NovelToon NovelToon
Lebih Sekadar Tante

Lebih Sekadar Tante

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agatha soul

Bagi Arvin, Karin bukan sekadar tante dari sahabatnya. Karin adalah tempatnya pulang, tawa yang selalu ia cari, dan masa depan yang ingin ia tuju. Di saat kedekatan mereka mulai mencairkan dinding perbedaan usia, sebuah kencan tak sengaja justru membawa kembali bayang-bayang masa lalu Karin yang belum usai.
Ketika masa lalu menuntut tempatnya kembali, akankah Karin bertahan pada zona nyamannya, atau berani melangkah demi rasa yang lebih dari sekadar tante?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agatha soul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wallpaper Khusus

Aroma harum nasi goreng dan telur mata sapi buatan Karin perlahan memenuhi ruangan dapur. Karin membagi makanan itu ke dalam dua piring, lalu membawanya ke meja makan kecil di sudut dapur.

"Nih, seadanya aja ya. Tante belum sempat belanja bulanan lagi," kata Karin sambil menyodorkan sepiring nasi goreng hangat ke hadapan Arvin.

Arvin tersenyum tipis, lalu menarik kursi untuk duduk. "Gak apa-apa, Tan. Ini udah lebih dari cukup."

Mereka pun mulai menyantap sarapan pagi itu dalam keheningan yang nyaman. Rasa canggung akibat kejadian memalukan di ruang tengah tadi perlahan mencair seiring dengan obrolan-obrolan kecil yang kembali mengalir. Karin sesekali menyesap teh manis hangatnya, sementara Arvin begitu lahap menghabiskan makanan di piringnya.

"Gimana? Enak gak?" tanya Karin memastikan, menopang dagunya dengan sebelah tangan sambil memperhatikan Arvin.

"Enak banget, Tan," puji Arvin jujur. "Nasi gorengnya pas."

Karin tersenyum puas mendengar pujian itu. "Bagus deh. Berarti Tante masih lulus ujian jadi calon istri yang baik." Karin terkekeh mendengar ucapannya sendiri, sementara Arvin hanya bisa tersenyum penuh arti di balik sendoknya. ‘Tante emang udah lebih dari lulus,’ batin Arvin.

Setelah selesai makan dan membantu Karin merapikan piring kotor ke wastafel, Arvin melirik jam di ponselnya. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit pagi.

​"Tan, gue pamit pulang dulu, ya. Mau istirahat sama siap-siap buat belajar ujian besok Senin," ucap Arvin sambil mengambil helm sport-nya yang tergeletak di atas meja ruang tamu.

​Karin ikut berdiri, mengantarkan Arvin sampai ke depan pintu teras. Udara pagi hari Minggu yang segar dan sisa-sisa basah akibat hujan semalam langsung menyambut mereka.

​"Oh iya, besok udah Senin ya," sahut Karin tulus. Dia menepuk bahu tegap Arvin pelan. "Semangat belajarnya hari ini. Pokoknya besok kerjain ujiannya yang bener, jangan sampai remedial. Malu-maluin Tante nanti kalau nilaimu jelek setelah seharian kemarin kita main."

​Arvin memakai helmnya, lalu menatap Karin dari balik kaca helm yang sengaja dibuka. "Siap, Tante. Makasih buat makanannya."

​"Sama-sama, Arvin."

​Sebelum menaiki motornya, Arvin menahan langkahnya sebentar. Dia menatap mata Karin lekat-lekat. "Jangan lupa janji Tante semalam. Habis ujian selesai... gue main ke sini lagi."

​Karin sempat terpaku mendengar nada suara Arvin yang terdengar begitu menuntut dan serius untuk ukuran seorang remaja, namun dia segera mengangguk sambil tersenyum geli. "Iya, iya. Pintu rumah Tante selalu terbuka buat kamu kalau weekend. Udah sana pulang, istirahat."

​Arvin menyunggingkan senyum kemenangan, menutup kaca helmnya, lalu menyalakan mesin motor sport-nya yang menderu gagah. Setelah melambaikan tangan sekilas pada Karin, Arvin langsung memacu motornya keluar dari halaman rumah, meninggalkan Karin yang masih berdiri di teras sambil menatap kepergian cowok itu dengan perasaan yang entah kenapa terasa aneh namun menghangat.

Hari Senin yang mendebarkan akhirnya tiba. Koridor sekolah tampak lebih ramai dari biasanya, dipenuhi oleh murid-murid kelas yang sibuk membolak-balik buku catatan mereka menjelang menit-menit terakhir sebelum bel ujian berbunyi.

Di dalam kelas, Arvin duduk tenang di bangkunya. Alih-alih membuka buku pelajaran, dia justru merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel. Jari-jarinya dengan lincah membuka aplikasi WhatsApp, lalu mengetuk ruang obrolan dengan nama kontak 'Tante Karin'.

