Athanasia, gadis yang akrab disapa Athi, adalah murid Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah yang cukup mumpuni di kotanya. Ia adalah gadis dari keluarga sederhana, yang sangat tangguh. Karena ia tidak pernah memperhatikan penampilannya, ia sampai terkena bullying pada masa itu. Semua permasalahan yang melandanya, tidak sampai membuat Azekeil dan Lucas, yang merupakan sahabatnya, berpaling darinya. Karena kebaikan Azekeil, Athi baru menyadari kalau dirinya ternyata menyukai Azekeil, lebih dari yang ia bayangkan. Ia sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya, karena ia sangat malu dengan kondisi dirinya yang jauh dari kata sempurna, berbanding terbalik dengan Azekiel yang sangat sempurna di matanya. Hingga akhirnya hari perpisahan itu tiba, sehingga membuat Athi harus merelakan kepergian Azekeil untuk kembali ke Negara asalnya, karena sesuatu yang tidak bisa Azekeil jelaskan. Apakah Athi bisa menjalani kehidupannya, setelah Azekeil meninggalkannya jauh di sana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi-lagi Lucas
"Tring ...."
Terlihat pesan masuk yang mendadak masuk ke dalam handphone Athi, membuatnya melihat dengan segera isi pesan tersebut.
"Halo, Athi! Ini Belle. Sore ini ada acara, gak? Aku mau ajak kamu belanja di mall. Gimana?"
Athi membaca dengan sangat kaget, pesan dari Belle, membuatnya merasa sangat bersemangat melihatnya.
"Belle ngajak jalan!" gumam Athi dengan sangat bersemangat, membuat dirinya menjadi terlalu bersemangat.
Mereka jadi instens bertukar kabar, yang tentu saja dengan tujuan Belle untuk menjatuhkan Athi di hadapan orang-orang lain.
Di sudut sana, Belle pun men-stalk akun Enstagram milik Athi, dan melihat semua foto-foto yang sudah terunggah di sana.
"Biasa aja, gak ada yang bagus," gumam Belle, yang sembari melihat-lihat foto Athi di sana.
Ia tak habis pikir, karena gadis seperti Athi, kenapa bisa dekat dengan laki-laki incarannya. Hal itu yang membuat dirinya kini mendekati Athi, hanya untuk mencari informasi mengenai kedekatan dirinya dengan Keil.
"Kita lihat, nanti sore!" gumam Belle dengan sorot mata yang tajam.
...***...
Sore hari pun tiba. Kini, Athi sudah sampai di tempat yang ia janjikan bersama Belle.
Athi mengedarkan pandangan ke segala arah, mencoba mencari keberadaan Belle di sana.
"Mana ya dia?" gumam Athi yang penasaran dengan keberadaan Belle.
"Athi!" pekik Belle dengan sangat manja, membuat Athi memandang ke arahnya dengan spontan.
"Kya!! Akhirnya kita bisa jalan juga!" gumam Belle, yang sangat senang bertemu dengan Athi.
"Ya! Akhirnya kita jalan-jalan bareng!" sambut Athi dengan sangat gembira, membuat Belle harus sudah payah berakting.
"Yuk, kita jalan!" ajak Belle, membuat Athi mengangguk setuju.
Tujuan utama mereka adalah toko make up, karena Belle dan Athi yang sangat suka membeli make up terbaru. Athi sampai rela mengumpulkan uang jajan satu bulan penuh, hanya untuk membeli satu item saja.
Belle memandangi Athi, yang sedang memilah make up yang cocok, dengan saksama.
'Coba kita perhatikan,' batin Belle, sembari hati-hati memperhatikan setiap sisi dari Athi.
'Dilihat dari wajahnya sih ... pori-porinya besar banget. Dia pakai eyelid? Kok wajahnya agak berminyak, ya?' batin Belle sembari menelaah keadaan, 'dilihat dari bra yang dipakai, dia hanya pakai bra cup A,' batin Belle yang memandang rendah Athi karena tidak sesuai dengan kriteria yang ada pada dirinya.
"Athi, kayaknya bagus deh kalau kita foto dan unggah ke Ensta!" gumam Belle dengan nada terimut yang ia miliki.
Mendengar hal itu, Athi pun tertarik mendengarnya, "Bagus! Yuk kita foto!" ucap Athi.
Belle pun mengambil handphone-nya, kemudian segera mengambil gambar dirinya. Belle sengaja mengambil gambar yang memperlihatkan sisi buruk Athi.
Belle memandangnya dengan saksama, "Wah ... fotonya bagus!" gumam Belle, membuat Athi memandangnya dengan sangat senang, "oh ya, kamu mau aku kenalin dengan senior yang ganteng, tidak?" tawar Belle, membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.
"Hah, senior ganteng?" tanya Athi yang penasaran dengan yang Belle bilang.
Tanpa basa-basi, Belle pun memperlihatkan foto senior tampan yang ia maksud. Athi melihatnya dengan sangat terkesima.
"Wah ... ganteng banget," gumam Athi yang terkesima dengan ketampanan laki-laki yang diperlihatkan Belle padanya.
