Mendapati jiwanya berada di dalam tubuh seorang wanita lemah dan menyedihkan, membuat jiwa seorang wanita di masa abad ke XVI kerajaan Belgia,
Yang terkenal bengis dan kejam, tersentak kaget.
Ia lantas bangkit dan mengingat segalanya di mana ia hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang membencinya. terbunuh di tangan selingkuh suaminya sendiri.
Kini ia membuka kedua kelopak matanya dan menemukan jiwanya berada di kehidupan lain.
Wanita yang bergelar sebagai ratu terkejam di masanya itu, menatap pantulan wajah sang pemilik tubuh yang sekarang ia tempati. Sungguh ia begitu miris melihat kondisi tubuh ini yang merupakan seorang wanita yang terlihat menyedihkan dan penuh penderitaan.
Sekelebat ingatan tentang wanita yang ia tempati raganya muncul. Ternyata kehidupan wanita ini tidak jauh beda dengan kehidupannya yang hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang serakah.
Akankah jiwa bengis itu membalas dendam kepada orang-orang yang menyakiti sang pemilik tubuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uma_bhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
Sosok pria kini mencumbui bibir seorang wanita cantik dan seksi di tempat yang tidak dilalui orang lain.
Sang wanita mendominasi cumbuan kali ini dengan pria tinggi di depannya hanya diam dengan pikirannya terus tertuju kepada sosok wanita lain.
"Maaf, Clara. Aku tidak bisa melakukannya. Sebaiknya berhentilah mencariku, karena mulai sekarang kau bukan kekasihku lagi." Ucap pria itu dengan wajah serius.
Dylan sungguh kehilangan minat pada wanita hanya karena efek tamparan mendadak yang ia dapat dari wanita asing.
Wanita yang bernama Clara, terlihat terkejut. Ia begitu keberatan harus berpisah dari Dylan.
"Sayang, apa yang kau katakan, apa perlakuanku di ranjang kurang memuaskan? Atau bentuk tubuhku kurang sekali?" Cerca wanita berwajah cantik di hadapan Dylan.
Pria itu hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah biasa saja.
"Aku hanya tidak minat lagi padamu. Aku ingin sendiri dulu saat ini," pungkas Dylan.
Jelas saja wanita di hadapannya begitu marah dan keberatan dengan keputusan, Dylan.
"Maaf, aku hanya tidak ingin berhubungan denganmu lagi," lanjut Dylan dengan ekspresi wajah tenang.
"Brengsek, plak!" Wanita itu pun menampar juga memakinya, setelah itu meninggal Dylan dengan wajah sedih.
Dylan sendiri terlihat menarik nafas panjang, ia sekali lagi mendapatkan tamparan di sisi wajah lainnya.
"Mungkin ini adalah karma," ucapnya yang berjalan kembali ke pusat acara.
"Maaf, ini sudah dimiliki oleh nona muda dari keluarga Will." Dylan menghentikan langkahnya saat mendengar negosiasi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara dengan seorang tamu terhormat. Namun yang menjadi perhatian Dylan, adalah gadis yang disebutkan oleh manajer.
Dylan mendekati petugas penyelenggara acara pameran lukisan antik bersejarah itu.
"Maaf, ma'am. Apa aku boleh tahu siapa calon pemilik lukisan indah ini?" Dylan bertanya, sambil menatap lekat lukisan yang sudah terbungkus rapi.
"Ini milik nona muda Will, tuan," sahut staff penyelenggara pameran.
Dylan seakan menemukan cara khusus untuk bisa bertemu dengan wanita unik itu.
Pria itu tersenyum dan memberikan sebuah penawaran pada pihak gallery. Dylan menawarkan beberapa lembar dollar pada staf itu, yang di sambut dengan senyuman.
Dylan kini berdiri di hadapan sebuah bangunan megah. Dylan menatap takjub sekitar Mansion mewah itu.
"Ini benar-benar mewah," gumam Dylan.
Tidak lama terlihat seorang petugas keamanan khusus di Mansion mewah itu membuka gembok dan mempersilahkan, Dylan masuk.
Pria itu berada di depan pintu Mansion, menunggu seseorang membuka pintu untuknya. Dylan menatap mobil box di belakangnya, di mana terdapat lukisan dengan harga yang begitu tinggi.
Lukisan yang menjadi rebutan para wanita, kini berada di kediaman terkaya di negaranya.
"Anda mencari siapa, tuan?" Tanya seorang pelayan yang baru saja membuka pintu untuk Dylan.
"Apa benar ini alamat rumah dari nona muda Will?" Tanya Dylan sambil memperlihatkan secarik kertas yang bertuliskan alamat dan nama sang pemilik lukisan.
Pelayan itu pun menjawab dengan membenarkan perkataan Dylan. Ia lalu memberitahukan kepada Angeline yang sedang berada di kamar bayinya.
"Anda diperbolehkan masuk tuan," ujar pelayan yang menyambut Dylan dengan wajah ramah.
Pria itu pun memasuki kediaman mewah Angeline, di mana ia bisa melihat foto wanita yang menarik perhatiannya terpajang di ruang tamu.
"Anda bisa memasang di sini!" Pinta pelayan tersebut sambil menunjuk ruang keluarga.
Dylan mengiyakan perintah pelayan itu, pria tinggi itu terus mencari tahu keberadaan, Angeline.
Sementara Angeline kini sedang memandangi wajah terlelap putranya. Ia sedikit lebih membaik, setelah kejadian beberapa jam yang lalu.
piye jal ape kasih reward ga sido
wong mandek
gibeng wae..
hancurkan laki tu
syukuri hidupmu
akan kembali kedunia
dengan kesempatan berbuat baik
kau mampu apapun adanya dirimu
tunjukan pada dunia
kau mampu
syukuri hidupmu