Memiliki kepribadian yang susah untuk bergaul atau sering disebut introvert membuat Jasson lelaki tampan yang berprofesi sebagai dokter ini tidak memiliki wanita disisinya. Dikenal sebagai lelaki dingin dan acuh terhadap seluruh wanita yang mencoba mendekatinya, Entah itu memang karna tidak pernah mendekati wanita atau memang dia yang tidak tertarik kepada wanita tersebut, Hingga ada akhirnya dia datang mengunjungi pasien akibat pasien tidak mau kerumah sakit jadi terpaksa dia yang turun tangan mendatangi rumah pasien tersebut.
"Menjadi suamiku saja bagaimana?" Tiyara Watsons.
"Hah?" Jasson Drean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo pulang
"Suruh mereka menyiapkan kamar untuk Tiyara, Ingat jika kamar Tiyara dan kamarku ditukar sebelum kami tiba dirumah semuanya harus siap" ucap Jasson yang masih saja menggunakan nada dan wajah datarnya dan langsung mematikan telpon tersebut.
"Siapa?" tanya Tiyara dengan wajah penasarannya.
"Satpam Derwin" jawab Jasson dan memgambil paperbag yang ada ditangan wanitanya tersebut.
"Ayo pulang" ajak Jasson dengan menggenggam tangan wanitanya tersebut.
"Kau kembali kerumah, Awas saja jika berani mengikuti kami" ucap Tiyara dengan melototkan matanya menatap Dery.
"Baik nona, Kami akan kembali ke kediaman" jawab Dery dengan menundukkan kepalanya. Tiyara tidak menjawabnya dan mengikuti langkah kaki Jasson keluar dari ruangan tersebut namun sebelum melangkahkan kaki menelusuri lorong rumah sakit Tiyara langsung melepaskan tangannya dari tangan suaminya.
Jasson langsung menoleh kearah wanitanya tersebut dengan tatapan bingung akibat Tiyara melepaskan tangannya dari genggamannya. "Kemarin ada yang berani menyelinap masuk keruangku dan mustahil untuk tidak ada orang yang mengawas saat ini" guman Tiyara dengan menatap sekeliling dan menatap keatas mencari kamera pengawas.
"Sudah aku duga" ucapnya saat menemukan kamera pengawas yang sangat kecil dihadapan ruangannya.
"Lenyapkan kamera itu" perintah Tiyara kepada pengawal yang ada beberapa didepan ruangannya.
"Baik nona" jawab pengawal sedangkan Jasson langsung menoleh kearah mata istrinya menoleh.
"Masih ada urusan sampai belum melanjutkan jalan?" tanya Tiyara dengan membalikkan tubuh suaminya menatapnya dan tersenyum menatapnya.
"Mana kamera yang kau bicarakan? Kamera apa memangnya?" tanya Jasson dengan wajah bingungnya.
"Tidak, Ayo pulang aku sedikit letih berdiri sedari tadi" ajak Tiyara dengan senyumnya dan kembali meanjutkan langkah kakinya dengan beberapa pengawal yang tersisa terlebih dahulu berjalan dari Tiyara dan Jasson dibelakangnya.
"Aku sedikit kedinginan" ucap Tiyara dengan mengusapkan tangannya ke bahu.
"Suhu pagi memang cukup dingin, Kemari" balas Jasson dan melepaskan jas miliknya dan langsung mengenakannya ketubuh wanitanya hingga tinggal kemejanya saja yang ia kenakan saat ini.
"Terima kasih" ucap Tiyara dengan senyumnya.
Jasson tidak menjawabnya dan kkembali melangkahkan kakinya begitupun dengan Tiyara yang tidak membiarkan siapapun melihat suaminya. "Jika dia terus mengenakan jas ini nanti musuh akan terus kemari dan mengawasinya" guman Tiyara dan melepaskan nama yang berada dijas tersebut dan menyimpannya.
Mereka sudah sampai didekat mobil dan Tiyara langsung menyapu sekitar mencari hal yang mencurigakan namun dia tidak menemukannya dan langsung masuk kedalam mobil begitupun dengan Jasson yang dilindungi oleh orang Tiyara saat masuk dengan plat mobil yang sudah ditutup Jasson langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah sakit itu.
"Ada orang didekat pintu masuk area rumah sakit, Sedari tadi memperhatikan Jasson dan aku, Kalian tangkap dia, Jika tidak mau mengaku lakukan apa yang seharusnya dilalukan" bisik Tiyara kepada seluruh pengawal yang terhubung ke earphone nya.
"Baik" jawab pengawal serentak dan langsung melaksanakan apa yang ditugaskan.
"Ikut" ucap pengawal menangkap seorang lelaki yang berlindung dibalik beton rumah sakit tersebut.
"Hey kalian seenaknya saja menangkapku" teriak pria tersebut. Para pengawal tidak memperdulikan teriakannya dan langsung mengangkutnya masuk kedalam mobil.
"Berbicara kepada siapa?" tanya Jasson dengan menatap sekilas wanitanya tersebut dan kembali berpokus ke kemudi.
