Pernikahan 2 anak kembar Raffa dan Kayla harus segera dilaksanakan, karena mereka sudah tidak sabar meminang putri dari sahabat mereka.
Raffa dan Kayla tidak ingin putri dari sahabatnya itu jatuh ke tangan pria yang lain.
Apakah mereka dapat membuat kedua putra kembarnya bahagia dengan pernikahan yang telah mereka rencanakan?
lanjut baca kisahnya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Satu jam telah berlalu, Kanaya juga tidak kunjung keluar dari kamar mandi.
Raju mulai penasaran apa yang terjadi pada istrinya di dalam kamar mandi. Raju melangkah menuju pintu kamar mandi.
Tok tok tok.
Raju mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan bahwa istrinya baik-baik saja.
"Mhm," gumam Kanaya dari dalam kamar mandi.
"Apa yang terjadi di dalam? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Raju pada Kanaya.
"Mhm, a-aku ba-baik saja," jawab nanya dari dalam kamar mandi.
"Lalu, Mengapa kamu belum keluar juga dari kamar mandi?" tanya Raju penasaran.
"Mhm, i-itu a-aku." Kanaya bingung harus menjawab apa.
Dia malu mengatakan bahwa dirinya lupa membawa pakaian ke dalam kamar mandi, tapi jika dia tidak mengatakan hal tersebut pada sang suami maka dia akan terus terkurung dalam kamar mandi.
"Apa yang terjadi katakan padaku!" ujar Raju.
"Mhm," gumam Kanaya lagi.
"Apakah kamu perlu bantuan ku?" tanya Raju pada sang istri.
Razi bisa menembak bahwa saat ini istrinya lupa membawa pakaian ganti saat dia masuk ke dalam kamar mandi.
"Bisakah kamu keluar dari kamar sebentar?" pinta Kanaya.
Kanaya enggan meminta bantuan sang suami untuk mengambil pakaiannya, karena tidak mungkin Raju akan mengambilkan pakaian dalam serta roti tawar yang diperlukannya nanti.
"Baiklah aku akan keluar," ujar Raju.
Raju melangkah keluar meninggalkan kamar tersebut, dia memberi waktu dan ruang untuk sang istri berganti pakaian.
saat baru saja dia berada di depan kamar Dia teringat akan ponselnya, lalu pergi ya berniat untuk mengambil ponsel tersebut.
Raju membuka pintu dan dia melihat sang istri kini tengah mengenakan handuk yang melilit tubuhnya yang mulus.
Sang istri kini tengah berdiri di depan lemari, dia tidak menyadari sang suami sempat melihat apa yang sedang dilakukannya.
"Astaghfirullahal'adzim," lirih Raju.
Raju pun kembali menutup pintu, dia tak lagi memperdulikan ponselnya yang tertinggal di dalam kamar.
Raju pun melangkah menuju balkon yang ada di lantai 2, dia menikmati angin malam dan menatap indahnya langit penuh bintang yang indah.
Saat Raju menatap langit, bayang-bayang indahnya tubuh Kanaya terlintas di benaknya.
Bayang-bayang indahnya tubuh sang istri terus menari-nari di dalam pikirannya.
"Astaghfirullahaladzim." Pria itu terus mengucap istighfar agar pikirannya tidak lagi mengingat lekuk tubuh sang istri .
Tok tok tok.
Pintu kamar Kanaya terdengar di ketuk, posisi Raju yang berada tak jauh dari kamar langsung berdiri melihat siapa yang datang.
Gita menoleh ke arah Raju yang berdiri di teras lantai 2.
"Raju, apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Gita pada sang menantu .
"Aku hanya merasa gerah, dan ingin bersantai di sini, Bu." Raju menghampiri ibu mertuanya.
"Ada apa ibu datang ke sini?" tanya Raju pada sang ibu mertua.
"Begini, kebetulan mbok Iyem tidak tahu kalau kita akan pulang, jadi dia tidak masak untuk makan malam, jadi ibu dan ayah akan pergi keluar untuk makan malam. Kalian mau ikut?" tanya Gita pada Raju.
"Mhm, aku tanya Kanaya dulu, Bu," jawab Raju.
Raju pun hendak membuka pintu kamar, tapi dia ragu entah Kanaya belum selesai mengenakan pakaiannya.
"Ada apa?" tanya Gita heran melihat tingkah Raju.
