Kanaya Anastasia, harus rela menikah dengan pria yang sudah beristri demi menyelamatkan panti asuhan agar tidak di gusur oleh keluarga Alexander.
Pernikahan tanpa cinta dari kedua belah pihak, Kanaya hanya di jadikan babu oleh istri pertama yang bernama Bella dan suaminya yang bernama Melvin.
Anehnya, sikap Melvin suka berubah-ubah hingga membuat Naya dilema. Jika tidak ada Bella, sikap Melvin sangat baik pada Naya dan sebaliknya, jika ada Bella maka Melvin akan bersikap jahat pada Naya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.Peluk Aku
Hembusan angin malam menusuk tipis di kulit bening Naya. Netra mata itu hening menatap gelapnya langit malam tanpa bintang. Perasaan wanita ini kelabu, statusnya sudah menikah namun dirinya tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.
"Sedang apa kau di sini Naya?" Ibu Susi mengejutkan Naya. Selain Amber, ibu susi juga termasuk salah satu pengurus panti asuhan yang sudah cukup lama mengabdikan diri di sana.
"Hanya sedang terpikir tentang masalah hati bu," jawab Naya membuat ibu Susi bingung.
"Maksudnya?"
"Aku tidak tahu kemana harus ku letakan hati ini, aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya bu!"
Ibu Susi duduk di samping Naya, menutup sedikit kaki yang terbuka agar tidak kedinginan.
"Kenapa, apa kau tidak mencintai suami mu?" bu Susi bertanya lembut sekali.
"Bagaimana bisa aku mencintainya sedangkan kami di paksa untuk bersatu bu?"
"Kau terlalu memaksakan kehendak ibu Amber. Seharusnya kau bisa menolak dengan tegas pada saat itu."
"Lalu, bagaimana dengan nasib anak-anak panti ini?" tanya Naya membuat ibu Susi terdiam.
"Ibu mengerti perasaan mu Naya. Maafkan ibu," ucap Susi.
"Perihal mencintai. Bu, apakah aku salah jika aku mencintai suami ku sendiri?" mata Naya berbinar, meminta jawaban yang sekiranya bisa menenangkan perasaannya saat ini.
"Setiap hati tidak akan pernah salah jika jatuh cinta. Tapi, mata dan akal kita harus melihat dan berpikir apakah sudah tepat jika kita melabuhkan hati pada orang tersebut. Naya, apa yang sedang kau rasakan dalam pernikahan mu sekarang nak?"
Naya mendongak ke atas, menatap pekatnya langit malam. Hembusan nafas wanita ini sangat dingin.
"Aku tidak bisa menjelaskannya bu, aku hanya seorang istri kedua. Pernikahan kami tanpa cinta. Tapi, setiap kali Melvin menatap mata ku, ada rasa getar yang berbeda," tutur wanita ini berterus terang.
"Sebenarnya ibu tahu apa yang sudah terjadi.Naya, dia tidak pantas di sebut sebagai seorang istri. Kau yang lebih pantas menjadi istri Melvin. Rebut cintanya, jadikan diri mu satu-satunya istri di rumah suami mu," ucap bu Susi membuat Naya langsung mengerutkan keningnya bingung.
"Bu,......!" lirih Naya.
"Jangan bicara apa pun di sini Naya. Kau pasti paham maksud ibu, kau pasti sudah mengetahuinya kan?"
Deg,....
Tiba-tiba saja hati Naya berdebar, ternyata selain Amber, ibu Susi juga paham atas apa yang terjadi selama ini.
"Bersikaplah seolah kau tidak tahu apa pun Naya. Dia, si wanita berhati iblis itu memiliki sifat kejam jika dia tahu kau sudah mengetahui latar belakangnya," ucap bu Susi dengan suara yang sangat pelan.
"Apa yang sedang kalian bisikan hah?"
Deg....
Naya dan Ibu Susi langsung terlonjak kaget ketika ibu Amber tiba-tiba muncul di belakang mereka.
"T-tidak ada bu, hanya sedang membahas bayi yang baru saja kita temukan!" jawab Susi ketakutan.
"Benar begitu Naya?" tanya Amber dengan mata melotot.
"Benar bu, kami hanya mengobrol tentang bayi itu...!"
"Kembali ke kamar mu,...!" titah Amber, "dan kau Susi, kenapa kau meninggalkan kamar para bayi hah?"
"Maafkan aku ibu Amber, aku tadi pusing jadi keluar sebentar untuk mencari angin tapi tidak sengaja bertemu dengan Naya."
