NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 Hal Tidak Terduga

Zivanna berada di toilet dengan mencuci tangannya di wastafel, ternyata di sana ada juga Rania yang melakukan hal yang sama seperti dirinya namun Zivanna hanya diam saja tanpa menegur Rania.

"Jadi kamu sudah mulai mengurus berkas-berkas untuk melanjutkan studi kamu mengambil spesialis?" tanya Rania.

"Iya," jawab Zivanna dengan singkat.

"Special bedah bukanlah hal yang mudah? untuk menjadi Dokter umum saja kamu melakukan banyak kesalahan dan bagaimana dengan apa yang telah kamu putuskan, itu tidak mudah Zivanna dan kamu tidak akan mampu melakukannya," ucap Rania selalu saja mengutarakan keraguannya kepada Zivanna.

"Mungkin memang saya harus menjadi Dokter spesialis agar hanya fokus pada satu hal saja, lagi pula saya juga tidak meminta Dokter memberi masukan dan juga tidak meminta izin, jika menurut dokter saya mampu atau tidak mampu, itu juga tidak akan berpengaruh pada saya karena yang melakukan semua itu adalah saya yang memikirkannya adalah saya dan uang saya juga yang keluar untuk menyelesaikan studi saya!" tegas Zivanna cukup berani memberikan komentar kepada Rania yang selalu meragukannya.

Rania sampai terdiam dengan perkataan Zivanna.

"Kamu sadar tidak jika kamu baru saja berbicara dengan siapa? Saya adalah senior dan Dokter yang disegani di rumah sakit ini, di atas saya hanya ada beberapa Dokter dan setelah beberapa Dokter yang hanya terhitung dua atau tiga pimpinan dan sementara kamu sangat jauh sekali di bawah saya!" tegas Rania sepertinya tersinggung dengan perkataan Zivanna

"Tetapi di atas Dokter-Dokter senior yang telah dimaksudkan, masih ada komisaris direktur dan pemilik rumah sakit yang jauh lebih tinggi. Sehebat apapun Dokter di rumah sakit ini, jika pemilik rumah sakit tidak menginginkan mereka, maka bisa ditendang untuk tidak menginjakkan kaki di rumah sakit ini!" tegas Zivanna seketika membuat Rania terdiam

Zivanna tidak secara langsung menyebutkan bahwa justru sebenarnya dia lebih memiliki kuasa di rumah sakit tersebut karena milik orang tuanya, tetapi hanya memberi gambaran saja sudah membuat Rania tidak mampu berbicara apapun dan apalagi jika dia mengatakan siapa dirinya sebenarnya yang mungkin saja Rania akan jantungan.

Zivanna tidak mengatakan apapun lagi dan langsung berlalu dari hadapan Rania yang membuat Rania mengepal tangan, harga dirinya seolah-olah diinjak-injak oleh Zivanna.

Zivanna membuang nafasnya perlahan ke depan berkali-kali, setelah merasa lega memberi komentar pedas kepada dokter yang selalu mencampuri urusannya.

"Apa dia begitu kesepian sehingga setiap hari harus mencari masalah denganku, aku padahal tidak meminta pendapat padanya, baru menjadi dokter senior saja sudah seperti pemilik rumah sakit ini," ucap Zivanna kesal kemudian langsung pergi.

******

Dokter Dikta berada di ruangannya terlihat fokus pada lab.

Tok-tok-tok.

"Masuk!" sahut Dikta membuat pintu terbuka dan ternyata Sherina yang memasuki ruangan tersebut.

"Dokter memanggil saya?" tanya Sherina.

"Benar! Ini data-data pasien di bangsal nomor 13. Kamu beritahu pada keluarganya tentang kondisinya," jawab Dikta memberikan dokumen tersebut.

"Bukankah pasien itu adalah pasien yang kecelakaan beberapa hari yang lalu?" tanya Sherina.

"Ya, kondisinya mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi setelah melakukan pemeriksaan ulang berkali-kali, ditemukan penyakit langka di bagian sarafnya, ini permasalahan serius yang harus kamu sampaikan dengan baik pada pihak keluarga, tindakan yang dilakukan belum bisa diambil, apa harus dioperasi atau bagaimana," ucap Dokter Dikta.

