NovelToon NovelToon
Istri Seksi Gus Ibra

Istri Seksi Gus Ibra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elma Grace

​"Bagaimana jadinya kalau gadis nakal harus takluk menghadapi anak dari pemilik pesantren?"


Tsabita Azzahra, sebagai bentuk protes karena selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya, Safira, yang nyaris sempurna, Bita memilih hidup bebas: nongkrong di lounge elite, pulang subuh, dan akrab dengan kehidupan malam.

​Puncaknya, setelah mabuk berat akibat patah hati, Bita membuat kekacauan terbesar dalam hidupnya. Di area parkir remang-remang, ia mengira seorang cowok jangkung yang sedang duduk tenang di atas moge hitamnya adalah tukang parkir. Dengan lancang, Bita memaki-maki cowok itu, menarik kerah bajunya, dan... muntah tepat di atas sepatu sneakers mahal si cowok sebelum akhirnya pingsan.

Sepanjang insiden itu, si cowok hanya diam, menatap Bita dengan pandangan dingin yang tidak terbaca, lalu menolongnya dengan tenang.

​​Kehabisan kesabaran, orang tua Bita memberikan hukuman final: Bita dijodohkan dengan anak pemilik salah satu Pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elma Grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

​Malam merayap makin larut di kawasan hunian pribadi mereka di Jakarta. Setelah makan malam sederhana yang hangat, rumah dua lantai itu terasa begitu sunyi, menyisakan deru halus pendingin ruangan di dalam kamar tidur utama.

​Bita berdiri di depan cermin meja rias, jemarinya perlahan mengusapkan krim malam ke wajahnya. Namun, pikirannya sama sekali tidak ada di sana. Matanya menatap kosong ke arah pantulan dirinya sendiri, sementara dadanya bergemuruh oleh sebuah perang batin yang luar biasa hebat.

​‘Gimana cara ngomongnya, sih? Masa gue langsung bilang, "Gus, yuk?" Ih, murah banget kedengarannya!’ batin Bita menjerit frustrasi. Wajahnya seketika merona merah hanya karena memikirkan hal itu.

​Sejak awal pernikahan mereka, Ibra sama sekali tidak pernah menuntut haknya sebagai suami. Ibra selalu tidur di sisi kasur yang sama, memeluknya dengan batas kesopanan yang kokoh, dan membiarkan Bita yang menentukan ritme kedekatan mereka.

​Tapi malam ini, setelah semua perlindungan, ketulusan, dan rasa aman yang Ibra berikan, Bita tahu satu hal. Dia sudah jatuh sejatuh-jatuhnya pada suaminya sendiri. Dia sudah siap menyerahkan seluruh hidupnya—termasuk jiwanya dan raganya. Masalahnya cuma satu: Bita bingung setengah mati bagaimana cara menyampaikannya tanpa mati karena malu.

​Klek.

​Pintu kamar mandi terbuka. Ibra melangkah keluar dengan rambut yang masih agak basah, hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblong putih polos yang pas di tubuh tegapnya. Aroma sabun maskulin yang segar langsung menyerbu indra penciuman Bita, membuat jantung wanita itu berdegup dua kali lebih cepat.

​Ibra berjalan ke sisi tempat tidur, mengeringkan rambutnya sekilas dengan handuk kecil sebelum menatap Bita yang masih mematung di depan meja rias.

​"Bita? Belum tidur?" tanya Ibra, suaranya terdengar berat dan serak khas orang yang kelelahan setelah seharian mengurus yayasan.

​"A-ah? Iya, ini baru mau," sahut Bita gugup, suaranya naik satu oktav. Ia buru-buru meletakkan botol skincare-nya dengan tangan yang sedikit gemetar.

​Ibra menaikkan sebelah alisnya, menangkap gelagat aneh istrinya. Ia menaruh handuknya, lalu berjalan mendekat ke arah meja rias. Berdiri tepat di belakang Bita, Ibra menatap pantulan mata Bita melalui cermin.

​"Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Ibra lembut, kedua tangannya perlahan turun bertumpu di pundak Bita, memberikan pijatan ringan yang menenangkan.