Arvin terdiam sejenak menatap layar, sebelum akhirnya mengetuk pengaturan obrolan. Dia memilih salah satu foto Karin yang diambil di atas bukit sore kemarin, lalu menyetelnya sebagai wallpaper khusus untuk ruang obrolan mereka. Melihat wajah manis Karin kini menghiasi layar ponselnya, sebuah senyuman tipis yang sangat tulus terukir di bibir Arvin.

Plak!

Sebuah tepukan mendarat di bahu Arvin, membuyarkan lamunannya. Arvin dengan cekatan langsung membalikkan layar ponselnya ke atas meja. Saat menoleh, ternyata Bima sudah berdiri di belakang bangkunya dengan wajah memelas.

"Vin, tar bagi-bagi jawaban ya nanti pas ujian? Jangan pelit-pelit lah sama temen sendiri," bisik Bima penuh harap.

Arvin mendengus pelan, kembali menatap lurus ke depan. "Mikir sendiri!" sahut Arvin ketus tanpa menoleh lagi.

Tak lama kemudian, bel berbunyi nyaring. Pengawas ujian masuk ke dalam kelas dengan membawa lembar soal. "Anak-anak, silakan semua ponsel dimatikan dan dikumpulkan di meja depan. Ujian akan segera dimulai," perintah sang guru. Dengan berat hati, Arvin mematikan ponselnya dan meletakkannya di tumpukan paling atas meja guru bersama ponsel murid lainnya.

Dua jam berlalu dengan suasana kelas yang menegangkan. Begitu bel tanda istirahat pelajaran pertama berbunyi, para murid langsung bernapas lega. Setelah lembar jawaban dikumpulkan, Arvin menjadi orang pertama yang maju ke depan untuk mengambil ponselnya kembali.

Dia berjalan menuju bangku di pojok koridor yang agak sepi, lalu menyalakan ponselnya. Jari Arvin langsung bergerak membuka room chat Karin. Dia mulai mengetik sesuatu di kolom pesan.

Tante, gue udah selesai ujian pelajaran pertama nih... [Hapus]

Tante, doain gue ya... [Hapus]

Arvin menghela napas, merasa kalimat-kalimat itu terlalu bertele-tele dan bukan gayanya banget. Akhirnya, setelah menimbang-nimbang, dia hanya mengetik satu kata singkat lalu mengirimnya.

Arvin: Tante.

Tidak butuh waktu lama, hanya selang satu menit, sebuah balasan masuk dari seberang sana.

Tante Karin: Loh, Arvin? Bukannya kamu sekarang lagi ujian sekolah? Kok bisa main HP?

Arvin: Iya, Tan. Ini lagi istirahat pelajaran pertama, bentar lagi masuk satu pelajaran lagi.

Tante Karin: Ohh gitu. Semangat ya ujiannya! Awas, jangan curang loh ya! Tante pantau dari jauh nih.

Melihat balasan perhatian dari Karin, senyum tipis kembali tersungging di wajah Arvin.

Arvin: Iya Tante, enggak curang kok.

"Arvin!"

Sebuah suara melengking tiba-tiba memanggil namanya dari arah belakang. Arvin langsung mematikan layar ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku. Begitu dia menoleh, guratan senyum di wajahnya seketika hilang total, digantikan oleh ekspresi datar dan dingin yang teramat asing.

Gadis yang berdiri di depannya itu adalah Sherly, siswi populer di sekolah yang sudah sejak lama mengejar-ngejar Arvin namun selalu mendapatkan penolakan.

"Ada apa?" tanya Arvin, suaranya terdengar sangat cuek dan dalam.

Sherly memilin ujung rok seragamnya, mencoba tersenyum semanis mungkin. "Nanti pulang sekolah... kita belajar bareng yuk? Di kafe deket sini."

"Gak, gue sibuk," jawab Arvin tanpa ragu sedikit pun.

Mendengar penolakan itu, wajah Sherly langsung berubah cemberut. "Sibuk apa sih? Seharian nanti lo juga paling cuma main atau nongkrong sama temen-temen lo itu, kan?"

Arvin menatap Sherly dengan tatapan kosong, lalu melangkah maju melewati gadis itu begitu saja. "Ya, itu lo tahu," ujar Arvin dingin.

Tanpa memedulikan Sherly yang menghentakkan kakinya kesal di koridor, Arvin terus berjalan mantap menuju kantin sekolah untuk bergabung dengan Reza, Bima, dan yang lainnya. Pikirannya sama sekali tidak beralih dari satu nama, Karin.

1
Bunga
Karya terbaik😍semangat 💪
Agatha soul: terima kasih
total 1 replies
Bunga
Terbaik
mary dice
sepertinya ada yang mau nembak nih... lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!