Wajah Sherina terlihat begitu sedih dan memang bukan siapa-siapanya pasien tersebut, tetapi jika berkaitan dengan anak kecil atau pasien manapun itu pasti hatinya tersentuh jika mendapatkan masalah besar atas kesehatan pasien tersebut.

"Sampaikan dengan baik dan katakan kepada neneknya untuk tetap sabar dan berdoa agar cucunya baik-baik saja," ucap Dikta.

"Baik Dokter," sahut Sherina menundukkan kepala dan kemudian keluar dari ruangan tersebut.

****

Hiks-hiks-hiks-hiks

Nenek Rain terlihat begitu lemas duduk sembari menangis ketika Sherina akhirnya menyampaikan keadaan terburuk yang dialami oleh cucunya.

"Ya Allah kenapa semuanya bisa terjadi seperti ini, kenapa masalah tidak selesai sampai saat ini dan cucu hamba harus mengalami hal seperti ini," ucap Nenek tersebut yang membuat Sherina hanya menenangkan dengan mengusap punggungnya.

"Dokter apa yang harus saya lakukan? bagaimana dengan cucu saya?" tanyanya.

"Nenek, tenang dulu, rumah sakit akan melakukan yang terbaik untuk pasien, saat ini kami sedang berusaha untuk menemukan tindakan yang terbaik, seperti apa yang saya jelaskan sebelumnya adanya penyakit langka di bagian saraf otaknya dan semua butuh pertimbangan untuk mengambil tindakan," ucap Sherina.

"Tetapi bukankah semua itu juga membutuhkan biaya yang besar? Saya juga tidak memiliki uang Dokter, bagaimana caranya agar cucu saya bisa sembuh," lagi dan lagi kesehatan memang membutuhkan uang yang banyak.

"Insyallah semua akan baik-baik saja," ucap Dokter membuat Nenek hanya bisa menangis tanpa bisa bertindak apapun karena setiap tindakan yang diambil belum tentu sama buat cucunya dalam keadaan baik-baik saja.

****

"Kamu serius kondisinya semakin memburuk dan adanya permasalahan pada otaknya?" tanya Zivanna cukup kaget ketika mendengar perkataan dari temannya itu yang menceritakan keadaan Rain.

"Seperti apa yang sudah aku katakan kepada kamu, terjadi permasalahan pada sarafnya dan ini adalah hal yang sangat langka, Dokter Dikta saja tidak mampu mengambil tindakan secepat itu dan apalagi kita yang hanya Dokter biasa saja," jawab Sherina.

"Bukankah Dokter Dikta adalah dokter penyakit dalam yang sangat dikenal, sudah banyak yang berhasil sembuh di tangannya, lalu kenapa untuk hal seperti itu saja dia tidak bisa bertindak," sahut Zivanna.

"Mungkin karena kondisi pasien memang tidak main-main, ini masalah yang sungguh serius, kita tidak akan mengerti apa-apa dan kita juga hanya bisa berbicara saja karena kita tidak berada dalam dunia penyakit dalam dan mungkin yang lebih mengerti adalah Dokter Dikta dan rekan-rekannya," sahut Sherina.

"Itu sebabnya aku ingin mengambil spesialis bedah agar aku bisa membantu banyak orang dan mengetahui hal-hal yang terkecil yang membuat banyak nyawa melayang,"sahut Zivanna.

"Ya sudah kamu jalankan saja keinginan kamu dan siapa tahu saja kamu justru bisa menyembuhkan anak itu," celetuk Sherina terselip doa dan harapan dalam perkataannya.

"Doa kamu terlalu berlebihan, tidak mungkin juga bisa langsung sembuh begitu saja, untuk mengikuti proses studi penyakit dalam itu juga merupakan hal yang besar dan butuh perjuangan, sedangkan menjadi Dokter umum saja banyak yang tidak mempercayaiku dan apalagi hal besar seperti itu," sahut Zivanna merasa lucu dengan doa temannya itu dan padahal Sherina begitu serius sekali memberikan doa kepadanya.

"Namanya juga usaha," sahut Sherina.

Bersambung....

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!