​Sentuhan itu seperti menyengat kulit Bita. Ia menelan ludah dengan susah payah, matanya bergerak gelisah di cermin. "Gak ada apa-apa kok, Gu—eh, Mas..."

Sore tadi akhirnya mereka sepakat untuk panggilan keduanya. Bita memanggil Ibra 'Mas' dan Ibra memanggil Bita 'Sayang'. Karena Bita merasa panggilan 'Humaira' itu terlalu berat buat dia yang masih bolong-bolong paham agamanya.

​Mendengar panggilan 'Mas' yang masih agak kaku namun manis dari bibir Bita, senyuman tipis terukir di wajah Ibra. "Kalau tidak ada apa-apa, kenapa badanmu tegang sekali?"

​Bita menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa di dalam dirinya. Ini saatnya. Dia tidak boleh egois membiarkan Ibra terus menahan diri demi menjaga perasaannya.

​Bita membalikkan tubuhnya di atas kursi rias, membuat ia kini berhadapan langsung dengan perut dan dada bidang Ibra. Ia mendongak, menatap mata elang suaminya dengan tatapan yang campur aduk antara takut, malu, dan penuh harap.

​"Mas Ibra..." panggil Bita lirih. Tangannya bergerak ragu, sebelum akhirnya meremas pelan ujung kaos putih yang dikenakan Ibra.

​Ibra merasakan ada perubahan atmosfer yang drastis di antara mereka. Sepasang matanya menatap Bita lekat-lekat, menyadari kilat emosi yang berbeda di mata istrinya malam ini. "Iya, Sayang? Ada apa?"

​"Aku... aku mau makasih buat semuanya. Buat masalah kemarin, buat rumah ini, dan... buat cara kamu memperlakukan aku selama ini," ucap Bita, suaranya mulai bergetar karena menahan gejolak di dadanya.

​"Itu sudah menjadi kewajibanku, Sayang. Kamu tidak perlu terus-menerus berterima kasih," jawab Ibra tulus, tangannya bergerak mengusap lembut pipi Bita yang terasa hangat.

​Bita menggeleng cepat. Genggamannya pada kaos Ibra semakin erat. "Bukan cuma itu... Kamu... kamu selalu sabar sama aku. Kamu gak pernah maksa aku buat... buat jadi istri seutuhnya."

​Gerakan tangan Ibra di pipi Bita mendadak terhenti. Pria dewasa itu bukanlah orang bodoh yang tidak menangkap arah pembicaraan ini. Tatapan mata Ibra seketika berubah menjadi lebih dalam, intens, dan menghanyutkan. Namun, sebagai seorang pria yang matang, ia tetap mengontrol dirinya dengan luar biasa.

​"Bita... aku tahu ini tidak mudah. Aku ingin kamu merasa aman dulu di dekatku, tanpa merasa terbebani oleh status pernikahan kita," tutur Ibra dengan suara baritonnya yang merendah, terdengar begitu seksi di telinga Bita.

​Air mata Bita hampir saja menetes karena rasa haru, namun ia buru-buru menahannya. Ia memberanikan diri berdiri dari kursinya, membuat jarak di antara mereka terkikis habis. Wajah Bita kini tertanam di dada bidang Ibra, menyerap kehangatan tubuh suaminya.

​"Tapi aku udah merasa aman, Mas. Sangat aman," bisik Bita dari balik dada Ibra, suaranya teredam namun terdengar begitu tegas. "Aku... aku udah gak apa-apa. Maksud aku... soal kamar ini... soal kita... aku udah siap."

​Hening mendadak menyergap kamar itu. Hanya terdengar suara detak jantung Ibra yang tiba-tiba berpacu dengan sangat cepat di bawah pipi Bita.

​Ibra tidak langsung menjawab. Ia memegang kedua pundak Bita, mendorong tubuh istrinya perlahan agar ia bisa menatap langsung ke dalam manik mata wanita itu. Ibra ingin memastikan satu hal yang paling krusial.

​"Bita, tatap aku," pinta Ibra, suaranya bergetar tipis oleh emosi yang berusaha ia redam. "Kamu melakukan ini bukan karena merasa bersalah padaku, kan? Bukan karena merasa berutang budi atas bantuan kemarin?"

