Leukemia atau kanker darah adalah salah satu penyakit mematikan yang paling di takuti banyak orang di dunia ini. Leukemia juga bukan sekedar penyakit sepele, karena jika seseorang terlambat mengatasinya bisa - bisa akan sulit untuk disembuhkan. Proses pengobatannya pun cukup menguras kantong karena harus rutin melakukan kemoterapi sampai waktu yang telah ditentukan oleh seorang dokter.
Laura Shalsabila adalah seorang siswi cantik dan berprestasi yang harus mengalami nasib malang ini. Laura di vonis mengidap penyakit leukemia ini sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun disaat Laura di vonis mengidap penyakit leukemia secara bersamaan masalah besar datang menghampiri Laura, dimana Laura harus menyimpan perasaan sakit hatinya terhadap Chika sahabatnya sendiri berpacaran dengan seseorang yang ia sayangi.
Akankah Laura mampu melawati hari - hari tersulitnya ini?🤔
Author : Febi Ayeni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Tak lama kemudian seorang Dokter keluar dari ruangan ICU.
"Keluarganya Laura Salshabila?" Tanya Dokter.
"Iya dok, saya ibu nya!" Jawab Echa panik.
"Bagaimana kondisi anak saya dok?" Tanya Echa panik.
"Ibuk, bisa ikut saya keruangan saya sebentar?" Tanya Dokter.
"Baik Dok!" Jawab Echa sambil mengikuti langkah kaki dokter.
Sesampainya di ruangan Dokter....
"Silahkan duduk buk!" Ucap Dokter dengan sangat Ramah.
"Terima kasih dok!" Jawab Echa.
"Sudah berapa lama anak ibuk mengalami penyakit ini dok?" Tanya Dokter dengan wajah serius.
"PENYAKIT? Penyakit apa dok?" Tanya Echa kebingungan karena yang ia tau Laura hanya demam biasa dan tidak ada yang serius.
"Jadi ibuk belum tau?" Tanya Dokter kembali.
"Anak ibuk menderita penyakit Leukemia stadium 2!" Lanjut Dokter. Betapa terkejutnya Echa mendengar ucapan Dokter barusan, seketika membuat air mata Echa menetes.
"LEUKEMIA? STADIUM 2 DOK?" Tanya Echa tak menyangka anaknya menderita penyakit yang sangat berbahaya ini.
"Iya buk, dan Anak ibuk harus segera melakukan kemoterapi sebelum sel kanker menyebar ke seluruh tubuhnya!" Jawab Dokter.
"Baik dok, tapi saya mohon sama Dokter jangan beri tahu anak saya kalau dia terkena penyakit ini, saya tidak mau ia patah semangat!" Ucap Echa sambil menghapus air matanya.
Di ruangan tempat Laura di rawat K15.
"Laura, kamu udah sadar?" Tanya Chika yang dari tadi berada di samping Laura.
"Gue di mana Chik?" Tanya Laura dengan pandangan yang masih belum jelas.
"Lu di rumah sakit Ra, tadi lu pingsan habis ngejar - ngejar gue!" Jawab Chika sambil memegang tangan kanan Laura.
"Gue mau pulang, gue ga suka di sini!" Ucap Laura dengan kondisi badan yang sangat lemah berusaha bangkit dari tidurnya.
"Tunggu Mama lu dulu Ra!" Jawab Chika sambil membantu Laura duduk.
"Mama di sini?" Tanya Laura.
"Iya Ra, Mama lu lagi konsultasi sama dokter!" Jawab Chika.
Echa yang sudah berada tepat di depan jendela ruangan Laura berada hanya bisa menangis melihat Laura yang begitu lemah. Echa segera menghapus air matanya sebelum ia masuk ke ruangan Laura di rawat karena Echa tak mau melihat kalau ia habis menangis.
"Laura, kamu udah sadar?" Tanya Echa yang berjalan menghampiri Laura dan Chika.
"Laura sakit apa Ma?" Tanya Laura kepada Echa yang kini sudah berduduk di samping Chika.
"Kamu cuma kecapean aja kok kata Dokter!" Jawab Echa sambil tersenyum.
"Syukur deh kalau gitu!" Ucap Chika.
"Oh ya kalian belum makan kan?" Tanya Echa. Laura dan Chika hanya menggelengkan kepalanya.
"Yaudah kalau gitu Mama cariin makanan buat kalian berdua dulu ya!" Ucap Echa sambil mengelus - elus kepala Laura.
"Iya Ma!" Jawab Laura.
DRIIIINGGGG DRIIIIINGGG....
Hanphonen Chika berbunyi sesaat setelah Mama Laura keluar dari ruang rawat Laura. Chika segera mengangkat telfonnya.
"Halo?" Jawan Chika
"Kamu di mana? Aku segan nih mau masuk rumah sahabat kamu! " Ucap seseorang dari telfon.
"Kamu pulang aja aku lagi di rumah sakit, sahabat aku masuk rumah sakit!" Jawab Chika.
"Yaudah aku kesana aja ya!"
"Kamu mau kesini?" Tanya Chika, Laura yang mendengar pertanyaan Chika langsung menginstruksikan agar Chika menolak permintaan dari seseorang yang sedang menelponnya.
"Iya aku susul kamu kesitu aja ya sekalian jenguk dia ya! " Jawab seseorang itu. Chika menjauhkan handphone nya dari bibir nya agar tidak terdengar suaranya berbisik dengan Laura.
"Kenapa Ra?" Tanya Chika dengan suara berbisik
"Gue lagi males di jenguk - jenguk sama orang lain Chik!" Jawab Laura dengan menunjukkan tampan sedihnya.
"Halo? Halo?" suara seseorang dari handphone Chika.
"Iya Halo, ga usah deh yank aku udah dijemput sama supir! " Jawab Chika.
"Kok ga minta jemput sama aku sih yank?" Tanya Randy, ya Randy lah yang dari tadi berbicara dengan Chika.
"Iya soalnya tadi Mama nanyain aku dan langsung ngirim supir ke aku yank!" Jawab Chika mencoba mengalihkan pembicaraan agar Randy menggagalkan rencananya ke rumah sakit.
"Oh yaudah kalau gitu, aku pulang ya yank!" Jawab Randy.
"Iya hati - hati di jalan ya yank!" Ucap Chika kemudian mematikan telponnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