NovelToon NovelToon
BIDADARI BESI

BIDADARI BESI

Status: tamat
Genre:Mafia / Kebangkitan pecundang / Anak Yatim Piatu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:437k
Nilai: 5
Nama Author: Arlingga Panega

Leona harus menghadapi cobaan hidup yang berat sejak usia dini. Ketika berusia lima tahun, orangtuanya, yang merupakan sepasang perwira yang teguh, tewas dalam pembantaian mengerikan karena ikut mengusut sebuah kasus besar yang terjadi di kota X.

Ditinggalkan tanpa keluarga, Leona harus belajar bertahan dan menghadapi kehidupan yatim piatu. Meskipun begitu, kekuatan batinnya yang luar biasa membantu Leona melawan rasa kehilangan dan kesepian. Pada usia enam tahun, hidupnya berubah secara tak terduga ketika dia diadopsi oleh seorang pria kaya bernama Willson Smith.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika Leona mengetahui bahwa Willson Smith sebenarnya adalah seorang ketua mafia yang kuat dan berpengaruh di kota C. Terpapar oleh dunia gelap kejahatan, Leona harus menemukan keberanian dan keteguhan untuk menjaga integritasnya sendiri.

Sanggupkah dia menemukan pembunuh kedua orang tuanya dan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantuan

📱"Kau yakin melihat Laura Romero masih hidup?" tanya seseorang kepada anak buahnya, setelah dia mendapat laporan, jika mereka melihat keberadaan Laura di stasiun kota C. Hanya saja ada berapa kelompok mafia, yang kemungkinan memang sengaja dikirimkan seseorang, untuk menjaga keamanan dari wanita itu hingga akhirnya terjadi bentrokan.

📱"Aku tidak mungkin salah lihat, dia memang Laura Romero. Wanita itu masih hidup." jawab anak buahnya dengan sangat yakin.

📱"Kejar dan culik wanita itu segera. Dia pasti mengetahui keberadaan barang bukti yang dimiliki oleh Adrian Romero." ucap sang bos dengan sangat tegas.

📱"Baik bos!" jawab pria itu, sambil melirik salah seorang rekannya yang saat ini tengah menyetir.

"Jangan sampai kita kehilangan jejak, bagaimanapun caranya Laura Romero harus bisa kita dapatkan!" ucapnya sambil menatap mobil mewah yang saat ini ditumpangi oleh Liora.

Brum...

Brum...

Brum...

Terdapat sekitar 30 mobil yang saat ini terus saja saling berdatangan dan bergabung dengan anggota kelompok mafia, untuk melakukan pengejaran terhadap mobil yang saat ini ditumpangi oleh Leona. Mereka sangat yakin jika sebentar lagi akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, apalagi saat ini mereka telah mengetahui sebuah rahasia besar, jika Laura Romero sebenarnya masih hidup. Jadi kemungkinan besar bukti kejahatan yang dimiliki oleh kelompok mafia Black Scorpion berada di tangan wanita itu.

Bruum...

Brum...

Mobil-mobil itu satu persatu berusaha untuk menyalip mobil yang saat ini ditumpangi oleh Leona, membuat gadis kecil itu berkali-kali harus mengusap wajahnya dengan sangat kasar. Sementara pandangannya masih tetap berfokus kepada orang-orang yang saat ini melakukan pengejaran tanpa kenal lelah, bahkan semakin lama jumlah mereka semakin banyak.

"Ciih! Dasar orang-orang pengecut! Berani sekali mereka mencari masalah denganku." cibir Leona, kemudian gadis kecil itu pun segera membuka sunroof dengan menekan tombol yang ada di dalam mobil, dan berdiri sambil mengangkat kedua senjata api yang berada di tangan kecilnya.

Dor...

Dor...

Dor...

Terdengar suara tembakan berkali-kali dari senjata yang saat ini berada di tangan gadis kecil itu, mengarah pada ban mobil orang yang mengikutinya. Tak lama kemudian terdengar suara rem mendadak, para pengemudi itu sepertinya sangat kaget, akibat ban depan mobil mereka satu persatu mulai meletus, akibat ledakan yang dilakukan oleh Leona.

Ckiiiit...

Brak...