​Bita menggeleng kuat-kuat. Ia menantang tatapan Ibra dengan seluruh kejujuran yang ia miliki. "Enggak, Mas. Demi Allah, enggak. Aku ngomong begini karena... karena aku sayang sama kamu. Aku mau jadi istri kamu yang sebenarnya. Utuh."

​Pertahanan yang dibangun Ibra selama berbulan-bulan runtuh seketika mendengar pengakuan itu. Binar mata yang biasanya dingin dan tenang kini berubah menjadi pancaran gairah dan kasih sayang yang teramat pekat.

​Ibra tersenyum—sebuah senyuman paling tampan dan penuh kelegaaan yang pernah Bita lihat. Ia mengulurkan tangannya, menyelipkan jemarinya ke sela-sela rambut Bita yang terurai, lalu menundukkan kepalanya perlahan.

​"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena sudah membuka hatimu untukku," bisik Ibra tepat di depan bibir Bita, napas hangatnya berembus menerpa wajah istrinya.

​Sebelum Bita sempat membalas, Ibra sudah menyatukan bibir mereka dalam sebuah kecupan yang lembut, dalam, dan penuh dengan janji setia. Malam itu, di bawah langit Jakarta yang sunyi, rumah pribadi mereka menjadi saksi bisu dari bersatunya dua hati yang sempat terluka, kini siap melangkah bersama menuju babak baru yang sesungguhnya.

1
Siska Fatmawati
𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 thor💪 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐮𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐲
keynara
double update thor🙏
Della Nuri delima
thorrr jangan lama' up nya
Della Nuri delima
pasti lama nih up nyaaa
Anita Rahayu
ayo cepat biar safirot tau arti tidak dipedulikan😈😈😈😈😈😈
😈😤😡😡😡
sutiasih kasih
lanjut up banyak2 thor
sutiasih kasih
kok ak lbh setuju.... bita tak ada lgi hubungan keluarga dgn kedua org tuanya yg lucnut & sodara perempuannya yg biadab itu....
slm hidup bita diprlakukn tak adil.... sll di anggp ank sialan... 🙄🙄
sutiasih kasih
bolehkah.... bita kelak tak lgi mngenal org tuanya...
org tua yg slm ini sll mmprlakukn bita tak adil.... demi ank emasnya🙄🙄🙄
Dinda Putri
semoga kebohongan safira terbongkar semuanya kasian bita dari dulu terus teraniaya 😞🥲🔥🔥🥲
sutiasih kasih
sering2 up dunk thor....
Anita Rahayu
kapan thor kau buat gila si safirot ini karna udah ketauan busuknya kalau bisa sampai bikin malu ortunya yg dah pasang badan bela dia😤😤😤😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
sutiasih kasih
ujian lucnut dri keluarga sndiri....
🙄🙄
harus mnambh sabar bita.... kelak saat smuanya trbongkar.... g msLah harus putus hubungan keluarga....
trkadang org lain adalah sbnrnya keluarga... wloupun tnpa ada ikatan darah....
Jas Merah
Hisss terllu berdrama..
sutiasih kasih
nungguin upnya thor
merry
takutnya ibra kena jebkn Batman gmn ya,, gk stuju ibra hrs jdi istri ke dua ya
merry
jgn jgn bita tu bukn ank kandung mu bu,, ko bisa bisa ya beda ksh syg bgtuu
merry
mkn tu ank pintar dan shalihah mu bu tar kena batu ya baru kapok dechh,,, msk hncur ngjak ngjak org
merry
tp ibra gk bodoh aku rasa. mah itu jebknn buat Safira yg bodoh kebanggaan mm bpky yg mengira bkln jdi istri muda ya ibra,,
merry
viralkan biar hncur tu kakak bgtu mah,, iblis sjj mkr mkr x sakitin sesama jin 🤭🤭🤭🤭ini rt ajj mau di embat pdhl dia ud dpt semua nya dr orgtua ya ank terlalu di manja bgtuu tu
merry
gk malu sm bju ya gk malu sm ilmunya gk malu sm adab ya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!