"Sudah, cepat bubar!" sekali lagi Amber mengusir mereka.
Naya mengusap dadanya lega karena pembicaraan mereka tidak di dengar oleh Amber. Naya semakin yakin jika di panti ini sebenarnya tahu siapa ibu Amber hanya saja mereka memilih tutup mulut.
Sementara itu, Melvin yang berada seorang diri di apartemen mulai merasa bosan. Beberapa kali pria ini keluar masuk ke kamar Naya namun hanya bantal dan guling saja yang dia temui.
Bel berbunyi, buru-buru Melvin membuka pintu berharap jika itu adalah istrinya yang pulang. Namun, wajah Melvin langsung pias mana kala mendapati Bella dengan senyum lebarnya. Melvin menatap Bella dari atas sampai kebawah, wanita ini mengenakan pakaian yang sangat tipis sekali seolah sedang menggoda Melvin.
"Selamat malam sayang, sudah lama kita tidak bermain. Mau kah kau bermain dengan ku?"
Bella berusaha mebggoda Melvin, jari jemari wanita ini melikuk meraba bagian dada bidang Melvin. Gincu merah merona seolah tanda jika Bella siap melayani Melvin malam ini.
"Aku tahu jika kau dan Naya belum melakukan hubungan suami istri. Aku tahu jika kau tidak bisa melupakan mu. Suami ku, hanya aku yang kau cinta...!"
Muak sudah Melvin, matanya tajam menatap Bella yang sekarang. Bella yang dulu di kenal sangat anggun namun nyatanya tak lebih dari seorang wanita murahan.
Bruk,....
Tiba-tiba saja Melvin mendorong Bella, membuat wanita jatuh tersungkur ke lantai.
"Melvin, kau sudah menyakiti ku!" seru wanita itu tidak terima.
"Aku jijik melihat mu, aku muak melihat mu! ternyata kau tak lebih dari seorang wanita ******!" suara pria itu menggema, membuat Bella sangat terkejut karena baru sekarang dirinya mendengar kata-kata kasar dari mulut Melvin yang menghina dirinya.
"Melvin, kau berkata kasar pada ku!" Bella masih tidak percaya.
"Ya, kenapa memangnya hah?" tanya Melvin dengan sorot mata tajam, "Asal kau tahu,cinta ku pada mu sudah padam. Aku menyesal telah jatuh cinta pada mu. Dan untuk Naya, mamah ku memang tidak pernah salah menikahkan aku dengan dia. Sekarang aku sedang berusaha untuk mendapatkan hatinya!" ucap Melvin semakin membuat Bella terbakar cemburu.
"Tidak, kau tidak boleh jatuh cinta pada perempuan itu. Dia hanya si yatim piatu yang di pantas untuk di kasihani."
"Naya akan memiliki keluarga yang utuh jika saja seseorang tidak membunuh kedua orangtuanya," sahut Melvin langsung membuat wajah Bella berubah gugup.
"Apa yang sedang kau bicarakan ini Melvin?" tanya Bella seolah tidak mengerti.
"Pergi sana, aku jijik melihat mu!" usir Melvin langsung menutup pintu.
Melvin mengumpat kesal, sumpah serapahnya terus tertuju pada Bella.
"Secepatnya semua masalah ini harus segera selesai,aku sudah tidak tahan di ganggu Bella terus!" ucap Melvin merasa sangat geli.
Malam telah berganti pagi, Melvin pergi ke panti asuhan dengan maksud hati untuk menemui istrinya.
Naya menyambut kedatangan suaminya, tanpa izin dan permisi lagi Melvin langsung memeluk Naya di depan ibu Amber hingga membuat Naya terkejut.
"Apa yang sedang kau lakukan hah?" tanya Naya berbisik.
"Peluk aku, lihat ibu Amber yang sedang menahan marah!" bisik Melvin.
Naya yang paham langsung memeluk Melvin. Melvin juga bersikap jauh dari perkiraan, tanpa sadar pria ini mamanggil Naya dengan sebutan Sayang.
"Ehem,...ehem.....malu di lihat anak-anak!" tegur Amber tidak suka.
Melvin langsung melepaskan pelukannya.
"Maaf bu, aku sangat merindukan istri ku," ucap Melvin membuat Amber semakin panas.
Toorrr ayo mangaat dilanjut lagi, seru lhoo ini ceritanya !!!
Forgive but no forget ! 😝