"Mhm, enggak apa-apa," lirih Raju.
Akhirnya Raju memberanikan diri untuk membuka pintu kamar, bersyukur Kanaya sudah mengenakan hijab yang senada dengan gamis yang dikenakannya.
Raju menatap Kanaya yang terlihat sangat anggun, Kanaya juga menoleh pada sang suami yang baru saja masuk ke dalam kamar.
Sesaat tatapan mereka terkunci, mereka saling beradu pandangan.
"Ada apa?" tanya Kanaya saat tersadar dari lamunannya.
"Ibu mengajak kita makan di luar, kamu mau ikut atau bagaimana?" tanya Raju datar.
"Mhm, kita makan di sini saja, aku akan memesan makanan secara online nanti," jawab Kanaya.
"Baiklah kalau begitu." Raju membalikkan tubuhnya lalu dia menemui ibu mertuanya yang masih berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Kanaya bilang, kami makan makanan pesan secara online saja, Bu," ujar Raju memberitahukan ibu mertuanya.
"Ya sudah kalau begitu. Kami berangkat dulu," ujat Gita pamit.
Gita pun meninggalkan mereka berdua di rumah.
Rombongan yang menempuh perjalanan yang panjang baru saja sampai di Bandara, mereka kembali ke Padang dengan menggunakan pesawat jet milik keluar Rajasa Surya Atmaja.
Sesampai di Bandara mereka berpencar menuju parkiran mobil masing-masing. Perjalanan mereka yang hanya beberapa membuat mereka memilih untuk membiarkan mobil terparkir di parkiran khusus bermalam.
Saat Kayla hendak masuk ke dalam mobilnya, Alex menghampiri kakak sepupunya itu.
"Kak!" Alex memanggil Kayla.
Kayla berhenti tepat di depan pintu mobilnya.
Dia menautkan kedua alisnya heran.
"Ada apa, Lex?" tanya Kayla.
"Aku ingin membicarakan suatu hal yang penting," ujar Alex.
"Apa?" tanya Kayla.
"Besok aku akan menjemputmu, kita bicarakan hal itu di luar rumah, malam ini kita semua sudah capek dengan perjalanan jauh," ujar Alex.
"Ya sudah kalau begitu." Kayla mengangguk setuju.
Kayla pun masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Alex dia pun masuk ke dalam mobil miliknya.
"Ada apa?" tanya Raffa penasaran dengan apa yang dikatakan adik iparnya saat dia sudah mulai melajukan mobilnya.
Meskipun Raffa tahu Kayla dan Alex merupakan saudara sepupu yang tidak mungkin ada hubungan apa pun, dia tetap merasa cemburu jika istrinya dekat dengan Alex.
"Mhm, besok dia mau mengajakku keluar," jawab Kayla santai.
"Ke mana?" tanya Raffa penasaran.
"Aku juga tidak tahu, Bang. Katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakannya denganku," jawab Kayla.
Kayla dapat melihat dengan jelas wajah sang suami yang kini cemberut karena kesal. Kayla tahu saat ini sang suami tengah cemburu pada adik sepupunya itu.
"Mhm, kamu cemburu ya, Sayang?" tanya Kayla pada Raffa.
Kayla pun tersenyum menggoda sang suami.
"Enggak, aku enggak cemburu, kok. Aku cuma kesal aja, masa iya ngajakin istri orang jalan enggak minta izin sama suaminya, adik macam apa itu," gerutu Raffa.
Kayla tersenyum melihat wajah sang suami yang ditekuk.
Kayla pun merebahkan kepalanya di lengan kekar sang suami, dia tahu saat ini sang suami sedang cemburu.
"Sayang kamu sendiri tahu, aku dan Alex adalah saudara sepupuku, dia adikku, tak ada yang harus dicemburui." Kayla berusaha membujuk Raffa.
Raffa hanya diam, dari dulu dia selalu sensitif dengan sosok Alex yang dekat dengan istrinya.
"Sudah 30 tahun lebih kita bersama, apakah kamu masih tidak percaya denganku?" lirih Kayla pada sang suami.
Kayla mengangkat wajahnya menatap sang suami yang kini sedang fokus mengendarai mobil.
Raffa melirik sang istri, lalu dia pun mengecup puncak kepala sang istri.
Bersambung...
udh nunggu lama ini