore. Ia melangkah menuju warung dekat sekolah tempat nongkrong Ega dan teman-temannya. Ega yang melihat fifi menghampirinya pun pamit pulang.
"Duluan gaes," pamitnya. Hanya diangguki oleh mereka yang tengah sibuk dengan ponsel miringnya tanpa melihat kepergian ega.
Akhirnya merekapun pulang bersama kembali.
.
Di tempat lain.
"Lo tadi jadi moto?" tanya seorang dari sebrang ponsel miĺik gadis yang kini berbaring di kasur queen size nya.
"Jadi dong," jawab gadis itu.
"Emang berguna nanti?" tanya seorang lagi di sebrang sana.
"Sekarang belum, tapi nanti pasti ada gunannya," jawabnya yakin.
"Oke deh, thanks ya dah kasih nomer kak mark," ucapnya lagi.
"Gak masalah,"jawab gadis itu yang tak lain Ara, dan gadis yang ia telpon adalah Sesil orang yang tadi dengan sengaja menyenggol nami. Gadis itu mengamati beberapa foto yang menampilkan pria pujaannya dengan Nami.
"Gue matiin nih ya."
"Ok," balas Ara mematikan sambungan teleponnya. Ia lagi-lagi tersenyum kecil. "Sekarang emang gak berguna, tapi nanti pasti juga akan bermanfaat," pikirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
^^^*Maaf nih kalo agak muter. Semoga paham ceritanya gaes. Ini belum juga muncul konfliknya ya. Mohon bersabar menantinya. ^^^
^^^😍😍*^^^
^^^@lestaa_dwi09 (ig)^^^
6
5
4
3
2
Ada apa kamu kesini?
bingun
Sesil
Ara
Mark
......