NovelToon NovelToon
Ayah Dari Anakku 2

Ayah Dari Anakku 2

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Nikah Kontrak / Obsesi / Identitas Tersembunyi / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:370.3k
Nilai: 5
Nama Author: elara-murako

"Kamu jadilah ayah dari anakku," ucap Dinia pada stafnya Taran.

🍁🍁🍁

Dinia Kenan, Direktur dari DW Fashion menolak untuk menikah. Hingga dia tanpa sengaja menemukan bayi lelaki yang terbuang. Dinia putuskan membesarkan bayi lelaki itu yang dia beri nama Ditrian.

Dinia mengakui kalau Ditrian adalah anak kandungnya karena tak ingin terpisah dengan anak itu. Hingga waktu berlalu, orang-orang mulai curiga dengan status Dinia yang seorang wanita lajang.

Saingan bisnisnya pun memanfaatkan masalah itu sebagai skandal untuk menghancurkan bisnis Dinia. Untuk menjawab rasa penasaran itu, Dinia meminta salah satu staf kepercayaannya menjadi ayah dari anaknya, Ditrian. Pria bernama Taran yang masa lalunya menjadi misteri.

Meski demi itu semua, Dinia harus pura-pura menikah dengan Taran. Terlebih Taran sangat menyayangi Ditrian seperti anak kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elara-murako, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Skenario Cinta

"Nona, apa yang Anda bicarakan?" Taran syok. Untung fisiknya kuat. Jika tidak, mungkin dia sudah pingsan saat itu juga.

"Taran, jangan menyela ucapanku!" titah Dinia.

Chairman Kenan Grouph saat ini, Divan Kenan terlihat berpikir panjang. Dia melihat ke arah Taran. Dinilai pria itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Fisiknya memungkinkan. Hanya saja, alasan itu terlalu klasik. Kamu harus banyak nonton kisah percintaan di televisi. Mungkin bisa lebih menjiwai. Menurutku, orang-orang itu tidak akan percaya," nilai Divan.

Kini Dinia memekik hingga Taran harus menutup telinga Ditrian. "Mohon untuk menjaga bahasa Anda, Nona. Kalimat seperti itu akan mudah ditiru oleh Tuan Ditrian," saran Taran.

Tangan Dinia memegang kening. Sedang Ditrian berjalan mendekati ibunya. Dia berkacak pinggang. "Mama, nakal! Mau bedili tebok? Mulut bialng baik! Gak kasal!" omel Ditrian.

"See! Anakmu lebih pintar daripada kamu, Dinia!" Divan tertawa terbahak-bahak.

"Kakak sudah menikah, kan? Paling tidak, berikan saran." Dinia menunjukkan wajah memohon.

Burung lewat di luar jendela sana. Buku-buku berbaris di dalam lemari lebar dan tinggi berwarna hitam. Di atas meja kerja, file bertumpuk seolah sang pimpinan belum menyelesaikan itu semua.

"Ini lebih masuk akal. Aku menolak dijodohkan oleh keluargaku. Akhirnya aku kabur dan bertemu dengan dia disebuah cafe. Kamu harus benar-benar teliti menyebutkan tempatnya. Ajak Taran ke sana, agar dia bisa tahu detail kota itu. Kamu tinggal di apartemen terpencil. Rupanya dia tetangga kamu. Kalian jadi makin akrab, meski awalnya sering bertengkar. Kamu jatuh cinta padanya hingga semua itu terjadi," jelas Divan.

"Menikahnya?"

"Bilang saja, karena latar belakang dia. Aku melarangmu memublikasi pernikahan kalian!" Divan memang pintar merancang startegi bisnis dan kisah cinta.

"Kakak! Kamu beneran hebat!" Dinia berdiri dan memeluk kakaknya.

"Kamu berat! Dipikirnya masih balita kali, ya!" omel Divan sambil memijiti lengan.

"Makasih banyak. Di saat Papa gak dukung aku, Kakak selalu bantu aku." Dinia merasa terharu.

"Aku lakukan ini karena sudah terlanjur. Apa lagi yang bisa kita lakukan tanpa hal ini. Dan kamu, Taran Green?" Divan memanggil Taran.

"Talan Bestie," kilah Ditrian.