"Tidak, Aku tidak bicara kepada siapapun" jawab Tiyara dengan senyum yang mengembang.
"Terlalu pandai kau berbohong" balas Jasson dan kembali berpokus kepada kemudinya.
"**** susah sekali mendapatkan kelemahan bocah ini" teriak lelaki paruh baya tersebut.
"Sebelum aku membasmi keturunan Drean aku tidak akan menyerah, Tapi siapa yang berani membantu anak miskin itu? Apakah keturan Watsons? Ah tidak akan aku biarkan" teriaknya kembali dengan menhhemas barang barang yang ada dihadapannya sehingga berserakan.
"Aku sama sekali belum mengetahui bagaimana rupa kedua anak itu bagaimana bisa aku menghabisi keduanya, Setiap orang yang aku suruh menyelidiki keduanya langsung hilang dan musnah begitu saja tanpa ada kabar" guman lelaki tersebut.
"Jasson kau harus berhati hati mulai saat ini sayang, Jaga Tiyara dengan baik"
"Semenjak ayah meninggal orang orang mencoba membunuhku karna ingin balas dendam dengan keturunan Watsons tapi hal itu tidaklah penting namun jangan sampai ada orang yang menyakitinya" guman Tiyara dengan menatap lekat suaminya yang saat ini tengah pokus mengemudi.
Jasson sadar akan tatapan tersebut namun masih saja memasang wajah datarnya tidak ada yang membuatnya tidak nyaman saat ditatap wanitanya tersebut. "Kenapa menatapku?" tanya Jasson dengan wajah datarnya tanpa menatap wanita itu.
"Tidak, Aku hanya kagum saja kepada tuhan yang bisa menciptakan manusia setampan kau" jawab Tiyara dengan senyum yang mengembang dan tatapan kagumnya menatap Jasson.
"Sepertinya peminat tempat ini semakin banyak" ucap Dery dengan senyumnya menatap seluruh orang yang berada didalam ruangan yang tertutup tanpa adanya saluran udara atau apapun.
"Tidak mau mengaku?" tanya Dery dengan senyumnya menatap lelaki yang baru saja ia bawa.
"Jikapun mengaku kau tetap akan membunuh kami, Jadi lebih baik...."
"Oh, Kami ya" ucap Dery dan berjalan berbolak balik dihadapan semua orang didalam itu.
"Berarti bos kalian hanya satu orang, Sangat mudah menemukannya tidak terlalu susah" ucap Dery dengan senyumnya.
"Orang semakin berani denganku, Besok aku harus kepengurungan" guman Tiyara yang hatinya saat ini merasa sangat waspada.
"Tadi aku pikir kau akan marah lagi kepada dokter Syeri" ucap Jasson saat mobil itu tidak ada keributan sama sekali padahal sudah biasa dengan situasi itu.
"Tidak, Ibu selalu mengajarkan sopan santun kepadaku, Sudah sepatutnya aku mulai mempraktekkannya dan tidak mengecewakannya" balas Tiyara dengan senyum yang mengembang menatap suaminya tersebut.
"Ternyata ucapanku kemarin dimasukkannya kedalam hati" guman Jasson yyang bisa melihat senyuman tersebut.
"Masalah kemarin....."
"Kenapa? Mau minta maaf? Aku sudah memaafkannya, Ucapanmu memang benar dan kemarin aku juga cukup keterlaluan" potong Tiyara yang masih tersenyum menatap Jasson.
"Cih awalnya cuma mau mengajak dia mengobrol namun...."
"Ah iya baru ingat, Kemarin aku menyuruh Derwin mencari beberapa sisten rumah tangga dan beberapa penjaga rumah agar kau tidak takut untuk tidur sendiri" ucap Jasson yang baru ingat akan hal tersebut.
"Kenapa kau malah mempekerjakan orang karna ingin tidur sendiri? Aku ini istrimu tidak baik untuk suami istri tidur diranjang yang terpisah" teriak Tiyara yang kesal saat mendengar ucapan lelaki tersebut.
"Bisakah tidak berteriak?" ketus Jasson pula akibat Tiyara yang berteriak cukup kencang.
"Itu karnamu yang mau mengusirku dari kamarmu" teriak Tiyara kembali.
"Kau tetap dikamarku hanya saja aku yang pindah kekamar bawah, Jadi tidak ada alasan untukmu mencoba tidur satu ranjang denganku" balas Jasson dengan wajah kesalnya.
"Tidak, Aku tidak mau, Kau adalah suamiku dan aku adalah istrimu jadi kita harus tidur sekamar" teriak Tiyara yang tidak terima akan keputusan sebelah pihak itu.
"Tidak, Kau tidak ingat dengan apa yang kau katakan sebelum menikah?" tanya Jasson dengan menatap tajam wanita itu.
tapi smngat ya thor
tiyara selalu melindungi jasson
aku mampir karna liat Poto Lucas ngupil wkwkwk🤣🤣
yakin bakal kubaca semua novel otot deh kalo gini😂