Brak...

Brak...

Akhirnya terjadi kecelakaan beruntun, mobil yang digunakan oleh para penguntit itu satu persatu mulai saling menabrak, akibat mobil yang berada di bagian depan sudah berhenti secara tiba-tiba, membuat mereka yang sejak tadi terus mengikutinya harus menginjak rem, namun lagi-lagi mereka terlambat untuk melakukan hal itu, hingga akhirnya kecelakaan pun tak bisa dihindari.

Bruuum...

Bruuum...

Bruum...

Dari arah kejauhan terlihat sekitar 50 mobil hitam yang tidak memiliki plat nomor, meluncur dengan sangat kencang di jalanan kota C, mereka menjalankan mobilnya dengan kecepatan maksimal. Satu persatu langsung berbelok kemudian mengikuti mobil yang saat ini ditumpangi oleh Leona, sementara 20 mobil lainnya masih berada di tempat kejadian, untuk melihat siapa saja orang yang telah berani mencari masalah dengan Leona.

Brak...

Salah satu pintu mobil langsung saja ditendang, oleh orang-orang berpakaian hitam yang baru saja berdatangan, wajah mereka terlihat sangar dan menakutkan, dengan raut datar dan penuh kekejaman. Mereka pun mengeluarkan orang-orang yang saat ini berada di dalam mobil, kemudian menyeretnya dengan cara paksa.

Bruk...

Bruk...

Bruk...

Mereka melempar tubuh pria-pria itu ke dalam sebuah mobil box, membuat mereka saling tabrak dan saling tindih, berhimpitan satu sama lain. Sementara beberapa orang di antara mereka saat ini mengalami luka-luka, akibat terkena pecahan kaca ataupun terjepit saat dalam evakuasi.

"Sial! Siapa mereka dan kenapa berbuat seperti ini terhadap kita semua?" ucap salah seorang pria, sambil menatap wajah rekan-rekannya. Saat ini mereka harus berhimpitan di dalam mobil box yang sangat sempit itu, sementara jumlah dari pria-pria itu ada sekitar 40 orang.

"Entahlah! Yang jelas kita masih harus memasang kewaspadaan, bisa saja mereka merupakan musuh yang saat ini mencari kesempatan dari kecelakaan yang terjadi, akibat serangan yang dilakukan oleh bocah kecil itu." ucap rekannya, berusaha untuk saling mengingatkan.

"Bos pasti akan sangat marah, apalagi saat ini kita telah kehilangan jejak dari Laura Romero." ucap pria yang lain sambil mengacak rambutnya.

Saat ini mereka terlihat begitu frustasi, karena mobil bok yang digunakan untuk mengurung mereka tidak memiliki ventilasi udara yang cukup, sehingga mereka harus menjangkau oksigen sebanyak-banyaknya, untuk bisa bertahan di tempat yang sempit itu.

Apalagi tempat itu terasa sangat lembab dan juga gelap, membuat mereka harus meraba-raba dengan tangannya, untuk memastikan jika saat ini berada di tempat yang benar. Namun sepertinya mobil box itu dikendarai oleh seorang sopir yang tengah mabuk, hingga berkali-kali mobil itu terlihat bergoyang ke kiri dan ke kanan. Bahkan sesekali sang sopir menjalankannya dengan ugal-ugalan, membuat pria-pria yang saat ini terkurung itu lagi-lagi harus berdecak kesal.

Bruk...

Bruk...

Bruk...

Lagi-lagi pria-pria itu tak bisa mempertahankan kestabilan tubuh mereka, hingga akhirnya terjatuh dan saling bertumpuk satu sama lain. Membuat suasana didalam box mobil itu kian menyulitkan.

"Sial!" ucap mereka hampir saja bersamaan.

"Apakah ada yang membawa ponsel? Cepat hubungi bos, untuk memberitahukan posisi kita saat ini." salah seorang pria tiba-tiba saja menyadarkan rekan-rekannya, bahwa saat ini mereka bisa saja meminta bantuan kepada sang bos.

Satu persatu dari pria itu pun segera merogoh saku baju dan juga celananya, namun sayang, meskipun mereka berusaha untuk mencari dengan sekuat tenaga, ponsel-ponsel mereka saat ini telah dirampas oleh orang-orang yang tak dikenal.

