NovelToon NovelToon
TRIO DUDA

TRIO DUDA

Status: tamat
Genre:Duda / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:207.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pradana Putri

Althaf Sarfaraz Xaquil (AL)

Bara Arsenio Khasaf (BARA)

Christian Xaverio Smith (CHRIS)

Tiga orang pria tampan, mapan dan memiliki kepribadian, rumah mewah pribadi, mobil mewah pribadi, semua yang sifatnya pribadi dan mewah.

Satu yang tidak mereka miliki, ISTRI!

Trio Duda bercerita tentang kehidupan sehari-hari 3 orang duda yang relah bersahabat sejak dibangku SMA.

Mereka pernah membina rumah tangga namun berujung dengan nasib yang sama alias ketiganya kini menyandang status DUDA!

Bagaimana keseruan TRIO DUDA dalam keseharian mereka yang tentu saja msmbuat kaum hawa disekitarnya ketar-ketir.

Apakah mereka kembali dipertemukan oleh jodohnya?

Semoga dapat menghibur readers semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tim Lawyer Athallah Group

Bara tidak main-main. Kesungguhannya dalam menolong sahabat orang tuanya Om Taka terlihat jelas dari keberadaannya yang sudah tiba di kediaman mewah Om Taka guna berangkat bersama sang pewaris sekaligus calon CEO masa depan Athallah Group (AG).

"Pagi Om. Bagaimana kabar Om hari ini?" Bara menyapa Om Taka yang sudah duduk di meja makan.

"Pagi Bara, wah Om senang semangat kamu sungguh luar biasa. Om yakin Tasya akan nurut sama kamu. Ayo silahkan bergabung. Bukankah hari ini akan melelahkan? Jadi kamu harus sarapan dulu. Bi, tolong siapkan set alat makan untuk Tuan Bara." Om Taka memanggil asisten rumah tangganya untuk menyiapkan set alat makan untu tamu Tuannya.

"Baik Tuan."

"Sekalian panggil Tasya. Sejak tadi ga keluar jangan-jangan dia masih tidur!" Om Taka terlihat kesal tampak Tasya memang sulit diatur dalam kesehariannya.

"Tadi sudah Saya ketuk kamarnya namun tidak ada jawaban." jawab asisten rumah tangga takut-takut.

"Kebiasaan. Maaf Bara, Om mau panggil Tasya dulu." Om Taka hendak bangkit dari kursinya namun berhenti manakala Bara buka suara.

"Om, boleh Saya yang bangunkan Tasya? Saya mau sedikit memberi kejutan agar Tasya segera bangun pagi, tapi Saya minta asisten rumah tangga Om ikut Saya dan sekalian bawa kunci serep kamar Tasya." Bara meminta izin tentu bagaimanapun Tasya adalah wanita dan ia baru mengenal.

"Silahkan Bara. Om sudah kehabisan akal mengatur Tasya. Kadang sebagai orang tua ada sedikit rasa tidak tega, ya akhirnya Tasya jadi sulit diatur begini." curhat Om Taka.

"Kalau begitu Bara izin ya Om. Bi, temani Saya ke kamar Tasya ya." Bara meminta 1 asisten rumah tangga Om Taka menunjukkan dimana kamar Tasya.

"Tuan ini kamar Non Tasya."

"Tolong dibuka Bi."

"Tapi kalau Non Tasya marah bagaimana?"

"Ada Saya. Bibi buka saja pintunya."

Ceklek!

Pintu kamar Tasya terbuka.

Kamar luas yang isinya bagai kapal pecah, membuat Bara memejamkan matanya sebenyar karena pusing melihat kamar yang kekacauannya melebihi terjangan tsunami.

Benar saja Tasya masih lelap dibalik selimutnya menyisakan kepalanya yang terlihat dengan posisi tidur bagai bayi sungsang.

Bara memberi kode pada Wisnu untuk memberikan motol air yang dipegang oleh Wisnu.

Tanpa basa basi Bara menuangkan air kewajah Tasya perlahan namun sangat ampuh membuat Tasya bangun dan segera sadar dengan apa yang dialaminya.

"****! Anjr!t! Kurang ajar banget lo Om. Berani-beraninya nyiram gw!" Tasya segera mengusap wajahnya sambil terus mengumpat pada Bara.

"Dari pada buang energi lebih baik kamu mandi dan bersiap. Saya tunggu 1 jam lagi di bawah kamu sudah rapi. Karena kita akan berangkat ke kantor!" Bara berbalik akan melanjutkan langkahnya namun Tasya melempar Bara dengan bantal sekenanya hingga mengenai kepala Bara.

Bara berbalik ia mendekat ke ranjang Tasya.

Tasya yang melihat Bara berjalan mendekat justru melotot dan semakin menheratkan selimutnya hingga batas leher.

"Apa loh deket-deket! Jangan mesum ya! Gw bakal aduin lo ke bokap!" Tasya dengan suara ngegas.

"Oh gitu ya? Ok, Saya juga bisa balik adukan kamu ke Om Taka kalau selama ini kamu sering transfer si Jerry kutu kupret plus foto-foto kamu waktu balap liar, bagaimana?" Bara dengan senyuman balik mengancam Tasya.

"Sumpah! Lo orang paling ngeselin yang ada! Entah lo apain bokap gw sampe dia nurutin lo, dasar Om-Om kirang kerjaan!" Tasya kembali mengumpat pandangannya menantang tatapan Bara tiada gentar.

