NovelToon NovelToon
KUTUKAN JARAN GOYANG

KUTUKAN JARAN GOYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Bad Boy / Akademi Sihir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang Alifas Yang Merumput

Bagus , seorang pemuda yang di tolak cintanya dengan cara menyakitkan, mengambil jalan pintas untuk mendapatkan cintanya. apa yg terjadi ? jika ternyata semua yang dia dapatkan hanya kenikmatan semu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Alifas Yang Merumput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 : Ritual Malam Selasa Kliwon

BAB 3: Ritual Malam Selasa Kliwon

Malam Selasa Kliwon yang mencekam akhirnya tiba juga. Suasana di luar lingkungan kamar kos tempat Bagus tinggal mendadak terasa jauh lebih sunyi dan sepi dari biasanya, seolah-olah alam sekitar ikut memberikan jalan bagi niat gelap yang sebentar lagi akan dieksekusi. Sesuai dengan petunjuk ketat yang diberikan oleh Ki Demang, Bagus telah membersihkan dirinya secara sempurna. Kini, ia duduk bersila dengan tenang di atas lantai semen kamarnya yang dingin. Ruangan sempit itu sengaja dibuat gelap gulita, hanya diterangi oleh sebatang lilin kecil yang menyala temaram di sudut lantai.

Di hadapan Bagus yang sedang bersila, layar ponselnya sengaja disetel dalam kondisi menyala penuh tanpa terkunci. Layar itu menampilkan foto profil Instagram milik Sri yang tampak berwajah anggun, mengenakan pakaian rapi, dan tersenyum manis, sebuah senyuman yang kini terasa sangat asing bagi Bagus. Dengan tangan yang sedikit dingin, Bagus perlahan membuka tutup botol minyak mistis berukuran kecil pemberian Ki Demang. Begitu tutupnya terbuka, aroma mistis yang sangat pekat, perpaduan antara wangi melati yang menusuk dan aroma minyak wangi kuno, langsung menyebar kuat memenuhi seluruh sudut kamar kosnya yang pengap.

Bagus menuangkan sedikit cairan minyak kental itu, lalu mengoleskannya ke ujung jempol kanan. Jantungnya berdegup kencang memompa adrenalin. Dengan gerakan perlahan namun pasti, ia mengusap permukaan kaca layar ponselnya yang baret, tepat di atas bagian wajah Sri dalam foto profil tersebut. Begitu minyak menyentuh layar, hawa hangat yang aneh langsung menjalar dari ujung jarinya, menembus masuk ke dalam nadinya.

Bagus kemudian menarik napas dalam-dalam lalu memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Sambil memegang secarik kertas merang tua di tangan kirinya, ia mulai merapalkan bait demi bait mantra kuno yang tertulis di sana dengan suara berbisik yang berat dan penuh penekanan:

"Niat ingsun amatek ajiku, si Jaran Goyang... Tak goyang ing tengah latar, cemetine asmoro... Sukmo lan ragane Sri teko welas teko asih marang aku..."

Setiap bait mantra berbahasa Jawa kuno itu diucapkan bukan sekadar sebagai barisan kalimat, melainkan sebagai wadah penyalur dendam. Di dalam kegelapan matanya yang terpejam, Bagus dengan sengaja memutar kembali memori rekaman malam menyakitkan di area parkiran kantor Sri. Ia mengingat detail tatapan jijik Sri, suara tawa merendahkannya, hingga detik-detik ketika kado kalung peraknya dilempar ke tong sampah. Bagus menyalurkan seluruh sisa keinginan, rasa rindu yang terlarang, kemarahan yang meluap, serta rasa sakit hatinya yang teramat perih ke dalam setiap getaran suara rapalannya.

Tiba-tiba saja, atmosfer di dalam kamar kos itu berubah secara drastis. Suhu udara mendadak drop menjadi sangat dingin, hingga hembusan nafas Bagus mengeluarkan uap tipis. Sebatang lilin yang berada di depannya bergoyang hebat ke kanan dan ke kiri seolah sedang ditiup oleh embusan angin yang kencang, padahal kenyataannya seluruh ventilasi udara dan pintu kamar kos telah dikunci rapat-rapat oleh Bagus. Bulu kuduk di sekujur tubuh Bagus seketika berdiri tegak, merinding hebat karena merasakan adanya kehadiran energi lain yang tak kasat mata di dalam kamarnya.

Namun, Bagus menahan diri sekuat tenaga. Sesuai pesan Ki Demang, ia tidak boleh membuka mata atau menghentikan rapalan sebelum angkanya genap. Ia terus merapalkan mantra sakti itu berulang-ulang dengan fokus penuh, menghitungnya di dalam hati hingga tepat mencapai hitungan ke-99 kali.

Begitu kalimat terakhir selesai diucapkan, Bagus membuka matanya. Tepat di detik yang sama, api lilin di hadapannya mendadak mati total seperti ditiup paksa oleh sesuatu, menyisakan sekelebat asap putih yang berbau gosong. Kamar kembali menjadi gelap gulita.

Namun, di tengah kegelapan pekat itu, layar ponsel Bagus tiba-tiba berkedip terang sebanyak dua kali. Ada sebuah getaran halus berdurasi pendek dari dalam perangkat keras tersebut, seolah-olah getaran mesin yang tidak biasa. Bagus menarik napas bergetar, ia tahu ritualnya berhasil. Energi mistis yang baru saja ia lepaskan dari rapalan mantra barusan telah bermutasi, melesat pergi menembus jaringan sinyal digital internet, bergerak cepat mencari dan memburu pemilik wajah anggun yang tertera di dalam layar ponselnya. Pintu pembalasan telah resmi terbuka dari balik layar kaca.

“Ketika teknologi menjadi perantara bagi dendam lama, jarak tidak lagi menjadi pembatas bagi sebuah kutukan. Lewat jaringan tak kasat mata, mantra telah dikirimkan, dan target tidak akan pernah bisa lari dari bayangmu.”

— Sang Alifas Yang Merumput

1
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
wah mau apa tuh bagus
Wijaya Mandiri Media Studio: mau ke dukun bagus nya hehehe Semar mesem 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!