Taran melirik sejenak anak itu, lalu menghadap sang pimpinan tertinggi. "Ada yang harus saya lakukan, Tuan Besar?"

"Tolong jaga adik dan keponakanku, ya? Bahagiakan dia. Dinia adik perempuanku satu-satunya. Dia memang terlihat galak di luar. Tapi, di dalamnya kasar. Jangan terlalu diambil hati."

"Hei, kenapa ujungnya aku malah dipermalukan seperti ini?" omel Dinia.

"Kalian akan menikah meski bohongan. Tentu saja kamu harus belajar baik padanya. Ingat, kamu membutuhkan dia. Demi Ditrian." Divan usap rambut adiknya.

"Kakak memang persis Mama." Dinia menatap kakaknya lekat.

"Kamu mirip Papa, makanya kita gak satu server." Divan sentil kening adiknya.

Meski wajah Divan lebih mirip Dira, tapi sifat ayahnya itu turun seutuhnya pada Dinia. "Jadi Taran, kamu denger itu? Apa sama Kakakku, kamu tetap bilang tidak?"

Taran mana berani kalau itu perintah Chairman. Meski ada yang bilang Divan Kenan sangat baik, tetap saja dia dari keluarga terkuat di Livetown. Selain itu, Divan punya kepintaran seperti ayahnya. Dia bisa dengan mudah menjatuhkan lawan dengan ekspresi wajah yang santai.

"Saya akan berusaha, Tuan. Hanya saja, jangan terlalu banyak berharap pada saya. Tetap saja, saya ini manusia biasa," jawab Taran.

"Aku juga tidak akan terlalu menuntutmu. Tinggal ikuti saja, apa yang sudah dirancang oleh timnya Dinia."

Kembali ke gedung DW fashion, Dinia duduk dengan tenang di kursi kerja. Senyumnya melengkung dengan indah. Terlihat sekali wanita itu seperti lepas dari beban dunia.

"Anda belum makan, Nona. Apa perlu saya pesankan sesuatu?" tanya Taran.

Dinia mengangguk. Dia majukan tubuhnya. "Taran, kamu belum jadi suami saja sudah perhatian padaku." Dinia menunjukkan senyum licik.

Taran sejenak mendongak. Tak lama kembali menunduk hingga matanya dan Dinia saling bertemu.

"Nona, saya paham alasan Anda melakukan ini. Anda menghindari orang-orang yang mengejar Anda, kan? Agar Anda bisa hidup sendiri selamanya. Namun, tidak semua lelaki di dunia ini buruk. Pasti ada ayah dan kakak Anda versi lain. Hanya Anda belum menemukan," saran Taran.

"Taran, kamu tahu apa yang aku alami? Setia manusia menyimpan rahasia terbesar. Kalau kamu tahu, pasti kamu paham." Dinia memutar kursi duduknya agar menghadap ke jendela.

"Maaf kalau saya bicara keterlaluan. Perlu Nona tahu, saya khawatir. Saya ingin Anda bisa bahagia." Taran mengucapkan itu dengan tulus.

"Aku bahagia Taran. Dengan Ditrian, aku seperti memiliki segalanya dalam hidup. Dia salah satu lelaki yang bisa aku percaya ada dalam hidupku," ungkap Dinia.

Taran menunduk. "Saya akan kembali dengan makanan Anda." Pria itu meninggalkan ruangan kantor.

Dinia berubah lesu. Mendadak dia ingat masa lalunya. Sakit terasa di jantung. Seperti terhujam belati.

"Kamu gak akan pernah bahagia Dinia, dengan cinta manapun!" ucapan itu masih membuatnya merasa ketakutan.

Dinia berdiri. Dia menarik laci dan mencari obat penenang. Satu tablet hingga hatinya bisa merasakan ketenangan.

"Itu sudah berlalu Dinia. Kamu pasti bisa."

Pintu kantor terbuka. Dinia mengalihkan pandangan mata. Dia kembali duduk di kursi.

"Mama, Ian bikin ni!" Ditrian berlari menghampiri ibunya. Langkah kecil yang lucu itu membuat Dinia yakin hidupnya akan terus maju dengan lebih baik.

"Mana? Mama ingin lihat."