"Sekarang lebih baik kami mandi, apa perlu Saya mandiin, huh!" Bara tersenyum meledek Tasya.

Tasya mendorong bahu Bara segera ia berjalan melangkah menuju kamar mandi. Namun sesaat berikutnya ia membuka kembali pintu kamar mandinya sambil mengumpat Bara.

"Lo semua keluar dari kamar Gw! Terutama Lo ya Om-Om cabul!"

Tasya kembali menutup pintu kamar mandinya dengan keras.

Bara hanya tersenyum kemudian ia mengajak Wisnu kembali turun bergabung bersama Om Taka.

Bara dan Om Taka berbincang mengenai perusahaan hingga tak terasa Om Taka menatap kearah pintu lift yang terbuka.

Perlahan Tasya keluar dari lift dengan penampilan yang lain dari biasanya.

"Sayang, nah gitu dong! Papa senang kalau kamu nurut begini!" Om Taka memandang sambil tersenyum pada Tasya.

Bara yang tahu Tasya sudah muncul memperhatikan sekitar wajah - wajah disekitarnya seakan terpesona akan sesuatu.

Bara berbalik badan karena posisi Bara membelakangi arah datang Tasya.

"Dia kok cantik banget! Mana manis banget lagi, duh kenapa tiba-tiba Joni jadi sesek gini sih!" batin Bara bergemuruh.

Bara tak menyangka gadis yang sesaat lalu ia lihat dalam keadaan acak kadul kini menjelma bagai wanita dewasa dengan pesona yang ga kaleng-kaleng.

Jujur Bara akui Tasya sangat cantik.

Tasya yang diperhatikan intens oleh Bara seketika membuang muka memilih duduk di dekat sang Papa.

"Sayang, mulai hari ini kamu ke kantor bersama Papa dan Bara. Papa akan memperkenalkan kamu kepada management sekaligus tim lawyer baru AG. Papa berharap kamu sungguh-sungguh dengan tanggung jawab ini. Papa hanya punya kamu Tasya. Papa berharap besar pada kamu." Terlihat Pak Taka menggenggam tangan putrinya.

"Duh kadi melow gini sih, makan dulu kali Pa!" Tasya bukan tak punya hati namjn ia tak suka dengan adegan dramatis baginya cukup sekali ia bersedih manakala saat kecil mengalami kepergian Mamanya.

"Apa loh liat-liat naksir?" Tasya sewot dan seenaknya berucap pada Bara.

"Tasya! Kamu ga boleh kasar gitu sama Bara! Di itu Tim Lawyer kamu. Kamu harus bisa bekerjasama dengan Bara." Pak Taka mengingatkan Tasya agar bersikap baik pada Bara.

"Silahkan dinikmati ya OM sarapannya!" ucap sarkastik Tasya pada Bara menekankan kata OM.

Bara tak menjawab senyuman tersirat Bara mengandung makna ambigu.

"Lo mau main-main sama gw bocil! Ayo sampai dimana lo bisa lawan gw! Bara ga bakal kalah sama bocil susah diatur macam lo!" batin Bara meski wajahnya tersenyum.

"Gw tahu Om otak lo pasti ngerencanaan sesuatu buat bikin hidup gw ribet! Gw pastiin lo ga bakal bisa ngatur dan ngekang gw!" Tasya bicara dalam hatinya namun wajahnya tersenyum pada Bara agar sang Papa tidak curiga.

"Bas, Ra, semoga anak kita bisa seperti kita ya akur-akur dan bisa bekerjasama. Aku sangat berterima kasih kepada kalian memiliki putra seperti Bara yang baik seperti kalian mau menolongku. Semoga putriku bisa banyak belajar dari putramu dan kelak ka bisa menggantikan posisiku saat aku benar-benar tiada." batin Pak Taka harus dalam hati berdoa penuh harapan agar putrinya kelak bisa menggantikan kedudukannya disaat ia telah tiada di dunia ini.

"Ayo Bara, Wisnu kalian jangan sungkan." Om Taka menawarkan pada Bara dan Wisnu.

1
Neng geulis
Luar biasa
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Harry
luar biasa
yunita
lnjut thoorrrrrr bikin hamil bareng semua klu bs ank kembar semua thorrr kan seru......
Riaaimutt
q tak meneng, kekuatan ku wes entek
Riaaimutt
mak2 provokator 😆😀😭👍
Riaaimutt
pake nyalahin orang lagi 😆😆
Riaaimutt
wot 😭😭
Riaaimutt
insting emak2
Kartini Rotua Situmorang
alurnya maju mundur
Riaaimutt
bara yang cerdas 😆😆
Riaaimutt
eak.. 😆😆
Riaaimutt
kocaklah si bia
Erlinda
heran deh Thor trio duda udah pada berumur tapi kok dengan cewek seperti anak ABG malu malu sok jaim hadeeeh..yg wajar napa sih trio duda klo suka yg bilang suka ntar diambil org baru tau udah tua masih aja gengsian ingat umur
Erlinda
rasain lu Tasya jd anak kok kepala batu banget ga sayang sama org tua
Ryan Jacob
baguus...
Hesti Pramuni
Thankyuuu thoor...
😘😘😘
Hesti Pramuni
habiis minum teh tubruk nih, dok...
Hesti Pramuni
lah! situ dah gass pooll lom, Ra..?
Hesti Pramuni
men dramakan hati boss...
melasseh....rek..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!