"Sial!" umpat pria-pria itu terlihat semakin frustasi.

Sementara Leona saat ini tengah bersantai di atas jok mobil yang ditumpanginya, dengan senyum yang merekah indah. Dia sudah mengetahui, jika orang-orang yang berdatangan itu merupakan bawahan dari Willson Smith, sehingga tak lagi harus merasa takut.

"Mama baik-baik saja?" tanya Leona sambil melirik ke arah Liora yang saat ini terlihat sangat pucat.

Wanita itu hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan, tanpa bisa mengucapkan apa-apa. Dia benar-benar ketakutan saat ini, sehingga bibirnya tiba-tiba saja seolah terkunci.

Akhirnya mobil itu pun melaju ke dalam mension besar milik Willson Smith dan langsung disambut oleh para pelayan. Leona segera memerintahkan agar mereka membersihkan kamar tamu untuk Liora dan juga Marlina beristirahat, sementara Leon, dia minta untuk menelpon dokter keluarga Smith agar segera datang, untuk memeriksa Marlina yang saat ini telah pingsan.

"Terima kasih banyak, nak." ucap Liora, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

Dia tak hanya diselamatkan oleh Leona, namun saat ini memiliki tempat berteduh, meski untuk sementara. Apalagi gadis kecil itu terlihat sangat peduli terhadap ibunya dan tak ragu-ragu untuk memanggilkan dokter agar memeriksa kesehatan dari Marlina.

Leona hanya tersenyum, kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang kerja milik Willson Smith, dia ingin segera berjumpa dengan dady-nya itu dan memberikan kabar gembira, jika saat ini dirinya telah kembali bertemu dengan sang mama.

Tap...

Tap...

Tap...

"Dady...!"

1
kriwil
knp jadi benci si will kaena sok dekat sama ayah laknat dan ibu tiri edan itu ya
kriwil
emang pantes si will datang minta restu orang calvin aja ga pernah mbiayai dan nlantarin liora
kriwil
ngapain kau minta restu sama bapak kurang ajar itu will demi membahagiakan bini baru dia rela menelantarkan anak lainya dan membuang istri sah dan memisahkan anak kembarnya demi wanita baru
kriwil
dan aneh nya ngapain si willson akan menemui si celvin bapak ga tangung jawab sama liora minta restu 🤣🤣
kriwil
siap siap ketmu anak kandung mu willson 😀
kriwil
nah yang pantas jadi anak si wilson itu si leona bukan anak lembek kek kendrick
kriwil
masa bibit seorang willson cengeng malah pantas si leona yang jadi anak si willson
kriwil
semoga cepat mendapat karma sekalian sama bini ke 2 nya
kriwil
bukanya su liora pas habis di tiduri wilson dia di kasih 2 atm masa iya bisa hidup susah miskin gitu
kriwil
kasih vido nya ke emak mu wil biar matanya kebuka lebar tuh kelakuan calon mantunya
kriwil
bisa bisa seorang nyonya sherly yang kaya raya bisa ketipu buntalan jalang 🤣
kriwil
berarti bapak nya leona yang mati itu cuma bertangung jawab nikah in perempuan yang di hamili wilson ,kasian sekali si perwira yang baik hati
kriwil
skip 10thn atau 15thn kemudian tour biar ga kelamaan perang nya
kriwil
tunggu beberpa tahun kedepan susan suami mu paati akan di bantail sama keponakan tirinya😀
kriwil
anak pungut dan anak tiri kenpa selalu mempunyai hati busuk selalu iri dan dengki apa memang di takdirkan begitu😀
❄️ sin rui ❄️
si arra arra 🤣
❄️ sin rui ❄️
thor aku baca baru nyampe bab ini, tapi thor apakah di akhir willson bakal jadi musuh wilona? aku sih berharap nya tidak ya thor, gak apa2 wilsoon keras mendidik wilona, asal di akhir mwreka gak jdi musuh
Aize Ze🗝️🥀°_°
kok gk ad thor
lovely
anjay kocak jg🤣neh bocil😭
lovely
kasihan sekali leona🥺🥺ditinggal sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!