Ditrian memberikan sesuatu yang dia buat dengan Playdough. "Tunggu, ini apa?" Bentuk abstraknya membuat Dinia tidak bisa menerka benda apa itu.

"Talan. Ini Mama."

Dinia tentu heran. Kenapa dia bisa jadi jelek begini. Kalau Taran, tak masalah. "Kenapa Mama mulutnya panjang?"

"Mama malah Talan," jawab Ditrian sekenanya.

"Memang Mama kalau marah monyong seperti itu?" Dinia tentu saja protes.

"Iya. Hagai, Ma. Ian bulusaha," pinta Ditrian.

"Iya, bagus. Kamu masih harus banyak belajar. Terus ini kenapa Taran tangannya besar?"

"Otot, Talan. Dia cotong!" Ditrian menepuk lengan atasnya sendiri.

"Strong apanya? Dia masih suka nangis kalau denger cerita sedih orang, sampai ngasih uang. Gak sadar ditipu." Dinia tidak terima.

"Altina, Talan baik. Gak pilih. Olang tipu, jahat."

"Kalau sama Taran, pikiran kamu selalu positif. Lain kalau sama Mama. Pasti negur terus." Dinia berkacak pinggang.

"Ian cayang. Mama baik, cantik makin. Jadi lembut. Sayang olang-olang. Mama gak nenek sihil." Ditrian lagi-lagi menceramahi ibunya.

"Sini." Dinia menggendong Ditrian dalam pangkuan. Dia peluk Ditrian dari belakang. "Siapa orang gila yang buang kamu ke tempat sampah? Apa dia gak tahu kalau kamu sebaik ini, Nak?" batin Dinia. Setiap ingat Ditrian yang menangis kelaparan dalam dus di tempat sampah, air matanya menetes.

1
Salsabila Hanifa
Berarti disini dustin belum menikah ya... Soalnya cucu 4 ernesto dari daren sama dira😁😁
Dyah Oktina
😁😁😁😁😁😁😁..iya itu pengalaman orang tua..anak yg harus dapat pelajaran dari itu..
Dyah Oktina
iya...maksutnya gemana nih thor?????
Dyah Oktina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kok jd anjing laut sih nak...
Dyah Oktina
sok....iya...ian...gemes ih...jd pingin culik kamu kla ada d dunia nyata...tp.d.mana ya..???🤣🤣🤣
Dyah Oktina
dasar ian....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dyah Oktina
udah ngak usah d bangunin...biar aja mereka membuat adik buat ian...🤭😁😁
Dyah Oktina
ahhhhhhhhh co...cuwiiitttttt gitu dong..jd sama2 tahu isi.hatinya...😍😍😍
Dyah Oktina
aduh...rasanya buluk ya...🤭🤭😁😁😁
Dyah Oktina
aduh kacian...nangis ya perut ian...😁😁😁🤣🤣
Dyah Oktina
ya ampun pablo...percaya diri kali kau.. 🤦🏻‍♀️jangan sakit hati kla nnt d buat malu...😁
Dyah Oktina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣segitu gantengnya kah taran...sampai ada yg kejungkel sofa...😁😁😁
Dyah Oktina
cieeeeeee dah mulai cemburu ya...tanda cinta.. ❤️
Dyah Oktina
saling terbuka aja & membuka hati...siapa tahu jodoh...jd ngak usah cari kemana..lanjut pernikahan kalian dgn benar..😍
Dyah Oktina
sancez apa itu trik atau kamu berkianat?
Dyah Oktina
ya ampuun..ditrian...kamu sayang mama...tp omongannya pedes bener...dasar anak mama...lagian udah kasih barang d ambil lagi..😁😁😁🤣🤣🤣🤣
Dyah Oktina
ya ampun....berarti taran adiknya pablo...ditrian ponakan mu berarti taran anak dari pablo...wah pantes cepet deket..masih sedarah..🤭
Dyah Oktina
apa hubungannya dgn sen motor emak2 thor.... 🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Dyah Oktina
ya ampun dinia..kasihan taran....salah mulu ya... d marah mulu...pdhal dia yg minta/ngomong dia juga yg sewot kla d kerjakan..🤭😁😁
Dyah Oktina
itu mah sama aja atuh kakak davin
. d luar galak d dalamnya keras... wah... takut ngajak debatnya juga..🤭😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!