Bagus , seorang pemuda yang di tolak cintanya dengan cara menyakitkan, mengambil jalan pintas untuk mendapatkan cintanya. apa yg terjadi ? jika ternyata semua yang dia dapatkan hanya kenikmatan semu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Alifas Yang Merumput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 : Lembaran Baru dan Babak Baru
BAB 12: Lembaran Baru dan Babak Baru
Waktu laksana air jernih yang mengalir dengan tenang, perlahan-lahan membasuh setiap sisa luka-luka gaib yang sempat memporak-porandakan kehidupan batin manusia. Dua bulan penuh telah berlalu sejak siang hari yang mencekam di kediaman Kyai Ahmad, saat benturan spiritual hebat terjadi demi membebaskan jiwa yang terbelenggu. Hukum alam mistis memang sempat menghantam telak batin Bagus dengan sangat keras hingga meretakkan akal sehatnya, namun ketulusan penyesalannya yang mendalam dan kasih sayang Allah Yang Maha Menerima Taubat terbukti jauh lebih besar serta lebih luas daripada kutukan ilmu hitam mana pun di atas muka bumi ini.
Selama satu bulan pertama, Bagus harus melewati masa-masa pemulihan batin dan mental yang sangat berat di lingkungan pesantren yang sunyi. Di bawah bimbingan spiritual yang sabar dari Kyai Ahmad, setiap malam tiba Bagus selalu bersujud pasrah di atas sajadah, meratapi segala kebodohan masa lalunya tiada henti. Air matanya tumpah ruah, membasahi kain sujudnya di sepertiga malam yang dingin. Ia sadar sepenuhnya bahwa ambisi egois dan rasa sakit hatinya yang buta hampir saja merenggut nyawa orang lain yang tidak bersalah. Melalui rangkaian dzikir yang panjang, doa pertobatan yang tulus, dan air mata penyesalan, hawa panas dari sisa getaran Aji Jaran Goyang di dalam kepalanya perlahan-lahan mulai mendingin dan menguap sirna. Saraf-sarafnya yang tegang kini digantikan oleh ketenangan jiwa yang hakiki. Jiwanya yang sempat retak dan hampir gila kini telah tersambung kembali dengan kokoh, bersih, dan dipenuhi oleh cahaya keimanan yang baru.
Memasuki bulan kedua, kondisi kesehatan mental dan fisik Bagus telah pulih total seratus persen. Ia secara sukarela memilih untuk tetap tinggal di dalam lingkungan pesantren tersebut, memulai lembaran hidup yang baru dengan cara yang paling terhormat di mata Tuhan. Bagus kini telah resmi mengabdikan dirinya sebagai seorang marbot masjid pesantren. Setiap kali fajar menyingsing di ufuk timur, suaranya yang merdu dan lantang selalu berkumandang mengundangkan azan Subuh menembus kesunyian desa, mengajak umat manusia menuju kemenangan yang nyata. Tangannya yang dulu dengan tega mengoleskan minyak mistis ke atas layar ponsel, kini dengan penuh rasa ikhlas memegang gagang sapu, membersihkan setiap sudut lantai rumah Allah, dan merawat tempat ibadah dengan penuh ketulusan hati. Tidak ada lagi rasa gengsi yang mengganjal, tidak ada lagi ambisi buta untuk mengejar harta. Di tempat yang sederhana ini, ia telah berhasil menemukan kedamaian sejati yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan harta benda ataupun status sosial setinggi apa pun.
Sementara itu, di sudut kota metropolitan yang lain, Sri juga telah berhasil kembali ke dalam kehidupannya yang normal seperti sedia kala. Berkat doa pembersihan spiritual yang intens dari Kyai Ahmad, kesehatan fisik Sri berangsur-angsur pulih dengan sangat cepat. Sepasang pipinya yang sempat kempot kini kembali merona segar, dan berat badannya pun telah kembali ke angka ideal. Pengaruh energi gaib Jaran Goyang yang sempat mengunci total sistem logikanya kini benar-benar telah bersih seratus persen dari sel darah dan sukmanya.