Belle pun memperkenalkan seorang laki-laki yang lebih dulu dekat dengannya, bertujuan untuk memisahkan Athi dengan Azekeil yang semakin lama semakin dekat saja menurutnya. Ia sama sekali tidak mau kalau Keil terlalu dekat dengan Athi.
"Gimana?" tanya Belle, membuat Athi tersenyum hangat padanya.
"Boleh, deh," jawan Athi.
Belle menyunggingkan tipis senyumannya, "Sebentar lagi dia sampai di sini. Aku kasih kabar kalau dia sudah sampai. Aku pamit dulu, ya?" gumam Belle, membuat Athi terkejut mendengarnya.
"Lho, kenapa mendadak banget?" tanya Athi yang kaget dengan ucapan Belle.
"Aku lupa, ada janji lagi dengan teman. Kamu bisa tunggu di food court kok, nanti biar aku hubungi dia, supaya bisa kenal sama kamu," jawab Belle, membuat Athi mendadak sendu mendengarnya.
"Oke deh."
...***...
Sudah satu jam berlalu, sejak Belle meninggalkannya di sana. Athi menunggu dengan gelisah, khawatir kalau saja senior yang dikatakan Belle tidak jadi datang ketika ia sudah menunggu lama.
"Huft ...."
Athi menghela napas panjang, merasa sangat lelah menunggu sesuatu yang tidak pasti.
"Tring ...."
Athi segera melihat isi pesan masuk, yang baru saja ia terima.
"Senior itu sudah datang. Dia pakai jaket denim, rambutnya coklat. Selamat bersenang-senang."
Pesan dari Belle itu sontak membuat Athi seketika gemetar. Ia langsung mengedarkan pandangan ke segala arah, untuk mencari keberadaan senior itu.
"Mana dia?" gumam Athi, yang seketika mendelik ketika melihat orang yang ciri-cirinya mirip sekali dengan yang Belle sebutkan tadi.
"Aduh ... dia bukan, ya? Rambutku gimana ini?" gumam Athi sembari mempersiapkan rambutnya yang berantakan, dan juga membenarkan sedikit make up.
Akhirnya dengan segala persiapan yang ada, Athi bergegas untuk menghampiri laki-laki yang dikenalkan Belle padanya.
"Halo, Kak Agha, ya?" sapa Athi, yang memberanikan diri untuk menyapa laki-laki yang baru ia jumpai.
Seketika laki-laki bernama Agha itu, mendelik kaget melihat sosok Athi yang sangat cantik, berada di hadapannya.
"Wah, Athanasia, ya?" sapa Agha juga yang terpukau melihat kecantikan Athi.
"Iya, Kak. Salam kenal ya," gumam Athi teriring senyuman.
"Salam kenal kembali. Bagaimana kalau kita ngobrolnya sambil makan aja?" tawar Agha, membuat Athi tersenyum mendengarnya.
"Yuk!"
Akhirnya, mereka pun pergi makan bersama dengan senangnya.
Di belakang mereka, ternyata seseorang tak sengaja melihat ke arah Athi yang sedang bersama dengan seorang pria asing. Hal itu membuat dirinya penasaran dengan yang laki-laki itu lakukan bersama Athi.
"Itu bukan gadis yang waktu itu aku tolong, bukan? Siapa namanya, ya?" gumamnya, yang kembali mengingat tentang kejadian menegangkan di gang sempit, kala itu.
Ya! Laki-laki itu adalah Lucas, orang yang menolong Athi kala itu.
Dengan rasa penasaran, ia segera menghampiri mereka diam-diam, dan duduk beberapa bangku dari tempat duduk yang mereka tempati. Lucas juga menyamar sebagai seorang yang juga sedang makan di sana.
"Oh, jadi kamu Athanasia yang booming satu sekolah itu?" gumam Agha, membuat Athi tersipu mendengarnya.
"Oh, masa sih, Kak? Kok jadi malu dengarnya, ya?" ucap Athi, tersipu malu dengan perkataannya.
"Bener. Btw, kita hanya beda satu tahun, lho! Santai aja, jangan panggil kakak," ucap Agha, membuat Athi semakin malu mendengarnya.
"O-oke deh, Agha," gumam Athi dengan sangat kaku, membuat Agha tersenyum ke arahnya.
Mereka pun sudah selesai makan, dan ingin melanjutkan kencan buta mereka.
"Berapa, mbak?" tanya Agha, yang ingin membayar semua makanan di kasir.
Athi pun menghampirinya, "Pakai uang aku aja!" sambar Athi, membuat Agha menyunggingkan senyumnya.
"Baiklah," gumam Agha, yang gelagatnya terlihat oleh Lucas, membuat Lucas sangat geram padanya.
maaf ya saya mau komplen nih..pas baca bab pertama okelah.. kedua.. koq banyak banget kata"mendelik"nya..trs pas baca athi menahan sakit knpa "brrr"🤭🤭..
maaf ya saya mah hnya penikmat cerita saja 😁😁
klo disuruh bikin cerita mah kaga bisa ..
lanjut baca marathon nih..
😘😘😘😘😘Saya sdh habis membaca nya.....GOOD LUCK....untuk cerita yg lain lg....hppy 4u...