Ajaibnya, Allah dengan segala kemurahan dan kasih sayang-Nya sengaja menghapus seluruh memori Sri tentang masa-masa gila selama dua bulan lamanya ia terikat pelet hitam tersebut. Di dalam benak Sri saat ini, ia hanya mengingat bahwa dirinya sempat mengalami sakit tipis akibat kelelahan bekerja lembur di kantor dan harus mengambil cuti panjang untuk beristirahat total. Sri kini telah kembali aktif bekerja sebagai seorang wanita karier yang cerdas, anggun, dan ceria di kawasan Sudirman, menjalani takdir hidupnya yang baru tanpa ada bayang-bayang trauma kelam masa lalu.
Bagus sering kali berdiri termenung menatap langit biru dari teras masjid pesantren setelah selesai membersihkan karpet. Sambil memandangi awan yang berarak, ia tersenyum tulus, melangitkan doa terbaik untuk kebahagiaan hidup Sri dari kejauhan tanpa ada lagi keinginan egois untuk memilikinya secara paksa. Ia mengerti sekarang bahwa cinta sejati tidak akan pernah bisa lahir dari paksaan maksiat atau sekadar nafsu pembalasan, melainkan dari sebuah keikhlasan yang dititipkan seutuhnya kepada Sang Pemilik Hati. Kisah kelam tentang Aji Jaran Goyang itu terasa seolah-olah telah selesai, terkubur bersama runtuhnya keangkuhan materi, dan berganti dengan indahnya jalan pertobatan jalur langit.
Namun, ketenangan di pesantren Kyai Ahmad mendadak terusik pada suatu malam Jumat Legi. Saat Bagus sedang merapikan mukena di barisan shaf belakang masjid yang sudah sepi, angin malam berhembus sangat kencang menembus jendela kayu. Api lilin di sudut ruangan bergoyang hebat, dan aroma melati busuk bercampur asap kemenyan yang sangat ia kenal mendadak kembali menguat tajam di indra penciumannya. Ponsel lama milik Bagus yang tersimpan di dalam saku kokonya tiba-tiba bergetar panjang. Dengan jantung berdebar kencang, ia membuka layarnya. Sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan pesan singkat yang membuat darahnya seketika mendidih membeku:
“Kamu pikir bisa lari dari transaksi gaib begitu saja, Bagus? Khodam tidak akan berhenti sebelum mendapatkan upahnya. Jika target mu lepas, maka nyawamu sendiri yang akan menjadi gantinya!”
Bagus gemetar hebat, ia tahu itu adalah pesan dari Ki Demang. Perang spiritual yang sesungguhnya ternyata baru saja dimulai, dan nyawa Bagus kini berada di bawah ancaman teror kutukan yang jauh lebih besar.
🛡️ Doa Perlindungan untuk Pembaca
Pembaca yang budiman, dunia supranatural dan tipu daya setan melalui ilmu pelet serta sihir adalah nyata di sekitar kita. Namun, ketahuilah bahwa tidak ada satu pun kekuatan gaib yang mampu menembus perlindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebagai benteng gaib bagi diri dan keluarga kita dari segala bentuk kejahatan makhluk halus, sihir, pelet Jaran Goyang, maupun pandangan mata yang dengki ('ain), mari kita amalkan doa perlindungan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berikut ini:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Bismillahilladzii la yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis sama’i wa huwas sami’ul ‘alim."
Artinya: "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Cara Mengamalkannya:
Bacalah doa di atas sebanyak 3 kali pada waktu pagi (setelah Subuh) dan 3 kali pada waktu petang (setelah Maghrib) secara konsisten setiap hari. Dengan izin Allah, siapa pun yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan akan senantiasa dipelihara dan dibentengi dari segala marabahaya yang tampak maupun yang gaib hingga waktu berikutnya.
“Ketika satu pintu kegelapan berhasil ditutup dengan pertobatan, iblis yang murka akan mendobrak pintu yang lain dengan dendam yang lebih membara. Benteng pertahananmu kini bukan lagi sekadar mantra, melainkan keteguhan iman di bawah ancaman tumbal yang menuntut balas.”
— Sang Alifas Yang Merumput